
Setelah acara selesai tiba tiba saja Vina merasakan tubuhnya melemah, pandangannya kabur bahkan perutnya sedikit nyeri.
"ya Allah aku belum minum obat sejak kemarin"batin vina.
"Sayang??"panggil aditya pada Vina yang menunduk.
"iya mas?"saut vina.
"kamu kenapa? ini kenapa kok kamu keringetan?"tanya aditya menyeka keringat yang membasahi dahi vina.
"gak apa apa mas"jawab vina.
"Bener?"tanya aditya meyakinkan bahwa istrinya baik baik saja.
"iya mas,mas pulang yuk aku takut baby nangis"ajak vina dengan alasan baby sebenarnya dia takut jika tidak sadarkan diri di rumah orang.
"yaudah ayo kita temui tuan adrian dan istrinya dulu"ujar aditya diangguki vina.
Setelah pamit pulang dengan pemilik rumah, aditya dan vina segera meninggalkan rumah besar dierja itu menuju mansion Brawijaya.
"Sayang kamu gak apa apa?"tanya aditya yang mulai curiga sesuatu telah terjadi pada Istrinya.
"iya mas gak apa apa mungkin cuma kelelahan"jawab vina.
"yaudah nanti kalo udah sampai kamu istirahat ya aku harus ke kantor"tutur aditya diangguki vina.
"mama,aku antuk"ucap Al yang sedang merebahkan diri di kursi penumpang.
"Al ngantuk?ya udah bobok ya"saut Vina memberikan susu formula milik Al yang ada di dalam dot.
Vina merasakan perutnya semakin sakit seperti di remas benda tajam, keringat bercucuran membasahi wajahnya yang cantik.1 jam kemudian mereka sampai di mansion, aditya menggendong Al yang tertidur sedangkan vina berjalan pelan menahan sakit di perutnya.
"Nona anda tidak apa apa?"tanya seorang penjaga Mansion.
"iya saya tidak apa apa"jawab vina.
"Assalamualaikum"salam aditya yang masuk lebih dulu dari Vina.
"waalaikumsalam, loh kak vina mana?"tanya risa tidak mendapati vina datang bersama Aditya.
Belum sempat aditya menjawab vina datang kemudian mencium punggung tangan naina dan Rudi bergantian.
"mah baby pasti rewel ya?"Tanya Vina pada ibu mertuanya.
"tidak nak,dia sangat anteng dan sekarang sedang tidur di kamarnya bersama dina"jawab naina.
"Vin,cucu keluarga brawijaya tidak ada yang cengeng karena mereka memang terlahir kuat"saut rudi.
"amin pah"ucap vina.
"kak apa kau baik-baik saja?"tanya Clara.
"iya, memang aku kenapa?"tanya Vina balik.
"wajahmu sangat pucat kak"saut rafly.
"ah ini aku hanya butuh istirahat saja"jawab vina.
"sayang kamu istirahat gih aku mau tidurin Al dulu ya"titah aditya diangguki vina.
Vina mulai menaiki satu persatu anak tangga yang menjadi akses jalan menuju kamarnya.Di tengah jalan menuju kamarnya ia berpapasan dengan Imel.
"Vin?"panggil imel pada vina yang terus menunduk.
"eh Mel, kenapa?"tanya vina.
"Kamu kenapa? pucet banget"tanya imel memperhatikan dengan lekat wajah Vina yang pucat dan bibirnya yang membengkak.
"iya gak apa apa cuma butuh istirahat aja kok"jawab vina kemudian pergi ke kamarnya meninggalkan Imel yang dipenuhi pertanyaan.
Vina mengganti baju dengan pakaian yang cocok untuk memakai hijab tetapi bukan gamis maupun syar'i melainkan celana panjang dengan atasan model tangan panjang.
"Bismillah ya Allah, hari ini aku akan mencoba memakai hijab"gumam vina menatap dirinya di cermin kemudian merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
Aditya menidurkan Al di kasur mini size milik Al kemudian beralih menatap ibu mertuanya yang dengan ikhlas merawat kedua anaknya yang masih baby itu.
"Ibu pasti lelah, mending ibu istirahat dulu"ucap aditya seraya melangkah dan mendekati dina.
"engga nak ibu gak lelah,oh iya dimana Vina?"tanya dina.
"dikamar bu mungkin sedang istirahat, kasihan sepertinya dia sangat kelelahan"jawab aditya.
"Nak ibu sangat berterimakasih sama kamu"ucap dina tiba tiba.
"Terimaksih? terimaksih untuk apa bu?"tanya aditya tidak mengerti.
"Kenapa ibu bicara itu tiba tiba? dan lagi saya Sangat mencintai vina bu sampai kapanpun saya tidak akan meninggalkan Vina meski saya tiada sekalipun.Mungkin jasad saya telah pergi meninggalkannya tapi tidak dengan roh saya yang akan selalu berada di sampingnya"jelas aditya.
