My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 67



"ehh Vina mau kemana kamu?"teriak dila langsung mengikuti Vina dan kedua gadis itu


"loh Vin kok kamu kesini udah selesai bakar bakarnya?"tanya naina


"belum mah, Vina mau ngomong sesuatu aja sama mereka"jawab Vina kemudian kembali melangkah menuju kamar Vina


"Aduh Vin cepet kenapa sih?"tanya Imel


Vina menyuruh kedua gadis itu duduk di sofa yang sama namun Imel memberi jarak antara dirinya dan juga risa


"sekarang kalian bicara 1 sama lain"ujar Vina memangku tangannya didada


"maksud kakak?"tanya risa


"maksud kamu apa sih Vin?"tanya imel bahkan dila sendiri tidak tahu maksud temannya


"kalian dengarkan aku baik baik ya"ucap vina tenang


"aku tahu kalian pasti tidak bersahabat karena seorang pria kan?"tanya vina


"tidak"jawab mereka kompak


"huh...."Vina membuang nafasnya kasar


"Imel aku tahu selama ini pasti ada rasa cemburu pada risa tapi kau salah mel,Risa tidak pernah mencoba merebut rendy darimu dia memang mencintai rendy tapi saat aku menjelaskan padanya bahwa kau adalah kekasihnya rendy dia sudah ikhlas dan bertekad untuk melupakan rendy......Jadi aku mohon kalian jangan saling diam"ucap Vina memberi jeda ucapannya


"Mudah sekali kau berkata seperti itu Vin"ucap Imel membuat Vina sekaligus dila terkejut


"Apa maksudmu?"tanya Vina


"kau membelanya karena dia adalah adik iparmu kan? kenapa aku harus percaya jika kau memberitahukan untuk melupakan rendy bisa saja kau justru mendekatkan dirinya kepada Rendy"jawab Imel


"Cukup Imel"bentak risa tak terima mendengar penuturan Imel


"Kenapa? apa kau sekarang mau jujur bahwa kau memang menginginkan Rendy?aku melihatmu selalu mencari perhatiannya mulai dari kita berangkat ke pantai waktu itu sampai kau makan ditengah malam bersamanya"jelas Imel emosi


"Imel aku rasa kau salah sangka"ucap dila mencoba menenangkan imel


"Sekarang kau akan membela nya juga dil? gadis ini berusaha untuk merebut rendy dariku dan kalian justru malah membelanya?"tanya Imel tidak menyangka


"kau sudah kelewatan Imel"ujar risa


"aku? seharusnya aku yang bilang begitu kau sudah kelewatan,kau sudah berusaha untuk dekat dengan rendy namun tidak berhasil dan meminta bantuan Vina kan?iya kan??"tanya imel penuh penekanan


"Imel hentikan"bentak Vina


"kenapa Vin?aku seorang wanita yang begitu mencintai kekasihku, apa aku salah jika mencoba menyingkirkan orang yang ingin mengambil kebahagian ku?"Tanya Imel berderai air mata


"aku mengerti tapi kau sudah salah sangka dengan risa,dia dan Rendy sejak kecil sudah dekat seperti kakak dan adik"jelas Vina


"Mungkin untuk rendy dia adalah adiknya, tapi untuk risa? rendy adalah pria yang dicintainya"ujar Imel


"Imel dengarkan aku baik baik memang aku mencintai Rendy sejak dulu tapi ketika aku tahu dia sudah bahagia dengan mu sejak saat itu pula aku bertekad menghapus rasa cintaku untuknya"Risa berkata dengan pelan


"Apa kau pikir aku akan percaya?heh..."ucap imel tersenyum mengejek


"Imel dengarkan aku, aku adalah sahabatmu aku tidak membela siapapun disini aku hanya berkata yang menurutku benar"ucap vina memegang kedua pundak Imel


"imel cobalah untuk percaya padanya"sambung dila


Imel tidak menjawab dia langsung pergi meninggalkan ketiga wanita itu


"Risa aku percaya padamu"ucap dila


"terimakasih dila"ucap risa


"yaudah sekarang ayo keluar"ajak vina


Kini semua orang berada di tempat bakaran menunggu makanan yang siap disantap


"ahh berikan padaku biar aku saja yang membakar nya"ucap risa bersemangat seperti tidak terjadi apa-apa


"Kau ini gadis atau pria sih???"ucap aldo tak habis pikir


"terserah yang penting aku cepat menikmati ini"jawab risa


Sejak keluar kamat Vina Imel tidak mengeluarkan sepatah kata pun membuat Rendy bingung


"enghhh iya kenapa"jawab Imel terkejut


"sejak tadi kau diam saja,ada apa?"tanya rendy


Vina,dila dan risa melihat kearah Imel


"huh kenapa Imel begitu keras kepala sih" gerutu Vina


"*semoga saja Imel bisa percaya padaku"ucap Risa


"cobalah Mel*" ucap dila


"tidak rend, aku tidak apa apa"jawab Imel tersenyum


"ummm...mas aku mau itu"pinta Vina menujuk sosis bakar


"ini"ucap aditya tapi Vina malah menggeleng


"Suapin"rengek Vina


"astaga Vin kamu....huh...."ucap dila tak mampu berkata kata melihat temannya yang super duper bucin


"kak kau bucin sekali"pekik risa sedangkan yang lain hanya menepuk jidatnya


Aditya menyupi vina penuh kasih sayang membuat siapa saja yang melihatnya iri


"huhh...apalah dayaku yang sendiri ini"ucap Risa melihat keromantisan vina dan Aditya


"hei kau tidak sendiri,aku juga jomblo"sambung Rafly


"kalo kau memang jomblo akut"ucapan dila sukses membuat semua orang terawat kecuali Imel yang hanya menunjukan ekspresi datar dengan tatapan kosong


"wah... wah mamah sama papah engga dikasih nih??"ucap naina yang datang tiba tiba


"eh ini mah udah disiapin spesial pake cinta dari menantu mamah yang cantik ini"ucap Vina tersenyum manis


"baiklah menantuku terimaksih"ucap Rudi terkekeh


Setelah selesai menyantap makanan, Imel mengajak rendy untuk pulang


"sayang pulang yuk"ajak Imel berbisik pada rendy


"Dit aku dan Imel pamit ya lagian ini udah malem"ucap rendy pada aditya


"iya baiklah"jawab aditya kemudian Risa dan Imel menuju pintu keluar tapi sebelum itu Vina memanggilnya


"Imel??"panggil Vina kemudian menghampiri imel


"aku harap kau bisa percaya pada ucapanku tadi"ucap Vina membuat rendy bingung


"maksudnya vin?"tanya Rendy


"ahh tidak ini hanya urusan para wanita"elak vina


Rendy dan Imel melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan Mansion


"mereka sudah pergi kenapa kau masih disini"tanya aditya


"tidak mas, ayo"ajak Vina


"Vin,aku juga pulang ya"ucap dila


"iya hati hati ya"ucap Vina


"yaudah kita pergi dulu ya, assalamualaikum"ucap aldo memberi salam


"waalaikumsalam"jawab Vina dan aditya


BERSAMBUNG.........


HAIII AKU UP LAGI NIHH🤗😍BANTU LIKE DAN VOTE YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT BUAT UP 🙏💪😍


TERIMAKASIH,HAPPY READING ❤️🌺