
"tidak masalah nona"ucap tio sopan
"biar saya bersihkan kemarilah"ucap risa kemudian menarik tangan tio ke sudut ruangan
Risa membersihkan jas tio dengan telaten dengan jarak yang begitu dekat membuat jantung keduanya dag Dig dug seperti orang yang sedang berjoget
Mata risa dan tio bertemu dan mereka saling pandang satu sama lain
"ternyata dia cantik" Hati tio bicara kagum pada kecantikan risa
"Ganteng" hati risa
Sedangkan yang lain menunggu risa yang mengambil minum tapi belum juga kembali
"Risa ngambil minum di Arab kali ya"ucap vina
"Sabar sayang"ucap aditya
"Aku liat dia dulu ya sekalian mau ambil kue aku pengen"ucap vina
"iya baikalah"jawab aditya
Vina berjalan menuju meja prasmanan dan tanpa sengaja matanya menatap risa yang sedang membersihkan kemeja tio
"Risa?"panggil vina membuat keduanya terkejut
"ehh kak"ucap risa terkejut
"nyonya Vina"sapa tio menjabat tangan Vina
"kalian sedang apa disini?"tanya Vina
"Begini kak tadi aku tidak sengaja menumpahkan minuman ke jasnya jadi aku membantu membersihkannya"jawab risa
"oh baiklah....tuan tio mari gabung bersama kami disana"ajak Vina
"terimakasih nyonya Vina"jawab tio
Mereka bertiga kembali ke meja dimana mereka berkumpul tadi
"Selamat siang semuanya"sapa tio
"tuan tio"ucap aditya
"Apa saya mengganggu?"tanya tio basa basi
"Sama sekali tidak, kemarilah"ucap aditya
Mereka mengobrol tentang hal pribadi tanpa campuran urusan kantor
"Jadi tuan tio, apa kau sudah menikah?"tanya aditya
"saya pernah dijodohkan oleh seorang wanita tapi sayang wanita itu menolak menikah dengan saya"jawab tio
"Bagaimana mungkin kau tampan dan juga mapan masa ada yang menolak mu"ucap aldo
"terkadang saya berpikir begitu"ucap tio tersenyum tipis
"apa alasan dia bisa menolak mu?"tanya Aditya
"karena dia mencintai pria lain yang sudah beristri"jawab tio tersenyum
"Aku tidak percaya itu"ucap Vina tidak percaya
"apalagi keluarga kami nyonya sangat tidak percaya"ucap tio tersenyum misterius
"wanita itu pasti menyesal,jika aku tidak akan aku menolaknya"ucap risa tiba tiba
"jadi kau mau mendaftar sebagai calon istrinya?"tanya vina tiba tiba membuat risa tersadar dan menutup mulutnya
"Buk...bukan begitu kak aku kan hanya mengeluarkan pendapat ku saja"ucap risa menjelaskan
"Memang jika ingin pun tak masalah, kalian sama sama tidak memiliki pasangan"sambung aditya
"benar sekali yang satu cantik dan yang satu ganteng" ujar dila ikut menghakimi risa
"Dengan senang hati saya mau"ucap tio membuat risa merona
"Hahahaha"tawa semuanya melihat wajah risa yang merona
"sudahlah ris kau cocok dengan tuan tio"ucap Imel pertama kalinya berkata lembut pada risa
"Ahhhh.... sudahlah tante memanggilku tadi"ucap risa langsung pergi untuk menyembunyikan wajahnya yang malu
"Baiklah tuan saya permisi dulu terimaksih untuk jamuan makan siang ini"ucap tio sopan
"saya yang seharusnya berterimakasih karena sudah datang ke acara ini"ucap aditya
"semoga ibu dan bayinya sehat sampai persalinan nanti"ucap tio
"terimakasih doanya tuan"ucap Vina kemudian tio pamit
sedangkan risa? menggerutu pada dirinya sendiri
"ahhh bodoh sekali aku kenapa juga tadi aku ngomong gitu..."gerutu risa memukul kepalanya
"Risa ada apa?"tanya naina yang mendengar keponakan nya itu menggerutu
"tidak tante tidak apa apa"jawab risa dan naina mengangguk dan pergi
"Risa bisa kita bicara sebentar"ucap Imel tiba tiba
"iya baiklah"jawab risa
