My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
menyetujui



"baiklah jika kau menerima pernikahan ini,tapi jangan bermimpi aku juga akan menerimanya"tegas Aditya bangkit dari kursi kebesarannya kemudian meninggalkan Vina yang masih menangis.


"aku tidak perduli apa keputusan mu yang penting adalah aku sudah menepati janji ku bahwa aku akan membantu ibumu untuk menikah dengan mu tapi jika kau menolak akupun tidak bisa memaksanya hiks....hiks....hiks"Isak Vina pada diri sendiri.


Vina segera meninggalkan ruangan Aditya dan kembali ke meja kerjanya,tiba tiba ponselnya berdering dan terlihat nama ibu naina disana.


"halo mah"jawab Vina yang masih terdengar habis menangis.


"iya halo nak,bagaimana keputusan Aditya?"tanya naina penasaran.


"hiks..hiks...mah Vina memang menerima pernikahan ini tapi jika pak Adit menolaknya Vina tidak bisa memaksa"ucap Vina ditengah isakan.


"apa??kau jangan khawatir nak biar mamah yang bicara padanya!"ucap naina langsung menutup telpon.


Aditya dan Aldo berlari keluar ruangan Aditya dengan tergesa-gesa, namun saat melewati meja Vina, Aditya segera menarik kasar tangan Vina.


"Awww...aww..sakit pak ada apa ini tolong lepaskan saya"ucap Vina merasakan tangannya sakit.


namun pertanyaan Vina tidak di hiraukan oleh Adit maupun Aldo.


mereka segera keluar dari lift, Aditya masih tetap memegang pergelangan tangan Vina dengan kasar sampai semua karyawan memperhatikan nya tak terkecuali ana,Jimmy,Rizal dan Susy.


"huh ****** pasti abis bikin kesalahan liat aja muka pak Adit merah padam kaya pengen makam orang gitu"ucap Susy tersenyum sinis.


"iya kamu bener dia pasti abis goda bos makanya jadi gitu"anggapan temannya.


"berhenti mencibir orang lain!apa kalian punya bukti hah?"sahut ana emosi.


"ana sabarlah"ucap Rizal mengelus punggung ana.


"iya na udh gausah dihiraukan perempuan tanah jahanam ini"ucap Jimmy yang dihadiahi tatapan tajam susy


tiba tiba Aldo berhenti mendengar cibiran mengenai mereka.


"berhenti bergosip! sekarang lanjutkan pekerjaan kalian!!"perintah tegas aldo membuat semua karyawan berhamburan pergi.


Aditya,Aldo dan Vina tentunya segera meninggalkan halaman kantor dan pergi ke rumah sakit.


"pak sedang apa kita disini?"tanya Vina merasa bingung


lagi lagi pertanyaannya tidak dihiraukan keduanya


tiba tiba mereka sampai didepan ruangan mereka masuk dan Vina dibuat terkejut dengan siapa yang sedang berbaring di atas ranjang pasien


"mamah!"ucap Vina berlari mendekati Naina.


"mamah ada apa mengapa kau bisa dirumah sakit?apa kau baik baik saja?"tanya Vina khawatir


"mamah tidak apa apa,mamah hanya ingin menunjukkan bahwa perkataan mamah itu bukan main main"ucap naina membuat Vina bingung.


"maks...."ucapan Vina dipotong aditya.


"mah Adit sudah memutuskan untuk menikah dengan Vina tapi syaratnya hanya akan dihadiri oleh keluarga saja.Tidak perlu resepi"ucap Aditya datar


naina tersenyum mendengar perkataan Aditya


"bagaimana nak?apa kau menerima nya?tanya naina menatap Vina.


"um....iya mah Vina menerimanya"ucap Vina sambil menunduk.


"Alhamdulillah terimaksih nak,mamah akan persiapkan pernikahan kalian"ucap naina senang


Aldo merasa lega bahwa akhirnya sang kakak akan menikah itupun dengan wanita yang memang sudah dia perhatikan sejak lama dan cocok untuknya.


"aku seneng dit akhirnya kau akan menikah,percayalah dengan ucapan ku tempo hari"ucap Aldo menepuk bahu aditya.


"hmm kita lihat saja nanti"jawab aditya


flashback on


naina menutup telpon nya dengan Vina merasa kesal bahwa anaknya hanya menganggap perkataanya itu ancaman semata, naina pun mengambil sebuah pisau.


"jadi kau menganggap mamah main main dit,kau keterlaluan dit"ucap kesal naina yang sudah memegang pisau dan


Srrrreeeetttt.....


dia memotong urat nadinya sendiri beruntung Rudi datang dan segera membawanya kerumah sakit


Rudi langsung mengabari Aditya dan Aldo tentang keadaan naina.


tuut...tuut...tuut....


suara sambungan telepon dan tak lama aldo mengangkatnya.


