My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 147



"Sayang lihatlah anak kita,dia masih kecil dia membutuhkan mu sayang"ucap rendy meletakan anak nya disamping Imel.


Bayi mungil itu menggeliat dan mengemut jarinya,kakinya menendang tangan imel dan sesekali tangan mungil itu menyentuh wajah imel yang sudah terasa dingin.


Tiba tiba bayi itu menangis,dia membutuhkan asi ibunya.Rendy Kembali menggendong bayinya namun tetap tidak berhenti dia masih mengemut jari seperti sedang mencari sesuatu.


Suara tangisan bayi itu semakin kencang,Vina dan dila juga sudah menggendong berusaha menenangkannya namun tetap tidak diam.


"Imel lihatlah anakmu membutuhkan mu"ucap vina mengangkat anak Imel.


"Imel bangun dan lihatlah anakmu ini tampan sekali.... bangun mel"ucap dila.


Vina mendekatkan bayi itu ke pada ibunya dengan posisi tengkurap,bayi itu berhenti menagis dan mengemut jarinya.


Deg....deg....deg....


suara detak jantung bayi mungil itu tepat berada di dada imel bersamaan dengan itu...


Tin.....Tin.....Tin......


Suara monitor itu berbunyi menandakan pasien berdetak kembali.


Rendy mengambil anaknya dam terpaku ketika melihat monitor itu menujukan bahwa jantung Imel kembali berdetak.


Risna mengambil bayi Imel membiarkan rendy memeriksa keadaan imel.


"dok ini benar-benar mukjizat dan ikatan batin anak dan ibu"ucap dokter rani tersenyum.


Rendy mencium kening imel,perlahan mata Imel terbuka semua orang begitu bahagia melihat Imel kembali.


"Sayang???"panggil rendy menitihkan air mata harunya.


"Sa...ya..ng...dim...ana....anak...kita?"tanya Imel begitu lemah.


Risna menidurkan bayi itu disamping Imel,Imel berusaha menggendongnya namun tidak bisa alhasil rendy membantunya memposisikan anaknya untuk menyusu ASI eksklusif.


"Imel aku senang kau baik baik saja"ucap dila memeluk kepala imel dari atas.


"Aku kk....kan sud..ah bilang"jawab Imel.


"Imel sekarang kamu istirahat ya kami akan keluar dulu"ucap Risna setalah mencium kening putri semata wayangnya.


Vina dan yang lain benar benar merasa bahagia dan bersyukur Allah masih membiarkan Imel untuk bersama mereka.


"Ya Allah terimaksih banyak telah menjawab doa kami"ucap Vina menyatukan kedua tangannya.


"iya Vin Alhamdulillah ya...sini peluk dulu"dila membuka tangannya dan memeluk Vina.


"Alhamdulillah kita tetap jadi three beautiful women"ucap Vina dan dila mengangguk.


"udah dong peluk peluk nya sekarang kita pulang dulu yuk takut Al nangis"ajak aditya.


"iya mas"jawab Vina.


"om Tante kami pulang dulu ya nanti kami akan kembali lagi kesini"ucap Vina pada risna dan budi.


"iya Vina,dila kalian hati hati ya"ucap risna.


Ketika sedang berjalan menuju parkiran tiba tiba dila memekik kesakitan sambil memegangi perutnya.


"Awwww....awwww sayang perut aku sakit"pekik dila satu tangan memegangi perutnya sedangkan tangan yang lain mencengkeram lengan Aldo.


"Dila...Dila kamu kenapa?"tanya Vina.


Mata Vina membulat ketika melihat darah bercucuran dari jalan lahir.


"ya Allah dila darah....kamu mau melahirkan!!!!"ucap Vina menutup mulutnya.


Aldo langsung menggendong dila membawanya ke ruang dokter Rani.


"dok tolong dok... dok"teriak Aldo.


"bapak Aldo tenang dulu ya kami akan memberikan yang terbaik untuk istriku anda, sekarang mohon tunggu diluar"ucap seorang suster.


Vina mengigit kukunya khawatir dengan keadaan dila.


"Ya Allah semoga anak dan istriku baik baik saja"ucap aldo matanya terus menatap ruangan persalinan Dila.


Aditya meraih ponselnya menghubungi orang tua nya untuk mengabari kondisi dila sekarang


"Halo mah"


"iya dit ada apa?semua baik kan?"


"mah cepat kerumah sakit dila mau melahirkan"


"ya Allah iya iya mamah kesana Sekarang"


Setalah 1 jam lamanya akhirnya terdengar suara tangis bayi membuat aldo mengucap syukur pada Allah.


"Ya Allah terimaksih banyak"ucap syukur aldo.


