
keluarga besar itu sedang menikmati makan malam bersama di restoran berbintang yang memang sudah dipesan Aditya 1 bulan yang lalu.
Mama....mama....mama.....
Al tidak bisa diam dalam pangkuan Vina,dia melompat lompat menunjuk lampu besar yang ada direstoran.
"Al diam sebentar ya mamah minum dulu nanti kita kesana"ucap vina.
Al tetap tidak mau diam dia asik melompat dalam pangkuan ibunya dan ........
Bugh...
tendangan keras tepat mengenai perut Vina yang mulai buncit.
"Aduhh sayang perut mamah sakit"ucap vina memegangi perutnya.
"Sayang kamu gak apa apa?"tanya aditya khawatir ketika mendengar ringis Vina.
"tidak apa apa cuma sedikit sakit aja, yaudah kalian lanjutin makannya aku bawa Al kesana dulu ya"ucap Vina dan aditya mengangguk.
Setalah makan malam mereka memutuskan untuk pulang karena waktu juga semakin larut dan itu tidak baik untuk Al dan ketiga bumil itu.
"ayo cepat pulang ini sudah malam"ajak naina.
Aldo dan dila ikut mobil naina dan rudi sedangkan Imel dan rendy ikut mobil Vina dan aditya.
"sayang hanya tinggal 1 Minggu"ucap imel yang dimengerti rendy, Vina dan aditya.
"Iya sayang aku tahu maksud kamu kelahiran anak kita kan?"tanya rendy padahal dia tahu maksud Imel.
"aku tahu kamu mengerti apa yang aku maksud hanya saja kamu berusaha untuk membuatku tidak sedih dan kepikiran"tutur Imel membuat ketiganya diam.
Selama kurang lebih 2 Minggu ini rendy membantu mencari pengobatan untuk istrinya, menghabiskan waktu bersama dengan Imel tapi tetap saja setiap malam Imel selalu merasakan sakit di sekitar perutnya.
Sesampainya di mansion mereka memutuskan untuk langsung masuk ke dalam kamar.
tengah malam tepatnya pukul 00:06 tiba tiba terdengar suara orang yang meringis kesakitan.
"awwhhh....awww... sayang perut aku...perut aku sakit....."ringis imel sambil mengelus perut nya.
Rendy membuka mata dan melihat istrinya sudah mengeluarkan banyak keringat, rintihan kesakitan terus lolos dari bibirnya.
"sayang kamu kenapa?"tanya rendy terdengar Khawatir.
"perut aku sakit....ini sakit banget tidak seperti biasanya.... rend ahhhh sakit sepertinya aku akan melahirkan sayang"ucap Imel masih dengan rintihan.
Rendy keluar dari kamar dan mengetuk pintu kamar aditya yang ada di sebelah kamarnya.
"dit....dit...Vin...."panggil Rendy.
Ceklek
"ada apa?"tanya aditya masih mengucek matanya sedangkan Vina hanya melihat Sambil tetap berbaring di kasur.
"Imel...Imel mau melahirkan kau tolong aku ya"ucap rendy cepat.
Mata Aditya yang tadinya terpejam kini terbuka lebar begitu juga dengan Vina, Vina melompat mendekati kedua pria itu.
"ayo cepat, kau bawa Imel ke bawah dan mas kamu cepat siapkan mobil aku ingin membangunkan bi Suti untuk menjaga Al"ucap Vina buru buru.
Setalah Imel masuk,Meraka segara membawa Imel ke rumah sakit. naina, Rudi,dila dan Aldo tetap dirumah menjaga Al mereka memutuskan untuk pergi besok.
"Sayang bertahanlah kamu kuat sayang"ucap rendy mengelus dan mencium tangan Imel.
Imel mengangkat tangannya dan membelai pipi Rendy, rendy memegang tangan Imel yang berada di pipinya.
"sayang ingatkan janjimu untuk menyayangi anak kita lebih dari apapun?"tanya imel lemah.
"kita akan menyayangi dan membesarkan anak kita bersama sayang"jawab rendy sudah menangis.
"jangan menangis... aku ingin melihatmu tertawa sebelum aku pergi"ucap imel membuat Vina yang sedari tadi mendengarkan tidak bisa menahan isakan nya.
"Imel yakinlah kau kuat demi anak dan suamimu, mereka membutuhkanmu mel"ucap aditya matanya masih fokus pada jalanan.
Imel hanya mengangguk dan tersenyum kemudian dia beralih menatap suaminya.
"kau tampan sayang....aku mencintaimu"ucap Imel.
"aku juga mencintaimu sayang"jawab rendy.
