My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 191



plakkk....


"Bodoh!!!!"Hardiknya pada sesilia yang masih menangis sambil memegangi pipinya yang terasa panas.


"Aku sudah berusaha pah tapi meski dalam pengaruh obat dia masih bisa sadar dan mengusirku"ucap sesilia dengan isakan.


"Semua rencanaku hancur berantakan!!!!"teriak fernand karena rencana menikahi putrinya dengan aditya hancur usahanya sia sia.


Flashback on.


Fernand sengaja menyuruh sesilia untuk tidak menggoda aditya karena puncak rencananya adalah malam terakhir aditya di Surabaya.


"Berikan minuman ini pada aditya dan aldo, tapi jangan kau masukan obat kedalamnya"titah fernand pada putrinya.


"Tapi pah bagaimana bisa aku mendapatkannya jika tidak diberi obat??"tanya sesilia.


"Sudah berikan saja sisanya kau percayakan kepada papah"tuturnya dibalas anggukan pelan oleh sesilia.


Fernand memerintahkan seorang pelayan untuk memasukan obat ke dalam salad yang akan mereka antar untuk kedua pria itu.


"Berikan obat ini dimakanan untuk pria di pojok sana"bisik fernand memberikan beberapa lembar uang.


Flashback off.


"Berhenti menangis sekarang sudah tidak ada guna lagi, semua sudah hancur.Impianmu menjadi nyonya brawijaya kini hanya tinggal angan-angan saja"desis nya kemudian meninggalkan sesilia yang masih terisak.


***


Brakk.....


"kurang ajar,berani sekali dia memasukkan obat ke dalam makanan aditya"geram aldo setelah mendengar pernyataan raka.


"saya tanpa sengaja melihat keributan itu tuan dia bilang awalnya dia ingin menjadikan putrinya sebagai istri dari aditya brawijaya meski keduanya tahu jika tuan aditya sudah menikah"ucap raka menunduk takut.


Raka begitu takut melihat atasannya itu karena sudah lama aldo tidak marah dan sekarang bahkan matanya terlihat merah, tangannya mengepal mencetak urat yang seakan ingin keluar bahkan giginya ia gertakan seperti binatang buas yang menahan untuk menerkam mangsanya.


"Bawa mereka ke hadapanku, mereka sudah bermain main dengan keluarga brawijaya"ucap aldo penuh penekanan dan ketegasan di setiap katanya.


Setalah kepergian raka,aldo berniat untuk pergi ke kamar aditya namun langkahnya terhenti ketika melihat siapa yang datang.


_


Sedangkan aditya dikamar mulai terlihat seperti seseorang yang tidak waras, hasratnya yang memuncak meminta untuk dipuaskan.


"Aku tidak bisa,aku harus menghilangkan rasa ini"ucap Aditya menggelengkan kepalanya berkali-kali.


Aditya meraih ponselnya Kemudian ia duduk dengan kaki diluruskan, dibuka galeri yang menampilkan gambar istrinya.


"Sayang????"suara aditya serak membayangkan wajah cantik istrinya.


Dengan sekuat imannya aditya mencoba puas hanya dengan hanya melihat foto istrinya tapi sayang mungkin sesilia menambahkan banyak obat ke dalam makanan nya karena itu gairahnya seperti 3X dari biasanya.


"Aghh....."aditya mengacak-acak rambutnya frustasi.


Aditya tidak puas dengan hanya melihat wajah istrinya dia butuh vina sekarang,obat perangsang itu tidak bisa dibuat main main bahkan tidak sedikit orang tiada karena obat gila ini.


Aditya hampir gila karena obat perangsang yang sudah menguasai dirinya sampai pintu terbuka memperlihatkan seorang wanita berjalan mendekatinya.


Aditya menatap wanita itu dengan samar karena matanya sudah tertutup kabut gairah,


"Sayang???"panggil aditya parau.


Aditya mendorong wanita itu dan mencium habis bibir si wanita.Akal sehatnya sudah hilang entah kemana sekarang yang ia pikirkan adalah hasratnya yang harus dituntaskan.


