My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 72



"Dila??????!"Panggil Vina kemudian berlari memeluk dila


"kau baik baik saja?"tanya vina khawatir


"Tenanglah bumil cantik aku baik baik saja"jawab dila tersenyum


"Syukurlah"ucap Vina merasa lega


Vina mengajak dila duduk diikuti yang lainnya


"Sebenarnya ada apa dila?"tanya vina


"sebenarnya aku.... aku akan dijodohkan"jawab dila membuat semua terkejut


"Apa????!!"kejut aldo


"Mamah menjodohkan ku dengan anak temannya karena mengira selama ini aku tidak punya pasangan"jelas dila


"Aku minta maaf"ucap aldo menunduk


"kenapa kau minta maaf sudahlah"jawab dila


"Besok aku akan kerumah mu dan menemui ibumu"jawab aldo


"Bagus do aku bangga padamu"ucap Rudi


"Sekali lagi aku minta maaf karena aku kau jadi mengalami kejadian ini"lagi lagi aldo meminta maaf


"Coba ceritakan yang sebenarnya"ucap vina


FLASHBACK ON


Dila didalam kamarnya sedang duduk memangku laptop memeriksa pekerjaan hari ini


"Gila ya belum 1 hari gw cuti udah numpuk aja kerajaan"ucap dila melihat banyak jadwal meeting yang harus di copy


Tok...tok...tok...


Suara ketukan pintu itu membuat dila mengalihkan pandangannya


"Sayang bersiap lah,sebentar lagi Juan akan menjemputmu"ucap mamah dila


"Gak bisa mah aku sibuk"jawab dila


"Kamu gak bisa nolak dila,mamah melakukan ini semua demi kebaikanmu juga"bentak mamah dila


"Pokonya dila gamau!"Tolak dila lagi


"Kalo kamu nolak jangan harap bisa memanggilku mamah lagi"ancam mama dila membuat dila terkejut tak percaya


"Mamah gak bisa ngancem dila kaya gitu mah"protes dila


"mamah ini ibu kamu orang yang sudah membesarkan kamu sendirian tanpa bantuan seorang suami,apa kamu gak bisa turutin permintaan mamah"ucap ibu dila sedih


"Sudahlah mah, baiklah dila akan bersiap"ucap dila mengalah


_


_


Dila dan Juan pergi makan malam ke sebuah restoran mewah yang ada di dalam hotel


"kamu mau makan apa?"tanya juan manis


"apa aja terserah"jawab dila malas


"Sialan nih cewe lihat aja nanti apa yang bakal gw lakuin" Hati juan geram


"aku permisi ke toilet sebentar ya"ucap juan kemudian dila mengangguk


"Masukan ini pada makanan untuk gadis berbaju hitam disana"ucap juan memberikan sebuah botol kecil dan beberapa lembar uang


"Baik tuan"jawab pelayan itu


"maaf ya"ucap Juan kembali ke meja dimana dila menunggu


disaat bersamaan pelayan datang membawa pesanan mereka


"silakan dinikmati tuan dan nona"ucap sang pelayan


Dila menyantap makanan nya tanpa rasa curiga sama sekali dan setelah beberapa suapan tiba tiba kepalnya terasa pusing


"Aduh kepalaku"rintih dila memegangi kepalanya


"dila kamu kenapa?"tanya juan pura pura


"Juan kepalaku...."ucap dila kemudian tak sadarkan diri


Juan tersenyum puas kemudian membopong tubuh dila menuju kamar hotel yang sudah ia pesan


"Kamu cantik sayang"ucap juan membelai pipi dila


Entah pelayan itu memasukan obatnya sedikit atau apa, tiba tiba dila membuka matanya


"Juan apa yang kau lakukan?"teriak dila saat sadar dirinya sedang dalam Kungkungan juan


"Mari nikmati malam ini sayang"ucap Juan dengan suara sexy


"Pergi kau dasar brengsek"umpat dila kemudian mendorong tubuh Juan hingga terjatuh dan berlari masuk kedalam kamar mandi.


Dila meraih ponselnya dan menghubungi Vina, namun baru beberapa saat dia bicara Juan sudah mendobrak pintu masuk mandi


"Ikut aku dasar wanita tidak tahu diri"ucap Juan menarik tangan dila dan membuang ponselnya ke sembarang arah


ketika juan hendak mencium dila,tiba tiba pintu terbuka dengan kasar


Braaakkkk.....


