
Vina menyusul suaminya tidak menyadari ada sesuatu yang belum sempat ia selesaikan di dapur bahkan obatnya masih tergeletak cantik di atas meja makan.
"Sini biar aku tidurin varo nya"Ujar vina setelah menidurkan alisha di box bayinya.
Aditya memberikan varo pada vina kemudian ikut berbaring di samping istrinya.
"Oh iya sayang tadi aku bertemu tuan adrian katanya besok ada acara 7 bulanan di rumahnya, apa kamu mau datang?"tanya aditya yang asik memeluk dan menyesap aroma tubuh vina.
"Iya mas tadi nona aulia juga menghubungiku dan kita harus datang"jawab vina.
"ya udah besok kita datang sama Al,baby biar lebih rumah aja sama mamah"tutur aditya.
"mas aku mau ngomong sesuatu sama kamu"ucap Vina tiba tiba.
"Ada apa sayang?semua baik baik saja kan?"tanya aditya.
"Iya mas semua baik baik saja, begini mas sekarang aku sudah menjadi seorang ibu dari 3 anak dan aku ingin mencoba menggunakan hijab.Apa kamu setuju?"ujar vina diakhiri pertanyaan.
"Kamu yakin?"tanya aditya balik.
"Sangat sangat yakin mas tapi bagaimana pun juga aku harus tetap ijin sama kamu"jawab vina.
"Kalo begitu aku setuju lagipula memang kamu terlihat lebih cantik ketika menggunakan hijab"saut aditya.
"Terimaksih mas"Ujar Vina senang.
Melihat vina yang sedang menidurkan anaknya di box bayi, aditya pergi ke balkon kamar di susul oleh Vina yang memeluknya dari belakang.
"Ngapain disini?"tanya vina menyadarkan kepalanya di punggung aditya.
"Gak ada cuma nyari angin doang"jawab aditya memegang tangan vina dan menariknya pelan sehingga kini vina berpindah ke dada bidang suaminya.
"Belum ngantuk?"tanya vina mendongakkan kepalanya.
"Belum sayang,aku mau seperti ini dulu sebentar"jawab aditya mengeratkan pelukannya.
Vina merasakan kehangatan di pelukan suaminya sebelum akhirnya tiba tiba seperti ada yang menekan perut bagian bawahnya, vina hanya bisa meringis di dalam hati dia baru ingat bahwa hari ini dia belum meminum obatnya sama sekali.
"ya Allah hamba mohon jangan disini,ssshhh sakit...." Sambil mengigit bibir bawahnya tangan kirinya meremas perutnya yang terasa sakit.
"Sayang kok kamu keringetan?"tanya aditya menyeka keringat yang membasahi dahi vina.
"Ahh itu mas aku hanya merasa panas saja"jawab vina.
"mungkin kamu kelelahan,ya udah ayo kita tidur"ajak aditya.
Vina mengangguk dan tersenyum kemudian masuk bersama aditya bersiap untuk tidur.
Sementara di kamar naina,Al merengek meminta susu yang biasa ia minum sebelum tidur dan tidak seperti biasanya naina lupa membuat dan membawanya ke kamar.Ya memang belakangan ini Al selalu ingin tidur dengan Omanya tidak seperti biasanya yang tidur bersama iqbal dan dina.
"Sayang kamu belum buat susu untuk Al?"tanya rudi.
"iya pah, mamah lupa"saut naina.
"Oma,mau usu"rengek Al yang sudah berpakaian piyama gambar Doraemon itu.
"ya udah Al tunggu sini ya,oma buatin dulu"tutur naina kemudian pergi keluar kamar menuju dapur untuk membuat susu.
Ketika sudah sampai di dapur,naina mengerutkan keningnya melihat botol obat yang berukuran kecil dengan sendok di sampingnya.
"Ini obat siapa?"tanya naina pada dirinya mengambil botol obat itu.
"Eh nyonya, butuh sesuatu?"tanya bi suti tiba tiba membuat naina terkejut dan menjatuhkan botol beling itu ke lantai.
"ya ampun bibi bikin kaget aja, aduh jadi pecah deh"ucap naina melihat beberapa pil obat yang berceceran di lantai dengan pecahan botol beling dimana-mana.
"maaf nyonya saya tidak tahu"ucap bi Suti menunduk bersalah.
"Iya bi gak apa apa,tapi ini obat siapa bi?"tanya naina.
"ini obat milik nona Vina nya,dia biasa minum sebelum tidur mungkin tadi dia lupa menaruhnya lagi"jawab bi suti.
"ya ampun saya pecahin lagi,bibi ada contoh botolnya biar besok bisa saya beli"tanya naina.
