
"tidak ka tidak akan aku lakukan"ucap Rafly ketakutan
Vina dan Risa menahan tawanya melihat ekspresi wajah Rafly
"Hahahahaha"tawa keduanya pecah ketika Rafly benar benar menujukan ekspresi wajah takut
Sedangkan didalam mobil Aldo,Imel terus memikirkan persoalan diresto tadi hingga akhirnya dila memanggilnya
"Mel,sejak tadi kau hanya diam ada apa?"tanya Dila
"Tidak apa apa hanya lelah saja"jawab Imel berbohong
"sini"ucap Rendy kemudian meletakan kepala Imel dipahanya
"kau juga mau?"tanya Aldo yang melihat dila senyum kepada pasangan belakang
"ahh tidak"jawab Dila berbohong padahal dia sangat menginginkan nya
"jangan berbohong"goda Aldo
"ishh apaa sih"ucap dila malu kemudian memeluk lengan Aldo
"tadi bilang gamau sekarang nempel"goda Aldo lagi
"udah diem fokus aja sama jalanan jangan fokus sama aku"ucap dila memandang kedepan
"huhh pasangan bau"sindir Rendy
"sirik"umpat aldo
Setelah melewati perjalanan selama 3 jam mereka akhirnya sampai di mansion pukul 00:00
"udah malam mending pada nginep aja"Saran Rafly
"Gausah lah kita pulang aja ya"ucap Dila
"gak ada yang pulang ini udah malam bahaya"ucap Vina
Akhirnya mereka semua menginap di mansion
"kau dan Imel tidur bersama dikamar tamu"jelas Vina
"... sedangkan Rendy kau tidur bersama Aldo"lanjut Vina
"hmm baiklah Vin"jawab semuanya
"yaudah lebih baik kalian bersih bersih dulu saja"ucap aditya kemudian mengajak istrinya ke kamar
"Ayo sayang"Ajak Aditya
"baiklah semuanya selamat beristirahat"ucap Vina kemudian pergi dari ruang tamu
"aku juga masuk ya, selamat malam"pamit Risa diikuti Rafly
mereka berempat Akhirnya ikut masuk untuk membersihkan diri kemudian istirahat.
"sayang kau pasti Sangat lelah bukan?"tanya Aditya yang melihat Vina meluruskan kakinya dengan susah
"Tidak mas aku tidak lelah justru aku senang bisa melihat indahnya sunset bersama denganmu dan anak kita"jawab vina tersenyum
"Anak papah cape ngga?"tanya Aditya pada perutnya Vina
"Enda papah aku seneng bica maen"jawab Vina menirukan suara anak kecil
Aditya tersenyum kepada Vina begitupun sebaliknya
"Terimakasih"ucap Aditya masih menatap Vina
"untuk?"tanya Vina tidak mengerti
"sudah mau menikah dan mengandung anakku,jika saja dulu aku menolak keras untuk menikah denganmu aku yakin sampai sekarang aku belum mendapatkan wanita yang baik dan selalu bisa membuatku bahagia"Ucap Aditya sambil mencium tangan Vina
Vina menangkup kedua pipi Aditya hingga membuat tatapan mata penuh cinta itu bertemu
"Lalu aku?jika saja aku tidak mau menikah dengan bos dinginku ini pasti kini aku masih bekerja di Brawijaya group dan selalu mendapat omelan dari bosku itu"goda Vina membuat aditya terkekeh
"Mas kau tahu terkadang aku sering berpikir apakah ini keberuntungan atau takdir hingga Allah memberikanku suami yang baik seperti mu dan juga keluarga yang sangat menyayangi ku...apa aku cukup pantas untuk itu mas?"tanya Vina
"Sangat sangat pantas sayang,sejak dulu kau selalu bekerja keras membantu keluargamu dan selalu berdoa kepada Allah untuk kebahagiaanmu...Allah akan mengabulkan doa hambanya yang bersungguh sungguh"jawab aditya
Vina memeluk erat tubuh Aditya dan tersenyum didalam pelukannya
"sudah malam tidurlah"ucap Aditya tetapi Vina justru menggeleng
"Mau itu"ucap Vina seperti anak kecil
"Mau apa?"tanya Aditya tidak mengerti
Vina mencium bibir Aditya singkat kemudian kembali menatap nya
"mau ini, hehehe"jawab Vina tertawa
Aditya mencium bibir Vina dan Vina membalasnya,hingga tangan aditya mulai tidak bisa diam dan menggerayangi setiap lekuk tubuh Vina hingga membuatnya mengeluarkan desahan
Aditya menghentikan aksinya kemudian kembali memeluk vina
