My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 171



tak...tak...tak...


suara sepatu seseorang menuruni tangga,Aditya menoleh melihat siapa si pemilik sepatu, matanya dipenuhi kekaguman melihat siapa yang turun,ya dialah wanita cantik pemilik hatinya siapa lagi kalo bukan vina.


"Maaf ya lama"ucap Vina pada kelima manusia itu.


kelimanya tidak mengedipkan matanya karena melihat penampilan Vina,gaun merah yang melekat di tubuh dengan perut besarnya menambah kesan seksi,make up yang serba


natural membuatnya elegan dan ya high heels senada dengan bajunya.


"kalian kenapa?"tanya vina pada lima anak orang itu.


"Vin sumpah kamu cantik banget"ucap imel.


"gila vin dengan perut kamu yang besar bukan bikin jelek tapi justru malah bikin seksi say"saut dila.


"kalian juga cantik"puji Vina pada kedua sahabatnya.


"Ya sudah ayo kita berangkat"ajak aldo menarik tangan istrinya.


"karena kita akan menggunakan mobil yang berbeda, lebih baik ayo berangkat"ajak rendy kemudian menarik tangan imel.


"Mas ayo nanti kita terlambat"ajak vina pada suaminya yang masih terpaku.


"mas"Vina menggenggam tangan aditya membuat kesadaran aditya kembali.


"Sayang tapi aku jadi tidak ingin pergi,kita dirumah saja ya"ucap aditya.


"hahhaa benar bukan ucapanku"tawa vina pecah."tapi kita tidak bisa meninggalkan pesta mas karena kamu adalah tamu eksekutif nya masa iya tidak hadir itu pasti akan menjadi penilaian sendiri untuk kamu kedepannya"ucap vina lagi.


"baiklah kita akan pergi tapi setelah pulang habiskan dikamar bersamaku ya"ucap Aditya bernegosiasi.


"iya suamiku sayang"jawab vina kemudian menggandeng tangan aditya.


Hotel berbintang di kawasan Jakarta tempat pesta perayaan pembukaan cabang rumah sakit,mobil Aditya dan kedua saudaranya memasuki area hotel.


Cekrek


para wartawan mulai mengambil gambar diri mereka,Vina tidak terbiasa dengan itu semua tapi demi nama baik suaminya dia harus bersikap professional layaknya istri dari seorang Aditya Brawijaya.


"Selamat malam tuan dan nyonya brawijaya"ucap seorang wartawan ingin bertanya namun dengan cepat para bodyguard berbadan kekar itu mencegahnya.


Aditya dan yang lain berhasil masuk ke dalam ruangan dimana pesta dimulai.


"lihat itu dia keluarga Brawijaya"ucap pengusaha A


"dan juga saudaranya berserta istri mereka masing-masing"ucap pengusaha B.


"Senang rasanya saya bisa melihat secara langsung tuan aditya brawijaya seorang pebisnis yang tidak bisa diragukan lagi dalam soal bisnis"seorang pria muda menghampiri Vina dan aditya.


"Tapi saya merasa tidak beruntung bertemu dengan anda"ucap Aditya dingin.


Vina menggenggam tangan suaminya berusaha meredam amarah yang saat ini terlihat jelas dimatanya.


"kami permisi"ucap Vina pada pria muda di depannya ini ya siapa lagi kalo bukan varel.


Vina membawa pergi Aditya menjauh dari varel, mengajak suaminya untuk duduk.


"Tidak perlu dipikirkan mas"ucap vina menggenggam tangan aditya yang ada diatas meja.


"Iya sayang"ucap aditya lembut.


Acara dimulai, sepatah kata pembuka mulai terdengar dari pembawa acara dan kini waktunya sambutan untuk pemilik rumah sakit brawijaya yang tidak lain adalah aditya.


"Acara yang selanjutnya adalah sambutan untuk pemilik rumah sakit Brawijaya,beri tepuk tangan untuk tuan aditya brawijaya"


Aditya bangun, berjalan dengan gagahnya menaiki panggung mini yang sudah dipersiapkan.


"Selamat malam semuanya,saya begitu tersanjung karena para pengusaha dalam maupun luar kota bisa hadir di acara perayaan pembukaan rumah sakit cabang,saya berharap pembangunan cabang ini bisa membantu masyarakat untuk berobat dengan menggunakan faskes yang sudah disediakan pemerintah.Mungkin hanya itu yang bisa saya sampaikan sekarang sekali lagi terimakasih"ucap aditya menutup pidato singkat yang dia bawakan.


