
Vina dan Aditya Kembali ke Mansion karena takut alisha menangis mengingat anak itu baru saja sembuh setelah beberapa hari menangis terus.
"mas?"panggil vina membuat aditya yang fokus menyetir itu menoleh padanya.
"Kenapa sayang?"tanya aditya.
"Bisa lepaskan sebentar aku mau membetulkan kerudung ku"pinta Vina karena sejak dari rumah sakit tadi aditya tak melepaskan genggaman tangannya bahkan menciuminya.
"Udah cantik kok, aku gak mau lepasin"balas aditya semakin menggenggam tangan istrinya erat.
Vina hanya tersenyum melihat tingkah manja suaminya,gemas Vina mencubit pipi aditya membuat si empu menoleh dengan raut wajah yang cemberut.
"Sakit yangg"rengek aditya.
"ihh lebay,Al aja kalo aku cubit gak nangis"desis Vina mencubit pipi aditya lagi.
"Jangan di cubit terus yangg dicium kek kali kali"protes aditya.
"ih kali kali ngomongnya, udah gak kehitung berapa kali aku cium pipi kamu mas bahkan bukan cuma pipi tapi ini, ini,ini"ucap vina menunjuk bibir,dahi,mata dan hidung aditya.
"Hehe bercanda aku sayang"saut aditya cengengesan.
"Ihh dasar"cibir vina menyadarkan kepalanya di dada bidang suaminya dibalas kecupan di puncak kepalanya.
Sesampainya di mansion, keduanya turun dan masuk dengan bergandengan tangan. Suara anak lelaki melengking memanggil keduanya dan berlari memeluk vina, ya siapa lagi kalo bukan Alvin Brawijaya.
"Mamah, papah??"teriak Al dan memeluk Vina.
"Sayang lagi apa?"tanya Vina mencium pipi Al.
"Main sama Tante sama revan sama Al"jawab menarik nafasnya berkali-kali karena lelah bermain.
"Mm seru ya mainnya sampe Al capek gini?"tanya vina menyeka keringat yang ada di dahi anaknya.
"engga kok mah,malah seru"jawab Al.
"Papah gak di cium nih"ucap aditya ikut berjongkok di depan Al.
muanchh
Satu ciuman mendarat di pipi aditya dengan sempurna, aditya menggendong anak sulungnya itu masuk.
"Vin,gimana keadaan ibu?"tanya dila seraya memberikan varo padanya.
"Alhamdulillah baik semua berjalan lancar dil"jawab vina.
"Kapan ibu bisa pulang?"tanya Imel.
"Hari ini nanti suami kamu yang siapin alat buat dibawa kerumah"jawab vina.
"alisha sama siapa mel?"tanya Vina tidak melihat putri kecilnya itu.
"Sama aldo vin diatas"jawab dila menunjuk lantai atas.
"mas kasihan aldo,Al nya turunin dulu nih pegang varo aku ambil alisha dulu"ucap vina ingin memberikan varo namun dicegah Aditya.
"Gak usah sayang biar aku yang ambil varo diatas"cegah aditya menurunkan Al dan pergi ke ke kamar aldo.
Vina dan kedua temannya itu duduk memperhatikan anak mereka yang asik bermain di atas karpet berbulu di dekat TV, tidak ada perbincangan sampai aldo dan aditya turun bersama.
"Do,maaf ya jadi ngerepotin karena harus jagain alisha"ucap vina tidak enak.
"Santai aja Vin, lagian aku suka anak kecil apalagi di keluarga ini kan cuma alisha cucu perempuannya"jawab aldo duduk di sebelah dila.
"Buat lagi lah sampai punya anak perempuan"ucap aditya duduk di sebelah vina.
"Setiap hari ya yangg buat mah tapi gak jadi jadi"ucap aldo melihat kepada dila.
Dila menunduk sambil mencubit perut aldo yang bicara tanpa kenal tempat dan objek.
"awww sakit sayang"ringis aldo menggosok perutnya yang dicubit dila.
"Hahahaha,terciduk dia"ledek Imel tertawa lepas.
"Ishh kaya gak aja wong setiap malam kedengaran kok suaranya"balas dila berbohong padahal dia tidak pernah mendengar apapun karena kamar kedap suara.
"Hah serius kedengaran?"tanya imel serius.
"Seriusan lah orang aku juga denger kok"jawab vina ikut mengerjai sahabatnya itu.
"ahh bodo lah namanya enak mana bisa nolak"ucap Imel pasrah.
"Ngomongin apa sih kalian?"tanya rendy tiba tiba datang dengan seorang perawat yang membawa peralatan medis.
"rend ibu mana?"tanya vina.
"Ibu masih melakukan pemeriksaan dengan dokter Zian sebelum pulang,aku pulang lebih dulu untuk menyiapkan peralatan disini"jawab Rendy. "Sus kau langsung ke kamarnya saja dan tolong atur ya"ucap rendy pada suster yang datang bersamanya.
"Bi tolong antar suster ini ke kamar ibu ya"ucap aditya pada bi ijah yang datang setalah di panggil olehnya.
"Sayang mereka semua meledekku tadi"rengek Imel masuk dalam pelukan rendy.
"ngeledek gimana?"tanya rendy.
"Mereka bilang kita kalo main berisik sampai kedengaran oleh mereka, namanya enak ya sayang ya teriak"jawab Imel menjelaskan.
