
Vina segara bersiap siap untuk pergi cek up kandungan sementara Al tertidur di kamar sang nenek,ya mungkin karena efek tidak enak badan Al kembali tertidur.
"mah aku titip Al sebentar ya"ucap vina pada naina.
"Iya nak pergilah semoga kandunganmu baik baik saja ya"ujar naina.
"aku pergi mah, assalamualaikum"salam vina mencium punggung tangan naina.
"waalaikumsalam,hati hati ya"saut naina.
Vina segara keluar,dia memutuskan untuk naik taksi online karena disana aditya juga membawa mobil.
"non gak di anter?"tanya pak Alif.
"ehh gak usah pak saya naik taksi saja"jawab vina ramah kemudian pak Ali membuka gerbang untuk nona nya.
"maksih ya pak ali"ujar vina diangguki pak ali.
Vina segera meluncur ke kantor suaminya setalah taksi pesanan nya datang, selama perjalanan vina mencoba menghubungi suaminya tapi sayang nomornya tidak aktif dia ingat aditya mengatakan ada meeting dikantor.
"Mungkin sedang meeting"gumam Vina pelan.
Vina juga berchatting dengan dila, menanyakan anaknya yang takut menangis setalah bangun tidur nanti.
"Dil,apa Al sudah bangun?"
"Belum vin,kamar mamah pintunya tertutup pasti dia belum bangun"
"ya sudah aku titip sebentar ya"
"oke beb"
Setalah membayar tarif, vina masuk ke dalam aren kantor banyak pasang mata yang memperhatikannya mungkin karena penampilannya yang menggunakan long dress berwana merah corak batik ditambah perutnya yang membesar menambah kecantikan Vina.
"Selamat siang bu"sapa sekretaris aditya mila.
"Mila,bapak ada?"tanya vina.
"Bapak sedang meeting bu, mungkin 1 jam lagi baru keluar"jawab mila sopan.
"Masih sangat lama,apa aku pergi sendiri saja ya? takut Al menangis"gumam vina.
"Apa mau saya panggilkan bu?"tanya mila menawarkan.
"engga usah deh cuma nanti bilang sama bapak tadi saya kesini dan kalo ada waktu tolong susul ke rumah sakit ya"jawab Vina.
"oh iya bu"jawab mila mengangguk.
Vina meninggalkan kantor suaminya,tak lupa dia mengirimkan pesan untuk suaminya, mengatakan apabila tadi dia sempat ke kantor.
"mas maaf tidak menunggumu,tapi aku takut Al menangis jadi aku ke rumah sakit duluan,jika ada waktu datanglah tapi jika kamu sibuk tidak apa sayang, I love you ❤️"
Setalah mengirimkan pesan untuk suaminya,vina menunggu taksi pesanannya di lobi kantor.
"Vina???!!!"panggil ana menghampiri vina bersama suaminya rizal.
"ana??kok belum ambil cuti?"tanya vina.
"ini abis ambil dari HRD, gimana sama baby twins? semua baik kan?"tanya ana mengelus perut Vina.
"Alhamdulillah baik,gimana sama baby yang ini?"tanya vina beralih mengelus perut ana.
"Alhamdulillah dan aku udah USG jenis kelaminnya perempuan"jawab ana senang.
"Wahh alhamdulilah aku juga udah USG yang satu perempuan gak tahu yang satunya lagi"saut vina.
"oh iya Rizal apa kabar?"tanya vina beralih bertanya temen kantor pada zamannya.
"baik Bu CEO"jawab Rizal bercanda.
"ish apa sih,oh iya Jimmy mana?dan gimana hubungan nya sama Susy?"tanya vina.
"mereka berdua menikah habis lebaran Vin, jangan lupa datang ya? hari ini mereka sedang pergi fitting baju pengantin"ujar ana.
"Oh oke"jawab vina.
"Abis ketemu pak Adit?"tanya Rizal.
"Iya tapi dia sedang meeting, hari ini aku ada jadwal cek up tapi anakku dirumah sedang sakit jadi gak bisa lama lama"jawab vina.
"oh ya sudah, semoga semuanya baik ya"ujar ana diangguki vina.
Vina segara pergi meninggalkan kantor menuju rumah sakit,30 menit perjalanan vina sampai dan pas sekali dia berpapasan dengan rendy.
"Vin,mau cek up ya?"tanya rendy.
"oh iya nih"jawab vina.
"Adit mana kok sendirian?"tanya rendy tidak mendapati manusia yang berstatus sebagai suami perempuan didepannya ini.
"Dikantor lagi meeting tapi nanti mungkin dia menyusul"jawab vina.
"oh oke semoga semuanya baik,aku ada pasien jadi maaf aku harus pergi"ucap rendy diangguki.
"iya Rend"saut vina.