"tidurlah sayang aku tahu kamu lelah"ucap Aditya
Dan akhirnya mereka terlelap dengan posisi berpelukan
03:00 WIB
Risa membuka matanya karena merasa tenggorokan nya perlu di siram air
"ya ampun haus sekali"ucap Risa dengan nada serak khas bangun tidur
"Ya ampun aku lupa mengisinya"ucap risa ternyata botol air itu kosong
Risa keluar menuju dapur untuk mengambil air minum
"ahh masih ngantuk harus ambil air merepotkan saja"gerutu risa pada dirinya
Brukkkk
Karena berjalan sambil memejamkan matanya risa tanpa sengaja menabrak tubuh seseorang
"awwhhh"rintih risa memegangi dahinya
"Risa kau baik baik saja?"tanya orang itu
Risa membuka matanya dan melihat bahwa itu adalah Rendy
"ahh iya aku baik baik saja"jawab risa
"sedang apa kau disini?"tanya Rendy
"aku haus jadi aku kesini mau ambil air,kau sendiri sedang apa?"tanya risa
"Aku lapar sekali dan mencari makanan barang kali ada tetapi tidak ada"jawab Rendy
"Baiklah kau duduklah dulu biar aku buatkan mie instan untukmu"ucap risa
"terimakasih"jawab Rendy kemudian duduk di meja makan
Imel terbangun karena merasa hajatnya harus segera dibuang
"Ada siapa di luar, kenapa lampunya menyala?"tanya Imel melihat dari bayangan pintu
Imel keluar menuju dapur dan betapa terkejutnya dia melihat Rendy dan Imel sedang makan bersama di meja makan sambil sesekali bercanda
"Apa?apa apaan ini"ucap Imel terkejut tak terasa buliran air mata membasahi pipinya
Imel berlari menuju kamarnya dan menangis dengan ditutupi bantal agar dila tidak mendengarnya
"hikss....hiks....kau jahat sekali rend.....dasar wanita murahan"umpat Imel pada Risa
Keesokan harinya
Vina membuka matanya dan melihat jam menunjuk kan pukul 05:00
"mas ayo bangun kita solat subuh dulu"ajak Vina pada Aditya
"baiklah"jawab aditya membukanya matanya
"Aku mandi duluan ya"ucap Vina ingin turun namun dicegah aditya
"bareng aja yank"ucap Aditya langsung menggendong Vina
"mas kalo mandinya bareng bisa bisa kita ketinggalan subuhnya"ucap Vina tahu jika mandi bersama maka suaminya tidak akan bisa menahan
"janji sayang mandi aja"Jawab Aditya kemudian melepas seluruh pakaian Vina dan dirinya
Mereka selesai mandi bareng hanya mandi ya tanpa melakukan adegan berbahaya
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh"salam Aditya sebagi imam diikuti Vina
Setelah selesai melaksanakan solat subuh Vina dan Aditya keluar dan melihat naina serta Rudi sudah berada disana sedang menikmati teh
"pagi mah,pah"sapa Aditya
"pagi sayang"jawab keduanya
"bagimana kemarin liburannya? menyenangkan tidak?"tanya naina
"sangat... sangat.... sangat mah"jawab Vina mengangkat kedua tangannya
"haha mamah senang mendengarnya"jawab naina terkekeh
"Tapi mah kemarin vina hampir terjatuh saat sedang bermain dipantai"ucap Aditya sontak membuat naina dan Rudi sama sama terkejut
"apa?lalu bagaimana?apa ada yang sakit sayang?"tanya naina nada khawatir
"iya nak apa perlu papah panggilkan dokter"ucap Rudi yang tak kalah khawatir
"tidak mah, pah aku baik baik saja beruntung kemarin ada yang menolongku"jawab Vina lembut
"Alhamdulillah"jawab naina dan Rudi lega
"Tapi siapa yang menolongmu?"tanya Rudi
"namanya Tio pah"jawab Vina
"kau sudah berterimakasih kan padanya dit?"tanya naina
"Sudah mau mana mungkin aku tidak berterima kasih dia sudah menyelamatkan kehidupan dan kebahagiaanku"ucap aditya
"kirain,kamu kan paling gengsi bilang makasih dan maaf"ledek Rudi
"itu sebelum aku mengenal Vina pah"elak aditya
"hahaha"tawa semuanya pecah
BERSAMBUNG........
UP LAGI NIHH🤗🤗BANTU LIKE DAN KOMEN KEKURANGAN NOVEL INI DONG 🙏🙏KALO BERKENAN BOLEH VOTE HIHIHII 😂😂
TERIMAKASIH, HAPPY READING ❤️😍