Imel mengangguk membuat rendy menepuk jidatnya sementara yang lain tertawa melihat rendy yang menepuk jidatnya.
"Astaga sayang kamar kita itu kedap suara,mereka semua membohongimu"Ucap rendy membuat Imel bengong karena mengakui mereka 'bermain' setiap hari.
"Hahaha dasar mamah Imel gak berubah,masih aja lola"ledek vina masih tertawa.
"Masih belum di update otaknya Vin"saut dila yang juga tertawa.
"Awas kalian semua sudah meledekku"desis Imel cemberut.
"Sayang itu varo nya tidur, kasihan tidurin dulu di kamar"ucap aditya mengelus pipi varo yang sedang tidur.
"Iya mas,ya udah aku ke kamar dulu ya"ucap vina membawa anaknya ke kamar.
"Dit itu alisha juga ngantuk"ucap aldo menunjuk alisha yang menguap kecil.
"Satu raga ya sama varo, satu ngantuk yang satu ikutan"ucap Aditya menyusul istrinya.
"Kamu pasti lelah, ayo ke kamar dulu istirahat"Ajak Imel pada suaminya.
"Aku mau siapin alat untuk ibu dulu sayang"balas rendy.
"mmm ya udah ayo aku ikut"ajak Imel dan keduanya pamit untuk ke kamar ibu.
Tinggal lah aldo, dila dan anak anak disana.
"Maafkan aku"ucap dila tiba tiba.
"Apa yangg?"tanya Aldo yang tidak terlalu mendengar ucapan Istrinya.
"Kamu sangat ingin anak perempuan kam?maaf aku belum bisa memberikannya"ucap dila lirih.
"Sssstt, kamu ini kenapa minta maaf terus?Bagas sudah cukup melengkapi keluarga kecil kita,aku tidak ingin memaksamu untuk hamil lagi sayang"Balas aldo menarik dila ke dalam pelukannya.
"Tetap saja sayang,tapi kita akan sama sama berusaha agar aku bisa hamil lagi"ucap dila membalas pelukan suaminya erat.
"Mama"panggil bagas menepuk paha aldo.
"Eh anak papah,kenapa sayang?main sama abang Al nya udah?"tanya aldo menggendong bagas dan mendudukkan di pangkuannya.
"aas antuk"ucap bagas menguap dan bersandar manja di dada sang ayah.
"Oh ngantuk? yuk tidur sama mamah"ajak dila membuka tangan menggendong anaknya.
Bagas berpindah ke gendongan dila yang kemudian membawanya ke kamar sedangkan Aldo mengantar kedua ponakannya ke orang tua Meraka masingmasing.
"Al tunggu sini sebentar ya,om antar aan ke mamah Imel dulu"ucap aldo pada alvin yang fokus pada mobilan miliknya.
"Al mau ke kamar mamah aja om"ucap al bangun dan segara pergi ke kamar orang tuannya sendiri.
Aldo memperhatikan Al sampai hilang di anak tangga terakhir baru dia pergi mengantar revan pada Imel dan rendy.
Sementara vina mengganti pakaiannya setelah menidurkan kedua anaknya yang secara bersamaan mengantuk.
"Sayang,jadi malam ini udah boleh dong"ucap aditya memberi kode pada vina.
"Iya boleh"jawab vina seraya berjalan mendekati ranjang.
"Sekarang boleh?"tanya aditya modus mendekati Vina.
"Ya enggaklah orang lagi puasa,mau kamu 40 tahun berdosa?"jawab Vina cepat.
"Ya engga sih yangg kan aku bercanda doang,tapi nanti malam wajib ya kan udah puasa 3 bulan aku yangg"ujar aditya terdengar seperti rengekan anak pada ibunya.
"Iya nanti malam mah pokoknya sepuas kamu"balas vina mantap dengan perkataanya karena ia sangat tahu selama ini aditya sudah sangat menahannya.
"hehehe, makasih sayang"ucap aditya cengengesan kemudian mengecup pipi vina.
Ceklek
"mamah?"panggil Al seraya menutup pintu kamarnya kembali.
"eh ada Al, ada apa sayang? apa mainnya sudah selesai?"tanya vina menghampiri putranya.
Al mengangguk meminta gendong pada vina, dengan senang hati vina mengendong anaknya dan merebahkannya di samping adiknya yang tidur.
"Al bobok ya bareng dede nanti bangun pas mau buka puasa tinggal mandi"ucap vina mengelus dahi putranya.
"Ihh gak boleh mamah, solat asar dulu"protes Al menggelengkan kepalanya.
"Oh iya mamah lupa, ya udah bobok nanti pas mau sholat mamah bangunin"ucap Vina menutup mulutnya pura pura terkejut.
"Lihatlah sayang betapa baiknya anak kamu sangat ingat dengan sholat dan itu semua berkat kamu yang mendidiknya dengan benar"ucap aditya.
"Dan didikan kamu juga mas"ucap vina.
Dan mereka tidur bersama layaknya satu keluarga bahagia hingga azan ashar membangunkan vina dari tidurnya.
"Ya Allah udah asar,aku sholat dulu deh"gumam Vina Seraya mengucek matanya.
UP LAGI NIH,MASA GAK DIKASIH LIKE DAN KOMEN POSITIF SIH🤧😫🤣🤣
BERSAMBUNG......