
Vina kembali ke Kamarnya dengan perasaan yang malu bahkan sangat malu, wajahnya masih memerah membuat aditya yang melihatnya bertanya.
"sayang kamu demam?"tanya aditya yang baru keluar dari kamar mandi.
"Demam gara gara kamu"ketus vina membuat Aditya bingung.
"Apa dia kerasukan setan judes?kenapa bicaranya pedas sekali"ucap aditya dalam hati.
"Ada apa sayang? kenapa judes sekali hmm?"tanya aditya melempar handuk yang ia gunakan untuk mengeringkan rambutnya ke sofa.
Aditya menghampiri istrinya yang sedang duduk di pinggir ranjang sambil menekuk wajahnya seperti pakaian yang belum disetrika.
"Ada apa sayangku?"tanya aditya duduk disebelah Vina.
"Lihat nih gara gara kamu....,"Vina belum selesai memprotes tapi aditya sudah menyelanya.
"Kenapa sayang?bukankah sudah biasa aku memberikan tanda itu? kenapa kamu jadi seperti pengantin baru saja"ucap aditya tertawa kecil dia tidak melihat tanduk tak kasat mata milik Vina yang sudah muncul.
"Gara gara kamu semua orang menggodaku"ucap vina menaikan suaranya 1 oktaf membuat aditya terperanjak kaget.
"Maksud kamu apa?"tanya aditya tidak mengerti dengan perkataan istrinya.
"Nih tanda ini yang bikin aku malu,semua orang menggodaku mengatakan bahwa aku kelelahan diranjang karena melihat tanda ini"jelas vina.
Aditya terpaku dengan perkataan istrinya tak lama ia tertawa terbahak-bahak membuat vina semakin kesal.
"Berhenti tertawa mas atau aku tidak akan memberimu jatah meski hanya sekedar ciuman di pipi selama 1 bulan"ancam vina membuat tawa vina terhenti dan menatap istrinya penuh harapan, harapan agar Vina tidak sungguh-sungguh dengan perkataanya.
"sayang tadi bercanda kan?"tanya Aditya berjongkok di depan vina tapi vina memalingkan wajahnya.
"Tidak"ketus vina.
"Ya sudah aku minta maaf sekarang aku istirahat dulu ya aku kan harus pergi nanti sore"ucap aditya lemas, bagaimana tidak lemas jangankan 1 bulan,1 Minggu saja dia tidak tahan untuk tidak menyentuh tubuh istrinya.
Vina terdiam, ingatannya baru kembali ya dia baru ingat bahwa suaminya akan pergi setidaknya 3-4 hari kedepan dan sudah pasti ia juga akan merindukan belaian suaminya.
"Mas capek?"tanya vina lebih pelan pada aditya yang sedang memakai pakaian.
"Engga sayang"jawab aditya kemudian berbaring dibelakang vina yang masih setia menduduki selimut yang terlipat rapi.
Vina bangun kemudian menghampiri suaminya dan duduk disebelah Aditya yang sudah memejamkan matanya.
"Sini mas aku pijatin"Vina mengangkat kepala aditya agar menjadikan pahanya sebagai bantalan.
"gak usah sayang kamu juga pasti cepek kan?sini tidur samping aku"ujar aditya.
"Gak apa apa mas aku mau pijatin kamu nanti sore kamu pergi setidaknya 3-4 hari itu waktu yang lama"balas vina.
Vina memijat kepala aditya dengan sangat baik membuat aditya begitu menikmati pijatan dari tangan istrinya.
"pijatan kamu enak banget sayang"ucap aditya dengan mata yang terpejam.
"Kalo gitu tidur mas,soal barang nanti biar aku yang siapin"saut vina.
Aditya memejamkan matanya, tangannya semakin mempererat pelukannya di paha vina.
Vina membelai rambut dan wajah suaminya dia merasa kasian, aditya harus bekerja keras demi dirinya dan keluarganya.
"Kamu ayah terbaik sayang,aku sangat mencintaimu"gumam vina menatap suaminya lekat.
Nafas aditya terdengar teratur menandakan bahwa pria beranak 1 itu sudah masuk ke alam mimpi.Vina turun mengeluarkan beberapa pakaian untuk aditya dan juga vitamin yang selalu vina sertakan jika suaminya berpergian jauh.