Vina segara menuju koridor ruangan dokter rani, sebelum mengetuk vina melihat dokter itu sedang memeriksa pasien lain jadi dia memutuskan untuk menunggu diluar.
"Semoga Al tidak menangis"gumam vina melihat jam Daniel Wellington di tangannya.
"Vina??!!"panggil seseorang dan tiba tiba duduk disampingnya.
"Mau apa kau?"tanya vina malas sekaligus takut jika pria disampingnya ini akan macam-macam.
"Tidak perlu takut Vin aku tidak akan menyakitimu,aku hanya Ingin berterima kasih pada suami mu Karena mengurangi hukuman untuk papahku meski seharusnya dia mendapatkan yang lebih dari ini"jelas varel.
"Tidak apa, sekarang pergilah aku tidak bisa berdekatan denganmu"tutur vina.
"Iya aku akan pergi,kau pergi sendiri?"tanya varel tidak melihat aditya disana.
"iya"jawab Vina singkat.
Varel tersenyum canggung kemudian pergi meninggalkan wanita yang pernah singgah dihatinya namun sayang karena tingkah laku nya dia tidak berhasil mendapatkan hati seorang vina.
Setalah pasien keluar,Vina masuk duduk di depan dokter cantik itu.
"Apa kabar bumil cantik??"tanya dokter rani menggoda.
"Baik bu dokter"saut vina.
"ada keluhan kah dari nyonya brawijaya??"tanya dokter rani menyatukan kedua tangannya dan meletakan nya di atas meja.
"Begini dok, Minggu lalu saya mengalami pendarahan sedang kerena suatu hal dan dokter mengatakan jika saya dilarang berhubungan karena akan membahayakan nyawa saya dan anak saya.Apa ada solusi nya dok?"jelas Vina kemudian bertanya.
"kita langsung cek saja ya"ujar dokter rani sedangkan vina hanya mengikuti perkataan dokter kandungannya ini.
Dokter Rani mulai memeriksa bulatan perutnya itu, sejenak berhenti dan bergerak menandakan dia sedang mengamati pergerakan anaknya itu.
"Mau USG atau tidak nona?"tanya dokter rani.
"tidak usah dok kalo USG jika saya bersama suami saya saja"Jawab vina kemudian turun dari bangsal mengikuti dokter rani yang mempersilahkan nya untuk duduk.
"Begini nona setelah pendarahan waktu itu memang sangat berisiko untuk berhubungan badan tapi jika tidak dilakukan juga akan beresiko karena wanita hamil cenderung lebih banyak hormon dan jika tidak di tuntaskan dapat menimbulkan stress pada ibu dan bayinya,jadi saran saya tidak masalah dilakukan 2-3 seminggu dan ingat masih memikirkan kandungan anda dengan menghindari beberapa gaya yang membuat perut tertekan"jelas dokter rani.
"Suami nona menolak mungkin karena dia tidak mau terjadi sesuatu pada anda dan anak anda, tapi percayalah jika dilakukan dalam mode pelan dan teratur itu tidak masalah"saut dokter rani.
"Baiklah dokter terimaksih banyak ya, kalo gitu saya permisi.Selamat siang"ucap vina menjabat tangan dokter rani.
Selamat siang"balas dokter rani.
Sedangkan di kantor aditya tergesa-gesa dia berharap jika istrinya belum datang atau menunggu diruangannya karena meeting yang diperkirakan memakan waktu 1 jam menjadi hampir 3 jam.
"Mila apa tadi istri saya kesini?"tanya aditya tiba tiba membuat mila terlonjak kaget.
"ahh iya pak maaf,mmm iya pak tadi ibu kesini tapi tidak lama setalah itu pergi lagi dia berpesan jika anda ada waktu bisa menyusul nya ke rumah sakit"jawab mila..
Aditya tidak berkata apa-apa dia segera berlari menekan tombol lift menuju lantai dasar.
"Mila, dimana aditya?"tanya Aldo dengan tumpukan berkas ditangannya.
"pergi pak menyusul bu vina ke rumah sakit"jawab mila.
"Oh ya baiklah kalo gitu ini tolong letakan di ruang kerja aditya saya masih ada kerjaan"Tutur aldo dan dengan sopan mila mengangguk mengiyakan perintah atasannya itu.
****
Sesampainya di rumah sakit, aditya segara melesat ke ruangan dokter rani namun ditengah jalan dia berpapasan dengan rendy.
"heh dit, darimana saja kau?"tanya rendy yang baru keluar dari ruangan periksa.
"apa Vina sudah kesini?"bukannya menjawab Aditya justru bertanya balik.
"iya tadi dia kesini dan 30 menit lalu dia sudah pulang,Imel menelpon katanya Al menangis mencarinya"jawab rendy.
"ya sudah Baiklah terimaksih"jawab aditya.
