
"hahahahaha"Aditya tertawa pacah.
Mobil memasuki pekarangan luas mansion, Aditya dan Aldo keluar bersamaan,Aldo hanya melengos ketika Aditya tersenyum padanya.
"Assalamualaikum"salam aditya dan Aldo.
"waalaikumsalam"
"kalian sudah pulang kemari duduklah"pinta Rudi.
Aditya dan aldo duduk di samping istri mereka.
"Ada apa pah?"tanya aditya.
"kalian sudah atur semuanya?"tanya rudi dan mereka mengangguk.
"Ya sudah kalian bersihkan diri dulu sana"ujar naina.
"yaudah mah aku ke kamar dulu ya"pamit Vina mengikuti Aditya yang sudah berjalan lebih dulu bersama Al.
"kita juga ke kamar dulu ya mah"ucap dila.
"iya yasudah"jawab naina.
Vina menyiapkan pakaian untuk Aditya sedangkan aditya sibuk bermain bersama Al di kasur.
"anak papah udah mulai berdiri berdiri ya hmm pintar sekali"ucap aditya ketika melihat Al sesekali berusaha berdiri.
"iya dong papah aku kan udah gede"jawab Vina mewakili Al.
"yaudah sana mas mandi pakaiannya udah aku siapin"ucap vina menujuk pakaian yang dia letakkan di sofa kamar.
"iya sayang yaudah aku mandi dulu ya"ucap aditya kemudian melangkah masuk ke dalam kamar mandi.
Sedangkan dikamar Aldo dan Dila,Wanita itu sedang menyiapkan pakaian untuk suaminya, melihat Aldo yang diam mematung dalam duduknya membuat dila membuka suaranya.
"Kamu gak mandi?"tanya dila.
"Sayang??"panggil aldo memelas.
"kenapa?"tanya dila tidak mengerti.
"tadi aku tanya sama adit katanya boleh kok"jawab aldo.
"boleh apa?"Dila semakin tidak mengerti dengan perkataan suaminya.
"Boleh melakukan itu sayang dia bilang waktu Vina hamil mereka sering melakukannya dan baik baik saja"jelas aldo.
"astaga kamu tanya sama adit?kamu tuh bikin malu aja deh"kejut dila mendengar penjelasan Aldo.
"ya abisnya kamu gak mau..kamu gak tau gimana rasanya harus menahan"Aldo mencoba membela diri nya.
"ya tapi gausah nanya Aditya juga kali"dila memutar bola matanya malas.
"jadi boleh ya?"tanya aldo.
"tapi aku takut kamu tuh kalo udah main kaya singa gak dikasih makan 1 tahun"pekik dila.
"Engga sayang aku janji pelan pelan"ucap aldo seraya mengangkat bokongnya mendekati dila yang masih setia di depan lemari pakaian.
"tapi sayang...."ucap dila mengantung karena aldo sudah membungkam mulut nya dengan ciuman penuh perasaan.
Aldo mengangkat tubuh dila menuju kasur tanpa melepas ciuman mereka.
"Boleh ya?"aldo bertanya lagi tatapan matanya penuh harapan dan nafsu.
"janji ya pelan pelan"ucap dila dan Aldo mengangguk.
"baiklah lakukan"dila pasrah akan apapun yang dilakukan suaminya.
aldo menciumi seluruh wajah dila dan terhenti ketika bibir nya menyentuh bibir hangat Dila.
Di lumatnya bibir manis itu,dila yang sudah hanyut dalam belaian seorang aldo membalas ciuman itu lebih panas dari apa yang Aldo lakukan.
Ciuman itu semakin lama semakin berpindah dan kini keduanya sama sama tidak menggunakan Sehelai benangpun.
Aldo yang memang sudah menahan hasratnya sejak dila menolak melakukan itu kini dia tidak mau membuang kesempatan tapi sayang situasi berkata lain, tiba tiba saja ada yang mengetuk pintu kamar mereka.
Tok....tok...tok...
suara itu tentu membuat keduanya gusar dan segara bangkit memakai pakaian mereka yang sudah berserakan dimana mana.
"Siapa?"teriak aldo.
"iya sebentar lagi"jawab aldo kemudian bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setalah selesai mandi aldo keluar dengan pakaian santainya, dilihat dila sedang membantu Vina memasak.
