My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 71



"makasih ya udah mau anter aku"ucap dila dari luar mobil


"iya yaudah sana masuk katanya udah ditunggu"jawab aldo


"yaudah aku masuk ya kamu hati hati bawa mobilnya...dahhh sayang"ucap dila kemudian aldo melajukan mobilnya.


"Assalamualaikum"salam dila ketika memasuki rumah


"Waalaikumsalam"jawab orang yang terdengar ramai


"eh itu anak saya bu"ucap ibu dila


"wah cantik sekali, siapa namamu nak?"tanya seorang wanita cantik yang sudah berumur


"Dila tante"jawab dila sopan


"nama yang cantik secantik wajahnya.Tapi jangan panggil aku tante, panggil aku mamah okey"ucap wanita itu


"iya tan,eh mah"ralat dila


"kenalkan ini anak mamah namanya Juan"ucap wanita itu memperkenalkan seorang pria disampingnya


"Juan"kata Juan mengulurkan tangannya


"Dila"ucap dila membalas uluran tangan Juan


"cantik,kau harus menjadi milikku dila" Hati juan


"Dila mamah memutuskan untuk menjodohkan kamu dengan juan anak mamah mira"ucap ibu dila spontan membuat dila terkejut


"Apa???!!!"kejut dila dan berdiri


"sayang kenapa kaget gitu sini duduk"ucap mira dan dila kembali duduk


"bagaimana nak?"tanya ibu dila


"maaf mah tapi aku gak bisa"jawab dila membuat ketiga orang itu terkejut


"tapi kenapa?"tanya ibu dila terkejut


"Dila punya alasan mah dan lagian ini bukan zaman Siti Nurbaya,harus maen jodoh jodohan"jawab dila


"Memang kenapa orang tua menjodohkan anaknya untuk kebaikan anaknya juga"jawab ibu dila emosi


"pokoknya dila gamau dijodohin!"tolak dila dengan keras


"sial berani sekali dia menolak ku...lihat saja nanti" ucap Juan geram


"udah jeng nanti kamu bicarakan dulu sama dia aku yakin seiring berjalannya waktu dila akan mencintai Juan"ucap mira


"yaudah tante kami pulang dulu ya"pamit juan


"iya kalian hati hati ya maaf soal dila tadi"ucap ibu dila merasa tidak enak


"udah gak apa apa,kami permisi"kemudian mereka berdua melajukan mobilnya pergi


Dikamar dila


"bagaimana bisa mamah menjodohkan ku,memang ini salahku juga tidak memberitahunya soal hubungan ku dengan aldo"ucap dila memeluk bantal


"Apa aku harus bicara pada aldo?...ahh tidak sebaiknya aku bicara pada Vina saja besok"ucap dila


malam hari>Mansion 🏘️


"Alhamdulillah ya mah acaranya berjalan lancar"ucap vina disela sela makan malamnya


"iya sayang, Alhamdulillah semoga ibu dan calon bayinya sehat sampai proses persalinan"doa naina


"amin ya Allah"jawab semua yang ada dimeja makan


Disaat sedang makan tiba tiba ponsel Vina berdering dan terlihat nama dila disana


"Dila?"tanya Vina dengan raut wajah bingung


"Halo dil?"ucap vina ketika menempelkan ponselnya pada telinga


"Vina tolong aku...hiks...hiks..."ucap dila menangis dari sebrang telepon


"Halo dila????!!!!kamu dimana???"tanya vina dengan nada khawatir membuat semua ikut bingung


"Hotel Mercure.....ahhhh lepaskan dasar pria gila" jawab dila terdengar berteriak


"halo dila???kamu bisa denger aku???dila?????"ucap Vina tambah khawatir ketika mendengar teriakan dila


Tut....Tut...tut...


sambungan telepon terputus


"ada apa dengan dila vin?"tanya aldo


"Kita harus tolong dila...ayo do cepet"suruh vina


"tapi kenapa???"tanya aditya bingung


"mas aku mohon bantu tolong dila....dia dalam bahaya mas..hiks...hiks.."pinta vina menangis


Aditya menarik Vina kedalam pelukan nya dan mengelus punggung Vina lembut


"iya baikalah tapi aku kau tidak boleh ikut ya"ucap aditya


"tapi aku khawatir sama dia mas"jawab vina


"kamu lagi hamil sayang aku gamau kamu sama anak kita kenapa napa"jelas aditya


"iya Vina kamu tunggu rumah aja papah yakin dila baik baik aja"ucap rudi dan akhirnya Vina mengerti


