My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 166



Diulang biar berasa😂😂


aditya mel*m*t bibir istrinya dengan rakus, tangannya mengelus perut Vina kemudian semakin naik dan mer*m*s dada vina membuat Vina ingin sekali mengeluarkan suara emasnya namun tertahan karena ******* bibir aditya.


Tangan Aditya membuka satu persatu kancing baju milik istrinya,Vina hanya bisa menerima perlakuan aditya karena dia juga menginginkan hal yang sama,tubuh suaminya yang harum dan menghangatkan tubuh.


"Baby,papah izin pinjam mamah ya"Aditya bicara pada perut vina ditengah tengah aksinya.


"diizinkan pah"ucap vina sambil mengelus rambut aditya.


Aditya tersenyum kemudian kembali mencium bibir vina, pelan pelan Aditya mulai memasuki tubuh indah istrinya membuat vina memekik tertahan.


Hingga selama 1 jam itu mereka habiskan dengan memadu cinta, untung saja si kecil tidak bangun.


"Terimakasih sayang"ucap aditya mendekap erat tubuh polos vina.


Cup


"tidurlah sayang"ucap Aditya semakin mempererat pelukannya.


Karena pertempuran yang memakan waktu dari malam hingga menjelang pagi membuat Vina dan Aditya sama sama bangun kesiangan.


Hoamm.....


Vina menggeliat bangun namun tertahan karena tangan Aditya melingkar sempurna di perutnya.


"Mas bangun mas kita kesiangan"ucap vina pelan.


"mas bangun jangan pura pura tidur"ucap Vina tahu bahwa Aditya sedang berpura pura tidur Karena terlihat kantung mata nya bergerak.


Aditya tersenyum,pelan dia membuka matanya dan


Cup


"Selamat pagi sayang"ucap aditya setelah mengecup bibir Istrinya.


"mas bangun udah siang tuh lihat kamu parah banget sama anak dibelakangi gitu"ucap vina menujuk Al yang masih ngiler disamping aditya.


Aditya membalik badannya dan mencium wajah Al berkali-kali.


"Maaf ya sayang abisnya papah kan kangen sama mamah"Aditya mengelus halusnya kulit Al.


"udah ah mas aku mau mandi lepasin selimutnya"pinta vina menarik selimut yang menutupi tubuh mereka yang polos.


"nanti aja sayang kan aku belum sarapan pagi"tolak Aditya kemudian menarik selimut nya membuat Vina kembali mendekat dan bersandar di bahunya.


"Aku capek mas!!!......lagian semalam kan itu udah porsi makan malam, sarapan,siang dan makan tambahan"rengek vina.


"1 aja kok,ya boleh ya boleh"tawar aditya membujuk.


"gak bisa mas ini udah siang aku telat masak dan ya pasti semua orang sudah menunggu dimeja makan"Ucap vina mencoba menolak secara halus.


"Semua orang siapa? paling Aldo dan Rendy melakukan hal yang sama pada istri mereka mengingat mereka juga sama merindukannya denganku"pendapat Aditya asal tapi benar juga sih.


"kaya peramal aja sok tau"pekik vina terkekeh.


"iya memang peramal, peramal tampan mengejar istri nakal"ucap aditya.


"memang kapan aku nakal?"tanya vina mengerutkan keningnya.


"ketika menari diatasku,hahahaha"jawab aditya dengan tawa sekerasnya.


"mas ih berisik nanti Al bangun"ucap vina membekap mulut aditya.


"Emang kenapa kalo Al bangun?"tanya aditya menyeringai.


"kita gak jadi sarapan"jawab vina spontan.


"Tuhh kan pengen"goda Aditya mencolek dagu vina.


"ih apa sih mas, maksud aku tuh sarapan dibawah"elak vina.


Aditya menyingkap selimut yang menutupi tubuh vina,diciumi bibir dan leher jenjang istrinya bahkan Vina sendiri tidak mampu untuk melawan dan pasrah dengan apa yang dilakukan aditya.


