
Malam hari setelah berbuka, kondisi cuaca sedang hujan deras membuat suaminya memutuskan untuk solat tarawih di rumah saja.
"Sudah?"Tanya Rudi pada keluarganya yang menjadi makmum.
"Sudah pah"jawab naina.
Mereka pun solat dengan khusyuk meski sesekali anak anak menganggu tapi mereka tetap khusyuk hingga rakaat ke 10 ditambah witir telah selesai.
"Ya sudah karena sudah selesai lebih baik langsung masuk ke kamar saja, lagian mau nonton tv juga takut ada petir soalnya"tutur naina setalah merapihkan mukena begitupun yang lain.
"iya mah, ya udah aku ke kamar ya takut baby nangis juga kasihan Imel"ucap vina yang menitipkan anaknya kepada imel yang sedang halangan.
"Iya nak"jawab rudi.
"mah,pah aku susul vina ya"ucap aditya ingin pergi namun dihentikan oleh rudi.
"dit,kau membuat kesalahan?"tanya rudi tiba tiba.
"Maksudnya pah?"tanya aditya tidak mengerti.
"Sejak pulang dari mall tadi aku lihat Vina tidak bicara denganmu"jelas aldo.
"Aku harap bukan karena kau bermain kasar dengannya semalam"sarkas rendy mengintimidasi.
"heh dokter mesum,jangan ngadi ngadi ye"bantah aditya.
"ssstttt kalian ini berisik sekali"ujar naina meletakan jari telunjuknya di depan bibir. "jadi apa alasannya dit?"tanya naina lagi.
"Mmm anu mah...tapi mamah harus janji jangan melempar sandal atau panci ke kepalaku ya"pinta aditya.
"Tidak bisa itu tergantung apa kesalahanmu"jawab naina menggeleng,ia tidak bisa berjanji karena anaknya ini sering melakukan kesalahan yang diatas rata rata.
"ya sudah aku tidak akan memberitahu nya"balas aditya bersedekap dada.
"Kau mau beritahu atau ku dandani!!"ancam Aldo.
"apa sih pake ngancam segala,iya iya aku cerita"aditya mengalah dan mulai menceritakan kenapa Vina bisa marah padanya.
Bughhhh
lipatan mukena naina yang sudah dirapihkan sebelumnya kembali berantakan karena naina reflek melemparkannya kepada aditya.
"Tuh kan mamah"protes aditya seraya menggosok wajahnya.
"Pantas saja istrimu marah,jika aku menjadi Vina akan ku potong 'milikmu' dan memberikannya kepada piranha"desis aldo ikut geram.
Sontak aditya memegang 'miliknya' Setalah mendengar perkataan aldo. "Heh bicaramu seram sekali"ucap aditya protes.
"keterlaluan memang kamu dit,apa sih yang kau lihat di ponsel sampai melupakan anak anak?"tanya Rudi tidak habis pikir.
"ehh anu pah...,"aditya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal bingung harus menjawab apa.
"Tidak bisa menjawab berarti selingkuh"ringkas rendy membuat aditya melotot.
"hei jaga bicaramu,aku tidak mungkin selingkuh karena aku sangat mencintai istriku. Tidak ada perselingkuhan dalam kamus seorang Aditya"sarkas aditya mendengar ucapan rendy.
"Halah bulshit lah"umpat aldo kemudian keluar memutuskan untuk pergi ke kamar nya.
"om, tante aku duluan ya"ucap rendy yang menyusul aldo.
"Sekarang pergilah ke kamarmu dan minta maaf padanya, jangan tunjukan jawaban yang 'anu mmm anu' padanya karena itu tidak jelas dan bisa bisa kau malah di marahin karena tidak jelas"tutur rudi memberitahu dan membagi pengalamannya.
"dengerin dit,anu itu satu kata yang mengandung banyak arti. Bayangkan saja kau bilang anu pada Vina dan vina menangkapnya bahwa saat itu kau sedang meminta poligami"jelas naina.
"ishhh mamah mah nakutin terus"desis aditya pada sang mamah.
"hahaha, sudah sana masuk"tutur Rudi sedikit tertawa.
Aditya kembali ke kamarnya,suasana kamar gelap hanya lampu tidur yang menerangi, kesunyian kamar terisi dengan suara gemericik hujan di luar,suasana dingin mendukung untuk membuat sesuatu yang panas.
"Sayang?"panggil aditya pada vina yang sedang bermain ponsel sambil bersandar di papan headboard.
"Sayang kamu cuekin aku dari siang masa sampai sekarang masih marah?"tanya aditya ikut berbaring dan samping vina.
