My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 197



Pagi hari vina terbangun ketika merasakan ada yang membelai dan menciumi wajahnya, matanya menangkap sosok pria tampan yang teramat dicintainya.


"keganggu ya sayang?"suara bariton itu dengan lembut.


"eh engga mas,jam berapa kok udah bangun?"tanya Vina menoleh ke arah jam yang ada di nakas.


"Udah solat?"tanya vina.


"belum nungguin kamu,kita solat bareng yuk"ajak aditya.


"aku mandi dulu ya"ucap vina turun dari ranjang menuju kamar mandi.


Aditya menggelar sajadah untuknya dan vina, dia sudah mandi lebih dulu daripada Vina.


Tak lama vina keluar dengan daster batik yang sedikit kebesaran karena semakin lama perut dan tubuhnya semakin membesar.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh"


Vina mencium tangan aditya dan aditya mencium kening istrinya.


"Aku ke bawah ya mas mau masak sarapan"ucap vina diangguki Aditya.


"Oh iya Sayang hari ini kamu bilang jadwal cek up bukan?"tanya aditya pada vina yang sedang merapihkan mukena nya.


"iya mas, kenapa?jadi kan antar aku ke dokter?"tanya vina menyimpan mukenanya di lemari.


"jadi sayang, nanti siang kamu ke kantor saja ya kebetulan aku ada meeting sebentar"jawab aditya.


"oh oke mas,ini baju kamu aku kebawah dulu sekalian mau liat Al"ujar vina diangguki aditya.


Sebelum ke dapur,vina pergi untuk melihat Al, dilihat Al dan kedua adiknya masih pulas dengan air liur yang mengalir dan itu membuat vina terkikik geli.


"pules banget tidurnya sampai ngiler gitu"gumam vina melihat 3 cucu keluarga brawijaya itu.


Vina berniat untuk menyelimuti anaknya namun terhenti ketika merasakan badan Al yang panas.


"Astagfirullah Al kamu demam??!!!"gumam Vina terkejut dan segera turun mengambil kompresan.


Di dapur vina bertemu naina dan dila yang sedang menyiapkan sarapan,dila dan naina mengerutkan keningnya melihat vina yang terlihat khawatir.


"Sayang kenapa?semua baik baik saja bukan?"tanya naina.


"Al demam mah, badannya panas"jawab vina seraya menuang air hangat di baskom.


"apa??!!yaudah ke dokter aja"saut dila terkejut.


"Tolong panggil rendy ya dil, aku ke atas mau kompres Al"titah vina.


"ya sudah sana rendy biar aku yang panggil"tutur dila dan Vina kembali ke kamar Al dengan membawa baskom air panas tak lupa juga kainnya.


Dila segera pergi ke kamar imel, sebelum mengetuk pintu kamar Imel sudah terbuka lebih dulu memperlihatkan si pemilik kamar yang ingin pergi ke dapur.


"Dila kenapa?"tanya Imel.


"suami kamu mana?Al demam coba tolong periksa"jawab dila.


"hah??!!"kejut Imel kemudian segara masuk,dila yang ingin masuk tidak diizinkan oleh imel.


"kamu tunggu sini aja ya"ujar Imel diangguki dila,dia paham suami istri itu juga memiliki privasi.


"sayang???"panggil Imel menggoyangkan tubuh nya.


"hmm apa?? aku masih ngantuk"ucap rendy Kemudian menutup telinganya dengan bantal guling.


"bangun yang...Al demam tolong kamu periksa"ucap Imel menarik guling yang dipeluk rendy.


Rendy segara turun dari ranjang dan memakai kaos kemudian berlari ke kamar anak anak.


"pagi pagi udah kaya dikejar hutang,kenapa kau lari lari ha?"tanya aditya pada rendy yang tidak sengaja menabraknya..


"dit kau tidak tahu? anakmu sedang demam"jawab rendy sontak membuat aditya terkejut.


Tanpa berkata-kata aditya langsung berlari menuju kamar Al, dilihat vina sedang duduk di pinggir ranjang sambil mengompres Al yang masih tertidur.


"Sayang???"panggil aditya menghampiri Vina.


"mas,Al demam"vina langsung memberitahu kondisi anaknya.


"kemarin dia tidak apa apa sayang, kenapa jadi demam begini"Aditya bertanya tanya.


"Dit,Vin biar aku periksa sebentar"ucap rendy kemudian duduk di samping Al.


"sayang ambilkan tas kerjaku di meja kamar"tutur rendy pada istrinya.


Imel keluar dari kamar mengambil peralatan perang milik suaminya.


Rendy mengarahkan stetoskop ke dada Al mendengarkan detak jantung bocah itu.


