My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
nonton bareng



"Vina..?"teriak Aditya yang baru datang,Vina segera menghampiri Aditya kemudian memeluk nya tanpa malu.


"hai?ayo ah masuk nanti keburu mulai filmnya"ajak Vina namun terhenti karena melihat ada rendy disana.


"loh dokter Rendy?kok dia ada juga mas?tadi kamu bilang sama Aldo doang?"tanya Vina bingung sambil melepaskan pelukannya.


"hehe iya sayang tadi dia maksa mau ikut aku nonton soalnya hari ini dia ngga ada tugas dirumah sakit"jelas Aditya dan Vina hanya manggut-manggut


Dila dan Imel menghampiri Vina dan protes tanpa memperdulikan siapa yang ada disana.


"Vin kamu maen tinggal aja emang kita apaan"ucap Dila kesal dengan Vina.


"tau ya, ditinggalin kan gak enak apalagi pas lagi sayang sayangnya"ucap Imel bucin membuat yang mendengar nya menahan tawa termasuk Rendy.


"dasar bucin"ucap Dila ketus


"yah kamu mah curhat Mel"sambung Vina


"hahahahahah"tawa Vina dan Dila pecah tanpa memperdulikan Aditya dan 2 saudaranya.


"ternyata dia cantik juga kalo lagi ketawa gitu"kata Aldo dalam hati yang sedang memperhatikan Dila.


"sialan kalian,udah ah aku mau marah"ucap imel ngambek dan meninggalkan Dila dan Vina yang masih tertawa.


"manis"gumam Rendy yang melihat Imel


Vina dan dila segera mengejar Imel dan memeluk nya dari belakang.


"cup....cup...udah sayang jangan nangis sini cium cium sini"ucap Vina membujuk Imel.


"mauuuu"ujar Imel membuat Vina dan dila jijik.


"cih ogah mending aku cium suami aku daripada cium kamu,hahahah"ucap Vina tanpa sadar Aditya tersenyum kearahnya


"samanya bucin"ucap Dila.


"mau sampe kapan kaya gini? filmnya udah mau mulai nih"ucap Aldo datar.


"ayo ah masuk"ucap Dila menarik tangan kedua sahabatnya


mereka segera memesan tiket dan duduk di kursi sesuai yang mereka beli dengan posisi Aldo\=Dila\=Imel\=Rendy\=Aditya\=vina


"ish males banget sebelahan sama dia"gumam Dila tapi masih bisa didengar aldo.


"kalo ngga suka bisa pindah"ucap Aldo dingin membuat Dila hanya bisa mendengus kesal


Filmpun dimulai ada adegan yang begitu menyeramkan sehingga ketiganya masing masing memeluk pria yang ada disamping mereka.


"aaaaa aku takut"ucap Vina sambil bersembunyi didada bidang Aditya.


"ahhh serem banget sii aku mau pulang aja"rengek Imel sambil memeluk lengan Rendy.


"astagfirullah nyesel ah nonton film ini"sesal Dila bersembunyi di balik lengan Aldo..


hingga film yang mereka tonton selesai tapi ketiga cewe itu tidak juga melepaskan pelukan mereka


"filmnya udah selesai mau Ampe kapan peluk peluk?"tanya Rendy membuat Imel langsung melepaskan pelukan tangannya.


"eehh maaf gk bermaksud,bnr dah suwer"ucap Imel mengangkat 2 jarinya membentuk huruf V.


"tadi bilang males Deket Deket,terus sekarang ngapain sampe peluk peluk?"tanya Aldo meledek Dila.


"ish apaan si,cari kesempatan aja"ucap Dila ketus seperti Aldo yang salah sedangkan dia benar


sedangkan Aditya membiarkan istrinya memeluknya sampai diparkiran Aditya membuka suara.


"Vin kita udah diparkiran mau sampe kapan kamu peluk aku?"tanya Aditya membuat Vina membulatkan matanya sempurna.


"ehhh lupa"ucap Vina malu kepada semua yang ada disana.


"lupa apa nyaman?"goda Aditya


"keduanya karena nyaman jadi lupa, hehehehe"ujar Vina sambil cengengesan.


"dasar bucin tingkat dewa"ucap Dila.


"iri aja kamu sana peluk Aldo lagi aku liat tadi kamu nyaman meluk meluk Aldo"ucap Vina menggoda Dila.


"udah yu ah aku mau ke kamar mandi sumpah tadi serem banget filmnya sampe aku..."ucap Imel menggantung melirik Rendy.


"maaf ya ngga maksud"ucap Imel dijawab anggukan datar Rendy.


"ya udah ayo ke toilet Aku mau benerin makeup soalnya"ucap Dila antusias kalo soal makeup.


