My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 93



"memang sudah puas?dulu aku dan rendy di dalam kamar selama 2 hari tanpa keluar sedikitpun meski hanya untuk makan"ucap Imel lagi lagi membuat rendy terkejut sekaligus malu


"Hahahaha"tawa semuanya pecah setelah mendengar perkataan Imel.


"Aku tidak menyangka kau mesum sekali rend"ucap aditya mendapat tatapan tajam dari Rendy


"Dokter dingin dan tak punya ekspresi jadi mesum karena seorang gadis"ucap aldo


"hei jangan menghina orang seperti itu apa kamu gak sadar mas"ucap Vina


"hahaha kalian berdua mesum"Aldo terkekeh menujuk aditya dan rendy


"heh kau juga apa kau lupa semalaman kau buat aku seperti terlindas truk"sindir dila


Aldo langsung menghentikan tawanya dan melihat dila


"sayang"rengek aldo


"Kalian bertiga saudara yang super duper mesum"ucap vina


"Hahaha"Imel dan dila tertawa mendengar perkataan vina


"Sudah pergi kalian apa kalian tidak mau pulang?"tanya aditya pada aldo dan dila


"eh iya yaudah kami bereskan barang kami dulu"ucap dila


Kemudian dila dan aldo Kembali ke kamar mereka untuk membereskan barang mereka.


Setelah semuanya sudah siap,mereka bergegas untuk kembali ke mansion


"Hmm akhirnya nanti kalo mas adit kerja aku ada temennya"ucap vina


"iya Vin gak nyangka juga aku..selama ini kamu udah seperti ibu untuk aku dan imel, sekarang kamu jadi kakak ipar kami"jawab dila


"Ibu?memang aku sudah tua?"tanya vina


"bukan tua beb tapi bersikap dewasa daripada aku dan Imel"jelas dila


"semoga saja Al cepat punya teman dirumah"ucap Vina


"iya Vin amin"jawab dila


"do berusahalah sehari 3X"ucap aditya yang sibuk menyetir


"jangankan 3X,10X sehari pun aku bisa"jawab Aldo melirik dila


"Mas memang kamu pikir minum obat sehari 3X"ucap vina sedikit ketus


"kamu juga mau 10X? boleh kalo kamu mau istri kamu gak bisa jalan"ketus dila tanpa menatap aldo


"becanda sayang"jawab aldo cengengesan


Setelah melewati perjalanan selama 1 jam akhirnya mereka Sampai di mansion brawijaya.


"Assalamualaikum"salam Vina dan yang lainnya


"Waalaikumsalam"jawab naina dan rudi


"ehh itu mamah udah pulang"ucap naina yang sedang menyuapi Al makan buah


"Anak mamah"teriak Vina langsung berlari dan menciumi seluruh wajah Al


"Dila selamat datang sebagai menantu dirumah ini"ucap rudi


"Terimakasih pah"jawab dila tersenyum


"sini sayang anak mamah....cup....cup....cup...cup"Vina menggendong dan menciumi Al tanpa ampun


Pletak


"Aduhh takit mamah angis ni ya"ringis Vina ketika Al memukulnya dengan botol minumnya


"Hahha sini sini anak papah"aditya mengambil Al dari gendongan istrinya


"Cepatlah hamil kita akan bahagia seperti mereka"bisik aldo


"aku juga mau nya begitu"balas dila yang juga berbisik


"kalo begitu lakukan 10X sehari"ucap aldo menyeringai


"ish apaan sih"ucap dila mencubit perut aldo


"aww sakit"ringis aldo


"hmmm penganten baru bisik bisik Mulu kaya lagi maling"sindir aditya


"ketahuan mantan maling tau aja suka bisik bisik"ucap aldo


"memang dulu aku dan kakak sering maling mangga milik tetangga dan itu semua karena permintaan konyol mu itu"jawab aditya menunjuk wajah aldo


"hahaha iya biasanya kakak yang akan memanjat dan kau yang akan mengumpulkan mangga nya sedangkan aku hanya menonton dan makan"Aldo tak kalah terkekeh


"Andai saja...."ucapan aldo terpotong oleh naina yang sejak tadi sudah merasa sedih


"sudah kalian istirahat lah mamah akan ke kamar"ucap naina


Vina mengikuti naina masuk ke dalam kamarnya dan memeluknya erat


"mamah tidak perlu sedih ya mah,aku tahu mamah teringat sama kak alvin ya"ucap vina melepas pelukannya


"mamah gak sedih sayang,mamah cuma teringat sedikit bahwa dulu rumah ini dipenuhi kegelapan tanpa ada cahaya ataupun canda tawa. Tapi semenjak kehadiran mu,rumah ini cerah dan dipenuhi tawa"ucap naina memegang sebelah pipi Vina.


