My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 175



"Baiklah dit bawa istrimu ke kamar Al biar mamah yang bawa ke kamar kamu"titah naina.


"iya mah"jawab Aditya kemudian menggendong vina menuju kamar diikuti yang lainnya.


Aditya merebahkan Vina ditempat tidur diikuti Naina yang merebahkan Al di samping ibunya.


"Anak mamah aus??? sini..sini sayang"ucap vina kemudian mendekap tubuh anaknya dengan posisi miring.


"Nak kau istirahatlah kami akan keluar dulu"ucap rudi.


"iya pah, semuanya terimakasih"ucap vina pada semua keluarga.


"iya nak,kami keluar dulu"ucap rudi keluar diikuti semua orang.


Setalah semua orang keluar kini dikamar hanya tinggal aditya dengan keluarga kecilnya.


Aditya mengambil kotak obat dan segelas air putih kemudian memberikan obat yang diberikan dokter rani untuk Vina.


"Sayang ini minumlah"ucap aditya memberikan segelas air putih dan obat.


"nanti mas kasihan Al aus banget kayanya"ucap vina.


"minum dulu ya nanti lanjutin susuin Al nya"titah Aditya lembut.


Vina menurut dan segara meminum obat yang diberikan suaminya kemudian kembali menyusui Al.


"Al tadi gak diapa apain kan sama mba lilis?"tanya vina.


"mama...nda....mama"rancau Al.


"Alhamdulillah kalo gitu sekarang Al bobok ya"Vina mengerti perkataan anaknya yang masih balita itu.


"Sayang aku keluar sebentar ya"ucap aditya Kemudian mencium kening vina bergantian dengan Al.


"iya mas"jawab vina.


Aditya pergi ke ruang tamu dimana semua orang sedang berkumpul untuk membicarakan soal Sanjaya.


"apa Vina sudah tidur?"tanya naina pada putranya.


"Vina dan Al sedang Istirahat mah"jawab aditya.


"dit besok kita harus mengurus soal tuntutan atas Sanjaya,dia sudah berani menganggu keluarga ini aku tidak mau memberinya kesempatan karena jika diberi kesempatan dia pasti akan menjadi jadi sama seperti putranya"ucap aldo.


"yang dikatakan Aldo benar dit,besok kau harus mengurus ini semua secepatnya"sambung rendy.


"Baiklah besok aku akan mengurus kasus ini, aku juga tidak akan memberinya kesempatan karena semua keluarga nya itu selalu saja menyusahkan istriku"ucap Aditya sungguh-sungguh.


"Baiklah ini sudah hampir pagi lebih baik kita semua pergi istirahat sebelum waktu subuh nanti"ujar rudi.


"baiklah semuanya selamat malam"ucap aditya kemudian kembali ke kamarnya.


Aditya membuka pintu kamarnya pelan takut membangunkan anak dan istrinya yang sedang tertidur namun ternyata hanya Al yang sedang tidur,Aditya mendapati istrinya di ranjang.


"Dimana vina???"gumam aditya mencari sosok wanita yang dicintainya.


Pintu kamar mandi terbuka memperlihatkan seorang wanita yang sejak tadi dicarinya, Vina habis mengganti pakainya.


"mas??"panggul vina menghampiri Aditya.


"kamu habis ngapain?"tanya Aditya merengkuh pinggang vina.


"ganti baju sayang, kamu juga ganti baju sana aku udah siapin"ujar vina.


"ya udah aku ganti baju dulu ya"ucap Aditya mencium pipi vina kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk berganti pakaian.


Vina berbaring disamping anaknya, diciumi, dipeluk penuh kasih sayang dan dicubit gemas pipinya.


"Anak mamah kalo lagi bobok ganteng banget si sama kaya papahnya"ucap vina gemas.


Aditya keluar dengan sudah berganti pakaian dilihat istrinya sedang asik menggoda Al yang sedang pulas dalam alam mimpinya, Aditya berbaring di samping vina kemudian memeluk istrinya dari belakang.


"tidurlah sayang ini sudah malam"bisik Aditya mencium tengkuk Vina.


"Aku gak ngantuk mas,aku lagi asik liatin Al"jawab vina.


"kalo gitu gantian dong sekarang papahnya yang dipandangi"pekik Aditya membalik badan vina agar menghadapnya.


Vina memegang pipi aditya kemudian mencium singkat bibir suaminya yang seperti keripik singkong itu.