"cepat kerumah sakit mamah masuk rumah sakit"ucap Rudi.


"Apa??apa yang terjadi pah?"tanya Aldo mulai ingin menangis.


"papah akan jelaskan nanti sekarang cepat!"perintah Rudi pada Aldo.


Aditya mempraktikkan Aldo hanya menatap bingung


"dit kita harus segera kerumah sakit!mamah masuk rumah sakit!"ucap Aldo mengajak Aditya


"apa?jadi mamah serius dengan ucapannya"kaget Adit bangkit dari kursi kebesarannya.


"ya kau benar, sudah ku bilang bukan mamah tidak akan main main dengan ucapannya,dasar bodoh pokoknya kau harus menerima pernikahan ini dit!harus!!"ucap Aldo yang kesal karena kekeras kepalaan Aditya.


"akan aku pikirkan nanti, sekarang ayo!"ajak Aditya sudah diambang pintu.


"tidak,kau harus jawab bahwa kau menerimanya baru kau boleh menemui mamah"ucap Aldo.


"agh...baiklah aku menerima pernikahan ini hanya demi mamah!hanya demi mamah!."sambung Aditya membuat Aldo mengangguk.


flashback off


semua orang sudah ada diruang naina termasuk Vina dan kedua sahabatnya.


"jadi mamah sudah memutuskan Minggu depan adalah pernikahan kalian"ucap naina sukses membuat Vina dan Aditya membulatkan matanya.


"tapi mah itu bukankah terlalu cepat"Aditya mencoba ingin nawar.


"tidak menurut mama itu waktu yang pas!bagaiman Vin kamu mau kan?"tanya naina beralih memandang Vina.


"itu memang terlalu cepat mah tapi jika itu keputusan mamah Vina akan terima"ucap Vina membalas pandangan Naina lembut.


akhirnya sudah diputuskan Aditya dan Vina akan menika 1 Minggu lagi atau tepatnya hari ulang tahun Aditya sendri namun Aditya tidak sadar


keesokan harinya


Aditya sedang sarapan bersama yang lainnya,tidak ada pembicaraan dimeja makan tiba tiba Rudi memecah keheningan


"dit kau akan segera menikah apa kau harus bekerja terus? biarkan saja banyak orang yang bisa mengurus kantor,kau uruslah pernikahan mu"ucap Rudi sambil menyuap nasi kedalam mulutnya.


"tidak pah,Adit punya banyak pekerjaan dan tidak bisa diwakilkan"ucap Aditya datar tanpa menatap sang papa.


"ya udah tapi mamah minta 2 hari sebelum pernikahan kau tidak akan bekerja dulu"ucap naina


"aku tidak janji mah,aku sudah selesai aku berangkat dulu ya pah,mah.asslamualaikum"ucap Aditya membuat Aldo cepat cepat minum dan mengikuti Aditya.


"Aldo juga berangkat ya mah,pah.assalamualaikum"pamit Aldo pada kedua orang tuanya.


mereka akhirnya sampai di kantor Brawijaya dan segera masuk ke dalam ruangan mereka.


"dit ngga nyangka aku ikit lagi kamu married,hahahaha"ucap Aldo sambil tertawa.


"hmm aku pun begitu ku pikir aku akan selama nya melajang seperti kamu"ucap Aditya menahan tawanya.


"sialan kamu dit,liat aja nanti juga gw nikah sama cewe yang gw suka"ucap Aldo cemberut sambil meninggalkan ruangan aditya.


Aditya sedang fokus dengan berkasnya tiba tiba pintu diketuk seseorang


tok...tok...tok


"masuk"ucap Aditya tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas


ternyata yang mengetuk adalah Vina,Vina masuk kemudian mendekati Aditya.


"maaf pak,itu pak mmm...anu pak"ucap Vina tidak jelas membuat Aditya menglihkan pandangannya ke Vina.


"mengapa kau jika berbicara itu terlalu banyak bertele-tele?cepat katakan aku sibuk!"ucap Aditya to the point.


"mamah menyuruh Anda mengantar saya membeli cincin pernikahan"ucap Vina takut takut.


"apa?aku tidak bisa kau bisa meminta yang lain untuk mengantarmu"ucap Aditya malas.


sebelum Vina menjawab pertanyaan aditya, ponsel milik Adit berdering segera Adit mengangkatnya tanpa melihat siapa yang nelpon.


"halo?"ucap Aditya masih fokus pada berkasnya.


"halo dit cepat antar Vina membeli cincin pernikahan,mamah tidak mau penolakan tinggalkan pekerjaan mu itu dan antar Vina.!"ucap naina langsung mengakhiri telepon.


"ha..halo mah?!??"tanya Aditya tapi telepon sudah mati.


bersambung.......