"Tidak apa Vin,dia hanya kelelahan dan terlalu banyak minum es dan makan cokelat.tolong kurangin ya mengkonsumsi nya"ucap rendy setalah memeriksa Al.


"iya rend makasih ya dan maaf karena pagi pagi sudah merepotkan"saut vina.


"iya tidak apa apa,kalo gitu aku ke kamar dulu ya masih ngantuk"tutur rendy diangguki vina namun tidak Aditya.


"makanya kalo malam tuh tidur bukan perang"sindir aditya.


"aku kan berguru denganmu dit"saut rendy kemudian meninggalkan kamar.


Setalah kepergian rendy dan imel, aditya ikut duduk di samping anaknya.


"Sayang apa aku tidak usah kerja?"tanya aditya.


"tidak apa mas kamu kerja aja aku bisa jaga Al kok lagian disini ada mamah dan yang lain"jawab vina mengerti perkataan suaminya.


"Ya udah nanti kalo ada apa apa hubungin aku ya? sekarang aku mau siap siap ke kantor dulu"tidak tutur aditya diangguki vina.


Vina membolak-balik kompres sampai kompres itu tersadar hangat karena suhu tubuh Al yang panas.


"anak mamah"gumam vina kemudian mencium kening Al.


Vina pergi ke kamar untuk membantu suaminya bersiap siap, kebetulan sekali vina berpapasan dengan bi Ijah.


"bibi mau ngepel ya?"tanya Vina melihat bi Ijah membawa kain pel dan ember berisi air.


"ehh iya non mau ngepel kamar anak anak"jawab bi ijah.


"Sambil ngepel aku titip Al ya bi,aku mau bantu mas adit siap siap sekalian bikinin Al bubur"tutur vina.


"iya non biar bibi jagain Al nya"jawab bi ijah.


"makasih ya bi"ucap vina kemudian pergi setalah mendapat anggukan dari bi ijah.


Vina pergi ke kamarnya, melihat aditya yang sedang mengancingkan kemejanya hanya tinggal dasi dan jas.


"sini aku bantu mas"ujar vina kemudian mengambil dasi dan mengalungkannya dileher Aditya.


"Nanti jadi cek up gak?"tanya aditya pada vina yang sedang membuat simpul dasi di lehernya.


"Ya sudah,kamu ikut ke bawah atau mau nemenin Al lagi?"tanya aditya.


"ke bawah mau buatin Al bubur"jawab vina kemudian mereka berdua turun bersamaan.


Dibawah tepatnya di meja makan,semua sedang menikmati sarapan sedangkan vina sedang membuat bubur jagung untuk Al.


"Nak bagiamana dengan Al?"tanya naina.


"masih tidur mah"jawab vina sambil mengaduk aduk bubur yang dibuatnya.


"Sayang aku berangkat ya kalo ada apa apa kasih tau aku"ujar aditya menghampiri vina dan mencium keningnya.


"mm iya mas"jawab vina kemudian mencium punggung tangan Aditya.


Setalah kepergian Aditya,Vina pamit untuk ke atas membawa bubur untuk anaknya.


"mah, pah aku keatas dulu ya"ucap Vina pada kedua mertuanya.


"iy nak,apa tidak sebaiknya langsung dibawa kerumah sakit saja Al nya?"ujar rudi.


"Tadi pagi sudah di periksa sama rendy katanya jika dalam 3 hari masih demam baru dibawa kerumah sakit"jawab vina.


"ya sudah baiklah semoga saja tidak terjadi apa apa dengan cucuku"saut naina.


"iya mah lagipula Al adalah anak yang kuat"sambung rudi.


"ya sudah pah, mah aku keatas dulu"tutur vina diangguki pasutri itu.


Ceklek


Imel dan dila terlihat sedang menyusui anaknya sedangkan Al masih tidur dengan bi Ijah disampingnya.


"bi makasih ya,bibi boleh lanjutkan pekerjaan yang lain"ucap vina seraya meletakan nampan di meja dekat kasur.


"kalo gitu bibi permisi ya non"ucap bi Ijah pada ketiga wanita itu.


"Mel itu dada merah begitu, abis kesundut rokok?"sindir dila yang melihat dada imel penuh bercak merah.


"Kaya anak kecil aja segala nanya"jawab imel memukul tangan dila sampai Bagas melepaskan susunya.


"mamah nakal ya sayang ya"tanya Vina pada bagas sedangkan bagas hanya mengangguk tak karuan.


"Anak bapak rendy diem aja nih"Vina beralih menggoda anak Imel yang masih setia menyusu.