"kau darimana memang sampai membiarkan Istrimu cek sendiri?"tanya rendy menyidik.
"meeting"Jawab aditya singkat kemudian meninggalkan rendy yang melongo karena aditya yang main tinggal saja.
Sesampainya di rumah vina disambut dengan suara tangisan anaknya di gendongan rudi.
"Cup... cup....anak mamah"ucap vina pada anaknya yang menagis.
"bentar ya sayang mamah cuci tangan dulu habis dari luar soalnya"ucap vina kemudian pergi ke kamar mandi.
"mama...au mama...mama...Hua..."
"Sabar Al mamah cuma ke kamar mandi"ucap naina membelai rambut Al.
"Kok cucu opa cengeng,tuh lihat Ade bagas sama Ade Revan aja diam"ucap Rudi membuat Al semakin keras menangis.
"yeuhh papah bukaannya diemin malah dibuat tambah kencang"pekik naina yang dibalas cengiran oleh Rudi.
Vina datang dan langsung menggendong Al, kemudian menggoyahkannya kesana kemari.
"Bagaimana nak hasil cek up nya?"tanya rudi mendudukkan bokongnya setelah 1 jam menggendong cucunya.
"Alhamdulillah pah baik"jawab vina.
"Al udah makan belum?"tanya vina menengok sedikit melihat wajah anaknya yang masih terisak di bahunya.
"Tadi cek up sendiri?"tanya dila.
"iya soalnya mas adit lagi meeting dan karena aku takut Al nangis jadi aku memilih periksa sendiri daripada harus lama nunggu"jawab vina.
"Ketemu Rendy?"tanya Imel.
"yailah ditanyain Mulu, lagian engga akan ada yang gotong suami kamu Mel"canda dila.
"hahahha"tawa keempat orang itu.
"Al mau nyusu?udah nyusu belum?"tanya vina.
"Tadi mamah buatin susu gak mau vin akhirnya ke buang deh tuh susu"saut naina.
"nda au susu"ucap Al.
"iya udah engga nyusu,Al masih pusing?"tanya vina dibalas anggukan pelan oleh Al.
"Nanti malam kalo masih gini mending langsung bawa ke rumah sakit aja Vin"ucap dila menyarankan.
"iya deh nanti aku coba"saut vina.
Vina membawa Al berkeliling ke taman belakang, meskipun lelah dia tetap menggendong anaknya karena Al sendiri tidak mau digendong oleh orang lain.
"Al mau kemana? gangguin mang Ucup? yuk ke taman yuk"ajak vina karena Al memang suka sekali menggangu mang Ucup.
Sementara Vina ke taman, Aditya pulang dan langsung menanyakan keberadaan istrinya.
"Assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
"Vina mana?"tanya aditya pada imel dan dila karena naina dan rudi pergi ke kamar mereka.
"Lagi ke taman belakang ngajak Al,Al rewel kasihan vina dit baru pulang"jawab dila.
"oh oke makasih ya"ucap aditya kemudian pergi ke taman belakang.
Aditya melihat pemandangan dimana vina yang sedang menyeka keringat di dahinya menandakan jika wanita itu lelah tapi tetap menggendong dan mendiami anaknya yang gemuk itu.
"Al papah pulang"teriak aditya membuat vina menengok begitupun dengan Al.
"Eh ada papah tuh"ujar vina menunjuk aditya yang sedang tersenyum.
"Anak papah kenapa??yuk sama papah"aditya membuka tangannya namun Al hanya menggeleng tidak mau digendong oleh aditya.
"kasihan mamahnya capek gantian sekarang sama papah yuk"tutur Al namun Al semakin menggeleng.
"udah mas gak apa apa aku gak lelah kok"ucap vina kemudian semakin mempererat gendongannya.
"Sayang maaf ya"ucap aditya.
"maaf kenapa?"tanya vina tidak mengerti.
"Maaf karena tidak menemanimu ke rumah sakit tadi"jawab aditya.
"Tidak apa mas aku ngerti kok,oh iya kok udah pulang?"tanya vina.
"iya aku takut kamu marah jadi aku pulang"jawab aditya kemudian menyuruh Vina untuk duduk masih dengan menggendong Al.
"Kamu ini ada ada saja mas,mana mungkin aku marah wong suamiku sedang kerja bukan selingkuh mana mungkin aku marah"jelas vina terkekeh karena merasa lucu mendengar perkataan aditya.
"ya udah yuk ke kamar lagian Al juga udah diem, kamu pasti capek kan?"tanya aditya menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah istrinya yang berkeringat.
"engga kok mas"jawab vina tersenyum.
"ya udah ayo ke kamar"ajak Aditya vina hanya mengikuti suaminya.
Episode nya udah aku bikin panjang sayy spesial buat kalian yang sudah mendoakan aku😘😘❤️❤️🤧
BERSAMBUNG.......