"Engga ada nyonya ini obat pertama yang belum nona vina habiskan,tapi saya punya resep obatnya soalnya waktu itu saya gak sengaja sapuin di kamar terus saya ambil takut penting nya"jawab bi Suti.
"Ya udah bi tolong ambilkan ya besok biar saya langsung beli"titah naina diangguki bi suti.
"Makasih ya bi dan tolong ini di bersihkan"ucap naina.
"baik nyonya"jawab bi suti.
Naina kembali ke kamarnya melihat Al yang sudah terlelap ia hanya bisa membuang nafasnya kasar.
"Dasar anak adit,di buatin susu malah molor duluan"ujar naina kemudian mencium pipi cucu kesayangannya itu.
"Udah kelamaan mamah, lagian mamah ngapain aja di dapur kok lama banget?"tanya rudi.
"oh iya pah,besok anter mamah ke apotek ya soalnya tadi mamah gak sengaja pecahin obat Vina takut penting jadi besok harus langsung di beli"ucap naina.
"kok bisa di pecahin si mah?gimana kalo vina mau minum?ya sudahlah besok biar papah antar"tutur rudi.
Keesokan harinya,vina langsung mandi dan menyiapkan pakaian untuk pergi ke acara istri rekan bisnis aditya.
"Warna apa yang bagus ya??"tanya vina pada dirinya sambil mengangkat baju koko berwana biru laut dan biru Dongker.
"Yang biru laut lebih bagus sayang,aku suka warnanya dan lagi baju kamu yang warna itu aku suka kamu terlihat sangat cantik"jawab aditya tiba tiba yang ternyata sudah bangun.
"Hmmm iya deh, jadi warna biru laut ya kita couple"tutur vina diangguki aditya.
"Kamu mandi duluan, bajunya udah aku siapin di kasur aku mau setrika baju yang ini dulu"ujar vina.
"Mau nya mandi bareng kamu"rengek aditya memeluk istrinya.
"ingat mas baru abis ngelahirin loh aku,masa tega banget"saut vina.
Cup.
"bercanda sayang"ucap aditya mengecup bibir Vina kemudian pergi ke kamar mandi.
Vina pergi ke kamar anak anak untuk memilih baju yang cocok untuk Al ketika melewati kamar imel sang pemilik kamar keluar.
"Vin mau kemana bawa bawa baju?"tanya Imel.
"oh ini mau di setrika, istri rekan kerja mas adit ada yang 7 bulanan jadi aku mau datang ke sana"jawab Vina.
"obat udah di minum?"tanya imel setengah berbisik.
"ummm,udah kok jangan khawatir ya"jawab vina berbohong tidak mau membuat Sahabatnya itu khawatir.
"oh ya udah aku ke bawah dulu ya mau bantu siapin sarapan"ujar imel diangguki vina.
Setelah mendapatkan baju Al yang serasi dengan pakaian orang tuanya,Vina pergi ke lantai bawah untuk menyetrika di kamar yang biasa dibuat menyetrika.
"Eh mamah?"panggil vina melihat naina.
"eh sayang, selamat pagi"sapa naina.
"pagi mah,mau kemana pagi pagi kok udah rapih?"tanya Vina.
"oh ini mamah mau ke apotek beli obat buat kamu,maaf ya semalam mamah pecahin botol obat kamu"jawab naina.
"hah?!ehh gak usah mah biar aku nanti beli sendiri aja"ucap vina cepat takut jika nantinya naina mengetahui kondisinya sekarang.
"udah gak apa apa lagian mamah sekalian mau beli sesuatu dan ya Al belum bangun sayang mamah gak tega bangunin nya"ujar Naina.
"iya... iya mah"saut Vina mengangguk.
"Kamu kenapa bawa baju gamis sama Koko gini?"tanya naina menunjuk baju yang dibawa vina.
"emm itu mah nanti aku dan mas Adit mau pergi ke acara istri rekan kerjanya, nanti aku titip baby ya mah Al biar aku bawa"jawab vina.
"iya sayang,ya udah mamah pergi dulu ya papah udah nunggu soalnya"tutur naina kemudian pergi meninggalkan vina.
Seketika pikiran Vina terbang entah kemana, dia memikirkan bagaimana jika nantinya semua keluarga tahu tentang kondisinya.
"jika mas Adit tahu,dia pasti akan marah"gumam vina meremas baju yang dibawanya.
KANGEN GAK SAMA MEREKA????AKU UP NIH ALHAMDULILLAH ADA WAKTU SEKEDAR UP 1 EPISODE ๐๐
BERSAMBUNG.......