My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 210



Vina di bawa ke ruang perawatan untuk melakukan transfusi darah, aditya menghampiri brankar vina meraih tangan istrinya yang tidak sadarkan diri itu.


"Sayang kamu harus kuat"bisik aditya kemudian mencium kening vina.


Wajahnya pucat,sisa air mata masih melekat di sekitaran matanya.Naina begitu sedih melihat keadaan menantunya,menantu yang masih sehat dan segar beberapa saat lalu kini terbaring lemah diatas sebuah brankar.


"Nak mamah tau kamu wanita yang kuat, bertahanlah demi aditya dan Al sebentar lagi keluarga kalian akan lengkap dengan kehadiran baby twins yang sudah kamu tunggu tunggu"ujar naina memegang dahi vina yang masih tersisa keringat.


"Vin, kamu ingat kan dulu kamu menyemangati ku demi anakku maka kamu juga harus semangat demi anak anakmu dan suami mu.Aku disini akan mendoakan yang terbaik untukmu"ujar imel.


"Sayang,aku mohon"bisik aditya kemudian mencium pipi vina membiarkan bibirnya menempel pada pipi istrinya itu.


"Maaf tuan,sudah waktunya"ujar dokter Rani kemudian menyuruh suster mendorong brankar vina menjauhi aditya dan yang lain.


"Siapkan alat untuk operasi sesarnya,kasus kali ini agak sedikit rumit karena mengingat pendarahan dan keguguran yang pernah dialami vina"ujar rendy pada dokter rani.


"Nyonya anda sudah siap kan?"tanya suster pada dina.


"Sus, ambil darah saya sebanyak yang dibutuhkan vina tapi tolong selamatkan anak dan cucu saya"saut dina.


"Kami akan melakukan yang terbaik nyonya, tenanglah"jawab suster.


Dina memandang vina yang ada di seberang nya, wajah itu mengingatkan nya pada herman suami sekaligus suami nya.Selama ini hanya penderitaan yang Vina dapat, rasanya sakit sekali melihat anak kita terbaring lemah diatas brankar.


"Vina???!!!"panggil dina lirih.


1 jam telah berlalu vina mengambil banyak sekali darah dari dina,jam sudah menunjukkan pukul 22:30 AM.


"Kalian pulang saja,aku akan disini menunggu Vina"ucap aditya dengan tatapan kosongnya.


"Mamah akan disini bersama adit kalian pulanglah"ucap naina pada suami dan anaknya.


"Engga tan,tante harus istirahat biar imel yang disini"tolak Imel.


"Yang dikatakan Imel benar tan, tante pulang aja ada aku,adit dan imel yang akan menjaga disini"ucap rendy.


"Pulanglah mah aku titip Al ya mah jangan biarkan dia tau soal vina jika tidak nanti dia akan menangis"tutur aditya.


"Baiklah dit, kabari kami ya kalo ada apa apa"ucap Rudi.


"nak nanti kabarin ibu ya"ucap dina mengelus punggung menantunya.


"iya Bu"jawab aditya.


"kami pulang dulu, assalamualaikum"salam aldo kemudian pergi bersama kedua orang tuanya dan dina.


"Dokter rendy bisa kita bicara sebentar?"ucap dokter rani menghampiri rendy.


Rendy mengangguk dan masuk ke dalam ruangan dokter rani.


"Dokter kita tidak bisa melakukan operasi pengangkatan rahim"ujar dokter rani tiba tiba.


"Maksudnya?tadi anda bilang rahim vina pecah dan sudah mengeluarkan racun"tanya rendy.


"Itu benar tapi.....,"Dokter rani menggantung perkataannya.


FLASHBACK ON


1 jam telah berlalu setalah transfusi darah yang Vina lakukan, perlahan mata vina terbuka memperlihatkan ruangan bercat putih dengan suara suara mesin.


"Kasihan sekali nona vina,dia wanita yang baik tapi harus kehilangan rahimnya karena ini sudah ketiga kalinya dia mengalami pendarahan berat"ujar seorang suster yang sedang menyiapkan beberapa alat medis.


"kau benar,aku tidak tahu seperti apa perasaanya nanti ya meski dia sudah memiliki anak tapi sebagai seorang wanita pasti kita akan terpukul karena tidak bisa hamil lagi"saut suster lainnya.


