
Seorang pria tampan, hidung yang mancung,mata yang sipit dan kulitnya yang putih membuat beberapa orang yang melihatnya terpana belum lagi dengan postur tubuh yang bisa dikatakan masuk deretan model Elite Spain.
"Selamat datang den alvin"Ucap pak ali selaku penjaga gerbang yang menyambutnya.
"Dimana mamah?"Suaranya begitu tegas tapi juga halus.
"Nyonya ada di dalam,mari silahkan"jawab pak ali mempersilahkan cucu sulung keluarga brawijaya.
Alvin melangkahkan kaki jenjangnya maju, menaiki beberapa anak tangga yang menghubungkan teras parkiran dan juga teras depan pintu.
"Kakak??"seorang gadis cantik berlari ke arahnya dan memeluknya erat.
"Alisha lepaskan,aku tidak bisa bernafas"pinta alvin pada adiknya yang lucu.
"Ishh kakak,aku rindu padamu sudah 10 tahun kan kita tidak bertemu"desis alisha menunjukan 10 jarinya kepada alvin.
"Ya ya baiklah, sekarang dimana papah dan mamah?"tanya alvin yang sangat merindukan sosok ibunya.
"Ayo kak aku antar,aku rasa kau lupa jalan menuju kamar mamah"ajak alisha menarik tangan alvin tanpa permisi membuat si empu mengerem kesal.
"Alisha lepas,aku bukan kambing yang harus kau tarik tarik seperti ini"Desis alvin namun tidak di gubris oleh sang adik.
"Kak alvin??!!!"Dari belakang terdengar suara yang ia kenal,ya siapa lagi jika bukan kembaran alisha.
"lepaskan aku, kenapa kalian ini lebay sekali"Ujar Al melepas pelukan hangat adiknya.
"Kak kau tidak rindu pada kami?"tanya varo memelas.
"Tidak, aku merindukan mamah dan papah. Dimana mereka?"Tanya Alvin cuek.
"Kak kau jahat sekali"Ucap varo mengerucutkan bibirnya.
"Kenapa dengan bibirmu? perlu aku pukul dengan sepatuku huh?"Tanya Alvin melirik adiknya tajam.
"Tidak kak"jawab varo cepat dan menggelengkan kepalanya.
"Hais sudah kak,ayo kita ke mamah"ajak alisha ke kamar sang mamah yang ada dipojok lantai 2.
Tok tok tok
"mamah?"
"Iya sayang buka, pintunya tidak dikunci"ucap Vina dari dalam.
Ceklek.
"Alisha,ada apa nak?"Tanya Vina ketika melihat putrinya.
"Mamah, ayo tutup mata aku ada hadiah untuk mamah"pinta alisha.
"Hadiah?hadiah apa?"Tanya Vina mengerutkan keningnya.
"Jika aku mengatakannya maka itu bukan hadiah lagi mah, ayolah mamaku yang cantik"Pinta alisha dengan manja.
"Iya iya sayang"Vina menutup matanya rapat,alisha melambaikan tangannya di depan wajah Vina memastikan jika ibunya tidak mengintip.
Alisha segera keluar kemudian menarik Al dan membawanya ke depan vina.
"Mamah boleh buka mata"ucap alisha, perlahan vina membuka matanya.
"Mamah??"panggil alvin dengan mata yang berkaca-kaca karena melihat sosok yang sangat dirindukannya.
"Alvin?"panggil Vina pelan.
"Mamah,aku rindu mamah"ucap alvin pelupuk matanya menggenang air mata.
Vina menarik Al ke dalam pelukannya,putra yang ia rindukan selama 10 tahun terkahir kini ada di hadapannya dengan penampilan yang berbeda ketika terakhir ia di kirim oleh aditya untuk melanjutkan sekolahnya di LA.
"Al apa benar ini kamu sayang?"tanya Vina melepas pelukannya dan menangkup wajah Alvin yang sama tampannya dengan wajah aditya.
"Iya mah ini aku"balas Al juga menangkup wajah ibunya.
