
Vina dan Aditya turun tanpa Al karena dia masih tidur mungkin karena tidur hampir pagi jadi dia belum membuka matanya.
"mas kapan ibu akan kesini?"tanya Vina seraya menurunkan anak tangga.
"mungkin Minggu depan sayang,kenapa kamu tidak menelponnya saja?"ujar Aditya merangkul bahu istrinya.
"kemarin lusa aku menelponnya tapi ibu bilang dia akan kemari secepatnya"jawab Vina.
"kalo begitu tunggu ya sayang ibu dan Iqbal pasti akan kesini,oh iya kamu tahu temanku yang menjadi guru iqbal mengabari jika Iqbal mendapatkan peringkat pertama di kelasnya"ucap Aditya membuat vina terkejut senang.
"benarkah mas?Iqbal memang pintar"puji vina.
"pintar sama seperti kakaknya sayang"puji Aditya.
"saking pintarnya dapat suami yang tampan dan mapan seperti kamu"ucap vina mencium gemas pipi suaminya.
"Ihh cium cium, kena denda loh"Aditya mendelik memandangi dada Vina.
"jangan macam macam mas ini udah dibawah"pekik vina menutupi dadanya.
"hahaha kamu lucu banget sih jadi makin cinta aku"ucap Aditya ingin mencium bibir Vina namun....
Ekhmm....
"kalo mau cium cium dikamar kali bos"sindir rendy yang baru turun bersama imel dan sial mereka harus menyaksikan keromantisan pasutri basi itu.
"Ganggu aja kalian"ketus aditya merangkul pinggang Vina meninggalkan rendy dan imel.
"ada ada saja mereka itu,hahaha"ucap Imel geleng-geleng.
Dentingan antara piring dan sendok terdengar didapur dari masing-masing piring yang digunakan.
"oh iya rend aku minta tolong atur jadwal USG Vina untuk besok,bisa?"pinta aditya.
"iya dit tentu saja nanti biar aku atur"jawab Rendy.
"semoga jenis kelaminnya sesuai kemauan papah dan mamah nya ya"ucap naina mengelus perut Vina.
"Amin mah biar ada yang merepotkan Al, Revan dan Bagas"canda vina.
"jika anak anakmu nanti berjenis kelamin perempuan sudah pasti kelak dia akan merengek pada ketiga kakaknya"ujar rudi.
"hahaha"tawa kebahagiaan memenuhi meja makan.
Setelah sarapan Aditya dan Rendy pamit untuk mencari nafkah dimasing-masing bidang keahlian Mereka.
"Sayang aku berangkat dulu ya"ucap aditya mencium kening vina kemudian turun ke perut.
Setalah kepergian aditya,Vina kembali ke kamarnya untuk melihat anaknya yang masih pulas.
"anak mamah masih pules rupanya"gumam vina seraya menutup Kembali pintu kamar nya.
Vina terkekeh melihat anaknya yang masih tidur dengan air liur yang mengalir ke bantal.
"Tidurnya sama kaya papah ya, ngiler mulu tapi masih ganteng"ucap vina sambil terus menciumi anaknya yang meski belum mandi tapi wangi.
Pelan pelan Vina menepuk pipi Al membuat Al menggeliat dan membuka matanya.
"Wahh udah bangun jagoan papah"Vina langsung menghujani anaknya dengan ribuan ciuman.
"Mama...Hua....mama"Efek bangun tidur Al menangis belum sadar jika ibunya ada disampingnya.
"sstttt sayang ini mamah....ciluk....baaaa"Vina bercanda dengan anaknya rasanya bahagia sekali suami bekerja dan istri dirumah menjaga anak.Benar benar keluarga harmonis.
Vina memandikan Al kemudian memakaikan baju kodok bergambar doraemon kesukaannya.
"udah ganteng sekarang waktunya turun main sama bagas dan revan"Vina menuntun Al turun ke bawah.
"Cucu Oma udah bangun????"naina membuka tangannya dengan cepat Al berlari masuk kedalam pelukan Oma nya.
"Apa dila sudah pulang mah?"tanya vina.
"iya sudah nak tapi sedang menyusui bagas dikamar"jawab naina.
"aku ke dapur sebentar ya mah mau bikin susu"ujar vina diangguki naina.
Dikantor,Aditya dan aldo sedang menyiapkan berkas bersama pengacara mereka untuk menuntut Sanjaya atas penculikan terhadap anaknya.
"Semua sudah siap tuan"ucap si pengacara bernama Adam.