"ibu sangat bersyukur Vina bisa mendapatkan suami sepertimu nak,meski pernikahan Kalian terpaksa tapi Alhamdulillah berujung Kebahagiaan.Terima kasih nak"ujar dina lagi.
"Seharusnya saya bu yang berterimakasih karena mau merestui pernikahan paksa yang kami lakukan,saya yang beruntung memiliki Vina sebagai sosok teman hidup di samping saya, wanita hebat yang sangat saya cintai dan sangat mencintai saya"balas aditya.
Dina tersenyum dan membelai rambut menantunya dengan sayang seperti seorang ibu pada anaknya.
Sementara di kamar, berkali-kali Vina menggulingkan tubuhnya ke kanan dan kiri di atas kasur, tangannya dengan kuat meremas baju dan sprei yang ia gunakan untuk menghilangkan rasa sakit di perutnya yang semakin membuatnya tidak tahan.
Vina menurunkan kakinya berniat untuk meminum obat namun karena tubuhnya sudah lemas badannya terhuyung ke meja rias membuat beberapa makeup miliknya berjatuhan di lantai.
BRUKKKK
Vina jatuh dengan posisi tengkurap diatas karpet berbulu yang menghiasi lantai kamarnya.
"ahh mas Adit???"panggil vina lirih menjatuhkan kepalanya.
Ceklek.
Suara knok pintu terdengar di gendang telinga vina,samar ia melihat seseorang masuk ke dalam kamar nya.
"kakak???kakak kenapa?"tanya Iqbal yang datang berniat bertanya soal pelajaran yang sedang ia kerjakan saat ini namun yang ia lihat justru sungguhan mengejutkan.
"Iqbal tolong kakak, ambilin obat kakak di dapur"ucap vina terbata bata.
"kakak kenapa?"tanya iqbal mulai khawatir kemudian berlari meninggalkan kamar vina untuk memanggil dina dan aditya.
"Ibu???!!ka Adit?!!!"panggil iqbal berteriak memenuhi mansion.
Dina dan aditya sama sama terlonjak kaget mendengar teriakan iqbal begitupun dengan semua yang ada di bawah termasuk bi Ijah dan bi suti.
"Iqbal kamu kenapa menangis nak?"tanya dina Melihat iqbal yang menangis sambil menunjuk ke arah kamar vina.
"kakak,dia kakak bu hiks...hiks..."Iqbal tidak bisa menyelesaikan perkataannya karena Isak tangis memenuhi dadanya saat ini.
"Iqbal kenapa menangis? coba bicara yang jelas sayang"ucap dila lembut.
"kak vina,dia kesakitan di kamarnya tolonglah dia.Dia minta diambilkan obat di dapur hiks kak vina kesakitan bu"jawab iqbal.
Tanpa berkata-kata aditya berlari menuju kamarnya diikuti yang lain terutama Imel yang berlari sama kencangnya dengan aditya.
"bi titip anak anak ya"ucap Dina pada kedua bibi kemudian menyusul yang lain ke kamarnya.
"Sayang??!!!!!"panggil aditya terkejut melihat Vina yang sudah tergeletak di lantai.
"Ya Allah Vina??"panggil rudi juga sama terkejut dengan Aditya.
Aditya mengangkat kepala istrinya sambil menepuk pipi vina berkali kali.
"Sayang lihat aku, kamu kenapa?"tanya aditya.
"mas hiks sakit"jawab vina lirih.
"Vina apa kamu sudah minum obat?"tanya imel mengerti situasi saat ini.
"Belum mel,aku belum meminumnya sejak kemarin malam"jawab vina lemah.
"Astaga kenapa tidak meminumnya padahal kau tahu bahwa itu sangat penting kan"ujar imel.
"Ada apa ini sebenarnya? kenapa aku tidak mengetahui apa apa?"tanya aditya.
"mas, jangan marah marah sayang"ujar Vina pelan.
ini nak minumlah"naina menyodorkan segelas air putih dan obat yang tadi ia beli namun belum sempat obat itu digapai Imel pandangan Vina mulai kabur dan tidak sadarkan diri di dalam dekapan suaminya.
"Sayang bangun??"aditya menggoyangkan dan menggerakkan Vina yang tidak sadarkan diri
"Vin? bangun Vin"ucap Imel juga menangis.
"Sudah jangan menangis lebih baik kita langsung bawa saja bawa viba ke rumah sakit"tutur rudi.
Dengan gerakan cepat aditya menggendong vina dan membawanya turun ke bawah bergegas ke rumah sakit.
"ka Vina?ka Adit ada apa dengan kakak ipar?"tanya risa namun tidak di jawab sama sekali oleh aditya.
"Tante ada apa dengan kakak ipar?"risa beralih bertanya kepada naina.
"Tante juga gak tahu, tante titip anak anak ya sekarang tante mau ke rumah sakit dulu"ujar naina kemudian pergi.
Semalam ketiduran dan ternyata belum pencet buat di kirim jadi maaf ya teman teman karena baru up🙏😊
BERSAMBUNG.......