Ciuman,hispan dan gigitan diberikan Aditya pada si wanita sampai wanita itu mendesah entah nikmat atau sakit.Aditya sudah kehilangan akal sehatnya dia tidak tahu wanita mana yang sedang berhubungan dengannya sekarang tapi entah kenapa aditya begitu menikmati wanita ini.


Berulangkali bahkan dengan berbagai gaya aditya mengulangi lagi dan lagi permainan itu rasanya dia tidak pernah puas,tubuhnya seakan menjadi candu hanya dalam 1 malam hingga akhirnya setelah 4 kali pelepasan aditya baru mengentikan permainannya dan ambruk disamping si wanita.


Wanita itu hanya menatap aditya dengan sendu, dibelainya wajah aditya dengan kelembutan tangannya,dia lelah tapi dia juga senang karena bisa memuaskan pria yang ia cintai ini.


Hingga akhirnya wanita itu tertidur di dada bidang aditya yang terekspos.


Matahari terbit menandakan semua umat manusia akan segera melakukan aktivitas sehari-hari, Aditya menggeliat bangun seluruh badannya terasa sakit bahkan kakinya seperti gemetar.


Hoamm......


masih dengan mata yang tertutup aditya turun dari kasur langsung masuk ke dalam kamar mandi tanpa ia sadari jika di sebelahnya ada seorang wanita,wanita yang rela melayani nafsunya semalaman.


"Senang sekali rasanya aku akan bertemu dengan vina,meski harus menahan gairah semalam"gumam Aditya menggosok rambutnya dengan shampo mint.


Sebentar otaknya berpikir, bagaimana bisa dia tidur nyenyak dalam keadaan menahan?dia masih setengah sadar ketika dirinya yang terlihat seperti orang gila.


Dia tidak peduli mau sabun atau sejenisnya yang terpenting adalah dia bisa menepati janjinya pada vina,janji untuk menjadikan dirinya sebagai wanita satu satunya yang menyandang status sebagai istri nya.


Aditya keluar dengan lilitan handuk di pinggangnya, rambutnya yang basah ia gosok dengan handuk kecil sedangkan bibirnya tak henti mengeluarkan siulan.


Masih belum menyadari wanita yang sudah tidur dengannya dalam satu ranjang, aditya dengan santainya memakai pakaian.


"Aku akan keluar sarapan"ucap aditya kemudian berbalik.


Prakkkk.....


aditya menjatuhkan sisir yang ia gunakan ketika melihat seorang wanita tanpa busana sedang tidur dengan pulasnya, wajahnya tertutup rambut sedangkan tubuhnya tertutup oleh selimut yang tebal hanya dada dan bahu nya yang terlihat.


"Tidak mungkin"Aditya menggelengkan kepalanya sambil berjalan mundur menjauhi ranjang.


Dia mulai mengingat kejadian semalam, putaran otaknya mulai ada setelah diberi shampo dia ingat semalam Seorang wanita datang dan dengan brutalnya dia menyetubuhi wanita entah wanita mana.


"Sayang aku mohon maafkan aku"lirih aditya tanpa diminta air matanya mengalir membasahi pipi nya.


Tangannya berpegangan pada tembok perlahan memposisikan tubuhnya berdiri,kakinya dengan ragu melangkah mendekati ranjang dimana wanita itu sedang tidur dengan pulas nya tapi entahlah dia tidur atau pingsan mengingat aditya semalaman tidak ada puasnya.


Sakit rasanya ketika tahu dia telah mengkhianati istrinya, kesetiaan yang ia jaga harus lepas karena obat gila yang membuat pikiran dan akal sehatnya ikut gila.


"Bangunlah"ucap aditya lirih dan terdengar terisak.


Wanita itu tidak bergerak sama sekali bahkan nafasnya terdengar begitu teratur menandakan tidurnya begitu pulas.


"ss.... siapa kau???"tanya aditya gemetar.


