My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 194



Aditya terbangun dari tidurnya ketika merasakan ada yang membelai rambutnya.Perlahan matanya terbuka dan yang pertama kali ia lihat adalah wajah cantik istrinya yang dihiasi senyuman manis, senyuman yang selalu aditya rindukan disetiap detak jantungnya.


"keganggu ya tidurnya???"tanya vina tersenyum.


"Sayang kamu sudah sadar?ada yang sakit gak? perlu aku panggil dokter??"aditya langsung menghujani istrinya dengan pertanyaan.


"engga ada sayang"jawab vina lembut membelai pipi aditya.


ceklek


"Vina??"panggil imel dan dila bersamaan.


"kemarilah"ucap vina menyuruh kedua sahabatnya untuk masuk.


"Kamu tidak apa apa kan?"tanya dila.


"iya gak apa apa, maaf ya pasti Al ngerepotin"ucap vina.


"kamu ini bicara apa Vin,Al juga seperti anak kami"ucap imel menjawab perkataan vina.


"dit aku sudah mengurus administrasi nya dan hari ini juga vina diperbolehkan pulang"ucap rendy.


"Terimakasih ya rend"ucap aditya diangguki rendy.


"Besok pagi kita langsung pulang,malam ini cuaca tidak memungkinkan jadi ayo kita langsung pulang saja sebelum hujan"ajak aldo.


Seorang suster masuk dengan mendorong kursi roda mengintruksikan vina untuk duduk di sana.


"Tidak perlu"ucap aditya ketika suster ingin membantu vina duduk.


Aditya bangun dan menggendong vina ala bridal style membuat Vina terlonjak kaget.


"mas kan ada kursi roda, nanti kamu capek"ucap vina malu karena aditya memilih untuk menggendong nya dibanding mendorongnya dengan kursi roda.


"Aku masih kuat untuk menggendong mu sayang"balas Aditya."suster terimaksih atas bantuannya kami permisi"ucap aditya kemudian melangkah keluar.


Aldo, dila,imel dan rendy menyusul aditya namun langkah mereka terhenti ketika ada yang memanggil dila.


"Dila???!!!"Panggil seseorang.


yang dipanggil hanya dila tapi keempatnya ikut menengok.


"Apa kita saling mengenal?"tanya dila.


"Kamu lupa???!!!Aku Boby temen masa kecil kau"ucapnya dengan nada senang.


"Ahh kamu Boby?? Boby yang suka ngambil jemuran orang??!!"seru dila setelah mengingat dokter di depannya.


"Hahaha iya ternyata kau masih ingat,oh iya kau sedang apa didepan ruangan nona Vina???"tanyanya.


"oh iya vina itu dia sahabatku sekaligus kakak iparku"jawab dila.


"jadi kau sudah menikah??"tanya Boby tersenyum namun dibalik senyum itu ada rasa sakit yang dalam.


"iya kenalkan, dia suamiku Aldo"Dila memperkenalkannya suaminya.


"Aldo"


"Boby"


"dan ini imel dan rendy mereka juga iparku"


"rendy"


"Imel"


"Kau kerja disini?"tanya dila.


"Iya setelah lulus kuliah aku dapat panggilan bekerja disini ya meski bukan rumah sakit besar tapi aku bersyukur"Jawab Boby.


"Oh ya udah semangat ya,aku pergi dulu sampai jumpa"ucap dila kemudian menggandeng tangan aldo sambil melambaikan tangannya pada boby.


Boby menatap kepergian dila dengan sendu,20 tahun ia menutup hatinya untuk wanita manapun karena ia mencintai dila.Gadis yang selalu membuatnya tertawa dan gembira membuat cinta tumbuh di hatinya hingga suatu hari dila harus pergi ke Jakarta mengejar pendidikannya dan sejak saat itu mereka last contacts.


"Ternyata semua perkiraanku salah"gumamnya lirih.


Aldo mendudukkan bokongnya di kursi kemudi membawa mobil meninggalkan klinik menunju hotel tempat mereka menginap.


"Sejak kapan kamu mengenal dokter tadi?"tanya aldo.


"oh dia sahabatku di kampung dulu ya jadi sudah cukup lama"jawab dila.


"Dokter? dokter siapa?"tanya vina.


"Kau ingat Vin aku pernah menceritakan Boby teman masa kecil ku?"tanya dila.


"Yang kau bilang sering mencuri jemuran tetangga?"tanya vina balik diangguki dila.


"ya tadi aku bertemu dengannya dirumah sakit,dia juga yang menanganimu"jawab dila.


Ditengah perjalanan hujan turun dengan derasnya, membasahi bumi yang tua ini, memberikan kenangan indah pada diri manusia bumi, ingatan pahit maupun bahagia menghampiri seseorang ketika hujan.


"Sayang aku ngantuk"bisik vina.


"sini"aditya merangkul bahu vina membiarkan kepala istrinya bersandar di dadanya.