"Sus???!!!"panggil vina pelan membuat kedua suster itu menoleh ke belakang mendapati vina yang sudah sadar.


"Nona anda sudah sadar?"tanya suster menghampiri vina.


"Bisa saya tanya sesuatu pada kalian?"tanya vina pelan dan putus putus.


"Iya nona"jawab mereka.


"Apa maksudnya dengan pengangkatan rahim?apa aku harus melakukan operasi itu?"tanya vina.


"maaf nona anda masih lemah, istirahatlah kami akan panggilkan dokter rani"jawab suster A.


"Aku mohon jangan"ucap vina


"Tapi nona, rahim anda sudah hancur dan mengeluarkan racun itu sangat berbahaya untuk kesehatan anda"ucap suster B.


"Jangan"ucap vina lagi menggelengkan kepalanya pelan.


Suster A memilih untuk memanggil dokter rani dan tak lama dokter rani datang.


"Nona anda baik baik saja?apa anda merasakan sakit di bagian perut?"tanya dokter rani.


"dokter tolong jangan lakukan"ucap vina.


"maaf nona tidak bisa karena itu berbahaya bagi kesehatan anda"ucap dokter rani.


"Apa tidak ada solusi lain dok?"tanya vina berderai air mata.


"ada tapi apa anda yakin mau melakukannya?"tanya dokter rani ragu.


"Apapun itu dok"jawab vina.


"anda harus memakai alat kontrasepsi seperti pil KB atau IUD yang mengandung hormon levonorgestrel untuk mengurangi perdarahan dan menkonsumsi beberapa jenis sayuran dan buah yang mengandung hormon baik untuk pemulihan rahim anda.Tapi perlu diketahui nona ini semua sangat beresiko tinggi terhadap nyawa anda"jelas dokter rani.


"Apapun itu dok saya akan lakukan,saya tidak mau membuat suami saya kecewa"saut vina.


"Tapi ini semua juga butuh persetujuan suami anda nona"ujar dokter rani.


"Katakan saja itu surat operasi sesar pasti dia akan menandatangani nya"jawab vina.


"Saya melanggar prosedur rumah sakit ini nona"ucap dokter rani.


"Saya mohon"lirih vina menggenggam tangan dokter rani.


"Sus siapkan semuanya"ujar dokter rani pada kedua suster itu.


FLASHBACK OFF


Rendy keluar dari ruangan dokter rani menuju ruangan dimana vina melakukan transfusi darah.


"Vin??"panggil rendy pelan.


"Rendy??? rend dimana mas adit?"tanya vina.


"Apa yang kau lakukan? itu semua berbahaya untuk kesehatan mu"ujar rendy langsung.


"Aku sudah baca semuanya rend bahwa melakukan operasi pengangkatan rahim akan mengurangi rasa kepuasaan pasangan dan aku tidak mau itu terjadi untuk suamiku"jawab Vina tenang.


"Tapi jika aditya tau dia pasti akan sangat marah padamu Vin"ucap rendy meletakan kedua tangannya di pinggang.


"Kau jangan memberitahunya"saut Vina cepat.


"Aku harus memberitahunya Vin"ucap rendy ingin pergi.


"Jika kau memberitahunya aku akan mati setelah melahirkan kedua anakku ini rend,ingat itu"ancam vina suaranya terdengar begitu santai.


"Vin kau jangan mengancam soal Kematian padaku,Al membutuhkanmu begitupun Aditya"saut rendy.


"Karena itu aku melakukan ini"teriak vina histeris.


"Baiklah tapi kau harus janji akan melakukan semua prosedur cara ini dengan benar"ucap rendy mengalah.


"Aku janji"jawab Vina.


****


Lampu ruang operasi Kembali menyala setalah semalam mati,ya pagi ini Vina akan melakukan operasi besarnya yaitu melahirkan buah cintanya dengan Aditya.


"Sayang kamu kuat"ucap aditya mencium kening vina membuat Vina tersenyum.


"Iya mas aku akan kuat,aku dan kedua anak kita akan baik-baik saja"jawab vina.


"Nak,Al menunggumu dirumah"Ucap naina.


"aku akan pulang mah bersama kedua cucu mamah"jawab vina.


