My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 192



Wanita itu berjalan dengan sangat susah dalam kondisi hamil dia harus rela melayani suaminya yang tidak ada puasanya ya meski itu dalam pengaruh obat tapi dia juga bersyukur karena dia lah yang menuntaskan hasrat suaminya.


"Ternyata cintamu padaku begitu besar mas, sampai kau rela menahan nya demi janjimu padaku"ucap wanita itu memandang diri di cermin yang menampilkan tubuhnya dipenuhi kissmark hasil karya suaminya semalam.


Ya benar sekali wanita yang datang ke kamar aditya semalam adalah vina, istri sah dari aditya brawijaya.


Vina terkikik geli mengingat bagaimana ekspresi suaminya semalam yang menahan nafsu tapi beruntung semalam dia datang tepat waktu entah karena Kebetulan atau memang ikatan cinta suami dan istri yang memanggil nya untuk menemui aditya.


FLASHBACK ON.


2 hari sudah aditya tidak mengabari vina, perasaanya khawatir, khawatir jika terjadi sesuatu pada suaminya.


"dil, apa aldo menghubungi mu?"tanya vina pada dila yang sedang menina bobokan bagas.


"Iya, Kenapa?"jawab dila diakhiri pertanyaan lagi.


"bisakah kamu tolong tanya padanya kenapa aditya tidak menghubungi ku 2 hari ini"ucap vina.


"sebentar biar aku telepon kan"ucap dila kemudian mengambil teleponnya dan menghubungkan aldo.


"tidak aktif Vin"ucap dila membuat vina semakin khawatir entah kenapa perasaanya menyuruh untuknya menyusul aditya.


"Nak ada apa? semua baik baik saja kan?"tanya naina yang melihat raut wajah menantunya.


"Sudah 2 hari mas adit tidak menghubungi ku mah, ya aku tahu mas adit disana pasti sibuk tapi perasaanku mengatakan bahwa dia sedang dalam bahaya mah aku merasa akan ada seseorang yang mencoba merusak pernikahan kami"ucap vina mengeluarkan kekhawatiran sejak pagi.


"jangan khawatir nak, begini saja kita susul suami kamu dengan jet pribadi milik keluarga kita"ucap rudi yang tidak ingin menantunya banyak pikiran.


"sudah vin aku yakin semua akan baik baik saja"ucap imel menenangkan Sahabatnya itu.


Mereka bersiap-siap untuk menusuk aditya ke Surabaya, perjalanan yang ditempuh pesawat hanya butuh waktu 1,5 jam beruntung aditya sempat memberitahu dimana hotel tempat ia menginap karena itu setelah pesawat landing mereka langsung menuju hotel.


"Aldo???!!"panggil vina pada aldo yang sedang ingin masuk lift.


"Vina??kalian semua kesini?"tanya aldo terkejut.


"dimana mas Adit?"tanya vina langsung.


"oh Astaga aditya,vina kau harus segera ke kamarnya dia sedang membutuhkan mu disana"ucap aldo mengingat saudaranya itu.


"do semua baik baik saja kan?"tanya naina mulai khawatir.


"akan aku ceritakan nanti tapi sekarang kau harus menemui aditya jika tidak ingin sesuatu terjadi pada pernikahan kalian, kamarnya ada dilantai 11 no 54"ucap aldo.


Vina segera masuk ke dalam lift, selama di dalam tak henti ia berdoa memohon untuk kebaikan keluarganya, tangannya sudah berkeringat dingin sesekali Vina menggigit bibirnya karena khawatir.


Tring....


Dengan langkah secepat mungkin vina menuju kamar yang terletak di pertengahan koridor hotel, matanya seketika membulat ketika melihat aditya sedang memarahi seorang wanita tanpa busana.


"apa apaan ini?wanita itu dan mas Adit???"vina masih melihat dari kejauhan hingga wanita itu pergi dan pintu kamar Aditya tertutup.


Beruntung aditya tidak mengunci pintu kamarnya sehingga mempermudah Vina untuk masuk,dia begitu terkejut melihat aditya yang sedang duduk berselonjor dengan keringat yang sudah membasahi wajah dan tubuhnya, tatapan matanya sayu tertutup kabut gairah.