Prok....prok...prok....


Suara tepukan tangan dari para tamu melihat seorang Aditya berpidato dengan singkat namun meninggalkan kesan tersendiri didalam hati para tamu tapi disisi lain juga ada seorang yang menatap Aditya ataupun vina dengan tatapan benci.


"kita lihat saja nanti"Suara hati seseorang.


"Kamu tahu sayang"ucap vina pada aditya yang baru saja duduk.


"Tahu apa?"tanya aditya balik.


"tahu makanan lah yang"canda vina.


"haiss bercanda mulu kamu tuh"pekik aditya.


"hahaha baiklah dengar, kamu tahu?kamu sangat tampan ketika di depan tadi"ucap vina jujur.


"benarkah?"tanya aditya berbinar.


"iya sayang tapi sayang sekali kamu hanya berpidato singkat"ucap vina.


"Tenang saja sayang nanti malam aku akan berpidato banyak diatas ranjang"ucap aditya berbisik sambil menyeringai.


"apa sih mas"ucap vina malu kemudian mencubit perut Aditya.


"Sakit aduhh Sayang"ringis Aditya menggosok bekas cubitan Istrinya.


Pesta selesai mereka pulang terlihat jam indah yang melingkar ditangan Vina menunjukan pukul 23:43.


"ya ampun mas ini hampir tengah malam,kita sudah meninggalkan Al lama"ucap vina sambil memasang seatbelt nya.


"tenang sayang ada mamah dan bi suti dia tidak akan menagis"saut aditya kemudian menancapkan gasnya menuju Mansion.


Perjalanan menuju mansion memakan waktu kurang lebih sekitar 30 menit hingga akhirnya mobil itu memasuki pekarangan Mansion yang luas.


"Dit kami langsung ke kamar ya,capek banget"ucap rendy diangguki aditya.


"Aku juga duluan ya dit tamu tadi benar benar membuatku lelah"ucap aldo.


"iya sayang cepatlah ke kamar oke"aditya mengedipkan sebelah matanya.


"engga ah aku mau tidur sama Al"canda vina.


"tidak boleh pokoknya malam ini kamu punya aku"kekeh Aditya.


"memang setiap malam aku punya siapa?setiap malam juga aku kamu jadikan santapan"pekik vina kemudian meninggalkan suaminya.


Vina pergi ke dapur untuk minum karena tenggorokannya butuh penyegaran.


Pintu kaca itu dibuka memperlihatkan bermacam makanan dan minuman dia dalam kulkas, vina mengambil sebotol air mineral kemudian meneguknya.


"aku akan melakukan sesuai perintah anda tuan"suara seseorang yang tidak sengaja didengar oleh vina.


"jam segini siapa yang belum tidur?apakah bi Ijah?atau bi suti?" ucap Vina dalam hati.


Vina mulai melangkahkan kakinya mendekati asal suara dan ternyata orang yang sedang bertelpon adalah Lilis.


"baiklah tuan besok adalah puncak dari rencana kita"ucap Lilis kemudian mengakhiri percakapan nya dengan seseorang.


"Rencana apa Lilis?"suara Vina sontak membuat lilis terkejut dan langsung menatap vina.


"no.. non Vina?kapan pulang?ada yang bisa saya bantu non?"tanya lilis gemetar.


"tidak tapi tadi kamu bicara dengan siapa?dan rencana apa?"tanya vina.


"saya....saya...saya bertelpon dengan ibu saya dan soal rencana adalah rencana merenovasi rumah saya non setelah hari raya nanti"jawab lilis gugup.


"oh,kalo begitu ini sudah malam istirahat lah"ucap Vina kemudian pergi.


Vina kembali ke kamarnya, matanya berkeliling mencari sosok pria tampannya.Tatapan matanya berhenti ketika melihat pintu kamar mandi tertutup.


"Sedang mandi"gumam Vina kemudian menyiapkan pakaian untuk Aditya.


Setalah menyiapkan pakaian untuk suaminya, tak lama pintu terbuka aditya hanya mengunakan lilitan handuk ditubuh sixpack nya.


"mas udah selesai?"tanya vina mendekati suaminya kemudian membantunya mengeringkan rambut.


