My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 66



"hei dila istriku ini memang ngangenin loh"ucap aditya nyamber


"iya percaya saking ngangenin nya dimana aja jadi"sindir aldo mengingat pernah memergoki aditya mencium Vina (eps tertangkap basah😂)


"Salah sendiri maen nyolong aja"jawab aditya tak mau kalah


Mereka sampai di rumah dila


"Vin aku duluan ya"ucap dila kemudian keluar diikuti aldo


"Aku pulang ya, kamu hati hati bawa mobilnya"ucap dila pada Aldo saat mereka sudah diluar mobil


"iya beres, yaudah aku pulang ya"pamit aldo kemudian masuk kedalam mobil


Tin...aldo membunyikan klakson tanda pamit pergi


"Imel jadi kerumah?"tanya aditya


"jadi mas dan dila juga nanti bakal kerumah rencananya sih mau pada bakar bakar"Jawab Vina


"yaudah do jangan lupa jemput dila nanti"ucap aditya pada Aldo yang fokus menyetir


"gausah dikasih tau kali"ketus aldo


Mereka sampai di mansion Brawijaya dan disambut ramah oleh para pelayan dan penjaga Mansion


"Selamat sore den dan nona"sapa bi Suti


"Sore bi"jawab Vina ramah sedangkan aditya dan aldo hanya mengangguk pelan


"Mamah??"Panggil Vina kemudian memeluk tubuh naina


"Kamu bersih bersih dulu gih sebentar lagi temen temen kamu mau kesini kan?"tanya naina setelah melepas pelukannya


"iya mah,yaudah aku ke kamar dulu ya"ucap vina kemudian berjalan menuju kamar


"Adit juga ke kamar dulu ya mah"ucap Aditya diikuti aldo


Imel dan Rendy sedang pergi ke supermarket untuk membeli bahan bahan untuk acara bakar bakar mereka


"mau pake apa aja?"tanya imel pada rendy


"Apa aja terserah"jawab rendy


Banyak pengunjung supermarket yang terkagum kagum dengan ketampanan rendy membuat Imel geram dan ingin sekali mencongkel mata mereka


"lihatlah tatapan gadis gadis itu ingin sekali aku mencolok matanya"bisik imel geram


"diemin aja gak akan aku tergoda"jawab rendy


Setelah merasa bahan yang mereka beli cukup,mereka segera membayar dan pergi kerumah vina


"Dila??"panggil ibu dila


"iya mah"jawab dila


"besok mamah mau ajak kamu ketemu temen mamah"ucap ibu dila


"iya mah, yaudah dila siap siap dulu mau kerumah Vina"pamit dila diangguki ibunya


Risa masih sibuk berkutik dengan laptopnya,kini hanya tinggal dirinya yang masih dikantor, beberapa kali Vina sudah menghubunginya


"aduh apa aku selesain besok aja ya"gumam risa tangannya masih aktif dengan deretan alfabet pipih


"Iya deh besok aja"kemudian segera bersiap untuk pulang.


Risa meraih ponselnya dengan tujuan ingin menelpon sopir pribadi mansion tapi sayang ponselnya habis baterai


"Yah mati lagi aku harus gimana?"tanya risa


"Selamat malam nona"sapa penjaga kantor


"eh iya pak malam"jawab risa sopan


"belum dijemput non?"tanya penjaga


"belum pak,yaudah pak aku pergi ya"pamit risa


Risa berdiri didepan kantor Brawijaya berharap akan ada taksi lewat


"aduh mana sih taksi masa iya gak ada yang lewat"ucap Risa melihat jam melingkar di tangannya


Risa masih menunggu taksi dan tiba tiba Sebuah mobil mewah berwarna silver berhenti tepat didepan nya


"Selamat malam nona risa?"sapa orang dalam mobil


"Kau tuan tio kan?"tanya risa dan tio mengangguk


"ayo biar aku antar,disini jarang ada taksi lewat"ucap tio


Risa sejenak memikirkan apakah dia harus menerima tumpangan tio??tapi dia tidak punya pilihan lain jika menolak bisa saja dia akan menginap di kantor


"Baiklah"jawab risa kemudian masuk ke dalam mobil


Selama perjalanan tidak ada yang berbicara sampai akhirnya tio bertanya


"aku harus kemana?"tanya tio


"tadi kau bilang akan mengantar ku kan?"tanya risa


"iya tapi kan aku tidak tahu rumah mu"jawab tio membuat risa langsung menepuk jidatnya


"oh iya aku lupa, baiklah lurus saja ikutin jalan"ucap risa menunjukan jalan kearah mansion