"Kenapa bicara seperti tadi?"tanya aditya tiba tiba.


"Bicara apa sayang?"tanya vina.


"aku tidak mau menyebut kata itu karena telingaku sakit mendengar nya"jawab aditya."berjanjilah untuk tidak bicara seperti tadi"sambung aditya.


"Aku janji sayang lagipula aku bicara seperti tadi itu karena aku tidak mau terjadi sesuatu pada Al dan keluarga kita"ucap vina lembut.


"Tapi kamu juga harta berharga dalam keluarga ini sayang"tutur aditya.


"baiklah sekarang semua baik baik saja, tidurlah"ucap Vina kemudian meletakan kepala suaminya di dadanya.


Pagi pagi sekali dila dan aldo mengantar risa dan rafly untuk kembali ke Amerika beberapa hari,vina bercepika cipiki dengan risa dan Clara.


"Cepatlah kembali ya karena semenjak ada kalian rumah ini semakin ramai"ucap vina.


"iya kak pasti kami akan secepatnya kesini lagi"jawab clara.


"kak kau jaga kesehatan mu ya dan ponakan ante baik baik diperut mamah oke kami semua sudah tidak sabar menanti kelahiran kalian"Risa bicara pada perut Vina yang besar.


""maaf tidak bisa mengantar kalian"ucap vina lagi pada empat orang yang ingin pergi.


"kakak ipar tidak masalah sama sekali"ucap Rafly kemudian refleks memeluk vina.


"rupanya kau kehabisan tiket pesawat Rafly"ucap Aditya dingin.


"Ehhh tidak kak tadi aku hanya refleks memeluk kakak ipar"jawab Rafly melepas pelukannya pada vina sambil cengengesan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"hahahaha"tawa semua orang melihat tingkah bodoh Rafly.


"jangan tertawa begitu,aku tahu aku terlihat bodoh tapi jika aku sudah bertindak,bumi pun gentar"ucap rafly dengan membusungkan dadanya.


"alah bicaramu itu seperti anak anak yang suka ultaramen"pekik Aditya.


"sudah sudah cepat kalian berangkat atau nanti ketinggalan pesawat"ujar rudi.


Setelah kepergian Rafly dan risa dengan aldo dan Dila yang mengantar sampai bandara,vina pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan.


"Selamat pagi non"sapaan keluar dari bibir bi suti dan bi Ijah.


"Selamat pagi bi"jawab Vina ramah.


"Sayang jangan terlalu lelah mulai sekarang urusan dapur biar mamah dan bibi yang urus"ucap naina menghampiri menantunya.


"tapi mah ini tidak lelah kok"jawab vina asik mengupas bahan membuat sup.


"Yang dikatakan mamah benar sayang, sekarang kamu ke kamar dan istirahat"ucap aditya tiba tiba menggendong vina didepan semua orang.


"mas???!!!!"Vina terpekik kaget karena aditya menggendongnya dihadapan semua orang.


"Sekarang Kamu ke kamar dan istirahat"ucap aditya.


"Turunin mas aku malu itu lihat banyak orang gini juga"pinta vina merasa malu.


"biasanya juga malu maluin ini pake acara bilang malu segala"canda imel membuat vina cemberut.


"Sudah sana bawa istrimu ke kamar"ujar rudi.


"hahaha Vina dan aditya itu lucu ya? sudah mau punya 3 anak tapi keharmonisan pernikahan mereka tidak pernah luntur"ucap imel memandangi punggung Aditya yang perlahan menghilang dibalik tangga.


"pernikahan kita juga akan seperti mereka sayang karena aku yakin kamu hanya mencintai ku, begitu juga dengan aku yang hanya mencintaimu"bisik rendy.


"Gombal ih"ucap imel tersipu malu mendengar kata-kata suaminya.


Aditya merebahkan tubuh Vina disamping Al yang masih pulas dengan bantal Doraemonnya.


"Mas tapi aku mau masak"ucap vina mengerucutkan bibirnya.


Aditya gemas kemudian langsung melahap bibir istrinya yang memang selalu menjadi candu untuknya.


Vina terkejut tapi tidak menolak,dia membalas ciuman suaminya lebih ganas dari apa yang dilakukan aditya.


"istirahat oke"tutur aditya melepas pautan mereka.


Vina menggeleng kemudian kembali mencium bibir suaminya, setalah puas menikmati morning kiss mereka segara membasuh diri mereka dengan air hangat.