"Al kamu sudah besar, tanpa mamah ketahui kamu tumbuh menjadi pemuda yang tampan. Jangan marah dengan papah ya sayang"Ucap Vina lembut pada putranya.
"Mamah,papah adalah ayahku mana mungkin aku marah dengan papah. Meski aku sedikit kesal ketika papah memaksaku untuk meninggalkan mamah dulu tapi semua itu demi kebaikan ku juga mah dan aku sayang sama papah"jelas Al lembut.
"Kamu tumbuh menjadi anak yang baik dan bijak sayang,mamah bangga sama kamu"Vina kembali memeluk anaknya.
"Mah,aku rindu masakan mamah. Apa aku bisa mendapatkan nya sekarang"Ucap Al dengan senyuman yang sangat mirip dengan aditya.
"Tentu saja sayang,ayo ikut mamah sebentar lagi papah akan pulang untuk makan siang"ajak Vina menarik tangan putranya.
"Mamah,jika ada kak alvin pasti kami dilupakan"Protes alisha memanyunkan bibirnya.
"Hei bocah,aku sudah 10 tahun jauh dari mamah sedangkan kau pasti setiap hari tidur dengan mamah sambil di pok pok pantatnya"Balas Al sewot.
"Kakak aku sudah besar,tidak mungkinlah aku begitu"elak alisha dengan perkataan sang kakak.
"Kak,temui oma dan opa dulu mereka juga merindukanmu"Ucap varo,meski usianya sama dengan alisha tapi varo lebih dewasa dari umurnya dalam bersikap.
"Mamah,aku menemui opa dan Oma sebentar ya"Ucap Alvin.
"Iya sayang,mamah akan siapkan makan siangnya"Jawab Vina mengangguk.
Alvin pergi ke kamar sang nenek, kamarnya masih sama yaitu di lantai pertama kamar nomor 3 dari pojok.
tok tok tok
Ceklek.
"Oma?!!!"seru Alvin berhamburan ke pelukan naina.
"Alvin,nak benar ini kamu sayang?"Tanya naina meyakinkan.
"Iya oma,ini aku Alvin"jawab alvin mengangguk.
"Nak,kamu sudah besar. Bagaimana kabar kamu?apa disana kamu makan dengan benar?"Tanya naina bertubi tubi.
"Iya oma tentu saja, dimana opa?"Tanya Alvin.
"Masuklah sayang, Opa sedang dikamar mandiTutur naina.
Alvin duduk di sofa sambil menunggu opanya keluar dan benar saja tak lama rudi keluar, betapa terkejutnya rudi melihat seorang pemuda tampan sedang tersenyum padanya. Wajahnya tampan sama seperti terakhir kali dia lihat.
"Alvin?"panggil Rudi mengenali cucunya.
"Opa baik nak, kamu sendiri bagaimana?"Tanya rudi balik.
"Iya opa aku baik"jawab alvin seraya melepaskan pelukannya.
"Alvin apa kau sudah makan nak?"Tanya naina.
"Mamah sedang menyiapkannya,ayo kita makan bersama"ajak Alvin merangkul tangan naina dan rudi bersama.
"Cucu kita sudah besar semua ya mah"Ucap rudi seraya memegang tangan alvin.
"Tentu saja pah"jawab naina.
"Opa dan Oma sama saja, awet muda"Gombal Al mendapat jeweran dari naina.
"Ahh jadi sudah pandai merayu ya?apa banyak bule yang menjadi korbanmu disana?"Tanya naina masih menjewer telinga Alvin.
"Aduh aduh oma sakit,aku tidak seperti itu Oma"ringis Al memegang tangan naina yang menjewer telinga nya.
"Sudah mah,kasihan dia baru datang masa sudah di beri hadiah sih"ucap rudi melepaskan jeweran naina.
"Opa kau memang penolongku"Ujar Alvin tersenyum senang.
"Mamah,papah,alvin ayo makanan sudah siap hanya tinggal menunggu mas Adit saja"ajak vina.