"Aku ingin dia dihukum seberat-beratnya karena sudah berani menculik anakku bahkan Hampir melukai istriku"ucap Aditya tegas dan penuh penekanan.
"Tenang saja tuan semua bukti mengarah pada mereka"ucap adam hormat.
"Baiklah jika semuanya sudah ayo kita langsung kesana"ajak aldo diangguki keduanya.
Mereka segara pergi ke kantor polisi tempat dimana sanjaya mendekap.
"Selamat siang tuan aditya"sapa seorang polisi yang mengurus kasus semalam.
"Dimana dia?"tanya aditya.
"Mari"polisi itu mempersilahkan aditya.
Terlihat seorang pria tua berbadan gemuk sedang duduk sambil memeluk kedua lututnya ditengah kegelapan dan kesunyian dibalik jeruji besi itu.
"Bagiamana?"tanya aditya tiba tiba dengan pria dihadapannya itu upss maaf maksudnya dibatasi oleh jeruji besi.
Pria itu menengadah menatap Aditya dengan tatapan penuh kebencian.
"kau brengsek Aditya"teriak Sanjaya menggenggam jeruji itu dengan sangat kuat bahkan urat tangannya terlihat dengan jelas.
"Aku atau kau yang brengsek?kau jauh lebih tua dariku tapi sungguh rasa hormat tidak ada sama sekali untukmu, pantas saja keluargamu itu berantakan,itu semua karena kau tidak bisa mendidik anak anakmu dengan benar!!kau mencontohkan yang tidak benar untuk anak anakmu"Ucap aditya santai sambil mengantungi kedua tangannya.
"Benarkah? semua keluargaku itu hancur itu karena ulah istrimu yang penggoda itu"teriak Sanjaya.
"Berani sekali kau mengatakan itu tentang istriku!!!!"Aditya geram ingin memukul Sanjaya namun dicegah oleh aldo dan ketua polisi itu.
"Adit sabar dit jangan gegabah,dia sengaja ingin memancing emosimu agar dia bisa menuntut mu"bisik aldo.
Masih dengan tatapan yang mematikan Aditya berusaha mengatur emosi yang sekarang sudah memenuhi dan membuat seluruh tubuhnya panas.
"Tuan mari kita langsung urus kasus ini karena pembela tuan Sanjaya dan putranya sudah datang"ujar adam.
"Aku bersumpah akan membuatmu membusuk dipenjara Sanjaya!!!"ucap Aditya sebelum meninggalkan sel Sanjaya.
"Setalah apa yang dilakukan oleh papah dan adikmu?tidak akan!!"tolak Aditya mentah-mentah.
"Aditya dia sudah tua seharusnya yang dia dapatkan sekarang adalah ketenangan dihari tua bukan mendekam di penjara begini,aku mohon padamu Aditya,dia berumur sama dengan tuan rudi apa kau tega melihat seorang pria tua harus menerima siksaan setiap harinya"bujuk varel.
"papah ku dan papahmu itu sangat jauh berbeda, mereka bagaikan langit dan bumi"Aditya tidak perduli sama sekali dengan perkataan dan permintaan varel.
"Cepat urus semuanya"perintah Aditya pada Adam.
"tidak ada jalan lain selain kita harus ke jalur hukum"ucap varel kecewa pada pengacara yang ia bawa.
ia sadar jika Sanjaya bersalah dan sudah pasti sulit untuk membantunya bebas.
Setalah 30 menit, keputusan diambil dari masing-masing pendapat pembela dari kedua belah pihak.
"Terimakasih pak atas kerjasamanya"ucap adam Menyalami tangan polisi.
"Bagiamana?"tanya aldo.
"sidang akan dilakukan pada 5 Agustus mendatang"jawab adam.
"Baiklah ayo pulang"ajak Aditya.
"Aditya tunggu"panggil varel mencegah Aditya pergi.
"Kasus ini akan sampai ke jalur hukum,apa kau tidak akan takut jika nama baikmu tercemar hanya karena masalah sepele"Varel masih mencoba mencari pengampunan untuk sang ayah.
"aku sama sekali tidak perduli dengan reputasi ku yang terpenting adalah papahmu itu harus mendapatkan hukuman atas apa yang telah dia perbuat"jawab Aditya tanpa membalik badan.
"dan apa?sepele? ini bukan masalah sepele tuan varel,anak dan keluarga kami hampir menjadi korban dalam kesalahpahaman ayahmu jadi jangan pernah menganggap semua ini sepele"sambung aldo kemudian mengikuti Aditya meninggalkan kantor polisi.