Vina memejamkan matanya menikmati suasana hangat yang ia dapatkan dari pelukan suaminya sedangkan aditya tak henti menciumi puncak kepala vina.


Sesampainya di lobby hotel aditya kembali membopong tubuh istrinya, vina yang mengantuk membiarkan suaminya menggendongnya.


"Mas banyak yang lihatin kita tapi aku ngantuk"bisik vina menyembunyikan wajahnya di curuk leher aditya.


Vina kembali memejamkan matanya, ditengah perjalanan menuju kamar mereka berpapasan dengan Rudi yang membawa Al.


"mama!!!"seru Al langsung meminta gendong pada vina.


Vina membuka matanya melihat ke arah anaknya yang sedang menangis,dia meminta aditya untuk menurunkannya namun aditya menggelengkan kepalanya.


"Sayang nanti ya mamah sekarang lagi akit"ucap aditya.


"Al sama tante dila ya nyusul ke kamar"ucap vina.


"Endong mama"pinta Al membuka tangannya.


"Al sama tante ya kita susul mamah, sekarang mamah belum bisa gendong Al karena Dede bayinya lagi ngambek"ucap dila.


"Nak kau tidak apa apa?"tanya rudi membelai rambut Vina lembut.


"Aku gak apa apa pah, dimana mamah?"tanya vina.


"mamah di kamar imel, menjaga revan dan bagas"jawab rudi.


"pah kami ke kamar dulu ya"ucap aditya.


"istirahatlah yang cukup nak"ucap rudi diangguki vina.


Aditya melangkah memasuki lift diikuti dila dan aldo dengan membawa Al sedangkan imel,rendy dan rudi pergi ke kamar imel melihat anak mereka.


"Al jangan nakal ya biarin mamah istirahat dulu"ucap dila pada ponakannya yang tampan itu.


"mang mama napa?"


"mamah agi akit,Al jangan nakal ya jangan bikin mamah capek"jawab aldo.


"oce om"jawab Al.


"Lucu banget sih kamu"dila mencubit pipi Al gemesh.


"Sama kaya kamu"bisik aldo.


"jangan macam-macam do"desis dila memasang status waspada.


"Satu macam aja sayang yaitu perang malam ini"jawab aldo sensual.


plakkk


"Ada Al kalo kamu lupa"pekik dila memukul pipi aldo yang ada disamping wajahnya.


"yailah dia gak ngerti sayang"rengek aldo.


"Ada kami disini jika kalian lupa"ucap aditya berdehem.


Aldo dan dila bersamaan menoleh kepada aditya dan vina yang memasang wajah dingin karena mendengar pembicaraan orang dewasa itu.


"Jangan nodai otak anakku dengan pembicaraan 21+ kalian"desis aditya melirik aldo.


"hehehe gak sengaja dit, kaya gak pernah aja kan tau sendiri 4 hari gak dikasih"saut aldo cengengesan tidak jelas.


"lanjutkan kata katamu itu berarti kematian yang kau pilih"balas aditya membuat cengir aldo hilang seketika.


"Jangan kejam begitu sayang,memang kamu tidak mau???"tanya vina memegang pipi aditya dan melemparkan senyum menggoda nya.


Aditya rasanya tidak tahan melihat senyum istrinya namun sesaat dia ingat,ingat pesan dokter bahwa itu akan membahayakan nyawa istri dan anaknya.


"Kamu sedang sakit sayang aku tidak mau lepas kendali"ucap aditya mengalihkan pandangannya.


Aldo dan Dila saling pandang, mereka mengerti jika aditya menahan setalah mengingat pesan dokter tadi.


"kenapa ujian selalu menerpa pernikahan mu dit, semoga ini adalah yang terakhir" ucap aldo menatap sepasang suami istri itu nanar.


Sesampainya di depan kamar,dila menurunkan Al membiarkan anak itu masuk lebih dulu.


"Terimakasih ya sudah mengantar Al"ucap vina.


"iya vin, banyak banyak istirahat ya besok kita kembali ke Jakarta"ucap dila diangguki vina.


"Baiklah dit,Vin kami ke kamar dulu"ucap aldo menarik tangan istrinya.


"Gak tahan ya bro"canda aditya.


"iya hahaha, lumayan kan 10 ronde"jawab aldo dengan gelak tawa.


"10 ronde dari Korea"desis dila.


"dih korea, Hongkong sayang"protes aldo.


"ya bodo orang aku maunya korea bukan Hongkong"saut dila.


"alah Korea sama Hongkong sama aja,sama sama belum pernah kalian kunjungi"pekik vina terkekeh.


"penghinaan sultan nih,iri bilang asisten"saut dila si korban zaman.


"Cih, korban zaman"decih vina menatap jengah sahabatnya.


"Sudah sana pergi ke kamar emang gak jadi 10 puteranya"ledek Aditya dengan sigap aldo menarik tangan istrinya meninggalkan pasutri romantis bin dramatis itu.


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA SUPAYA AKU MAKIN SEMANGAT BUAT UP 😂


BERSAMBUNG......