
keesokan harinya, vina dan aditya turun bersamaan dengan kedua anaknya. Sesuai rencana kemarin hari ini vina dan yang lain akan membuat kue lebaran.
"Pagi mah"sapa vina ramah pada sang ibu mertua.
"pagi sayang"balas naina.
"Vin,kok turun memang gak lelah?"tanya dina menggoda.
"Lelah?memang aku abis apa?"tanya Vina tidak mengerti atau lebih tepatnya belum nyambung.
"kami kira kamu lelah karena melayani singa yang tidak diberi makan selama 3 bulan"jelas Aldo menyindir aditya.
Pipi Vina seketika memerah mengerti perkataan aldo, sedangkan aditya langsung melayangkan pukulan di kepala Aldo karena tingkahnya yang sejak semalam menggoda terus.
"Ahh sudah jangan di bahas,ayo kita mulai bikin kuenya"ucap Vina malu.
"Ada yang malu nih ye,udah kaya nganten baru aja"ucap imel menyenggol bahu Vina.
"Vin berikan varo padaku,biar aku yang menjaganya"ucap rendy membuka tangan bersiap menggendong varo.
"Ah terimaksih banyak ya rend"ucap Vina seraya memberikan putra nya pada rendy.
"Sudah ayo kita tunggu di ruang tamu, lagian tuh anak anak gak ada yang ngawasin"ajak rudi.
Dan keempat pria itu pergi ke ruang tamu untuk menunggu dan menemani anak anak yang asik bermain.
"Dit berikan alisha pada papah"pinta rudi dan aditya memberikannya.
"Cucu opa, cantik banget"rudi mulai berbicara pada cucu perempuan satu-satunya di keluarga brawijaya.
"Oh iya dit,semalam aku dapat kabar bahwa raka sudah kembali ke Jakarta dan menyerahkan surat pengunduran dirinya"ucap aldo memberitahu.
"Papah tidak menyangka bahwa Raka bisa berbuat seperti itu,padahal dia adalah salah satu karyawan terbaik di kantor kita"ucap rudi menangkap pembicaraan aditya dan Aldo.
"Aku pun sama kecewanya pah, sungguh hanya karena yang 1M dia berkhianat dan sekarang berakibat pada dirinya sendiri"ucap aditya menggelengkan kepalanya.
"Apa motif dia melakukan penggelapan dana?"tanya rendy.
"Dia bilang dia butuh uang untuk biaya pernikahan, padahal jika dia mengatakan padaku berapapun pasti akan ku kasih karena jasanya selama ini pada perusahaan tapi jika caranya seperti ini tetap saja dia salah dan pantas mendapatkan hukuman"Jawab aditya menjelaskan.
"Sangat di sayangkan"ucap rendy setelah mendengar cerita aditya.
"Kau sendiri bagaimana nak?apa di rumah sakit semua baik?"tanya rudi.
"Alhamdulillah om dan peralatan medis yang om pesan juga sudah sampai kemarin"jawab rendy.
"Baiklah nak,semoga rumah sakit semakin maju dan kita bisa membantu orang yang tidak mampu untuk berobat"tutur rudi diamini ketiganya.
Oek....Oek....
Tangis alisha membuat rudi bangun dari duduk dan menina bobokkan nya namun bukannya berhenti tangis alisha semakin kencang.
"Mungkin dia haus pah, sini biar aku kasih Vina"ucap aditya kemudian rudi memberikan alisha pada aditya.
"Sayang??"panggil aditya pada Vina yang sedang kesulitan mengambil terigu di atas kitchen set.
"Ah iya mas kenapa?"tanya Vina tanpa melihat pada Aditya.
"Sayang kamu ngapain?ini alisha nangis"ucap aditya.
"Ini mas aku mau ambil terigu gak nyampe"jawab vina padahal ia sudah berdiri di bangku kecil namun tetap tidak sampai.
"ya udah kamu susuin alisha nih, terigunya biar aku yang ambil"tutur Aditya.
"Awas jatuh dit"ucap dina
"Tenang aja Bu udah biasa kok"jawab aditya.
Tangan aditya merambat mengambil terigu yang sudah terbuka namun bukannya diraih oleh tangannya melainkan terdorong membuat semua terigu itu tumpah mengenai kepala dan badan aditya.
Pyurrrr....
Vina melotot melihat kondisi suaminya saat ini bahkan naina,Imel,dila dan Dina menahan tawanya melihat aditya yang sudah seperti pisang yang siap untuk di goreng.
"Astagfirullahalazim mas"kejut vina kemudian memberikan alisha pada dila.
"Kan tadi udah di bilang hati hati,kamu sih bilangnya udah biasa tapi apa?malah jadi gini"omel vina mengibaskan terigu yang penuh di rambut dan bahu Aditya.
uhuk... uhukk
"aku gak tahu yangg kalo bangkunya gak kuat nopang tubuhku jadi jatuh deh"balas aditya cemberut membuat mimik wajah menghempaskan di balik terigu yang penuh di wajahnya.
"mmmm...mhhahahahhaa"sejak tadi Vina menahan tawanya sampai akhirnya ia tidak kuat dan tawanya lepas begitu saja membuat aditya semakin menekuk wajahnya.
"Tega banget sih,suaminya gini malah di ketawain"protes aditya.
"hehehe maaf mas, ya udah ayo ke kamar aku bantu bersihin"ajak vina.