Vina pergi ke kantor Aditya tanpa memberi tahu sebelumnya, sesampainya di ruangan suaminya dia tidak mendapati Aditya.
"apa mas Adit sedang meeting diluar?"gumam Vina bertanya tanya.
Vina keluar kemudian bertanya pada sekretaris lamanya yang kembali bekerja disana.
"permisi??"ucap Vina pada sekretaris aditya bernama mila.
"eh iya bu,ada yang bisa saya bantu?"tanya mila.
"kemana pak Aditya?apa dia sedang meeting diluar?"tanya vina.
"maaf bu tapi saya tidak tahu bapak pergi ke mana dan hari ini beliau juga tidak ada jadwal meeting dengan siapapun"jawab mila.
"lalu pergi ke mana mas Adit?"gumam vina.
"eh itu bapak bu"Mila tiba tiba berkata seraya menunjuk sopan aditya yang baru Kembali.
"Sayang kok kesini gak bilang dulu"Aditya memeluk bahu vina dan mencium keningnya.
"emang gak boleh kesini kalo gak bilang?"tanya Vina cemberut.
"Ya boleh dong nyonya,apa sih yang engga kalo buat nyonya Brawijaya"goda aditya mencolek dagu vina.
"Dit aku kembali ke ruangan ku dulu,Vin aku permisi dulu"ucap Aldo.
"iya do"jawab vina sedangkan aditya hanya mengangguk.
"Ayo masuk"ajak aditya.
"Mila terimaksih banyak ya"ucap vina pada si sekretaris.
"tentu bu"jawab mila sopan.
Aditya mendudukkan istrinya disofa sedangkan dia berjongkok dihadapan vina.
"mas darimana?"tanya vina.
"abis meeting diluar sayang"jawab aditya berbohong.
"Tumben kamu bohong sama aku, tadi kata mila hari ini kamu gak ada jadwal meeting"ucap vina membuat aditya ketar ketir sendiri.
"bukan maksud membohongi mu sayang hanya saja tadi aku sedang mengurus suatu hal yang tidak perlu kamu tahu"jelas aditya mencium kedua tangan Vina.
"Aku tidak akan curiga sama sekali sama kamu mas,aku percaya kamu tidak mungkin mengkhianati pernikahan kita yang sudah bahagia ini"ucap vina lembut sambil memegang sebelah pipi aditya.
"Terimaksih"aditya kembali mencium tangan vina.
"Baiklah ayo makan dulu"ajak vina menyajikan makan siang yang ia bawa.
"Menu apa yang istriku bawa hari ini???"aditya menggosok kedua telapak tangannya sudah tidak sabar untuk melahap makanan yang dibawa Vina.
"Ayo buka mulut"ujar vina menyodorkan makanan ke mulut Aditya.
Aditya langsung menyambar makanan yang disuapi oleh vina, melihat Vina yang tidak makan membuat aditya bertanya.
"Apa kamu sudah makan?"tanya aditya.
"aku akan makan setelah imamku makan"jawab vina.
"tidak ada peraturan seperti itu sayang"Aditya mengambil sendok dari tangan Vina"ayo buka mulut"Aditya bergantian menyuapi istrinya.
Vina tersenyum kemudian melahap suapan suaminya, sedikit noda tertinggal di sudut bibir vina.Aditya mengelapnya menggunakan ibu jarinya kemudian tanpa jijik dia menjilat nya membuat Vina tertegun.
"pria dihadapanku adalah suamiku,imamku dan ayah dari anak anakku,dia pria Soleh yang dikirim Allah untukku,aku bahagia bisa menjadi istrinya sungguh sebuah anugerah bisa memiliki suami yang mencintaiku lebih dari apapun.Aku mencintaimu suamiku" ucap vina dalam hati sambil menatap wajah Aditya dengan lembut..
"Ada apa sayang?"tanya aditya melihat vina yang melamun.
"tidak mas hanya saja aku merasa hari ini kamu jauh lebih tampan"jawab vina kemudian perlahan menaikan tangannya menyentuh wajah aditya.
"Dan kamu cantik setiap hari sayang"ucap aditya memegang tangan Vina yang ada diwajahnya.
Mereka berdua saling melempar senyum ketulusan, ketulusan saling mencintai dan membangun keluarga yang bahagia.
Love you guys
peluk dan cium V&A❤️
Jangan kira tamat ya guyss, mereka berdua emang mau kasih Sarange buat kalian yang selalu setia baca kisah kebahagiaan mereka 🤗🤗❤️😘
BERSAMBUNG.......