Masih tetap tidak bergeming, aditya ingin memegang bahu untuk membangunkan nya tapi dering ponsel mengentikan aksinya.


"Halo"


"......"


"ya baiklah"


Setelah mematikan sambungan telepon, aditya mengambil secarik kertas dan menuliskan permintaan maaf serta imbalan beberapa lembar uang yang ia tinggalkan di atas nakas bersama wanita yang telah menyelamatkan hidupnya dari kematian karena gairah.


"Aku minta maaf karena telah berhubungan denganmu secara kasar tapi aku mohon jangan pernah menemui atau mengungkit kejadian semalam,aku sudah menikah dan aku sangat mencintai istriku, aku tahu dengan menulis ini aku terlihat seperti pria yang tidak bermoral dan tidak bertanggungjawab tapi memang ini kenyataanya, kau yang datang sendiri ke dalam kamarku hingga akhirnya terjadi kejadian yang tidak aku inginkan.Ku tinggalkan beberapa uang semoga hidupmu bahagia, selamat tinggal" AB.


Sisa percintaan panas mereka masih terlihat,kamar yang acak acakan bahkan baju miliknya dan milik wanita itu berserakan dimana-mana.


Dengan langkah ragu aditya keluar dari kamar namun sebelum itu ditatapnya punggung putih yang penuh dengan tanda kiss mark yang sudah pasti dirinya yang menciptakan.


Sambil berjalan tatapannya kosong,dia harus bagaimana?apa yang akan ia katakan pada istrinya?bahwa dia telah bercinta dengan orang lain karena obat perangsang?.


"Sayang aku sudah berusaha untuk menahan nya tapi tidak bisa, semoga kamu mengerti semua yang aku alami sekarang"ucap aditya dalam hati.


Aditya benci pada dirinya, bagaimana dia bisa begitu bodoh tidak menyadari kelicikan sesilia dan ayahnya itu.


"Do??"panggil aditya pada aldo yang sedang menyeruput kopi di sudut restoran hotel.


"ada apa?apa kau mau bilang jika semalam wanita itu memberimu obat yang membuat akal sehatmu hilang?"serobot aldo dengan nada dingin nya.


"Bagaimana kau bisa tahu?"tanya aditya terkejut.


"aku sudah mengurus mereka dan aku harap setalah pengusiran terhadap wanita itu aku tidak mencari kepuasan dengan wanita lain"tatapan Aldo menyidik membuat Aditya menunduk bersalah.


"aku sudah melakukannya"lirih aditya.


"apa?!!?? adit apa kau gila???kau mengkhianati istrimu hanya karena sebuah nafsu?"kejut aldo dengan seringai.


"aku melakukannya diluar akal sehatku do,wanita itu sudah memberiku banyak sekali obat sampai aku tidak bisa menahannya meski aku sudah bersusah payah"ucap aldo penuh penyesalan.


"kau keterlaluan aditya"desis aldo meninggalkan aditya yang masih duduk di kursi sudut restoran.


_


Seorang wanita bangun dari tidur nya yang lelah sehabis melayani pria yang ia cintai, seluruh tubuhnya terasa di remuk kan bahkan leher dan dadanya terasa perih karena banyaknya tanda kiss Mark yang di ciptakan pria itu.


"Dimana dia??"wanita itu celingak-celinguk mencari keberadaan pria yang telah menghabiskan malam dengannya.


Matanya terpaku melihat secarik kertas dengan beberapa lembar uang yang diletakan di atas nakas dengan lampu sebagai tindihan agar tidak terbang.


Wanita itu menggeser tubuhnya mendekati nakas, diambil dan dibaca surat yang ditulis dari tangan kekar pria nya, senyum terukir sempurna di wajah wanita itu meski dia harus merasakan sakit dan lemas seharian dia tidak peduli sama sekali.


Yuk kita sama sama ambil batu dan getok kepala Aditya biar akal sehatnya balik 😈kalo gini gimana dengan Vina???hanya author yang tahu😝


BERSAMBUNG.........