"sekarang tidak akan kita biarkan kegelapan menyerang rumah ini...cucu mamah yang akan membuat rumah ini penuh canda tawa yang mengisi hari tua mamah"jawab vina


"ya sudah sana istirahatlah"titah naina dan vina mengangguk.


Sedangkan Rudi,Aldo dan Aditya sedang berbincang


"sudah 1 tahun lebih aku tidak mendengar kabarnya"ucap rudi


"mereka baik baik saja pah 2 bulan lalu anak buah ku melihat nya"jawab aldo


"entahlah pah mereka bukan manusia mereka itu iblis"jawab aditya geram


"mas?"panggil vina


"iya sayang?"tanya aditya


"aku dan dila akan pergi ke supermarket karena bahan makanan sudah habis"jawab vina


"Memang kalian tidak lelah?"tanya aldo


"tidak sama sekali"jawab dila


"yasudah sayang hati hati membawa mobilnya"ucap aditya


"iya mas"jawab vina


"baiklah pah kami pergi dulu"ucap dila


Vina dan dila pergi ke supermarket dengan mengendarai mobil


"Enak ya kalo sahabat sendiri jadi ipar"ucap dila


"Enak kenapa?"tanya vina


"Kemana mana bareng dan gak perlu repot untuk mematuhi perintah kakak ipar"jawab dila


"hmm dan juga kita tidak perlu beradaptasi lagi karena sudah saling mengenal"sambung Vina


Tring..... Tring......


Suara ponsel Vina berdering namun tidak ada nama si penelpon


"kenapa gak di angkat?"tanya dila


"gak ada namanya males aku angkatnya"jawab vina


Tring.... Tring...


lagi lagi nomor yang sama menelpon dan mau tidak mau Vina menjawabnya


"Halo?"


"......."


"Halo?"


"......."


"hai orang gila jika kau tidak mau bicara akan aku tutup telepon nya"geram Vina


"hahahaha"penelpon itu hanya membalas tertawa setelah itu mematikan sambungan telepon nya


"Siapa?"tanya dila


"entahlah dia hanya tertawa mungkin salah sambung"jawab vina dan dila mengangguk


Merekapun sampai di supermarket terdekat dari mansion


"mau masak apa?"tanya Vina


"kamu tahu kan aku gak bisa masak"ucap dila menunduk


"nanti aku akan ajarkan masak padamu tenang saja"ucap vina mengelus punggung dila


"Hai?"sapa seseorang pada keduanya


"eh Lila?"ucap dila


"kamu Lila kan?temen kampus kita dulu?"tanya vina


"iya aku kira setelah menikah dengan konglomerat kalian lupa sama temen temen kampus"ucap lila


"kamu apaan sih ya engga lah"jawab dila


"btw gimana studi kamu di Paris?"tanya vina


"baik dan aku ke Indonesia karena ada urusan yang belum aku selesaikan"jawab Lila


"Kalian hebat ya sahabatan bisa jadi ipar...dapet orang kaya lagi"ucap lila lagi


"hahahaha rejeki mungkin"jawab Vina terkekeh


"oh iya Imel mana?dia juga menikah dengan keluarga brawijaya kan?"tanya Lila


"iya mungkin dia ada dirumahnya kita lagi gak janjian soalnya"jawab dila


"yaudah kami permisi dulu ya dahhh" vina


Setelah mendapat semua bahan makanan mereka Segera pulang karena waktu sudah menunjukan pukul 17:00.


"gak kerasa ya udah jam 5 sore"ucap dila


"iya itu tuh gara gara kasir tadi ngantri parah"jawab Vina


"aku takut Al nangis"ucap Vina khawatir


"engga kemarin seharian di tinggal gak nangis lagian kan ada adit"ucap dila


merekapun sampai segera memasukan semua belanjaan kedalam kulkas dan kembali ke kamar mereka masing masing.


BERSAMBUNG.......


HAI PARA PEMBACA SETIA MY BOSS MY SWEET HUSBAND TERIMAKSIH ATAS DUKUNGAN KALIAN SELAMA INI πŸ™πŸ˜‚πŸ˜Š BANTU LIKE DAN VOTE BIAR AKU MAKIN SEMANGAT BUAT UP πŸ™πŸ˜‚πŸ˜Š BANTU KOMEN KRITIK DAN SARAN JUGA BOLEH πŸ‘ ✨


JANGAN LUPA FOLLOW INSTAGRAM AKU @Alfianaaa05_


TERIMAKASIH πŸ™