Aditya sudah siapa 86 untuk memasuki tubuh Vina tapi eh tapi......


Tok....tok... tok....


"Kak apa kau sudah bangun?? semua orang menunggu dibawah"Teriak Risa dari luar kamar.


"iyy.....iya Risa aku akan segera turun"jawab vina sama berteriak.


"Sayang sejak kapan Risa ada dirumah?"tanya Aditya.


"2 hari lalu mas"jawab vina.


"bukannya mamah bilang 1 bulan kenapa jadi 2 Minggu?"gumam aditya bertanya.


"karena sebenar lagi kan Ramadhan mamah mau kita kumpul sampai hari raya"jawab Vina yang mendengar gumam suaminya.


"Oh baiklah,ayo lanjutkan"ajak aditya.


"Tapi semua orang sudah menunggu mas"tolak vina.


"Sebentar saja sayang hanya 30 menit"bujuk aditya.


Vina mengangguk pasrah tapi eh tapi lagi lagi situasi tidak berpihak padanya,Al terbangun membuat dirinya mendorong tubuh aditya yang sedang menciumnya.


Mama....mama...haaaaa.....


"Anak mamah udah bangun, sini sayang kita mandi"vina menggendong Al dan membawanya ke kamar mandi.


"Ahhhh Risa awas kau!!!"umpat aditya menganggap risa si awal masalah gagalnya pertempuran dipagi hari.


Vina sedang memainkan Al baju, aditya melingkarkan tangannya di perut Vina.


"sayang aku belum mandi"rengek aditya.


"ya mandi sana mas kenapa bilang sama aku memang aku penjaga kamar mandi"canda vina tangannya masih aktif memakaikan baju Al.


"mandiin gitu yang..."ucap Aditya sambil sesekali menciumi tengkuk vina.


"Apa mandiin udah gede kaya gini masa minta mandiin,udah sana mandi abis itu kita sarapan"tutur vina.


Aditya melepas pelukannya dan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri sedangkan vina,dia menyiapkan pakaian untuk Aditya kemudian mendudukkan Al di sofa dan dia merapikan tempat tidur nya.


"Al diam sini oke mamah rapihin ini dulu"ucap vina.


Vina mulai merapikan tempat tidur nya, mengganti sprei dan bedcover. Aditya keluar dan mengambil pakaian yang sudah disiapkan istrinya.


"Sayang hari ini kita jadi ke dokter ya"ucap Aditya.


"memang kamu gak kerja? lagian janji temu dokternya kak masih 3 hari lagi"ucap vina sambil menepuk ranjang yang sudah rapi.


"tidak masalah sayang lagipula aku tidak sabar untuk melihat adiknya Al"jawab aditya kemudian ikut duduk disamping Al.


"Al mau punya adik cewe atau cowo?"tanya aditya.


"we....we...."Al menjawab dengan bahasa bayinya.


"Tuh yang dia mau adik cewe berarti dia sama kaya papahnya mau adik cewe,kalo mamah maunya apa?"tanya aditya.


"uang dan perhiasan"canda vina.


"memang uang dariku kurang?"tanya aditya menganggap serius ucapan vina.


"hahaha aku hanya bercanda sayang kamu ini Jangan terlalu serius"pekik Vina sambil terkekeh.


"yaudah ayo turun"ajak Aditya diangguki Vina.


Vina dan Aditya turun bersama bak keluarga bahagia, Aditya yang menggendong Al dan Vina yang menggandeng manja lengan suaminya.


"Selamat pagi semuanya"sapa vina.


"loh Adit, kamu sudah pulang?"tanya naina terkejut melihat putranya.


"hmm iya mah"jawab Aditya tanpa semangat.


"jika kau sudah pulang maka ka Aldo dan rendy juga sudah tapi kok belum turun?"tanya risa.


"Aku???ahhh iya maaf kak aku kan tidak tahu jika kamu pulang dan mau berduet dengan kakak ipar"jawab risa.


"sudah dit masih banyak waktu untuk itu sekarang ayo sarapan"ajak rudi.