Semua yang dibutuhkan aditya sudah dikemas rapi oleh vina dalam koper yang tidak terlalu besar ya isinya hanya beberapa potong baju dan perlengkapan aditya yang lain.
"Aku akan membawakannya makan"gumam vina kemudian turun untuk mengambil makanan.
Vina berjalan menuruni tangga dengan perlahan, matanya menangkap sosok bocah laki yang sedang berlari ke arahnya.
"mama....."teriak Al kemudian memeluk Vina yang hanya sampai paha.
"Al udah bangun sayang???makan ya sama mamah"ucap vina menggendong anaknya.
"au kan ma mama...."rancau Al meminta makan dengan ibunya.
"Al mau makan apa???"tanya vina mendudukkan Al dikursi meja makan.
"au ocis Ama uget"jawab Al makanan kesukaannya adalah sosis dan nugget.
Vina menggoreng sosis dan nugget untuk anaknya sedangkan untuk aditya Vina membuatkan Ayam teriaki yang sangat disukai aditya.
"Non biar bibi aja"ucap bi suti yang datang bersama bi Ijah.
"Gak usah bi,oh iya bi pada kemana kok sepi banget?"tanya vina.
"tuan sama nyonya di taman lagi main sama revan kalo non dila sama den Aldo dikamar mungkin sedang istirahat"jawab bi suti.
"Ya udah bibi nih makan dulu aku udah masak,ini tolong bantu bawa ke kamar ya bi"ucap vina meminta membawakan nampan yang berisi sepiring nasi dengan ayam teriaki dan segelas air putih.
"Mam nya di kamar aja ya Al"ucap vina seraya menaiki anak tangga menuju kamarnya.
Sesampainya di kamar,bi suti meletakan nampan nya diatas meja kemudian izin untuk keluar,Vina menghampiri suaminya mengecup singkat bibir aditya.
Cup
Aditya yang merasa dicium lantas mengerjapkan matanya melihat wajah cantik istrinya yang berada tepat di depan wajahnya.
"Sayang sudah jam berapa?"tanya aditya mengucek matanya.
"Jam 3 sore mas"jawab vina.
"masih ada waktu 2 jam lagi sayang, ayo kita perang"pikiran mesum aditya tidak akan pernah hilang jika belum dituntaskan tapi mereka juga tidak mungkin melakukannya karena ada Al.
"ada Al mas,mending sekarang makan dulu"jelas Vina menunjuk anaknya yang sedang duduk manis disofa.
"nanti abis makan kita mandi bareng ya"seringai aditya.
Aditya bangkit mendekati anaknya yang sedang duduk manis, dilihat nampan berisi sepiring nasi dan ayam teriaki, disebelahnya ada nasi dengan sosis dan nugget pasti punya Al.
"anak papah belum makan ya??"tanya aditya mencium kepala Al.
"au mam sama mama"jawab Al yang masih cadel dan belum jelas berbicara.
"Al sini mamah suapin"Vina menggeser Al mendekati dirinya dan mulai menyuapi anaknya yang sangat embul itu.
"Kalo bisa jangan lama lama ya mas disana"ucap vina tiba tiba.
"kenapa??udah kangen ya???"tanya aditya menggoda istrinya dengan mulut yang penuh makanan.
"iya rindu banget sayang"jawab vina.
"jangan rindu berat,kamu gak akan kuat biar aku saja"aditya mulai membawa acara tv dalam percakapannya.
"Cih, korban film"desis vina.
Setelah selesai makan,Al bangun berlari ke balkon kamar,melihat naina dan rudi ada disana Al meminta untuk turun memanggil oma dan opa nya.
"Oma...pa...."panggil Al berteriak membuat naina dan rudi mendongak ke kamar aditya.
"ehhh cucu oma lagi ngapain???sini main sama revan"ajak naina.
"mama mau Uyun....mama"Rengek Al meminta turun.
Aditya menghampiri anaknya dan menggendongnya membawa menuju taman belakang bermain bersama yang lain hanya dengan memakai kolor dan kaos oblong membuat pikiran rendy ambsurd.
"Ngamar aje sih tengari bolong gini"sindir rendy.
