My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 228



Vina dan aditya pergi ke ruangan rendy untuk mengambilkan sampel darah vina.


"duduklah"tutur rendy.


Vina dan aditya duduk berdampingan dihadapan rendy, rendy mengambil peralatan yang digunakan untuk mengambil sampel darah.


"Pelan pelan"ucap aditya ketika rendy ingin menyuntik Vina.


"Kau pikir aku dokter gila yang akan menyuntik pasienku kasar"saut rendy dongkol.


"Oh"Aditya dengan muka tembok dan so cool hanya ber oh ria.


"gak jelas!"cibir rendy sedangkan vina hanya bisa tersenyum sambil geleng-geleng kepala.


Tidak butuh waktu lama sampel darah vina sudah di ambil,karena takut telat ke dokter rani aditya dan Vina langsung pamit untuk pergi.


"Baiklah rend terimaksih banyak ya,kita permisi dulu mau ke dokter rani"ucap vina.


"iya vin sama sama"balas rendy.


Sesampainya di depan ruangan dokter,benar saja kini suasana nya sudah sepi itu berarti giliran vina yang masuk.


Tok...tok...tok...


"Masuk"setelah mendapat instruksi dari dalam vina dan aditya masuk.


"Selamat siang dokter"sapa vina dengan senyum rembulan nya.


"Oh nona vina, tuan aditya mari silahkan duduk"tutur dokter rani.


Setelah di persilahkan duduk, dokter rani membuka kaca matanya dan mulai bicara dengan vina.


"jadi apakah ada keluhan nona?"tanya dokter.


"Tidak dok, Alhamdulillah obatnya membuat rasa sakitnya gak terasa"jawab vina.


"Dok,kira kira berapa lama Vina bisa kembali pulih?"tanya aditya.


"Maksudnya?bukankah istri anda memang sudah pulih"tanya dokter rani balik.


"Maksud saya pulih dan tidak minum obat lagi dan bisa berhubungan lagi"jawab aditya frontal dikata terakhirnya.


BLUSHHHHH


Vina sangat tidak menyangka dengan pertanyaan yang lolos begitu saja dari mulut suaminya andai saja di sana hanya ada Meraka berdua aditya pasti sudah habis oleh vina.


"Mungkin sekitar 10-15 hari dari sekarang karena di perhitungan setelah melahirkan dan operasi waktu itu kurang lebih"jawab dokter rani menjelaskan dalam hati dia berusaha menahan tawa.


"Oh baiklah dok hanya itu yang ingin saya dengar"saut aditya.


"Dok,kita langsung saja periksa jahitan ya saya takut anak anak nangis"ucap vina ingin buru buru keluar dari ruangan dokter.


"Oh mari silahkan"ajak dokter.


Aditya menunggu Vina sambil memainkan ponselnya sampai ada notifikasi dari rendy yang memberitahu soal kondisi dina. Keningnya mengerut, matanya membulat bersamaan dengan bibirnya yang mengucap tidak menyangka.


"Tidak"gumam aditya pelan ketika membaca laporan dari rendy tentang keadaan ibu mertuanya.


Tak lama vina dan dokter datang dan kembali duduk di sebelahnya.


"Bagaimana dok?semua baik kan?"tanya aditya memasukan ponselnya ke dalam saku.


"Alhamdulillah semua baik tuan,apa obatnya sudah habis?"tanya dokter.


"iya dok sudah"jawab vina.


"Baiklah ini resep dan tebus di apotek ya"tutur dokter memberikan secarik kertas resep.


"Kalo gitu kami permisi dok, terimaksih dan Selamat siang"ucap aditya bangun dari duduknya menggandeng tangan Vina keluar dari ruangan dokter rani.


Bersamaan dengan mereka yang keluar dari ruangan dokter,rendy datang dengan dina menghampiri keduanya.


"Ibu??!!"seru vina.


"Bagaimana dengan pemeriksaannya nak?semua baik kan?"tanya dina.


"Alhamdulillah, ibu sendiri gimana pemeriksaan nya?"tanya vina balik.


"Hasilnya akan keluar 1 minggu lagi Vin"saut rendy.


"Ahh lama sekali, ya sudah baiklah"ucap Vina.


"Sayang,1 jam lagi aku ada meeting jadi ayo langsung pulang saja"ajak aditya.


"Oh iya mas,ayo bu"saut vina kemudian menggandeng tangan dina.


"Nak rendy terimaksih ya,ibu pulang dulu"ucap dina diangguki rendy.


***


"Sayang aku langsung berangkat ke kantor ya, jangan lupa istirahat"ucap aditya sambil membelai pipi istrinya.


"Iya mas, kamu hati hati ya"balas Vina tersenyum hangat.


Vina mencium tangan suaminya dibalas kecupan di dahinya kemudian Aditya pergi meninggalkan pekarangan mansion menuju kantor.