Aditya memeluk tubuh naina tiba tiba dengan erat.


"Mamah aku merindukanmu"ucap Aditya manja.


"tumben manja sama mamah biasanya sama Vina terus"sindir naina.


"udah gak doyan kau sama kakak ipar?"tanya rafly bercanda.


"mulutmu mau ku beri cabai rupanya bicaramu sembarangan sekali"pekik aditya menatap tajam rafly


"Aku masih sangat doyan pada istriku ini"aditya beralih memeluk Vina dan mencium pipinya tanpa malu sedikitpun.


"mas ihh malu maen nyosor aja"Vina mengelap pipinya dan menarik kursi untuk suaminya.


"idih Aditya brawijaya yang dikenal dingin dan tak berperasaan kini jadi manja dan unyu unyu"canda rafly ditertawakan semuanya.


"Mulutmu itu"geram aditya dan...


Plakkk


Aditya memukul bibir rafly dengan telapak tangannya.


"awww kak sakit bagaimana jika bibirku ini Jontor"protes rafly.


"bagus jadi kau tidak bisa mencium istri dan anakmu"jawab Aditya enteng.


"oh iya Sayang btw kamu belum kenal anak risa dan rafly kan?"tanya vina.


"iya siapa nama anak kalian? aku harap bukan sape'i dan mail ya"ucap aditya.


"kakak!!kau ini apa apaan sih mana mungkin kami memberikan nama sebagus itu untuk anak kami"ucap risa.


"kalo begitu siapa namanya?"tanya aditya.


"Dimas dan Alex"jawab rafly sengaja memancing amarah kakak sepupunya.


"Awas jika berani memberi nama itu!!"aditya menujuk wajah rafly bergantian dengan risa.


"sudah mas sejak tadi kamu marah terus nanti gantengnya luntur loh"ucap vina mengelus punggung Aditya.


Aditya membuang nafasnya dan mulai menyantap sarapannya.


"Selamat pagi semuanya"suara bariton itu membuat seisi meja melihat ke arahnya.


2 pria tanpa dosa sedang tersenyum manis kearah mereka bersama 2 wanita yang masing-masing istri mereka.


"Selamat pagi nak"jawab Naina.


"mamah???"kejut aldo melihat mamahnya.


Aldo memeluk naina erat karena kerinduan antara anak dan seorang ibu,hal yang sama dilakukan rendy meski bukan anak kandung naina tapi dia sudah menganggap naina dan Rudi orangtuanya.


"mamah Kapan sampai?"tanya Aldo.


"2 hari lalu sayang"jawab naina.


"kenapa pulang secepat ini tan?bukankah rencana awal itu 1 bulan?"tanya Rendy.


"iya tapi pekerjaan kami sudah selesai tuan rendy jadi kami ingin kesini secepatnya"saut tio.


"ya udah ayo duduk"ucap imel menarik kursi untuk suaminya.


"badanku pegal sekali"bisik dila.


"maaf sayang abisnya kan jatah 3 hari ya segitu"jawab Aldo tak kalah berbisik.


Dila hanya mendengus kemudian menyantap sarapannya.


Selesai sarapan aditya pamit untuk pergi ke dokter memeriksa kandungan Vina.


"mah,pah titip Al ya?aku sama Vina mau ke dokter periksa kandungan"ucap aditya.


"iya Baiklah nak semoga semuanya baik dan jenis kelaminnya sesuai harapan kita"doa naina.


"Aminn"suara semua orang mengamini ucapan naina.


"Ya udah semuanya kami berangkat dulu, assalamualaikum"pamit Vina dan aditya.


"waalaikumsalam"


"semoga anak kakak ipar perempuan karena saat ini cucu laki laki nya sudah banyak"gumam risa.


"Amin sayang amin"ucap tio yang mendengar gumam istrinya.


***


Selama perjalanan Vina tak hentinya mengelus perut besarnya, Aditya fokus pada jalanan sesekali melirik Vina.


"Sayang setelah ini ayo pergi ke mall"ajak aditya.


