My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 114



Vina Sampai di mansion,dia berlari masuk tanpa mengucapkan salam,menaiki tangga dan membuka pintu kamar aditya.


"apakah benar aku ini istri pak Adit??"Vina bertanya tanya sendiri seraya mencari cari sesuatu.


Tangannya berhenti mencari ketika melihat sebuah album foto "Wedding Vina & Aditya".


Dengan ragu Vina membuka album foto itu, mulut dan matanya serentak terbuka lebar ketika memandangi satu persatu foto yang dia pegang.


"Jadi benar aku adalah istri pak aditya?"gumam Vina pelan tangannya masih aktif membolak-balik album foto.


Kepalnya terasa sakit bayangan hitam putih lagi lagi mengelilingi pikirannya.


mas aku mencintaimu, berjanjilah kau akan selalu ada bersamaku,mas aku hamil, sayang,mas, sayang, mas, Sayang.


perkataan dan bayangan klise menganggu pikirannya, kepalnya semakin terasa sakit sampai akhirnya dia tak sadarkan diri dan tergeletak di lantai bersama foto foto yang berserakan.


Sedangkan dikantor, aditya masih mengerjakan pekerjaan nya sekejap dia mengingat Vina,sudah hampir 3 jam Vina belum kembali. Apa dia kesasar? pikir nya.


"kemana Vina sudah 3 jam dia belum kembali"Aditya bangun melangkah menuju pintu dan meraih gagang pintu dilihatnya pintu ruangan aldo tertutup.


"Permisi pak"sapa seseorang mengentikan langkah aditya.


"ana, rizal kalian sudah selesai ambil cuti?"tanya aditya.


"mmm iya pak"jawab ana menunduk.


"pak kami ingin mengatakan sesuatu pada anda tapi tolong anda jangan marah apalagi memecat kami"ucap Rizal takut.


"ada apa kenapa kalian terlihat seperti ketakutan?"tanya Aditya meletakan tangannya di sisi kantung celananya.


"kami tidak tahu jika Vina lupa ingatan jadi kami mengatakan bahwa dia adalah istri anda"jawab Rizal.


"APA??!!!!"kejut aditya sedikit berteriak membuat kedua anak manusia itu semakin menciut ketakutan.


"Maafkan kami pak kami salah kami tidak tahu jika....."ana belum menyelesaikan kata kata nya tapi aditya sudah membentaknya.


"Sudah cukup,kenapa kalian bisa seceroboh itu hah?ahhh tidak ada gunanya bicara pada kalian"bentak aditya kemudian meninggalkan mereka berdua.


Aditya melangkahkan kaki panjangnya ke dalam lift terlihat dari raut wajahnya antara marah dan khawatir sampai tidak ada yang berani menyapanya.


Aditya masuk dan duduk di kemudi langsung menancapkan gasnya tanpa tujuan.


"Sayang kamu dimana...... jangan membuatku khawatir begini"Aditya memukul setirnya mobilnya berkali kali.


Aditya meraih ponsel di jasnya dan menghubungi aldo.


"Halo do?"


"ya dit ada apa?"


"Vina sudah tau semuanya sekarang aku tidak tahu dia dimana tolong kau bantu Cari"


"Apa??? baiklah sekarang kau pulang Kita akan mencarinya bersama"


Aditya membelokan mobilnya menuju Mansion, mobil memasuki gerbang tinggi dimana sebuah bangunan mewah itu berdiri Kokoh.


"Selamat siang pak aditya"sapa satpam pada Aditya.


Aditya tidak menjawab dia keluar dan masuk ke dalam rumah,dilihat raut wajah keluarga sudah khawatir.


"Adit bagaimana bisa Vina tahu semuanya? masih terlalu cepat untuknya menerima ini semua dit"tanya naina.


"mah sabar dulu aku yakin Vina akan baik baik saja"ucap dila.


Imel dan Rendy datang setelah mendapat telepon dari Aldo yang mengatakan bahwa Vina hilang.


"dit bagaimana?"tanya rendy.


Aditya hanya menggeleng seraya memangku dagunya.


Dikamar aditya Vina sudah membuka matanya, perlahan mata indah itu menyusuri seisi kamar dia ingat bahwa ini adalah kamar nya dan Aditya.


"ini adalah kamarku dan mas Adit bukan?"Vina bertanya tanya.


Matanya beralih menatap foto foto yang berserakan dia mencoba mengingat apa yang terjadi sebelum dia tak sadarkan diri.


"ahh aku ingat aku mengalami kecelakaan waktu itu dan bayi .....bayiku???"Vina menjeda perkataannya dan beralih mengelus perut nya.


"hiks... hiks... maafkan mamah sayang yang tidak bisa menjagamu....kau bahkan belum melihat dunia... mamah mohon maafkan mamah"Vina menangisi bayinya yang telah tiada.


"mas Adit?? dimana dia?dia pasti akan sangat kecewa padaku..aku tidak bisa mempertahankan anakku...hiks... hiks...."


tangis Vina semakin pecah,foto foto itu membuatnya kembali mengingat masa lalu.... bersyukur sudah pasti itu yang dirasakan Vina.