"lepaskan dia"suara bariton itu memberinya Juan


"Berani sekali kau mengganggu ku"ucap Juan kemudian mencoba meninju wajah pria itu tapi dengan cepat ditangkis


Pria itu memukuli juan Sampai babak belur dan tak sadarkan diri


"nona dila anda baik baik saja?"pertanyaan itu keluar dari mulutnya


"saya tidak apa apa tuan tio terimaksih karena sudah menyelamatkan saya"ucap dila kepada orang yang menyelamatkan nya dan dia adalah tuan tio


FLASHBACK OFF


"Namanya adalah Juan?"tanya vina dan dila mengangguk


"Akan aku habisi dia"ucap aldo dengan amarah menggebu


"aldo sudahlah lebih baik kau urus masalah hubungan mu dengan dila"ucap Vina mencoba mencegah aldo


"yang dikatakan Vina benar nak"ucap naina


"Baiklah besok akan aku temui ibumu"jawab aldo


"Risa bawa dia ke kamar mu malam ini dia akan menginap disini"ucap vina


"iya kak"jawab risa kemudian membawa dila ke kamarnya diikuti vina


Dikamar Risa


"sekarang tenanglah kau sudah baik baik saja"ucap vina lembut


"iya Vin, beruntung ada tuan tio saat itu jika tidak mungkin aku sudah tidak punya masa depan lagi"ucap dila sedih


"sudahlah dil, memang tio itu sangat baik dan sayang pada semua orang sepertinya"ucap risa seperti sedang mengagumi tio


"Jadi kau menyukainya?"tanya vina dan tanpa sadar risa mengangguk


"wah wah sepertinya akan ada yang memiliki pasangan"ucapan dila mengembalikan kesadaran risa


"eh bukan itu maksudku kakak...aku...."ucap risa bingung


"sudah sudah tidurlah aku juga akan tidur, selamat malam semua"ucap vina


"malam Vin"jawab dila


"malam kak"jawab risa


Vina menutup pintu kamar risa dan pergi ke ruang tamu


"mah,pah aku ke kamar duluan ya"ucap vina


"iya nak istirahatlah"jawab rudi


"iya kamu pasti lelah kan,adit antar istrimu"perintah naina


"Baiklah semuanya kami duluan,selamat malam"ucap aditya menggiring istrinya


"Aldo juga istirahat ya mah, pah"ucap aldo dan kedua orang tuanya mengangguk.


Dikamar Vina dan aditya


"mas sana ganti baju dulu,udah aku siapin tuh"ucap vina yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan daster nya


"iya istriku,kamu makin hari makin cantik aja si yank"gombal aditya


"Dasar gombal"pekik vina


"tapi kamu suka kan?"tanya aditya nada menggoda


"tidak, sudah sana cepat ganti pakaian dulu"Vina mengalihkan pembicaraan


"hahaha iya iya istriku yang bawel"pekik aditya mendapatkan tatapan tajam vina


"oke oke"jawab aditya kikuk melihat tatapan tajam istrinya


Juan mulai membuka matanya dan merasa seluruh tubuhnya remuk akibat pukulan dari tio


"Gila badanku sakit semua"ucap tio


"sudah sadar?"tanya seseorang berpakaian hitam


"Eh iya tuan"jawab juan memberi hormat


"kerjamu bagus Juan, sekarang pergilah nikmati uang itu"perintah orang itu memberikan segepok uang


"benarkah, terimaksih tuan terimaksih banyak"ucap juan berbinar


"Pergi sebelum aku berubah pikiran"ucap orang itu kemudian dengan Segera juan bangun, mengambil uang itu dan pergi


"tunggu pembalasanku aditya brawijaya"ucap orang itu tertawa licik


Bersambung.......


HAI AKU UP LAGI NIHH πŸ€—πŸ€— BANTU LIKE DAN VOTE YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT BUAT UP πŸ™πŸ˜‚ 😊 BANTU KOMEN KRITIK DAN SARAN JUGA BOLEH πŸ‘β€οΈ


TERIMAKASIH, HAPPY READING ❀️🌺😍