
"Risa??? sedang apa kau disini dan bersama siapa?"tanya aditya terkejut
"dengan Rafly dan kakak ipar"jawab risa menujuk Vina dan Rafly yang sedang menatap mereka
Jedarrrrrr.....
Hati Aditya serasa seperti air sungai,aliran darahnya sudah mengalir dengan cepat, ditambah ketika Vina menghampirinya
"hai apa kabar?"sapa Vina pada wanita yang datang bersama Aditya
"aku baik, kau sendiri bagaimana Vin?"tanya wanita itu
"seperti yang kau lihat Tania"jawab vina
wanita yang semalam mengirim pesan pada aditya dan kini berada dihadapan Vina adalah Tania orang yang selalu berusaha merusak rumah tangganya.
Vina berusaha menahan gemuruh di hatinya, ingin rasanya dia menampar suaminya tapi seakan tangan nya tak mampu melakukan itu,matanya sudah memerah menahan tangis,tangannya memegang erat tas miliknya.
"risa ayo pulang alvin pasti menangis karena haus"ucap vina terdengar gemetar menahan tangis
"sayang dengarkan aku dulu"ucap aditya memegang tangan vina
Vina menunjukan senyum terpaksa dan berkata dengan lembut
"kita akan bicara dirumah mas"ucap vina melepas tangan aditya dari pergelangan tangannya
Vina berlalu meninggalkan Risa dan Rafly yang masih mematung disana, air matanya berjatuhan bersama dengan langkah kakinya
"aku tidak menyangka mas.... aku berusaha untuk percaya padamu, aku tidak mau mengulangi kesalahan ku seperti dulu tapi hari ini kau membuktikan bahwa kepercayaan ku tidak ada gunanya" Hati Vina menjerit sakit
Dadanya terasa begitu sesak ingin dia meluapkan rasa yang ada dihati nya tapi mulutnya seakan di jahit dan tak mampu berkata kata
"Kakak???"panggil risa mengejar vina
"kak kami pulang dulu,sampai jumpa di rumah"ucap Rafly kemudian Segera pergi
"Adit kenapa kau tidak menjelaskan kepada vina"ucap tania
"sudahlah Tania saat ini pikiranku sedang kacau, aku ingin pulang... maaf permisi"jawab aditya
Aditya meninggalkan tania,dia melajukan mobil nya menuju kantor meluapkan pikirannya pada pekerjaan.
"dit?"panggil aldo sedangkan aditya masih sibuk dengan benda pipih ditangan nya
"ayo pulang ini sudah malam,Vina pasti khawatir padamu"ucap aldo lagi
"kau pulang lah aku akan menenangkan pikiran ku dulu"ucap aditya
"tidak dit,ayo pulang"ajak aldo menarik tangan aditya
"Dila maaf hari ini aku tidak bisa mengantarmu"ucap aldo
"tidak apa apa aku akan naik taksi saja"jawab dila
seperti biasa Aldo yang akan menjadi sopirnya sedangkan aditya lagi lagi sibuk dengan ponselnya
"Adit Sekarang apa yang akan kau lakukan?ucap aldo
"Entahlah do saat ini pikiranku hanya tertuju pada vina"jawab aditya namun matanya masih fokus pada ponselnya
"semoga semua baik baik saja"gumam aldo
mereka sampai pukul 20:00 dilihat rumah tenyata semua orang belum tidur termasuk vina yang sedang asik dengan buah hatinya
"assalamualaikum"salam Aditya dan aldo
"waalaikumsalam"jawab semuanya
Vina melihat aditya dengan dingin kemudian menggendong Al masuk ke kamar
"mah aku masuk dulu ya Al sudah mengantuk"ucap Vina
"baiklah nak"jawab naina
Vina membawa Al masuk ke dalam kamar diikuti aditya, aditya mengunci pintu kamar mereka dan memeluk tubuh istrinya dari belakang
"sayang jangan seperti ini aku mohon dengarkan aku"ucap aditya
Vina membalik badan dan menatap aditya
"Aku belum siap untuk mendengar kenyataan pahit ini mas,jadi beri aku Waktu untuk sendiri"ucap vina
Aditya menatap Alvin dan menciuminya, pikirannya menyuruh untuk memberitahu Vina tapi hatinya justru sebaliknya
πππ
Lusa adalah pernikahan risa dan tio, semua orang begitu sibuk mempersiapkan pernikahannya. Aditya dan aldo tidak pergi ke kantor dan ikut mempersiapkan apa yang sudah mereka rencanakan.
