
Vina dan imel kembali dengan beberapa tentengan belanjaan di tangannya, dilihat naina,dila,risa,Clara dan anak anak sedang berkumpul di ruang tamu.
"assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
"eh tuh mamah udah pulang sayang"ujar naina yang sedang menggendong baby alisha.
"Maaf ya mah lama"ujar Vina mengambil alih gendongan alisha sedangkan varo anteng dalam gendongan risa.
"Kalian darimana memang kak?"tanya clara.
"Dari mall beli baju buat si kembar"jawab vina."oh iya mah apa besok kita jadi mengadakan syukuran untuk anak anak?"tanya vina.
"tentu nak,mamah sudah mengundang ustadz yang dulu melakukan syukuran Al"jawab naina.
"Lalu bagaimana dengan makanannya?"tanya Imel.
"udah mamah pesen sama catering temen mamah dan acaranya dimulai jam 9 pagi"jawab naina.
"Baiklah mah, terimaksih sudah menyiapkan semuanya"ujar vina diangguki naina.
###
Malam hari aditya pulang,karena pekerjaan yang banyak ia dan aldo pulang terlambat bahkan keduanya melewati makan malam.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
"den sudah pulang,mau bibi buatkan minum?"tanya bi Ijah.
"Gak usah bi,ini udah sepi bi tumben"ujar aditya melihat jam yang melingkar di tangannya menunjukan pukul 21:00.
"Oh iya den, tuan sama nyonya lagi keluar beli bahan yang kurang buat acara besok kalo nona Vina dan yang lain sudah masuk ke kamar sejak pukul 8 tadi den"jelas bi ijah.
"ya udah bi, makasih ya"tutur aldo diangguki bi ijah.
"Dit kalo gitu aku langsung masuk ke kamar aja ya udah capek banget aku"ujar aldo.
"ya baiklah"jawab aditya.
Aditya yang bingung akhirnya menyusul aldo untuk pergi ke kamarnya, bersamaan dengan langkah kakinya aditya mengendorkan dasi dan juga melepas kancing di pergelangan tangan dan menarik kemejanya sebatas siku.
Ceklek
Aditya membuka pintu kamar dengan pelan takut jika akan membangunkan istri dan kedua anaknya,aroma bayi mulai menyengat penciuman aditya ketika memasuki kamar.
"Wanginya kaya kamar pengantin baru aja"gumam aditya.
Aditya mendekati box bayi anaknya dia baru sadar tidak melihat vina ada di ranjang ataupun di kamar mandi.
"Dimana Vina??"gumam aditya kepalanya menengok ke kanan dan kiri.
tiba tiba pintu kamar terbuka memperlihatkan Vina dengan daster motif bunga masuk dan terkejut ketika melihat aditya.
"mas,ya ampun bikin kaget aja"desis Vina kaget karena aditya tiba tiba ada di depannya.
"kamu dari mana?"tanya aditya.
"ke kamar ibu sekalian tidurin Al di kamarnya"Jawab Vina. "capek banget ya mas?"tanya vina mengusap dahi Aditya.
"ahh engga sayang,ya udah aku mandi dulu ya"ucap aditya.
"iya mas biar aku siapin bajunya"jawab vina.
Sementara aditya di kamar mandi,Vina menyiapkan pakaian tidur untuk Aditya kemudian mendekati box bayi anak-anak nya.
"pulesnya anak anak mamah" gumam Vina mengelus pipi bayi mungil itu bergantian.
Sambil menunggu aditya di kamar mandi Vina memainkan ponselnya dan melihat artikel yang membahas suaminya.
"mas Adit??"gumam vina masih terus membaca artikel dari atas sampai akhir.
Pintu kamar mandi terbuka, aditya keluar dengan handuk di pinggangnya melihat Vina yang fokus main hp aditya memutuskan untuk langsung pakai baju.
"Sayang???"panggil aditya ikut duduk di samping vina.
"mas udah selesai?"tanya vina.
"udah dong sayang masa iya aku belum selesai udah duduk disini"jawab aditya.
"kok aku gak tahu ya"ujar vina.
"Gimana mau tahu wong kamu serius banget main hp nya, emang lihat apa sih sampe serius gitu?"tanya aditya kepo.
"ngeliatin cowo mas udah ganteng, baik hati lagi"jawab vina.
"Cowok?siapa? perasaaan yang ganteng dan baik hati cuma aku deh"jawab aditya percaya diri.
"emang kamu sayang,nih"balas vina menunjukan artikel yang membicarakan tentang suaminya.
"seorang pengusaha sukses aditya Brawijaya, menyumbangkan sekitar 100jt untuk panti asuhan dan juga orang orang yang membutuhkan"
Kurang lebih seperti itu judul artikelnya.
"Aku bangga sama kamu mas"ujar vina tersenyum dan langsung memeluk suaminya.
Aditya masih mematung dalam tempatnya bagiamana tidak,semua nya sudah ia tutup rapat sama sekali tidak berniat mengekspose perbuatannya yang baik itu.