"Mas nanti Al bangun"ucap vina tau jika ujung ujungnya aditya akan meminta jatah pagi hari.


"Tidak akan sayang dia masih tidur lagipula dia mengerti jika saat ini papah dan mamah nya ingin bermesraan"Balas aditya.


"kamu nyuruh aku untuk istirahat tapi disini malah disuruh gali sumur"pekik vina cemberut.


"kan kalo gali sumurnya bareng aku cape cape enak yank"goda aditya.


"mana ada yang ada udah capek,sakit lagi"protes vina.


"hahaha ya sudah baiklah, Sekarang pergilah pakai baju aku mau terusin mandinya"tutur aditya.


"gak jadi??"tanya vina mengerutkan keningnya.


"aku gak mau bikin kamu capek apalagi kesaktian, jadi tidak masalah hari ini libur dulu"jawab Aditya pengertian.


"kalo aku yang mau bagaimana?"tanya Vina menyeringai.


"Aku tidak akan menolaknya"jawab Aditya santai mengira bahwa sekarang istrinya sedang bercanda.


Namun perkiraannya salah ternyata Vina benar-benar meminta sarapan di pagi hari dengan porsi yang besar.Aditya tidak menolak karena memang sejak semalam dia harus menahan diri untuk tidak menyentuh istrinya yang sedang hamil kembar.


"Aku jadi malas ke kantor sayang"ucap Aditya berpura-pura lemas.


"ya udah libur saja dulu, lagian kamu kan bosnya"jawab vina sambil terus menggosok rambutnya yang basah.


"berarti kalo aku libur seharian harus dikamar ya"tutur Aditya kemudian memeluk istrinya yang masih menggunakan handuk.


"boleh saja siapa takut"tantang vina.


"Baiklah semoga kamu tidak menyesal karena ucapan mu itu"bisik Aditya kemudian mencium tengkuk istrinya meniggalkan beberapa jejak kemerahan disana.


"Mama...epa...."suara Al tiba tiba membuat Vina kaget dan reflek mendorong tubuh Aditya sampai Aditya terjerembab ke lantai.


"Sayang aduh kenapa di dorong"ringis Aditya menggosok bokongnya.


"aduhh mas maaf, sakit ya"Vina membantu suaminya duduk disisi ranjang.


"lagian Al cuma ngigo aja kok,dia belum bangun noh"ucap aditya menunjuk Al yang tidur kembali.


"ya maaf mas tadi aku kira dia udah jadi reflek dorong kamu"ucap vina merasa bersalah.


"Ya sudah tidak apa apa,aku siap siap ke kantor dulu ya"ujar aditya kemudian mengambil pakaian yang sudah disiapkan vina.


Vina membantu suaminya bersiap untuk pergi ke kantor, mulai dari kemeja sampai dasi.


"Mas besok jadwalku untuk USG"ucap Vina sambil memasang dasi di leher suaminya.


"baiklah besok kita ke rumah sakit ya lihat baby twins kita"ucap aditya mengelus perut Vina.


"Mas apa kamu bahagia?"tanya vina seraya mengelus rambut aditya.


Aditya menegakkan kembali tubuhnya dan menatap Vina.


"Kamu bertanya seperti itu apa ada hal yang menganggu pikiranmu?"tanya aditya.


"tidak,hanya saja aku ingin tahu apa kamu bahagia memiliki aku sebagai istri mu"jawab vina.


"kamu sendiri tahu sayang sebelum aku mengenalmu untuk tertawa saja bagiku sangat sulit bahkan untuk mamah"jelas Aditya."bagiku kamu adalah anugerah yang Allah berikan untukku, anugrah yang melahirkan benih benih kebahagiaan untuk keluarga ini"sambung aditya.


"Hanya itu yang ingin aku dengar mas, terimaksih sudah mencintaiku sebesar ini"ucap vina kemudian menyadarkan kepalanya di dada bidang Aditya.


"terimaksih untuk semua kebahagiaan ini"balas Aditya.


"Aku mencintaimu mas"ucap vina.


"Aku juga mencintai dan menyayangi mu sayang"saut aditya tulus dari lubuk hati yang paling dalam.


Hari ini telat up ya???maaf ya sayy tugas aku banyak banget jadi ya gitulah🤣🤣 dan maaf juga nih kalo part yang ini gak bucin banget kepalaku masih mumet mikirin tugas soalnya ✌️🙏🤣🤣


jangan lupa komentar dan likenya ya sayy biar aku makin semangat buat up 😂


Bersambung........