
"kenapa ibu lama sekali??"gumam Vina karena saat ini ibunya sedang pergi bersama naina,bi Ijah lah yang memberitahu nya.
Vina melaksanakan solat magrib dengan Sangat khusyu, setelah itu dia kembali ke meja makan untuk melihat apakah ibunya sudah pulang atau belum.
Vina melihat ternyata naina dan ibunya sudah pulang,vina mendekati mereka tanpa sengaja berpapasan dengan aditya yang baru saja turun sampai mereka saling bertabrakan.
Brukkkk
Vina jatuh ke dalam pelukan Aditya,Aditya merengkuh pinggang Vina mencegahnya jatuh. Jantung Vina berdetak kencang, perasaanya saat ini adalah nyaman dan tidak mau terlepas.
siapa dia sebenarnya kenapa jika aku berdekatan dengannya terasa begitu nyaman dan jantungku berdetak kencang begini. Vina
Vina menatap mata aditya begitupun sebaliknya.
Aku harap akan ada klise tentang cinta kita dalam pikiran mu sayang. Aditya
deheman Aldo mengembalikan kesadaran mereka berdua, vina melepas tangannya yang mengalung di leher aditya begitupun Aditya melepas rengkuhannya.
"Ekhmmm"
"maaf pak saya tidak sengaja"ucap Vina gugup kemudian mendekati ibunya.
"ibu membeli apa?"tanya Vina
"kami beli bahan masakan nak dan sepertinya kamu sudah memasak ya"tanya naina
"emm iya bu"jawab Vina menganggukan kepalanya.
Naina pamit ke kamar untuk membersihkan diri dan memanggil suaminya.
Aditya,Aldo dan Dila sudah duduk di meja makan siap untuk menyantap makan malamnya.
"Vina jadi besok kau akan mulai bekerja?"tanya dila.
"iya non"jawab Vina.
Panggilan Vina benar benar membuat hati Dila tertusuk,biasanya Vina akan memanggilnya ceplas-ceplos tapi sekarang bagaikan orang yang baru mengenal.
"tidak perlu memanggilku begitu, panggil saja aku Dila"ucap dila tersenyum getir.
Vina tersenyum mengangguk,kini semuanya sudah menyantap makanan yang dibuat Vina.
"Masakanmu enak Vina"Rudi memuji masakan Vina.
"terimaksih pak, Alhamdulillah jika kalian suka masakan saya"jawab Vina.
"apa kau sudah makan?"Aditya tiba tiba bertanya pada Vina.
"ha?"Vina terkejut dengan pertanyaan Aditya.
"kenapa?"tanya aditya lagi
"eh maksud saya belum pak saya akan makan bersama ibu dan adik saya nanti"jawab Vina.
"Duduklah"Aditya menarik kursi disamping nya.
Vina menuruti perkataan aditya,dia duduk di samping aditya kemudian dengan tatapan bingung vina menatap makanan yang diambilkan oleh aditya.
"Makanlah"ucap Aditya menatap vina.
"tapi pak..."Vina ragu untuk makan bersama semua orang.
"sudah Vina kamu makan saja"ucap dila.
Vina melihat ke arah ibunya tanda meminta izin,dia memejamkan matanya seraya mengangguk.
Diambilnya sendok makan itu pelan pelan Vina mulai menyantap makanannya.
kenapa keluarga ini sangat baik padaku dan aku merasa pernah memiliki hubungan dengan keluarga ini....ya Allah aku mohon tunjukan padaku apa yang sebenarnya kembalikan ingatanku ya Allah
"kenapa kau makan lama sekali?"pernyataan aditya membuat Vina terkejut sekaligus terdesak makanannya..
uhuk......uhuk....
Aditya yang panik refleks memberikan segelas air putih pada Vina.
"Sayang hati hati makan nya Jangan terburu buru"ucap aditya tanpa sadar memanggil vina sayang dan mengelus punggung Vina.
"Bapak panggil saya apa?"tanya Vina.
Aditya diam terpaku dengan pertanyaan Vina, bukannya menjawab Aditya justru meninggalkan meja makan begitu saja.
Vina menatap kepergian aditya penuh pertanyaan, sampai punggung aditya menghilang dibalik tangga.
"Vina habiskan makan mu ya kami permisi dulu"ucap naina mengajak rudi ke kamar.
"yaudah ayo kita lanjutin"ucap dila pada aldo dan vina.
Sepanjang malam Vina memikirkan apa yang terjadi pada dirinya sebelum kecelakaan,apakah dia memiliki hubungan dengan keluarga ini?? pertanyaan itu mengganggu pikiran nya sampai dia tidak bisa tidur hingga azan subuh berkumandang.
"Astagfirullah aku gak tidur semalaman karena memikirkan masa lalu ku yang bahkan aku tidak mengingatnya"gumam Vina.