"Lain sama bapaknya ya petakilan mulu"sambung dila mencubit pipi revan.


"Vin kamu sama aditya masih itu??"tanya dila.


"mmm masih,mas Adit selalu menolak meski aku memaksanya dia bilang dia gak mau bikin aku kenapa napa"jawab vina.


"aku rasa mending nanti coba Konsul ke dokter rani"ujar Imel menyarankan.


"iya vin gak ada salahnya kan nanya ke dokter"sambung dila.


"nanti deh aku coba tanya"jawab vina.


"rindu gak Vin sama sentuhan suami?"tanya imel memperpanjang topik unfaedah itu.


"ya jangan ditanya udah pasti rindu lah, yang biasanya seminggu bisa 10 kali ini gak sama sekali"jawab vina.


"Seriusan 10X seminggu?"tanya dila kepo.


"kepo banget deh, lagian emang kalian berapa kali seminggu?"sekarang giliran vina yang bertanya.


"Kalo aku sih biasanya 5-6X"jawab Imel.


"Kalo aku mungkin 4X"jawab dila.


"gak percaya deh sama Imel kalo 5-6X wong setiap malam teriak mulu kaya tarzan"desis dila.


"heh sembarangan sekali,iya sih emang setiap malam teriak tapi kan gak sampai anu paling rendy nya aja yang mesum"jawab imel menjelaskan.


"ya sudahlah kenapa juga jadi ngomongin soal hubungan huh"ucap vina mengentikan topik pembicaraan yang bahkan tidak bermanfaat itu.


Imel dan dila pergi ke kamar mereka untuk memandikan anak anak mereka,Al masih tidur Vina ikut berbaring di samping anaknya.


"Badannya panas banget kamu Al"ucap vina kemudian mengambil kompresan lagi.


Pukul 10 pagi Al terbangun dan langsung menangis mencari ibunya, disana hanya ada bi suti karena vina sedang ke kamarnya untuk mandi.


"mama.... Hua....mama"tangis Al memanggil vina.


"eh Al udah bangun,mamah lagi mandi sayang Al sama bibi dulu ya"ucap bi Suti kemudian menggendong Al dan membawanya ke bawah.


"mama....oma...mama..."tangis Al semakin kencang memenuhi rumah membuat naina keluar dari kamar nya.


"ehh cucu oma kenapa nangis? pusing ya kepalnya?"tanya naina kemudian menggendong Al.


"au mama...mama...."Al yang biasanya diam dengan naina ini masih saja tetap menangis.


Naina membawa Al ke kamarnya untuk bermain cacing Alaska bersama rudi, kebiasaan yang sering dilakukan cucu dan opa itu.


"opa...Al datang"ucap naina sambil menutup pintunya.


"eh ada cucu opa, Kenapa nangis sayang??"tanya rudi.


"Mama...mama....mama....."Tangisnya semakin menjadi jadi mungkin karena sakit Al menjadi rewel tidak seperti biasanya.


Vina segara turun ke bawah ketika mendengar suara tangisan anaknya, dengan pakaian yang biasa ia pakai dirumah vina turun menuju ruang tamu dimana naina dan rudi sedang sama sama menghibur Al.


"eh kok nangis???"tanya vina melihat anaknya menangis.


Al segera berlari dan meminta gendong pada vina, setalah bergelayut di bahu ibunya Al berhenti menangis hanya terdengar isakan kecil sisa tangisannya.


"Giliran sama mamah diem ya,anak pintar"ucap rudi mengacak-acak rambut Al.


"bi tolong panasin bubur yang tadi aku buat ya soalnya yang tadi pagi sudah tidak panas"ucap vina pada bi suti.


Dengan telaten vina menyuapi anaknya,naina dan rudi hanya menyaksikan vina yang benar-benar hebat sebagai seorang ibu.Dia bisa mengurus anak dan suaminya dengan baik ditambah sedang hamil besar.


"Vina kamu bilang hari ini jadwal kamu cek up kandungan bukan?"tanya naina.


"iya mah tapi seperti nya aku tidak akan pergi karena Al menangis terus aku tidak tega meninggalkannya"jawab vina.


"Tapi cek up kandungan itu penting nak,Al biar sama kami saja ya dan kamu pergi dengan aditya lagipula tidak akan lama bukan"ujar rudi.


"iya pah nanti jika memang Al tidak menangis aku akan cek up"jawab vina.


kemarin aku yang suruh kalian beli tisu, tapi sekarang malah aku yang gak bisa lepas dari tisu🤧🤧


kalo kepalaku udah mendingan aku up 1 episode lagi tapi gak janji ya😂


BERSAMBUNG.........