"Kau disini tinggal bersama taun Adit?"tanya tio basa basi


"maaf aku tidak bermaksud"ucap tio tidak enak


"Tidak apa apa tuan"jawab risa


"jangan memanggil saya tuan, panggil saya tio saja"ucap tio tersenyum


Risa terpana melihat senyum tio yang terukir indah diwajah tampannya


"Risa kau baik baik saja?"tanya tio melambaikan tangannya di depan wajah risa


"ah iya iya aku baik baik saja"jawab risa menunduk menyembunyikan wajahnya yang memerah


Tio menahan senyumnya Melihat wajah risa yang memerah akibat terpergok mengagumi ketampanan nya


"ah sudah ini rumahku"ucap Risa saat mereka Sampai didepan mansion


"oh baiklah"jawab tio menginjak rem


"Kau mau mampir dulu?"tanya risa menawarkan


"tidak lain kali pasti aku akan mampir"jawab tio dan risa mengangguk


"terimakasih atas tumpangannya,sampai jumpa"pamit risa kemudian keluar mobil.


Risa masuk kedalam rumahnya dan Melihat semua orang sedang sibuk menusuki sosis serta bahan lain untuk dibakar


"Risa?"panggil Vina membuat Imel yang berada disampingnya ikut melihat


"kakak..kalian sedang apa?"tanya risa


"kami mau bakar bakar, sekarang cepat kamu mandi dan keluar"titah Vina


"yaudah kak aku ke kamar dulu ya"ucap risa kemudian pergi


"Aku harus bicara pada nya" Hati Imel berkata


Setelah selesai menusuki bahan mereka bergegas pergi ke taman belakang mansion


"belum bisa juga?"tanya Vina pada aditya yang kesulitan menyalakan api


"Susah tau yank emang gampang"ucap aditya mengelap matanya yang terasa pedih akibat asap bakaran


"Biar aku aja kak"ucap rafly mengambil alih


"Sini"ucap Vina kemudian meniup mata Aditya yang terasa pedih


"masih sakit gak?"tanya Vina


"engga sayang"jawab aditya tersenyum manis kemudian mencium pipi vina


"Nyesel aku ngambil alih bikin bakaran"kesal rafly membanting kipas rotan menyaksikan keromantisan kakaknya


"Hahahaha"tawa Aldo dan Rendy pecah


"udah sih kenapa kalian malah tertawa,kalian belum pernah melihat keromantisan mereka yang lebih dari ini kan?"tanya Rafly


"Kau salah Rafly kami semua sudah pernah melihat bagaimana kisah kasih mereka bahkan mataku saja sudah tidak suci akibat ulah mereka"pekik dila


"Kami semua sudah melihatnya....bahkan Vina sendiri yang menunjukkan pada kami"sambung Imel


"intinya kita semua sudah ternodai akibat ulah mereka"ucap Rendy mendapat tatapan tajam dari aditya


"Sembarangan sekali kalian"kesal aditya sedangkan Vina hanya diam


"Kak mana apa sudah matang?"tanya risa tiba tiba menanyakan hasil bakaran mereka


"Matang apanya menyala saja belum"ucap Vina


"ahhh minggir kau biar aku saja"ucap risa mendorong tubuh Rafly


"hei kasar sekali kau"umpat rafly


"Lihatlah wanita tomboy ini bertindak padahal dulu jika tangannya panas terkena api dia akan berlari pada rendy meminta untuk meniup jarinya"ucap aldo meledek risa


"Itu dulu kak beda lah"jawab risa tidak terima


"kita lihat saja nanti"ucap rendy terkekeh


"mereka sudah dekat sejak kecil, mungkinkah Rendy tidak menyimpan perasaan untuk Risa???" Hati Imel yang terasa gundah


Vina mengetahui raut wajah Imel yang terlihat berpikir setelah mendengar perkataan Aldo


"ahhh lihat menyala kan dasar kalian payah"ucap risa mengejek keempat pria itu


"Baiklah nona hebat sekarang menyingkir"ucap aditya secara tidak langsung menyindir risa


"ayo ikut aku"ajak Vina menarik tangan risa dan Imel


"ehh kak mau kemana?"tanya risa


"ehh Vina mau kemana kamu?"teriak dila langsung mengikuti Vina dan kedua gadis itu


"loh Vin kok kamu kesini udah selesai bakar bakarnya?"tanya naina


"belum mah, Vina mau ngomong sesuatu aja sama mereka"jawab Vina kemudian kembali melangkah menuju kamar Vina


BERSAMBUNG........


AKU UP LAGI 🤗😊BANTU LIKE DAN VOTE YA AKU MOHON🙏💪😩


KOMEN KRITIK DAN SARAN JUGA BOLEH😊😊


TERIMAKASIH, HAPPY READING ❤️😍