"ke mall tapi untuk apa mas?"tanya vina.


"berbelanja pakaian"jawab aditya lagi tangannya memutar setir kesana kemari.


"pakaian bayi kan masih ada mas bekas Al lagipula itu masih bagus jadi aku rasa tidak perlu membelinya lagi"tutur vina.


"maksudku bukan baju bayi sayang tapi baju mu, kamu lihat baju yang kamu pakai sudah sangat ketat padahal usia kandunganmu baru 5 bulan"jelas aditya.


"iya mas terkadang aku merasa kehamilan kali ini lebih cepat melelahkan dan sangat berat seperti ada 2 bayi dikandungan ku"ujar vina menatap suaminya dari samping.


"kita akan cari tahu nanti semoga ibu dan bayinya selamat sampai persalinan"Aditya berkata lembut dan tersenyum manis pada istrinya.


Vina mengamini perkataan aditya, masih terus memandangi wajah suaminya Vina begitu kagum bukan hanya karena ketampanannya tapi juga kesetiaan dan ketulusan nya mencintai dirinya dan anaknya.


Ya pengusaha muda sukses seperti dia apa mungkin tidak ada yang menyukainya?? sudah pasti banyak tapi aku juga percaya bahwa suamiku ini sangat setia dan menyayangi anak dan istrinya batin Vina.


"ada apa sayang?"tanya aditya tiba tiba.


"Aku kagum padamu mas"Jawab vina.


"kenapa?apa yang membuatmu kagum?"tanya Aditya lagi.


"kamu tampan, setia dan tulus mencintaiku, terkadang aku berpikir apa mungkin kamu hanya setia dengan 1 wanita di tengah kesuksesan sebagai pengusaha terkaya"jawab vina jujur mengeluarkan ketakutan yang dipendamnya sejak jatuh cinta pada suaminya.


Aditya menghentikan mobilnya di pinggir jalan,diraihnya kedua tangan istrinya kemudian di cium dalam dalam.


"Kamu ingat sebelum kamu hadir dalam hidupku?aku bahkan tidak mengenal cinta apalagi kasih sayang, hidupku penuh dengan kegelapan tidak ada warna sama sekali, Puluhan wanita mencoba mendekatiku tapi aku tidak mau dan sekarang setelah mengenal cinta itu darimu aku bisa merasakan betapa indahnya jatuh cinta dan yang lebih indah lagi adalah mencintai 1 wanita selama hidupnya"jelas aditya.


"apa aku salah jika memiliki perasaan cemburu dengan klien perempuanmu?"tanya Vina lagi.


"tentu saja tidak sayang,kamu istriku kamu berhak cemburu dan melarang wanita lain untuk mendekatiku begitupun sebaliknya kamu juga punya hak untuk melarang ku berdekatan dengan wanita lain selain kamu"jawab aditya.


"dengarkan aku sayang,aku hanya akan mencintai dirimu,wanita pertama dan terakhirku yang mengisi hatiku sampai maut memisahkan"lanjut aditya.


Vina tersentuh mendengar perkataan Aditya,dia memeluk dan menumpahkan semua air matanya di dada bidang suaminya.


"maaf mas aku hanya takut kebahagiaan yang sudah aku dapatkan akan direnggut oleh orang lain... hiks...hiks...."Vina bicara Sambil terisak.


"Sudah sayang kenapa kamu jadi cengeng begini...hmmm?"tanya aditya melepas pelukannya dan memegang dagu Vina.


"entah kenapa aku jadi baper begini, mungkin bawaan bayi mas"jawab vina sambil menghapus air matanya.


"jadi berhenti memikirkan hal yang tak perlu kamu pikirkan oke"tutur aditya.


Cup


"oke sayang"jawab Vina setelah mencium sebentar bibir suaminya.


Hari ini dan besok aku ada jadwal sekolah jadi mohon maaf ya kalo aku gak up tapi aku akan usahakan up setelah pulang sekolah tapi gak janji ya,heheheh😂😂


BERSAMBUNG.......