Mereka duduk di meja masing masing,tak lama terdengar salam dari pintu masuk.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam,kalian sudah pulang ayo duduk"Ucap vina pada kedua sahabatnya yang baru pulang menjemput anak mereka.
"Alvin?!!!!"Seru Bagas dan Revan bersamaan.
"Ya?"
"Sungguh ini kau?"Tanya Bagas mendekati Al.
"Kenapa?"
"Kami merindukanmu, akhirnya kau kembali juga"Revan dan Bagas memeluk Alvin tiba tiba membuat si empu sedikit terkejut.
"Aku bisa mati dihari pertama kembali jika pelukan kalian seperti ini"ucap Alvin tertahan karena keduanya memeluk Al dengan erat.
"Ahh iya maaf maaf, kami terlalu senang"ucap Revan melepas pelukannya.
"Al kau tumbuh menjadi remaja tampan"Ucap dila tersenyum hangat.
"Iya tante, Tante apa kabar?"Tanya Al.
"Baik nak"jawab dila mengangguk.
"Tante imel kau semakin cantik saja"Ucap Al membercandai tante nya.
"Kau ini pandai sekali menggoda ya, berapa banyak yang kau dapatkan di luar negeri?"Tanya Imel menggoda ponakannya.
Plakkk
"Anakku bukan pria seperti itu"protes Vina memukul bahu imel.
"Lupa kalo ada mamahnya"cengir imel.
"Assalamualaikum"
"Itu pasti mas Adit"ucap vina kemudian pergi ke asal suara.
"Waalaikumsalam mas, Ayo semua orang sudah menunggu"Ajak Vina mengambil tas kerja aditya dan membantu membukakan jas nya.
"Kamu terlihat bahagia sayang,apa ada sesuatu?"Tanya aditya melihat wajah istrinya berseri seri.
"Sudah ayo nanti kamu akan lihat"Ajak vina menarik tangan aditya.
Aldo dan rendy menyusul aditya yang sudah digeret oleh istrinya.
Langkah aditya terhenti ketika melihat sosok yang ia rindukan selama ini, anaknya yang dulu masih kecil kini tumbuh menjadi remaja tampan.
"Papah??"panggil Al lirih.
"Alvin?"panggil aditya juga.
"Papah apa kabar?"Alvin mencium tangan aditya.
Aditya tidak membalas melainkan memeluk tubuh anaknya erat sambil menepuk punggung Alvin pelan.
"Apa kabar Al?kau tumbuh menjadi anak yang tampan"ucap aditya.
"papah, maafkan aku"ucap Al tepat di telinga aditya.
"Papah yang seharusnya minta maaf karena memaksamu untuk belajar di luar negeri dan meninggalkan keluarga mu disini,tapi percayalah nak itu semua demi kebaikan kamu"Balas aditya melepas pelukan anaknya.
"Aku tahu pah"Al mengangguk kemudian kembali memeluk Aditya.
"Sudah sayang, biarkan anakmu makan dulu"ucap vina melepas pelukan antara ayah dan anak itu.
"Kamu cemburu hmm?"Tanya aditya mengedipkan matanya.
"Jangan bercanda mas, sudah ayo duduk"balas Vina menarik bangku untuk aditya.
"mah,pah kalian tidak pernah berubah dan selaku romantis ya"Ucap Alvin tersenyum bahagia.
"Tentu saja Al,karena papah sangat mencintai mamahmu"ucap aditya kemudian mencium pipi vina tanpa malu.
"Dit kau mau ku suntik dengan racun?"desis rendy lelah rasanya melihat keromantisan saudaranya yang tidak pernah berubah meski sudah 15 tahun menikah.
"Aku mendukungmu rend"Sambung aldo.
Dan mereka tertawa-tawa bersama, memenuhi meja makan dengan canda tawa yang sempat kurang karena tidak ada Alvin.
Tawa Alvin terhenti mengingat sesuatu yang selalu ia ingat 10 tahun terkahir ini.
"Dimana dia??" Batin Al.
fiks besok udah mulai up cerita Alvin❤️❤️❤️