"Kok mereka bisa tahu ya sayang?"tanya aditya masih dengan posisi di peluk vina.
"ya namanya juga wartawan,apa sih yang engga mereka tahu tentang publik figur"jawab Vina melepas pelukannya.
"Tapi aku gak mau sampe di beritakan gini"saut aditya cepat.
"Aku tahu kamu gak mau di cap sombong dan pamer oleh orang lain tapi jika memang sudah seperti ini kita juga tidak bisa menyalahkan wartawan apalagi blog itu, lagipula dari dalam hati kamu sendiri kamu ikhlas tanpa paksaan atau tujuan seperti ingin di cap baik oleh orang lain kan?"jelas Vina diakhiri pertanyaan.
"tentu saja tidak sayang aku mendonasikan uang itu sebagai rasa syukur atas kelahiran anak anak kita dan juga keberhasilan tender ku.Aku bukan orang yang gila hormat, percuma jika kita beramal tapi hanya ingin mendapat pujian orang lain gak ada pahalanya sama sekali yangg"jawab aditya.
"Nah kan,ya udah biarkan saja tapi aku yakin besok depan rumah sudah seperti hajatan.Banyak yang cekrak cekrek"ujar vina di balas kekehan oleh vina.
"kamu udah makan?"tanya aditya.
"udah mas, yuk ke bawah"ajak vina.
"ke bawah?mau ngapain?"tanya aditya.
"kamu pasti belum makan malam kan"jawab vina menarik tangan aditya.
"kok kamu tahu sayang?"tanya aditya lagi.
"kita udah sama sama hampir 5 tahun mas,aku sangat kenal kamu luar dalam,kamu paling afdhol sama pekerjaan bahkan sampai gak makan juga hayu ajak kerja dan satu lagi kamu gak suka makan di luar kalo bukan makan sama aku"jelas vina.
"hehehe iya, kamu emang yang paling tahu deh soal luar apalagi dalam aku"saut aditya cengengesan.
Sesampainya di dapur mereka melihat Aldo dan dila yang sedang duduk di meja makan sambil menyantap makanan masing-masing.
"Eh Vin,dit"seru dila melihat vina dan aditya.
Aditya duduk di samping aldo sedangkan Vina mengambilkan nasi untuk suaminya.
"dit kau sudah baca artikel hari ini?"tanya aldo.
"sudah"jawab aditya singkat.
"jadi mau kau apakan wartawan itu?"tanya aldo lagi.
"Tidak aku apa apakan,Vina sudah menjelaskannya padaku dan apa yang ia bilang itu benar.Tidak peduli apa anggapan orang lain yang terpenting adalah hati kita sendiri"jelas aditya.
"Baiklah,semua terserah kau saja dit"balas Aldo.
"ini mas, makanlah"Vina menyodorkan nasi dan lauk pauk pada aditya.
"Terimaksih sayang"ujar aditya kemudian mulai menyendokan nasi ke dalam mulutnya.
"Asik banget,makan apaan sih?"tanya vina pada dila.
"Dessert box,nih cobain enak banget"dila mengambil sesendok dan menyuapinya ke Vina.
"enak,mau juga ah"Vina segera bangun dan membuka kulkas.
Diambilnya 1 box makanan manis itu dan langsung di lahap oleh vina.
"Jangan banyak banyak sayang ini sudah malam, tidak baik untuk kesehatan lagipula nanti kamu gendut loh"ujar aditya.
"tau ya kamu juga tuh udah mau abis 1 box,nanti gendut baru tau rasa"sambung aldo pada istrinya.
"oh jadi kamu gak suka aku gendut?kalo gitu Jangan cium cium apalagi minta jatah karena itu juga bisa buat gendut"desis dila kemudian pergi meninggalkan meja makan.
"lah kok jadi gini, dit gimana ini?"tanya aldo.
"kejar dan rayu lah,masa iya diajak gelud"jawab aditya diangguki aldo.
Setelah kepergian aldo dan dila,kini tinggal vina dan suaminya yang tampan itu.
"Apa liat liat?"tanya vina pada aditya yang makan Sambil melihat padanya.
"Ini siapa yang masak sayang?"tanya aditya menunjuk sayur dan lauk pauk yang ia makan.
"mamah,kenapa?"tanya Vina balik.
"Rasanya manis"jawab aditya.
"hah? coba sini"Vina mencicipi sedikit namun rasanya tidak manis dan seperti biasanya.
"engga manis kok rasanya kaya biasa"jawab vina.
"iya kalo kamu yang makan engga manis soalnya aku makan sambil ngeliatin kamu jadi manis deh makanan nya kaya kamu"jelas aditya menggombal.
"eummmm bisa bae juragan Empang"Cibir Vina sebelum akhirnya tertawa renyah.
"hahahahah"tawa keduanya memenuhi dapur.
KEMARIN GAK UP KARENA AKU ADA ULANGAN SAYY, MAAF DAN JANGAN KECEWA YA😊
BERSAMBUNG..........