"Sayang????"panggil aditya parau.


sekarang dia paham situasi yang dialami aditya,dia membiarkan Aditya menjamah tubuhnya dengan kasar karena yang terpenting sekarang adalah keselamatan suaminya.


FLASHBACK OFF


Vina memakai dress merah yang sedikit longgar karena kehamilannya sudah besar,di poles wajahnya yang cantik dengan makeup tipis menambah kesan elegan seorang vina.


"Bagaimana aku menutupi ini?? ya ampun mas kamu benar benar membuatku malu saja"gerutu vina yang terlontar untuk suaminya.


Sedangkan aditya bersiap untuk pulang namun terhenti ketika mendengar suara anak kecil yang memanggilnya.


"Papa.....papa...."


Aditya menoleh dan tenyata itu adalah anaknya.


"Al???Al sama siapa??mamah mana??"tanya aditya sambil memeluk tubuh anaknya yang gemuk itu.


"mama.. gih....Al sama Oma"jawab Al.


"Adit???"panggil seorang wanita padanya.


"mamah, kalian semua kesini?"tanya aditya terkejut.


"kamu terkejut atau tidak senang kita kemari?"Sindir rudi.


"Bukan begitu pah,lalu dimana Vina?"tanya aditya tak mendapati istrinya.


"kau yakin bertanya tentang istrimu setalah apa yang kau lakukan padanya?"sindir rendy.


Aditya menunduk,benar kata rendy apakah dia pantas menanyai istrinya setalah apa yang dilakukannya semalam?.


"Kami semua sudah tau nak, sekarang pergilah ke kamarmu temui wanita itu, kau harus bertanggung jawab dit"ucap naina lembut.


"Apa yang mamah katakan?aku sudah menikah, semua itu terjadi begitu saja"ucap aditya tidak menyangka jika naina akan mengatakan itu.


"Temui dia dit"ucap aldo yang datang bersama istrinya.


"kenapa kalian menyuruhku menemuinya ha??aku sudah menikah dan aku sangat mencintai istriku lagipula aku sudah memberinya uang sebagai kompensasi"bentak aditya tidak tahan semua keluarga nya menyuruh untuk menemui wanita itu.


"uang tidak bisa dijadikan sebagai bahan pertanggungjawaban aditya, sekarang mamah minta kau temui dia dan tentang vina mamah yang akan memberitahu nya"balas naina tak kalah membentak.


"tapi mau...,"belum sempat aditya bicara naina sudah memotongnya dengan tegas.


"jika kau tidak mau maka kami semua disini tidak akan membantumu dan sudah dipastikan Vina akan marah besar padamu"potong naina dengan tegas.


Aditya menarik nafasnya dan membuangnya dengan kasar hingga akhirnya dia pergi ke kamarnya menitipkan Al pada naina.Dalam hati tak henti beroda semoga wanita itu tidak mempermasalahkan kejadian semalam dan memilih pergi dengan uang itu.


Tok... tok...tok...


Mendengar suara pintu yang diketuk Vina menundukkan kepalanya dan menutupi wajahnya dengan rambutnya yang panjang.


Ceklek.


Drama dimulai!!! batin vina terkikik.


Dengan ragu aditya masuk kemudian duduk di sofa yang berhadapan langsung dengan wanita yang sejak tadi menunduk.


ekhmmm


"Siapa nama anda??"pertanyaan formal terlontar dari mulut aditya.


"kenapa anda ingin tahu nama saya?apa anda berniat memberikan nama anda dibelakang nama saya?"tanyanya balik.


"anda pasti sudah membaca surat yang saya tulis bukan?dan disana juga saya tinggalkan beberapa lembar uang pasti anda mengerti maksud saya kan"ucap aditya dingin.


"Uang anda tidak akan bisa membayar waktu yang saya habiskan bersama anda,disini, dikamar ini dan di ranjang ini.Semua barang yang ada disini menjadi saksi bisu bagiamana anda dengan kasarnya menggauli saya"Balasnya dengan berani.