"makeup mulu"ucap Vina dan Imel bersamaan


merekapun pergi ke toilet untuk melakukan kegiatan mereka masing masing


setelah 15 menit pergi ke toilet meraka kembali ke tempat para pria menunggu.


"tadi kita ketemu cogan,eh terus dia kenalan dan minta nomor vina tapi ini si Vina **** banget ngga dikasih kalo aku sih gausah banyak alasan langsung aku kasih aja"ucap Imel polos


flashback on


mereka selesai dan segera menuju tempat para pria menunggu tapi ditengah jalan Vina menabrak dada seseorang.


"aduh..."ringis Vina memegangi dahinya.


"nona apa anda baik baik saja?"tanya pria yang Vina tabrak.


"iya aku tidak apa apa,maaf ya karena sudah menabrak mu"ucap Vina meminta maaf.


"gadis ini cantik sekali aku harus bisa berkenalan dengannya"ucap pria itu dalam hati.


"oh iya kenalkan aku alex"ucap Alex sambil mengulurkan tangannya.


"Vina"ucap Vina membalas uluran tangan Alex


"oh iya kenalin juga ini Imel dan ini Dila"sambung Vina menunjuk Imel dan Dila bergantian.


"oh hai senang bisa ketemu kalian,mm Vin boleh aku minta nomor kamu?"pinta Alex Ragu.


"maaf tapi aku gak bisa kasih nomor aku ke sembarang orang"ucap Vina kemudian pergi meninggalkan Alex dan dua temannya.


"kalo gitu kami pergi dulu ya,sampai jumpa lagi"ucap Imel tersenyum manis kemudian dia dan Dila pergi meninggalkan Alex


flashback off


plakkkkk.....


jitakan Dila mendarat di kepala Imel


"mulut kamu tuh ya"ujar Dila kesal


"maaf maaf keceplosan"ucap Imel merasa malu


sedangkan Vina hanya menunduk takut Aditya marah, benar saja Aditya pergi tanpa berkata kata.


"masss.... dengerin aku dulu"ucap Vina memanggil Aditya tapi tidak dihiraukan


Aldo dan rendy mengikuti Aditya tanpa berkata apa apa pada ketiga cewe itu.


"aduh Vin gimana ini aku minta maaf ya aku keceplosan"ucap Imel risau karena ulahnya Aditya jadi marah.


"iya gk apa apa yaudah ayo pulang"ajak Vina kepada 2 sahabatnya


dimobil aditya


"dit kamu kepada maen pergi gitu aja?"tanya Rendy.


"gk apa apa cuma pengen cepat pulang cape"ucap Aditya datar


"tapi dit,,.."ucap Rendy terpotong karena tatapan tajam Aldo.


Aldo tahu bahwa sekarang Aditya sedang marah dan jika Rendy terus bertanya itu akan membuatnya semakin murka.


Aditya pun sampai dimansion Brawijaya sedangkan Aldo akan mengantarkan Rendy dulu ke apartemennya.


disisi lain Vina dan teman temannya sedang dijalan menuju mansion Aditya.


selama perjalanan Vina terus saja memikirkan suaminya yang sedang marah.


"aduh gimana ini, bagaimana aku akan membujuknya aku tidak tahu.mas jangan marah dong aku bingung gimana bujuk kamu"ucap Vina dalam hati dengan wajah risau.


"Vin kamu gausah takut,kamu jelasin aja ke Aditya baik baik,oke"ucap Dila lembut.


"Vin aku bener bener minta maaf ya kalo aku gk ngo....,,,"ucap Imel dipotong Vina.


"udah,mau sampe kapan kamu minta maaf terus lupain aja aku akan membujuknya dengan caraku sendiri,kau tidak perlu khawatir"ucap Vina tersenyum manis padahal dia sedang risau.


akhirnya Vina sampai di mansion Brawijaya.


"mel,Dil makasih ya udah mau nganter aku"ucap Vina berterimakasih.


"iya Vin, semoga suami kamu gk marah ya?"ujar Dila dibalas anggukan kepala.


"Vin sekali lagi aku minta maaf ya, yaudah aku pulang dulu ya,,dahhh"ucap Imel dibalas senyuman manis Vina


Vina berjalan menaiki tangganya, sekarang waktu menunjukan pukul 20:00 artinya jam makam malam telah usai jadi Vina tidak masak karena berfikir mungkin mertuanya yang masak.


"aku Ragu untuk masuk,akan dijadikan apa aku ya sama mas Adit"Vina bertanya tanya


akhirnya Vina memutuskan untuk masuk kedalam kamar


ceklek.....


bersambung.....