"Mari"ujar seorang suster mendorong brankar Vina masuk ke dalam ruang operasi.


OPERASI DIMULAI!!!!


"Ya allah selamatkan anak dan istriku"aditya menyatukan kedua tangannya meminta kepada Allah.


"Dit,ini makanlah sejak semalam kau belum makan"ucap naina.


"makanlah dit"ucap aldo.


"Bagaimana dengan Al?"tanya aditya pada aldo.


"dia baik meskipun terkadang menangis mencari Vina"jawab aldo.


"Kau jangan khawatir pada Al,disana ada imel dan ibu pasti dia akan baik-baik saja"ucap dila yang gantian kerumah sakit dengan Imel.


"Terimakasih"ucap aditya.


Sayatan demi sayatan diterima oleh Vina yang sudah terpengaruh obat bisu,darah mengalir di plastik operasi hingga terlihat sebuah gelembung berisi 2 bocah mungil.


Dokter Rani memberikan kedua bocah itu kepada suster untuk di bersihkan dan di letakkan di inkubator.


Oek.... oekkk....


Suaranya bersahutan menyaring telinga aditya dan yang lain yang sedang menunggu di luar, tangis haru jatuh dari pelupuk mata aditya untuk kedua kalinya,kedua kalinya Vina melahirkan buah cintanya.


"Adit selamat dit anak anakmu sudah lahir"ucap Rudi memeluk aditya dan menepuk nepuk punggung aditya pelan.


"Selamat mah,cucu mamah tambah 2"ucap dila memeluk naina.


"Selamat untukmu juga karena sekarang keponakanmu bertambah"jawab naina.


"dit, selamat ya"ucap aldo memeluk tubuh sang kakak.


"terimaksih do"jawab aditya mengeratkan pelukannya.


Setelah membersihkan sisa melahirkan, kini para dokter kembali di sibukkan karena harus memasang alat kontrasepsi IUD pada Vina.


Dokter memang sengaja memberikan obat bius jangka 1 jam karena jika pemasangan alat kontrasepsi pasien harus dalam keadaan sadar demi kebaikan di pasien sendiri.


"Sshhhh sakit....."rintih Vina mencengkram kedua sisi besi brankar.


"Nona anda harus tahan ya memang rasanya akan sakit karena anda melakukannya langsung pasca melahirkan seperti ini"ucap dokter rani kembali memasang alat kontrasepsi itu.


"ahhh sakit...dok....hiks....hiks...."Vina benar benar tidak tahan dengan rasa sakit yang ia rasakan 3X lebih sakit ketika melahirkan Al dulu.


Keringatnya bercucuran dengan nafas yang memburu, dokter sudah memasang alat itu kemudian memeriksa monitoring detak jantung Vina.


"Detak jantungnya Normal, begitupun dengan denyut nadinya"ucap dokter rani yang langsung di catat oleh suster.


Setelah melahirkan dan memasang alat kontrasepsi itu vina dipindahkan ke ruang perawatan intensif dan tidak bisa ditemui selama 5-6 jam.


"Dokter bagaimana istri saya?"tanya aditya memang tadi aditya sempat melihat istrinya tapi dokter melarang aditya untuk menyentuh Vina demi mencegah bakteri ataupun semacamnya.


"Istri anda saat ini masih dalam pengaruh obat bius, selama 5-6 jam dia dilarang di temui oleh siapapun"jawab dokter rani.


"Bagiamana dengan cucu saya dok?"tanya naina.


"Selamat, anak nona Vina berjenis kelamin laki-laki dan perempuan dalam keadaan sehat dan normal, saat ini mereka berada di ruangan inkubator kalian bisa melihat dari luar jendela"awab dokter rani.


"Alhamdulillah, dokter terimaksih banyak dok"ucap rudi membawa kedua telapak tangan untuk mengucap syukur.


PERJUANGAN SEORANG IBU DEMI ANAKNYA MEMANG TIDAK BISA DIBAYAR DENGAN APAPUN 😢


perjuangan Vina masih berlanjut ya guys,dia rela berjuang demi suami dan anak-anak nya.Menahan sakit yang teramat.


Note: semua teori ini aku cari di google dan hanya imajinasi ku semata ya sebenarnya gak tahu kalo di Kedokteran ada atau engga 😉 terimaksih


BERSAMBUNG........