"aku ingin minta maaf padamu"ucap imel
"karena aku sudah berprasangka buruk tentang dirimu,aku salah tenyata benar kata vina kau tidak pernah mencoba untuk merebut rendy dariku"jelas imel
"tidak apa apa, aku dan rendy sejak kecil sudah seperti kakak beradik masalah mencintai rendy itu adalah perasaan ku bukan perasaan rendy jadi aku juga minta maaf ya"jawab risa
Imel dan risa berpelukan bak seorang sahabat membuat Vina tersenyum lega
"akhirnya"gumam Vina senang
Imel dan risa kembali ke meja dimana mereka berkumpul
"senang sekali aku melihat kalian seperti ini"ucap vina
"terimakasih Vin"ucap Imel memeluk Vina dari samping
"Haiss sudahlah"jawab Vina membalas pelukan imel
"Kakak"ucap risa kemudian memeluk vina juga dari samping kanan
"aku juga mau dipeluk"rengek dila memeluk Vina dari belakang
"lebay ah!!!udah ihh aku gak bisa nafas"protes Vina membuat semua terkekeh
"sudah lepaskan istriku"ketus aditya
"iya kak kau ini bicaramu seperti cabe PEDAS"ucap risa menekan kata pedas
"sudah sana pulang acara sudah selesai untuk apa lagi kalian disini"ucap aditya mengusir
"kau mengusir kami?"tanya rendy
"anggaplah"singkat aditya
"dasar kulkas,es batu gak jelas"umpat Rendy
"diam kau dokter tidak waras"umpat aditya balik
"entah darimana mamah memungut mereka"ucap aldo merasa malu dengan tingkah mereka yang seperti anak kecil
"tutup mulutmu itu"ketus keduanya
"dasar tikus dan kucing"kata aldo
"udah udah ihh kalian kaya anak kecil aja"ucap risa
"yaudah vin aku pulang dulu ya soalnya aku ada janji mau ketemu temen mamah"ucap dila
"iya baiklah kalian hati hati"jawab vina
"kami juga pulang Vin"pamit Imel dan Vina mengangguk
Setelah mereka pulang, aditya mengajak Vina untuk beristirahat
"sayang ayo kami pasti lelah"ucap aditya
"iya baiklah ayo"jawab vina
"eh Kakak kalian mau kemana?"tanya risa ditinggal sendiri
"ke kamar"jawab aditya
"masa aku ditinggal sendirian"ucap risa cemberut
"makanya deketin gih tuan tio biar punya pasangan"goda Vina
"Kakaakkkkkk...."teriak risa kemudian aditya langsung menggendong Vina menuju kamar
"hahahah bye....bye..."ucap Vina tertawa lepas
Aldo mengantar dila pulang kerumahnya dan mengingat acara Vina
"kau lihat tadi Vina sangat bahagia"ucap dila
"iya aku melihatnya"jawab aldo
"Aku senang vina mendapatkan kebahagiaan bersama aditya, semoga kita juga seperti itu"ucap dila menatap aldo dan memeluk tangannya
"aku akan selalu membahayakan mu sayang"jawab aldo tulus
"bagaimana jika ada yang memisahkan kita?"tanya dila tiba tiba membuat aldo terkejut
"tidak akan ada yang bisa memisahkan kita dan tidak boleh ada yang memilikimu selain aku"ucap aldo menciumi puncak kepala dila
"bagaimana jika Allah yang memisahkan kita?"tanya dila kali ini aldo sampai menghentikan mobilnya dan memeluk dila erat
"jangan bicara perpisahan lagi okeyy..aku tidak suka itu"ucap aldo masih dalam memeluk dila
Dila merasakan kehangatan didalam pelukan aldo
"iya baiklah sayang"jawab dila dan mereka melanjutkan perjalanan
_
"makasih ya udah mau anter aku"ucap dila dari luar mobil
"iya yaudah sana masuk katanya udah ditunggu"jawab aldo
"yaudah aku masuk ya kamu hati hati bawa mobilnya...dahhh sayang"ucap dila kemudian aldo melajukan mobilnya
BERSAMBUNG.......
HAI AKU UP LAGI NIHH π€π€ BANTU LIKE DAN VOTE YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT BUAT UP πππ BANTU KOMEN KRITIK DAN SARAN JUGA BOLEH ππ
TERIMAKASIH,HAPPY READING β€οΈπΊπΊ