"Vina malam ini akan ada acara di hotel Mercure untuk melepas masa lajang risa"ucap naina
"maaf mah tapi aku tidak bisa janji akan kesana, kepalaku terasa sakit mah dan lagipula nanti tidak ada yang menjaga Alvin"Vina berusaha menolak saat ini dia tidak ingin pergi kemana mana dia hanya ingin bersama anaknya Alvin
"kak wajahmu terlihat pucat dan sepertinya kau kurang tidur,apa kau sakit?ucap risa memegang pipi vina
Selama 2 hari ini Vina tidak tidur dan makan dengan benar, setiap malam dia hanya menagis memikirkan suaminya. wajahnya terlihat pucat dan tidak bersemangat
"aku tidak apa apa risa mungkin hanya kelelahan"jawab Vina
Aditya melihat istrinya yang terlihat sangat menyedihkan,dia tau bahwa setiap malam Vina menangis karena Aditya selalu melihat istrinya dari kamera cctv yang terhubung di ponselnya
"kakak sudah hentikan sekarang lebih baik kau tidur dan istirahat"ucap risa meminta vina berhenti membantunya membungkus sovenir
"tidak apa apa risa aku baik baik saja"ucap Vina
Alvin yang berada di gendongan aditya tiba tiba menangis dengan segera Vina mengambil Al dari gendongan aditya
"cup... cup.... sayang.....diam ya...."ucap vina menina bobokkan Alvin
Entah karena kurang makan atau tidur tiba tiba tubuhnya terasa begitu lemas kepalanya berputar tapi dia berusaha untuk menutupi rasa sakitnya
"kak biar Al aku yang gendong"ucap risa mengambil Al
Vina sudah tidak bisa menahan sakit yang menyerang kepalanya,dia memegangi kepalanya perlahan penglihatan nya mulai buram dan akhirnya Vina tidak sadarkan diri
BRUKKKK
"kakak??"ucap Risa yang melihat vina pingsan
Aditya membopong istrinya ke sofa ruang tamu dan segera menelpon rendy
"cepat kerumah"suara Aditya terdengar khawatir
"ada apa dit??"tanya Rendy namun Aditya sudah mematikan sambungan telepon nya
"ada apa sayang?"tanya Imel yang kini sedang makan siang bersama rendy dirumah sakit
"ayo ke mansion sepertinya ada masalah"ajak rendy
naina memberi minyak angin ke hidung Vina berusaha membuatnya sadar namun Vina tidak juga membuka matanya tak lama rendy datang bersama imel
"Vina???"panggil Imel melihat Vina terbaring tak sadarkan diri
"cepat periksa dia"perintah Aditya
Rendy mulai mengarahkan stetoskopnya ke bagian dada Vina
"Adit kondisinya sangat lemah dia tidak makan sekitar 2 hari ini dan juga dia kurang tidur membuat dia kekurangan cairan.. aku akan meminta perawat membawa alat infus kesini biar Vina dirawat dirumah saja"jelas rendy
"Aditya sebenarnya ada apa ini??"tanya naina
"ini semua karena Adit mah"ucap aditya menunduk
"kak apa ini ada hubungannya dengan perempuan itu?"tanya Rafly
"perempuan? perempuan siapa?"tanya naina
"apa lagi yang kamu lakukan terhadap istrimu dit?"tanya Rudi
"papah tenang dulu"ucap Aldo
"bagaimana bisa tenang kau lihat kondisi Vina?dia tidak makan dan tidur dengan benar karena ulah kakakmu"jelas rudi
"pah biar Aldo jelaskan"ucap aldo
"jelaskan sekarang"ucap naina
BERSAMBUNG........
HAI AKU UP LAGI NIHH π€π€ BANTU LIKE DAN VOTE YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT BUAT UP πππ BANTU KOMEN KRITIK DAN SARAN JUGA BOLEH πβ€οΈ OH IYA JANGAN LUPA FOLLOW INSTAGRAM AKU @Alfianaaa05_
terimakasih, happy reading πβ€οΈπΊ