Vina melirik ke samping dilihatnya ibu dan adiknya masih tertidur pulas, Vina turun dari ranjang masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengambil air wudhu.
"Ya ampun udaranya segar sekali"Vina mengirup udara pagi seraya tangannya meraih selang dan mulai menyiram tanaman.
"Sayang aku merindukan mu"
suara seseorang terdengar oleh Vina, matanya melihat lihat taman mencoba mencari asal suara.
"Pak Adit?"tanya Vina ketika melihat ternyata adalah aditya yang sedang memandangi ponselnya.
Vina mendekati Aditya dan menyapanya.
"Selamat pagi pak?"sapa Vina membuat aditya terkejut dan menjatuhkan ponselnya.
Vina mengambil ponselnya dan melihat ternyata aditya sedang memandangi fotonya.
"pak ini adalah foto saya kan?kenapa bapak memiliki foto saya?"tanya Vina.
Aditya mengambil ponselnya dan melangkah siap untuk pergi meninggalkan Vina tapi Vina mencegahnya.
"pak saya mohon katakan yang sebenarnya apa saya memiliki hubungan dengan keluarga ini?"tanya vina menggenggam tangan aditya.
"Vina aku tidak tahu apa apa, sekarang tolong lepaskan tanganku"ucap aditya pelan.
Vina melepaskan genggaman tangannya kemudian membiarkan aditya pergi.
"aku akan bersiap hari ini aku akan kembali ke kantor"gumam Vina kemudian segera masuk ke dalam.
Hari ini Vina sudah mulai bekerja di kantor brawijaya sebagai asisten pribadi aditya.
"Selamat pagi pak,bu"sapa karyawan yang melihat vina dan aditya.
Semua karyawan memberikan hormat pada Vina membuat Vina sedikit bingung.
"kenapa semua orang memberi ku hormat begitu padahal aku hanya seorang asisten pribadi"gumam Vina tapi masih bisa di dengar aditya.
Aditya hanya tersenyum kecil kemudian masuk ke dalam ruangan nya diikuti Vina.
"maaf pak tapi apa yang harus saya lakukan?"tanya Vina.
"menemani saya"jawab aditya spontan.
"ha? maksud bapak?"tanya Vina tidak mengerti.
"iya menemani saya ketika meeting apalagi kau pikir menemaniku tidur?"Aditya berbicara dibumbui candaan.
"haha bapak ini bercanda saja"Vina tertawa dibuat buat mendengar perkataan aditya.
"sekarang tolong ambilkan berkas di ruangan Aldo karena hari ini dia tidak masuk maka kita akan lembur"titah aditya.
"Baiklah pak"jawab vina menunduk.
Vina keluar dari ruangan aditya dan betapa bodohnya dia tidak bertanya dimana ruangan aldo.
"aduh aku gak tau dimana ruangan pak Aldo lagi...aku akan tanya padanya"ucap Vina melihat seseorang.
"permisi"ucap Vina bicara pada seorang wanita dan 2 orang laki-laki.
"Vina???!!!!"wanita itu memanggil Vina dan memeluknya.
"Maaf apa kita saling mengenal?"tanya Vina pada ana.
"yailah Vin Sekarang mulai sombong nih jadi istri CEO kita"Sindir Rizal.
Jimmy mencubit tangan rizal karena mereka tidak tahu jika Vina lupa ingatan.
"aku? istri CEO?"tanya Vina bingung.
"udah Vin gausah bercanda masa iya kamu lupa kamu tuh istrinya CEO kita,nyonya aditya brawijaya"jawab ana terkekeh.
"tidak mungkin kan kau lupa ingatan"sambung rizal.
Vina tidak menjawab perkataan mereka,dia langsung pergi masuk ke dalam lift entah mau kemana.
"memang benar Vina lupa ingatan.kalian ini, pak aditya sudah melarang kita untuk tidak mengatakan masa lalu Vina karena itu akan membahayakan nyawanya"ucap Jimmy.
"ha?apa yang terjadi?"tanya ana terkejut.
Jimmy menceritakan kecelakaan yang dialami Vina mereka berdua tidak tahu karena mereka baru saja masuk setalah meminta cuti pernikahan.
"astaga bagaimana ini"Rizal gusar sendiri saat mendengar cerita Jimmy.
Vina masuk ke dalam lift meninggalkan gedung pencakar langit itu dan melambaikan tangan pada taksi.
Vina Sampai di mansion,dia berlari masuk tanpa mengucapkan salam,menaiki tangga dan membuka pintu kamar aditya.
"apakah benar aku ini istri pak Adit??"Vina bertanya tanya sendiri seraya mencari cari sesuatu.
BERSAMBUNG.....
VOTE NYA MANA NIH๐ค๐ค BANTU AKU VOTE,LIKE DAN KOMEN YA SUPAYA AKU MAKIN SEMANGAT BUAT UP ๐๐๐
TERIMAKSIH, HAPPY READING โค๏ธ๐บโจ