"Kak aku ikut"teriak risa


"Baiklah"jawab aldo


"mas cepat mas"pinta Vina dan mereka bertiga segera pergi menemui dila setelah Vina memberitahu lokasi yang kebetulan tidak jauh


"ya Allah aku mohon lindungi dila"Vina mengangkat kedua tangannya berdoa


"udah sayang sekarang kita tunggu dila,kamu jangan khawatir ya"ucap naina kemudian menggiring vina ke ruang tamu bersama rudi


Selama perjalanan aldo berusaha menghubungi nomor dila tapi sayang nomornya tidak aktif


"lindungi dila ya allah aku mohon"ucap aldo khawatir


"kak tenanglah aku yakin dila akan baik baik saja"ucap risa mencoba menenangkan aldo


"iya do sabarlah"sambung aditya yang sedang fokus menyetir


Meraka sampai dihotel Mercure dan segera menuju resepsionis


"Apa ada seorang pemuda yang menyewa kamar bersama seorang gadis?"tanya aldo terengah engah karena dia berlari dari parkiran


"iya ada tuan"jawab resepsionis itu


"kamar berapa?"tanya aldo


"maaf tuan kami sangat menjaga privasi tamu kami"ucap resepsionis itu Sopan


"apa katamu?nyawa seseorang sedang dalam bahaya dan kau mementingkan privasi?"bentak aldo


"do tenangkan dirimu"ucap aditya ketika semua mata pengunjung hotel Melihat kearah mereka


"Bagaimana aku bisa tenang,nyawa dila dalam bahaya"jawab aldo


"kakak sabar"ucap risa


mata para pengunjung tak henti hentinya menatap mereka bagaimana tidak mereka adalah anak keluarga Brawijaya, keluarga kaya dan sangat terkenal pengusaha terkaya no 1 diindonesia.


"hei bukankah itu anak anak keluarga Brawijaya?"ucap seseorang


"iya kau benar itu adalah aditya Brawijaya pengusaha muda dan tampan terbaik di negara ini"tanggap yang lain


"cepat beritahu nomor berapa?"bentak aldo yang tak perduli dengan orang orang disekitarnya


Resepsionis itu tampak gemetar ketakutan ketika Aldo semakin membentaknya


"Aldo???"panggil seseorang membuat yang dipanggil menengok


"Dila???"Panggil aldo,aditya dan risa


Dila berlari ke dalam pelukan aldo dan menangis


"hiks...hiks...aku mau pergi...."ucap dila dengan tangis


"iya tenanglah"ucap aldo mengelus punggung dila


"Terimakasih tuan tio atas bantuannya"ucap dila pada tio yang menolongnya


"Sama sama nona,mana mungkin saya akan diam saja melihat seorang gadis diperlakukan kasar"ucap tio membuat hati seseorang tertegun


"Selain tampan dia sangat penyayang" Hati gadis itu tertegun akan sikap tio


"Tuan sekali lagi terimakasih"ucap aldo


"sudahlah tidak apa apa,kalo begitu saya permisi"pamit tio


"Hati hati"ucap risa keceplosan


"Ekhmmmm"batuk aditya membuat risa tersadar


"Kenapa kalian menatapku begitu? aku kan hanya mengatakan itu bukan mengatakan cinta padanya"Ucap risa lagi lagi membuat dirinya malu sendiri


"oh jadi kau mau mengutarakan cinta padaku nona?"goda tio


"sudahlah ayo pulang kakak ipar menunggu kita"ajak risa mengalihkan pembicaraan


"Baiklah semuanya saya permisi, selamat malam"pamit tio


Aditya dan yang lainya membawa dila pulang ke Mansion


"Assalamualaikum"salam semuanya ketika memasuki mansion


"waalaikumsalam"jawab Vina dan kedua mertuanya


"Dila??????!"Panggil Vina kemudian berlari memeluk dila


"kau baik baik saja?"tanya vina khawatir


"Tenanglah bumil cantik aku baik baik saja"jawab dila tersenyum


"Syukurlah"ucap Vina merasa lega


BERSAMBUNG......


HAII AKU UP LAGI NIHH πŸ€—πŸ€— BANTU LIKE DAN VOTE YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT BUAT UP πŸ™πŸ˜ŠπŸ™πŸ˜Š BANTU KOMEN KRITIK DAN SARAN JUGA BOLEH πŸ‘β€οΈβ€οΈ


TERIMAKASIH,HAPPY READING ❀️🌺✨