"Sirik aja detergen"saut Aditya.
"matamu detergen, netizen bodoh"ucap rendy mendapat tatapan tajam aditya.
Bagaimana tidak, disana ada Al yang baru bisa bicara, Bagiamana jika nanti dia mengikuti kata tak baik dari om sinting nya itu.
"mulutmu rend minta diberi detergen"pekik aditya kemudian kembali ke kamarnya untuk siap siap.
"dit mau kemana?"tanya rudi.
"ke kamar pah mau mandi siap siap"jawab aditya.
"mau lanjutin ngamar nya kali"sindir imel menahan tawanya.
"Laki bini samanya, mesum tingkat nasional"umpat Aditya kemudian meninggalkan taman kembali ke kamarnya.
Aditya membuka pintu kamar mendapati vina yang sedang merapikan kasur.
"mas sana mandi, tuh bajunya udah aku siapin"ucap vina tanpa melihat kearah aditya.
Aditya menghampiri vina dan memeluknya erat dari belakang menyesap aroma tubuh vina yang selalu menjadi favorit aditya.Tangannya mengelus perut vina yang besar dengan bibir yang aktif disekitar tengkuk vina.
"mas nanti kamu terlambat, sana siap siap"ucap Vina menahan desahannya dengan menggigit bibirnya.
"Mandiin"rengek aditya membuat vina gemas dan mengiyakan perkataan suaminya.
Bukan aditya namanya jika bisa menahan hasrat melihat lekuk tubuh vina,perut yang membesar menambah kesan seksi untuk seorang vina dan membuat gejolak aditya semakin besar.
Hingga 1 jam lamanya mereka bermain diruangan penuh air itu, desahan dan jeritan kenikmatan menggema di kamar mandi, peralatan mandi dan air menjadi saksi bisu adegan panas Antara Aditya dan Vina.
***
Vina membantu suaminya bersiap siap, Tangannya sedang memutar dasi ke kiri dan kanan lipatan demi lipatan membuat dasi itu terpasang rapih di leher aditya.
"baik baik ya sayang nanti kalo papah udah pulang kita bisa ketemu lagi dan bujuk mamah kamu bolehin papah tengok kamu setiap hari"Aditya berjongkok berceloteh dengan anaknya yang masih dalam kandungan.
"nda au ah papah kalo main kasar"jawab vina menirukan suara anak kecil.
Aditya mendongak menatap wajah vina dengan tatapan sulit diartikan.
"apa aku kasar?"lirih aditya.
"Aku hanya bercanda sayang, kenapa kamu jadi seperti anak SMA begini sih gampang baper"canda vina.
"umurku memang sudah kepala 3 tapi jiwaku jiwa anak ABG"Aditya berkata dengan percaya diri.
"Awas aja jika raganya juga sampai mengalami puber ke 2 atau kata jaman sekarang Sugar Daddy,kamu aku jadiin perkedel mas lihat aja"ancam vina.
"tidak akan sayang karena milikku yang ini,ini,ini,dan ini sangat sempurna"aditya menyentuh bibir sampai bagian sensitif vina.
"ahhh mesum"Desis vina memukul bahu suaminya keras membuat Aditya semakin tertawa renyah.
"tertawalah.... tertawa aku sumpal mulut kamu pakai cabe baru tau rasa"pekik vina menatap suaminya tajam.
"jadi gak mau Pergi deh gemes lihat kamu cemberut gini"ucap aditya mengalungkan tangannya dileher vina.
"Aku kan emang cantik"kali ini vina yang kepedean dan tersenyum menggoda.
Aditya menunduk sambil menjepit hidungnya dengan jari tangannya membuat Vina bingung sekaligus khawatir.
"mas kenapa???"tanya vina.
"jangan tersenyum begitu sayang,aku takut mimisan"jawab Aditya sontak mengundang gelak tawa Vina.
"hahahahah,aku tahu aku ini memang menggoda mas tapi ini semua milikmu sayang"saut vina.
Cup
"ayo turun"ajak aditya setelah mengecup bibir vina singkat.
Yuk gabung grup biar rame kaya hati aditya dan vina yang rame akan cinta...ahayyyy🤣
BERSAMBUNG.......