"hmmm"
"Sayang sekali lagi kamu bilang 'hmm' aku cium dan gak akan aku lepaskan"Ancam aditya yang mulai tidak sabar.
"hmmm"
Aditya mengambil ponsel vina dan mulai mencium bibir Istrinya dengan rakus dan terburu-buru bahkan vina tidak diberikan kesempatan untuk bernafas, berkali kali vina memukul dada aditya memberitahunya bahwa ia sudah hampir kehabisan nafas.
"mas-hhhh kamu bener bener ya"protes vina dengan ngos-ngosan.
Aditya tidak menjawab perkataan istrinya dan kembali mengabsen setiap inchi mulut vina, namun berbeda kali ini vina ikut membalasnya dengan tempo yang sama dengan aditya.
Aditya ingin lebih pada istrinya, tangan yang sejak tadi ada di tengkuk vina kini turun dan mulai membuka satu persatu kancing baju tidur vina.
"ahh"
desahan itu keluar begitu saja ketika aditya tak henti membuat cap dileher jenjang miliknya, beruntung sekarang Vina menggunakan hijab jadi akan tertutup dan tidak bisa dilihat oleh keluarga.
"Aku akan buat kamu kelelahan malam ini sayang"bisik aditya sensual kemudian mengigit pelan daun telinga vina membuat tubuh Vina meremang.
Vina tidak menjawab atau melihat pada suaminya, matanya terpejam dadanya turun naik karena nafas yang memburu. Vina kembali dibuat berteriak keenakan ketika aditya semakin gencar melakukan aksinya.
"mas-hhh emhh"lenguh vina ketika sesuatu mencoba masuk ke dalam pusatnya.
"ahh sayang"lenguh aditya yang sudah berhasil 'anu' dengan vina.
Vina dan aditya sama sama meneriaki nama masing-masing ketika pencapaian sudah di raih keduanya, tidak peduli ada bayi mungil disana keduanya mengulangi lagi dan lagi permainan yang sangat cocok di lakukan di musim hujan seperti sekarang.
"Mas-hhh"isyarat Vina meminta suaminya berhenti.
"Lagi sayang"balas aditya kembali mengguncang tubuh istrinya yang sangat indah bagi aditya.
Vina melupakan kemarahannya kepada aditya karena kelihaian dan belaian tangan suaminya saat ini, tapi entahlah besok dia bisa berjalan atau tidak karena keperkasaan suaminya itu.
"mas aku lelah"rintih vina rasanya ia sudah ingin pingsan.
"sabar sayang aku akan menyelesaikannya"balas aditya semakin cepat menggerakkan tubuhnya.
Aditya ambruk disamping istrinya yang sudah sangat kelelahan karena ulahnya, tangannya terulur memeluk pinggang vina dari belakang.
"Terima kasih sayang, selamat malam"bisik aditya kemudian mencium pipi dan kening vina.
Setelahnya keduanya tertidur karena kelelahan akibat pergulatan panas mereka itu. Beruntung Al memilih tidur di kamarnya malam ini jika tidak Al akan merasa bermimpi gempa bumi.
Pukul 23:00 vina terbangun karena merasa kedinginan, aditya merasakan pergerakan istrinya ikut terbangun dan melihat Vina yang sedang terduduk sambil memegangi pinggang nya.
"Sayang??"panggil aditya namun tidak dijawab oleh vina.
Vina turun dari ranjang menuju ke kamar mandi dengan tertatih, merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Vina tidak marah apalagi menyesal karena melayani suaminya tapi Vina kesal karena mengingat bagaimana Aditya sempat membahayakan anaknya.
Vina mandi wajib untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket sekaligus agar bisa berpuasa esok hari. Tiba-tiba pintu di ketuk bersama dengan Vina yang telah selesai mandi.
"Sayang aku minta maaf kalo buat kamu kesakitan"ucap aditya yang kini mengunakan handuk kimono.
"aku gak apa apa, mending kamu mandi sana"tutur vina dingin dan datar.
Aditya diam kemudian segara masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri,15 menit aditya keluar dan melihat istrinya yang terlelap dengan pakaian yang sudah diganti. Pakaian yang tadi berserakan dan lantai juga sudah di bereskan oleh vina.
"Maaf"bisik aditya di telinga vina kemudian memeluk istrinya dengan erat,masih ada 3 jam untuk bangun dan menyiapkan makan sahur.
Kasih yang panas panas dulu sebelum end biar susah move on dan baca ulang deh, hehehehe 🤣🤣
'Kurang panas thor!!'
tambahin balsem sama cabe 2kg,kalo masih kurang panas minta tipsnya sama aditya 😉
BERSAMBUNG........