Aditya duduk di pinggir ranjang sedangkan Vina berdiri di depannya, Aditya memegang pinggang Vina dan menciumi perut vina.


"Sayang papah pasti capek ya"aditya berceloteh dengan anaknya yang masih dikandungan vina.


"engga papah aku seneng kok"jawab vina masih terus mengeringkan rambut aditya.


"Berarti boleh dong papah tengokin kamu sekarang"Aditya menyeringai pada Vina membuat bulu kuduk Vina berdiri.


"mas sudah kering aku mandi dulu"ucap vina berbalik dan berlari namun tanpa sengaja kakinya menyandung karpet berbulu membuat dirinya oleng dan hampir terjerembab ke lantai beruntung Aditya cepat menahan tubuh istrinya.


"Sayang hati hati"ucap aditya kemudian membantu vina duduk di pinggir ranjang.


"maaf mas tadi aku ingin cepat mandi dan tanpa sengaja aku menyandung karpet"ujar Vina menunduk bersalah.


"tidak apa apa sayang tapi lain kali aku mohon berhati hati ya karena aku tidak mau terjadi sesuatu padamu atau anak anak kita"Aditya berjongkok dihadapan vina dan membelai wajahnya lembut.


"iya mas lain kali aku akan hati hati"jawab vina menatap wajah tampan suaminya.


"Sekarang pergilah mandi aku akan pakai baju dan kita istirahat"tutur aditya kemudian bangun dan memakai pakaiannya.


Vina masuk ke kamar mandi, mengguyur tubuhnya dengan air hangat.Setelah 15 menit Vina keluar dengan tidak menggunakan apapun karena handuk tidak muat untuk melilit ditubuhnya.


Aditya yang sedang fokus pada ponselnya tiba tiba mengalihkan pandangannya, matanya melotot sempurna, tenggorokannya tiba tiba terasa kering melihat lekukan indah tubuh istrinya.


"Sayang kenapa berpenampilan begitu?apa kamu sedang menggodaku?"tanya aditya mengubah posisinya menjadi berdiri dan berpangku tangan didadanya.


Mendengar perkataan suaminya, vina berbalik dan menatap suaminya dan ya dengan posisi seperti ini sudah pasti bagian atas dan bawah terlihat 🀣


"iya mas,apa kamu tergoda?"tanya vina seraya melangkah mendekati suaminya.


Aditya melakukan hal yang sama dia melangkah mendekati istrinya hingga kini posisinya mereka saling berhadapan.


"jangan salahkan aku jika..."belum selesai aditya bicara Vina sudah memotongnya.


"Kamu menghabisiku dan membuatku tidak bisa berjalan besok?"potong vina menyindir.


"Hahaha sudah pandai rupanya"aditya menyentak dahi vina pelan.


"aku pandai soal ini kan karena bergaul dengan mu mas"ucap vina.


"ya sudah baiklah, sekarang ayo tidur"ajak aditya kemudian menggendong Vina dan menidurkan nya diranjang.Di tariknya selimut untuk menutupi tubuh polos Vina.


"kamu gak mau?"tanya vina.


"mau apa?"Aditya sengaja ingin menggoda istrinya agar meminta duluan.


"makan aku"jawab vina.


"aku tahu kamu lelah, tidurlah"aditya mencium kening Vina.


"tapi aku tidak lelah sayang bahkan 3 ronde pun aku kuat"ucap vina yakin.


Aditya tertawa kemudian melahap bibir istrinya dan bagian tubuh lainnya membuat Vina mengeluarkan suara indahnya.


Dan benar saja aditya melakukan permainan panas itu sebanyak 3 ronde membuat Vina kualahan bahkan menyesali perkataannya.


"mas..... sudah aku lelah"ucap vina ditengah kenikmatan yang diberikan suaminya.


"aku akan menyelesaikan nya sayang"ucap aditya dan tak lama dia tumbang disamping Vina yang sudah terkulai lemas.


"terimakasih sayang, tidurlah"Aditya mencium kening Vina dan memeluknya erat.


adakah disini yang masih ingat Alex?apa ada yang kepo sama visualnya?kalo kepo bisa cek di YouTube disana aku post semua pemeran dinovel ini "Novel my boss my sweet husband" dan kalo boleh aku juga akan bacakan beberapa episode dengan audio ku sendiri πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜Š


BERSAMBUNG........