Vina mengangkat tubuhnya sendiri berusaha untuk berdiri,di raihnya gagang pintu dan keluar dengan langkah lunglai.


"Kenapa mereka menangis?apa mereka mengkhawatirkan ku?ya Allah aku lupa berpamitan dengan mas Adit tadi"Vina baru ingat.


Setalah anak tangga terkahir di turunin nya, Vina dengan sekuat tenaga berlari seraya memanggil nama aditya.


"mas Adit??"panggil Vina membuat semua orang melihat nya.


dengan berderai air mata dia memeluk erat tubuh orang yang teramat dicintainya.


"Vina ada apa denganmu?"tanya aditya yang belum menyadari jika ingatan Vina sudah kembali.


Vina mendongakkan kepalanya menatap penuh rasa bersalah dan rindu bercampur aduk.


"aku sudah ingat semuanya sayang sudah ingat"ucap Vina kembali memeluk aditya.


Aditya dan yang lain nya diam terpaku sejenak dengan perkataan Vina namun setelah beberapa saat mereka menunjukan wajah bahagia.


Aditya membalas pelukan hangat istrinya tak kalah erat dia menciumi puncak kepala Vina penuh kerinduan.


"sayang kau sudah ingat semuanya?"tanya aditya dengan air mata yang sudah menggenang di pelupuk mata nya.


"iya mas aku sudah ingat semuanya"Vina menghapus air mata yang mulai terlewat di pipi suaminya.


Cup....cup... cup


aditya menciumi seluruh bagian wajah Vina tanpa ada yang terlewat kemudian kembali memeluk nya.


"hiks... hiks....maafkan aku mas..."Vina menangis di dalam dekapan Aditya.


"maaf? untuk apa?"tanya aditya menangkup wajah Vina.


"aku tidak bisa menyelamatkan anak kita mas tolong maafkan aku"air mata Vina semakin deras membasahi wajahnya.


"sssttt sudah sayang jangan menagis ini sudah kehendak Allah"Aditya berusaha menguatkan Vina.


Vina beralih menatap ibu dan ibu mertuanya,dia mendekati wanita yang begitu berharga dalam hidup nya.


"ibu"Vina memeluk dina erat.


"sudah nak jangan menangis semua akan baik baik saja"Dina menghapus air mata putrinya.


"Mamah Vina minta maaf mah"Vina memeluk naina dan menangis dibahu naina.


"sudah sayang Jika Allah menghendaki kamu untuk punya anak lagi Allah pasti akan memberikannya"ucap naina lembut mengelus punggung menantunya penuh cinta.


"nak sudah cukup kau menangis sekarang kita harus bahagia karena kau sudah mengingat semuanya"sambung Rudi mengelus rambut vina.


"Apa kau tidak mau memeluk kami??"tanya imel


Vina beralih menatap kedua sahabatnya, dilihat mereka sudah menangis haru dalam dekapan suami meraka.


"kemarilah"Vina menjentikkan jarinya.


Mereka bertiga saling berpelukan menumpahkan rindu dari hati ke hati.


"kamu tahu ketika kamu tidak ingat pada kami rasanya pada saat itu kami kehilangan harta yang Sangat berharga"ucap Imel lebay.


"apalagi saat kamu memanggil ku nona rasanya telinga ku ingin pecah"sambung dila.


"baiklah Imel ku yang bawel dan dila ku yang suka dandan sekarang aku sudah ingat kan?jangan khawatir aku tidak akan lupa pada kalian"ucap vina Kemabli memeluk dua sahabatnya.


Ma...ma...ma


Al memanggil manggil Vina seraya mengangkat tangan nya tanda meminta digendong.


"Anak mamah kemarilah sayang"Vina dengan Senang hati menggendong Al.


Vina menciumi wajah Al, menangis mengingat dia pernah melupakan anaknya yang tampan itu.


"sayang mamah minta maaf ya pernah lupa sama kamu..."ucap Vina disela sela ciuman nya.


"Vina selamat ya atas kembalinya ingatanmu"ucap Rendy.


"iya Vin selamat ya kau tahu Aditya hampir tidak pernah tidur selama kau lupa ingatan karena dia terus memikirkan mu"ledek aldo.


"Diam kau!!"pekik aditya.


"tidak apa apa malam ini dia pasti akan tidur dengan nyenyak bersama anak dan istrinya"ucap Vina kemudian menatap Aditya begitupun sebaliknya.


BERSAMBUNG.......


YEAYYYY AKHIRNYA.....πŸ˜₯😍😍😍😍😍 VOTE MANA VOTE AKU MAU CRAZY UP NIH TAPI KALIAN SEMANGATIN AKU JUGA DONG DENGAN VOTE,LIKE DAN KOMEN.... HIHIHI πŸ˜‚πŸ˜‚


TERIMAKSIH, HAPPY READING ❀️🌺🌺