"Berhenti mengungkit masalah semalam, sudah jelas saya tulis dengan tinta hitam diatas kertas putih jangan pernah mengungkit kejadian semalam apalagi jika sampai istri saya tahu"Tegas aditya bangun dari duduknya.


"kenapa?apa anda akan lari dari kenyataan? kenyataan bahwa anda sudah mengkhianati istri anda yang sangat anda cintai?saya tahu sekarang istri anda ada disini.Bukankah menyenangkan jika saya yang memberitahu mengenai kejadian semalam"vina berbicara dengan santai sambil menggigit bibirnya berusaha menahan tawa.


"Saya menganggap masalah ini telat selesai,maaf.Selamat tinggal"ucap aditya ingin pergi namun dihentikan oleh suara nya.


"Saya ingin anda menikahi saya dan menjadikan saya sebagai istri kedua anda!!"Vina bangun dan menunjukan wajahnya pada punggung aditya.


Aditya merasa kenal dengan suara wanita itu,dia berbalik, pelipisnya mengerut bibirnya tertarik membentuk seulas senyuman terkejut.


"Apa anda bersedia menikahi saya?"tanya nya dengan senyum termanis.


"Sayang jadi semalam, semalam itu kamu?"tanya aditya dijawab anggukan oleh vina.


Aditya menutup mulutnya dengan tangannya terkejut sekaligus bahagia karena apa yang ia khawatirkan sejak pagi itu semua tidak pernah terjadi.


"iya wanita itu aku mas, istri sah kamu yang halal lahir dan batin"jawab vina tersenyum lembut.


Aditya langsung berhamburan memeluk istrinya, menumpahkan air matanya yang sejak tadi tertahan.


"aku hampir tiada sayang karena menganggap aku telah mengkhianatimu"ucap aditya menciumi sekitaran bahu dan telinga vina.


"mas aku tidak menyangka cintamu padaku sebesar itu"ucap vina menangis haru.


"hei jangan menangis, dengar sayang,cintaku untukmu tidak akan ada yang bisa menggantikannya,kamu adalah satu satunya wanita yang akan menyandang status sebagai istriku dan ratu di hatiku,aku tidak peduli situasi apa yang sedang aku hadapi tapi aku akan sekuat mungkin untuk menjaga kesetiaan ku padamu"Aditya menangkup wajah Vina mengelap air mata yang jatuh dari mata indah istrinya.


"aku terharu mas"ucap vina tertawa.


"Maafkan aku sayang"ucap aditya berjongkok dihadapan vina.


"mas kenapa seperti ini,ayo bangun"tutur vina.


"Sayang maafin papah ya, pasti semalam mamah sama kalian kesakitan ya"aditya berceloteh sambil memeluk perut vina.


"tidak apa apa pah kami mengerti"jawab vina membelai rambut suaminya.


"Jadi semua orang merencanakan ini untuk mengerjai ku?"tanya aditya berdiri dihadapan Vina dan wajah mereka hanya berjarak beberapa centi.


"bukan mas awalnya adalah........,"Vina menceritakan kekhawatiran nya ketika aditya tidak menghubunginya selama 2 hari.


"maaf sayang tapi aku benar-benar sibuk dan kau benar aku rasa ikatan batin cinta kita sangat besar, karena itu kita akan bisa merasakan satu sama lain meskipun jarak memisahkan"ucap aditya memeluk istrinya hingga terbenam didadanya.


"aku mencintaimu sayang, dulu, sekarang dan selamanya"ucap Aditya mesra mencium puncak kepala vina.


"Always love you my hubby"balas vina mencium bibir suaminya.


Ciuman dan luma*an berlangsung lama, menumpahkan rasa rindu dan kekhawatiran melalui ciuman ini.


Sekarang berarti yang harus dilempar batu bukan Aditya tapi authornya 🀣🀣ayo lempar author tapi Jangan pake batu pake like aja ya 😝😊😊


maaf ya guyss bikin kalian senam jantung Mulu, abisnya Seru sih πŸ™πŸ€£πŸ˜‚πŸ˜‚


BERSAMBUNG........