"Vin jangan di kamar nanti kamar kamu kotor semua, mendingan di depan aja pake selang air ya anggap saja kamu sedang memandikan bayi besar"ucap naina menyarankan.
"Ya udah sayang bener kata mamah nanti kamar kita kotor semua,yuk keluar bantu aku bersihin ini"ajak aditya menarik tangan Vina keluar rumah membuat jejak terigu berjatuhan di mana mana.
"bi maaf ya jadi nambahin kerjaan"ucap naina.
"Hei apa yang terjadi?"tanya aldo melihat aditya sudah seperti hantu kesiangan.
"Tadi mas Adit gak sengaja jatuhin terigu di atas kitchen set jadi kena badan dia semua"jawab vina karena aditya hanya diam jika dia berucap A saja maka sudah seperti sedang membangun rumah. Ngebul nya minta ampun 🤣
"hahahha ada ada saja kau dit"tawa rendy.
"Lantas kalian mau kemana?"tanya rudi.
"bersihin pah di luar,kata mamah kalo di dalam kamar bisa kotor semua jadi pakai keran air"jawab vina.
"mamah,ikut"rengek Al.
"Aan juga mau ikut"rengek Revan.
"Aas ikut ante na"rengek Bagas.
Ketiga bocah itu merengek minta ikut setelah mendengar kata keran air di luar karena tak jarang ketiganya sering bermain air di pekarangan depan.
"Ya udah ayo tapi jangan main air ya,kan lagi puasa nanti batal loh"ucap vina.
"ahhh mamah,Al mau main air"rengek Al begitupun dengan 2 bocah lainnya.
"Kita ngeliatin aja ya jangan ikutan, nanti basah"ucap Iqbal.
"Nda au"jawab ketiga kompak pelan sambil menggelengkan kepalanya.
Dan akhirnya ketiga bocah itu membututi aditya dan vina sampai ke teras depan sedangkan iqbal pergi ke kamar nya untuk daring.Aldo memompa balon kolam untuk diisi air sehingga ketiga bocah itu bisa berenang dan main air.
"Mang Ucup, tolong isiin ya"tutur aldo setalah selesai memompa dan nafasnya terengah.
Sementara Vina memandikan aditya di keran air yang agak jauh dari tempat bocah itu berenang,Vina menggosok rambut aditya yang penuh dengan terigu yang sulit di bersihkan.
"Tinggal tambahin telor aja mas,jadi deh martabak manis"ucap vina.
"Kok martabak manis sih harusnya martabak telor dong"saut aditya yang juga sedang menggosok tangannya.
"Iya dong manis, soalnya kan kamu yang jadi bahan martabaknya ya jadi manis"gombal vina.
"ihh pinter gombal ya kamu"ucap aditya mencubit hidung Vina.
"Mas ini lengket banget,aku ambil shampoo sama sabun dulu ya biar sekalian mandi kamu"ucap Vina kemudian masuk ke dalam rumah.
"masyallah den Adit kok mandi diluar? memang kamar mandi di rumah rusak?"tanya bu RT komplek yang terkenal genit itu melalui celah pagar besi mansion, entah bagaimana dia bisa sempat melihat dari celah yang tidak terlalu besar itu atau memang ia sengaja mengintip setiap hari? entahlah.
"ehmm engga bu cuma mau mandi di luar aja"jawab aditya.
"sendirian aja?mau ibu bantu?"tawarnya dengan genit.
"engga sendiri kok bu, tapi sama saya"ucap vina di belakang aditya.
"eh ada istrinya,ya udah ibu permisi ya"ucap bu RT segara pergi.
"Untung kamu cepat datang sayang"ucap aditya.
"kenapa? bukannya enak digodain ibu ibu matang?"tanya Vina menggoda.
"ihh engga deh makasih, istriku masih jauh lebih cantik kok"jawab aditya.
"mau buka baju sekalian?"tanya Vina.
"iya deh yangg,badan aku gatel banget nih gara gara terigu"jawab aditya kemudian Vina membantu membuka baju suaminya sehingga roti sobek milik aditya terlihat andai ada seorang wanita mungkin pingsan melihat aditya.
"Kamu gak buka baju?"tanya aditya bercanda
"emang boleh sama kamu?"tanya Vina balik bercanda.
"engga"jawab aditya cepat dan menarik tangan Vina sampai ia duduk di pangkuan Aditya yang sejak tadi duduk di bangku kecil.
"mas ihh apaan sih nanti dilihat tetangga gak enak"berontak Vina namun tidak berpengaruh sama sekali pada aditya bahkan keran di tangan aditya ikut membasahi baju Vina.
"Biarin,biar meraka tau kalo kamu cuma punya aku begitupun sebaliknya"Jawab aditya.
"ya Allah adittt?!!!!"teriak Kanjeng ratu naina melihat tingkah anak dan menantunya.
Vina dengan segera bangun dari pangkuan Aditya, malu sudah pasti Vina merasakan itu saat ini.
"Apa sih mah ganggu aja"protes aditya.
"gak malu apa nanti kalo di lihat tetangga, udah yuk Vin masuk biarin aja dia bersihin sendiri mamah butuh bantuan kamu di dapur"ajak naina.
"Iya mau tapi aku ganti baju dulu ya baju aku basah"ucap vina diangguki naina.
"Sayang??"panggil aditya merengek.
"Sukurin siapa suruh,wleee"balas Vina menjulurkan lidahnya kemudian masuk.
ADIT URAT MALUNYA UDAH PUTUS YA GES🤣🤣
BERSAMBUNG......