"huftt.... lihat saja kau aditya..."aldo membuang nafasnya sejenak.
Aldo melangkahkan kakinya menuju ruang kerja, meraih gagang pintu dan terlihat seorang pria tampan duduk dengan santainya tanpa dosa.
"cepat kau lama sekali"ucap aditya.
Aldo duduk disamping Aditya dan mereka memulai meeting mereka bersama klien dari Singapura.
"baiklah tuan saya akan memberitahu anda berita gembiranya,selamat malam"Ucap aditya sebelum akhirnya dia mematikan sambungan video call itu.
"kau sudah baca kan?"tanya aditya.
"hmm"jawab aldo hanya berdehem.
"sejak tadi wajahmu masam Sekali apa yang terjadi?"tanya aditya yang memperhatikan wajah Aldo.
"tidak perlu bertanya semua karena ulahmu"ketus aldo.
"ha?memang apa yang aku lakukan?"aditya bingung dengan ucapan saudaranya Itu.
"kau...jika saja kau bukan kakak ku sudah pasti aku akan mencekik mu"aldo mengangkat tangannya membentuk tangan seperti orang yang ingin mencekik.
"heh kenapa kau garang sekali seperti aku sudah berbuat kesalahan"pekik aditya.
"kau memang sudah berbuat salah karena dirimu aku harus menahannya lagi ketika hanya tinggal beberapa saat aku akan puas"jawab Aldo.
"kau ini bicara apa sih?"tanya aditya semakin lama tidak mengerti perkataan Aldo.
"ahh aku mengerti ohh jadi tadi kau ingin melakukan itu?"ucap aditya mengerti saat Aldo mengucapakan kata puas.
Aldo hanya memutar bola matanya malas dan sedikit menggerutu kecil.
"Dasar kau sialan bedebah...."umpat Aldo.
"kau kan bisa melakukannya lagi nanti tidak perlu sampai semarah ini"ucap aditya dengan entengnya.
"gampang Sekali kau bicara begitu kau kan tahu mood ibu hamil bisa berubah ubah kapan saja bagiamana jika nanti dia menolak"protes Aldo.
"aku akan memberitahu caranya... apa kau mau mendengarnya?"tanya aditya seringai licik terlihat diwajah tampan aditya.
"apa?"tanya aldo sumringah
"Buat dia seperti tidak ingin jauh darimu dan hanya ingin selalu dekat denganmu"jawab aditya.
"tapi bagaimana aku melakukan itu?"tanya aldo lagi.
"kau pikir lah sendiri kenapa malah bertanya padaku"jawab aditya terkekeh karena berhasil mengerjai Aldo.
"sialan kau lalu untuk apa kau memberiku ultimatum yang membuat hatiku dongkol dan ingin sekali mencabik-cabik wajah mu"kesal Aldo.
"Hahahaha"Aditya tertawa lepas mendengar kekesalan Aldo.
"Diam kau brengsek awas saja aku akan membalas perbuatan mu"ucap Aldo menatap tajam aditya.
"Aku menuggu itu tuan aldo brawijaya"ledek aditya.
Ditengah tengah kegiatan Meraka yang bahkan mereka sendiri tidak tahu, pintu ruang kerja terbuka terlihat Vina berdiri ditengah tengah kedua sisi pintu.
"sayang ada apa?"tanya aditya.
"makanan sudah siap ayo turun"ajak Vina.
Meraka sudah siap menyantap makan malam yang terhidang lezat di meja panjang itu.
"Aditya bisa bisanya kau tersenyum seperti itu sedangkan aku...awas kau akan aku balas perbuatanmu" Hati aldo bicara geram Melihat aditya yang menahan tawanya.
BERSAMBUNG.......
HAI HAI PARA PEMBACA SETIA MY BOSS MY SWEET HUSBAND π€π€ TERIMAKSIH UNTUK DUKUNGANNYA....πππ·
AYO BANTU AKU VOTE, LIKE DAN KOMEN YA SEMAKIN BANYAK VOTE DAN KOMEN SEMAKIN MEMBUAT AKU SEMANGAT UNTUK CRAZY UP NIH π€π€π·
JAGAN LUPA FOLLOW INSTAGRAM AKU @Alfianaaa05_
TERIMAKASIH, HAPPY READING β€οΈπΊβ¨