Mereka sampai dirumah sakit, terlihat suster dan dokter Rani sudah siap dengan bangsal karena ketika dalam perjalanan Vina sudah menghubungi dokter Rani.
"dokter Rendy cepat baringkan dia disini"ucap dokter rani.
Setalah membawa Imel keruang perawatan, dokter Rani memeriksa Imel dan ternyata Imel baru pembukaan 2.
"dok istri anda baru pembukaan 2 kita harus menunggunya sampai lengkap"jelas dokter rani.
"baiklah dok tapi kami bisa menemuinya kan?"tanya rendy dan dokter Rani mengangguk.
Ketiga nya masuk dan melihat Imel sedang meringis kesakitan, Vina menggenggam tangan sahabat nya dan menangis,ada rasa takut kehilangan dalam diri nya.dia takut benar benar takut kehilangan Imel.
"Imel kamu sudah berjanji padaku kamu akan berusaha sebisa mungkin untuk selamat...aku minta kamu tepati janjimu itu"ucap vina.
"akan aku usahakan tapi aku juga minta kamu tepati janji kamu untuk menyayangi anak aku sama seperti kami menyayangi Al dan anak anakmu kelak"ucap imel terdengar sulit bicara.
Waktu seakan berhenti berjalan,Imel masih harus menunggu kelahiran anaknya karena baru pembukaan 6.Jam menunjukan pukul 06:00 selama beberapa jam ini rendy tidak mau meninggalkan istrinya,dia terus menggenggam tangan imel berusaha menguatkan istri kesayangannya itu.
"Rendy ahhh perut aku....ini sakit sekali aku tidak bisa menahannya"tangis Imel semakin pecah tatkala merasakan perutnya semakin sakit.
Dokter Rani memeriksa dan ternyata pembukaannya sudah lengkap namun sebelum itu dia menemui Rendy yang menunggu di luar bersama keluarga yang lain.
"dokter rendy nona Imel siap melahirkan tapi dengan berat hati saya harus katakan hanya salah satu dari mereka yang bisa selamat, entah ibu atau anaknya. Semua keputusan ada ditangan anda saya mohon secepatnya ambil keputusan agar kami juga cepat bertindak"jelas dokter rani membuat rendy lemas.
Jangan tanya Vina dan dila yang sudah menangis dalam pelukan suami mereka.
"Imel"panggil Vina lirih dengan air mata yang terus membanjirinya wajahnya.
"Imel kau harus kuat mel sejak dulu kau yang selau bersemangat untuk memiliki anak.... kuatlah Mel kita akan membesarkan anak kita bersama"ucap dila dengan isakan.
"Rend semua keputusan ada ditangan mu,kami tidak bisa ikut campur aku sarankan kau cepat ambil keputusan"ucap aditya.
"Aku tahu ini adalah pilihan tersulit dalam hidupmu tapi ini adalah takdir sampai kapanpun tidak akan bisa kita tolak"sambung Aldo.
Kedua orangtua imel datang, mereka menatap rendy yang Sedang menangis.
"Rendy dimana Imel?"tanya Risna ibu Imel.
"bagaimana keadaan anak dan cucuku?"tanya Budi ayah Imel.
"Aku bingung mah, pah siapa yang harus aku pilih, keduanya begitu berarti untukku"ucap rendy.
"semua keputusan ada ditangan mu Rendy,kami percaya keputusanmu adalah yang terbaik"ucap budi.
Rendy menandatangani surat pernyataan persatuan yang dimana tertuang bahwa dia memilih anaknya untuk diselamatkan.Setelah menandatangani Imel dibawa keluar untuk ke ruang operasi.
Semuanya mulai mendekati imel yang sedang meringis kesakitan.
"Imel berjanjilah kamu akan baik baik saja"ucap Vina tidak kuat berbicara karena terlalu lama menangis.
"semuanya aku minta maaf jika selama ini aku memiliki salah pada kalian, kalian jangan menagis aku senang rendy memilih anak kami....anak ini tidak akan merasa kekurangan kasih sayang seorang ibu karena dia akan tinggal dikelilingi orang seperti kalian"ucap Imel tersenyum.
"mah,pah?aku titip suami dan anakku ya"ucap imel pada risna dan budi yang juga sedang menangis.
GIMANA NIH???AKU NULIS MALAM LOH INI DAN AKU BIKIN PART INI BENERAN NANGIS GAK KUAT AKU๐ฅ๐ฅ๐ข๐ข
MENURUT KALIAN APAKAH IMEL HARUS SELAMAT ATAU AKU AKAN CARI TOKOH BARU SEBAGAI PENDAMPING RENDY??
JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE KALO IYA AKU AKAN CRAZY UP 4 EPS๐๐๐ค
BERSAMBUNG.......