"Alhamdulillah mas dila sudah melahirkan"ucap Vina senang dan memeluk aditya.


"Do selamat sekarang kau sudah menjadi seorang ayah"aditya menepuk bahu Aldo.


"iya dit Alhamdulillah terimaksih"ucap aldo menepuk tangan Aditya yang ada dibahunya.


"Sayang selamat sekarang kamu sudah menjadi seorang ibu"ucap aldo mengelus dahi dila.


"sayang aku sudah jadi seorang ibu..hiks...hiks...."ucap dila sambil menangis haru.


"terimaksih atas kebahagiaan ini sayang aku mencintaimu"aldo menciumi seluruh wajah dila.


Anak Aldo dan dila dibawa setalah dibersihkan, tubuh mungil dan rambut yang lumayan tebal.


"selamat anak kalian laki laki sehat dan tampan"ucap dokter rani.


Dila mencium anaknya yang sedang mendusel ndusel di dadanya.


"sayang ayo azani dulu"titah dila memberikan anaknya pada Aldo.


Vina dan Aditya masuk kedalam ruangan terlihat dila sedang menyusui anaknya.


"wah do anakmu tampan sekali"ucap aditya.


"tentu saja apa kau tidak lihat ayahnya"ucap aldo sombong sedangkan Aditya hanya mendengus jijik mendengar perkataan Aldo.


"Dila selamat ya sekarang kamu sudah menjadi seorang ibu"ucap Vina menghampiri dila.


"iya Vin terimaksih banyak ya"ucap dila.


"Dil boleh aku menggendong nya?"tanya Vina.


"tentu saja kau kan tantenya"jawab dila memberikan anaknya.


Vina menggendong anak dila tiba air matanya menetes mengingat jika saja dulu dia tidak mengalami keguguran dia juga sudah melahirkan seperti dila dan Imel.


"Sayang?"panggil Aditya yang tahu Vina sedang menangis.


"aku tidak apa apa mas"jawab Vina menghapus air matanya.


_


Dila dan Imel dirawat dalam 1 ruangan yang sama ya tentu saja ruang VIP.


"Ya Allah terimaksih untuk 2 kebahagiaan yang engkau berikan"ucap naina menggendong kedua cucunya.


"terimaksih sayang kalian sudah melengkapi keluarga kita"ucap rudi pada ketiga putranya.


Mama...mama..mama


Al memanggil nama Vina sambil menunjuk 2 bayi mungil dalam gendongan naina.


"kenapa sayang?"tanya Vina.


heuhh....heuhh....


Al menangis dan menujuk naina oh rupanya dia sedang cemburu Melihat Omanya menggendong cucu yang lain.


"oh Al sedang cemburu rupanya"ucap aditya.


"ohh cucu opa,sini sayang sama opa"Rudi mengambil alih Al dalam gendongan Vina.


"Siapa nama anak kalian?"tanya aditya pada Aldo dan rendy.


"Revan Julian Brawijaya"jawab rendy.


"Bagas brawijaya"jawab Aldo.


"Wahh nama yang bagus...halo baby revan dan baby bagas"ucap Vina mencubit pelan kedua bayi mungil itu.


"Sayang kamu lupa hari ini hari apa?"tanya aditya.


"hari apa?"tanya Vina.


"coba ingat ingat"ucap aditya memberikan sorot mata yang sulit diartikan.


Vina mencoba mengingat, matanya membulat dan segara mengambil ponsel miliknya.


"astagfirullah sayang maafin mamah ya... hari ini kamu ulang tahun yang ke 2 ya"ucap Vina mengendong Al dan menciumnya.


"ya Allah mamah juga lupa"ucap naina.


Dan mereka semua memberikan ucapan selamat untuk Al.


"Ketiga anak kita lahir dalam tanggal dan bulan yang sama, bukankah itu namanya sahabat sehidup semati"ucap dila.


"iya Vin aku gak nyangka juga kalo aku bisa selamat dari kematian"ucap Imel.


"sudah sudah sekarang bukan waktunya bersedih tapi kita harus bahagia"ucap naina.


BANYAK BANGET YANG DM TANYA KAPAN TAMAT???


SEKARANG AKU TANYA SAMA KALIAN YA,MAU AKU BIKIN TAMAT ATAU LANJUT?


JUJUR SEBENARNYA AKU BELUM MAU CERITA INI TAMAT MASIH BANYAK IDE YANG INGIN AKU TUANGKAN DALAM CERITA INI TAPI KALO KALIAN INGIN TAMAT AKAN AKU USAHAKAN😫😫


BERSAMBUNG.........


JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT BUAT UP 🙏😂😊