"Mamah??"panggil Al sambil memeluk vina dari samping.


"Kok disini,Ade lagi ngapain?"tanya Vina berjongkok di depan Al.


Di ruang tamu ada dila,imel,risa dan Clara yang asik menyaksikan FTV ikan terbang dengan adegan yang mendominasi.


"Serius amat si bu nontonnya"ucap vina duduk di sofa yang kosong.


"Eh Vin udah balik, gimana cek up nya?"tanya dila.


"Alhamdulillah baik"jawab vina.


"Risa?kenapa nangis?"tanya vina melihat risa berkali-kali mengusap matanya.


"Lihatlah kak bagiamana suaminya tega mengkhianati istrinya karena tidak bisa memberikan anak laki-laki"jawab risa menunjuk layar 88 in yang mirip layar tancap itu.


"Haiss kau terlalu terbawa perasaan risa"ucap imel berdesis.


"Lagipula di dunia ini apa ada suami seperti dia,aku rasa tidak"ucap clara.


"Mungkin"ucap dila.


"ya udah kalian lanjut aja nontonnya aku mau ganti baju sama lihat baby"ucap vina bangun menuju kamar mertuanya.


"Al ikut mamah apa mau disini?"tanya vina.


"Mau main sama revan di atas"jawab Al berlari ke lantai atas tepatnya kamar yang di desain untuk cucu brawijaya.


Tok....tok... tok....


"Mah,ini aku vina"ucap vina setalah mengetuk pintu 3 kali.


"iya nak sebentar"ucap naina dari dalam.


Ceklek.


"Vina, masuklah nak"tutur naina membuka pintu membiarkan Vina masuk.


"Papah kemana mah?"tanya vina.


"sedang pergi dengan rafly dan tio"jawab naina.


"oh,mereka merepotkan mamah pasti"ucap vina sambil menggendong salah satu anaknya.


"Anak kamu pinter sayang, mereka gak nangis paling kalo bangun cuma ngulet doang"balas naina menatap hangat cucunya.


"Ya udah mah aku bawa mereka ke kamar ya,maaf udah ngerepotin mamah"ucap vina menggendong kedua anaknya di sisi kanan dan kiri.


"Jangan ngomong gitu sayang,mereka juga cucu mamah"saut naina terkikik.


"ishh si mamah malah ketawa"ucap vina ikut terkikik.


Sedangkan aditya di kantor tidak fokus dengan meeting yang saat ini sedang berjalan,bahkan ketika aldo bertanya mengenai pendapatnya aditya sama sekali tidak bergeming.


"Dit"panggil aldo namun aditya hanya menatap lurus.


"Aditya Brawijaya"panggil aldo menyebut nama lengkap aditya dan seketika aditya tersadar dari lamunannya.


"Ahh maaf,ada apa?"tanya aditya membetulkan posisi duduknya.


"Bagaimana pendapatmu tentang presentasi yang disampaikan nona monika?"tanya aldo melihat ke depan dimana seorang wanita masih berdiri menunggu pendapat aditya.


"Maaf saya sedang kurang sehat bisa kita tunda rapat ini"ucap aditya.


"Tentu saja"jawab aldo namun terlihat dari raut wajahnya dia penasaran.


"Terimaksih,maaf semuanya. Permisi"ucap aditya melenggang keluar dari ruang rapat sambil mengancingkan jas hitam miliknya.


"Tidak biasanya Aditya akan bersikap begitu" batin aldo mulai berperang dengan pikirannya.


Sesampainya di ruangannya, aditya duduk sambil memegangi kepalanya memikirkan laporan yang rendy berikan.


"Jika Vina sampai tahu semua ini,dia pasti akan sedih"ucap aditya pelan.


Ceklek.


"Dit??"panggil aldo masuk tanpa mengetuk pintunya.


"Ada apa?"saut aditya.


"Ada apa denganmu? Kenapa kau aneh sekali hari ini?"tanya aldo duduk didepan aditya.


"Aku sedang bingung do"jawab Aditya.


"maksud mu?"tanya Aldo tidak mengerti.


"ini lihatlah"tutur Aditya memberikan ponsel miliknya kepada aldo.


Ekspresi aldo sama dengan ekspresi aditya ketika melihat laporan yang diberikan oleh rendy tadi, matanya beralih melihat ke arah aditya.


"Jika Vina tahu semua ini dia pasti akan sedih dit"ucap aldo.


"Itu yang sedang aku pikirkan,aku bingung harus memberitahu istriku atau tidak"ujar Aditya.


"Aku rasa kau harus memberitahunya karena jika dia sampai tahu dari orang lain rasa sedihnya akan bertambah"ucap aldo menyarankan.


"Akan aku pikirkan, terimaksih do"ucap aditya dibalas anggukan oleh sang adik.


Laporan apa yang bikin aditya bingung dan Vina sedih????🤔🤔


BERSAMBUNG.......