
air mata haru mulai menggenang di pelupuk matanya, rasanya bahagia sekali bisa memberikan adik untuk anaknya.
"hiks...baik baik diperut mamah ya sayang nanti kita bisa main sama abang Al dan anakยฒ Tante dila dan Imel"Vina berbicara seraya mengelus perut nya yang masih rata.
semua karyawan berlalu lalang meninggalkan gedung pencakar langit itu.
"mas ayo"ajak vina.
Vina, Aditya dan Aldo segera pulang menuju Mansion dengan perasaan bahagia ingin bertemu dengan anaknya.
"pasti mamah akan senang sayang dia akan memiliki 3 cucu sekaligus"ucap aditya.
"iya mas Al akan punya adik dan teman yang selalu menemaninya kelak"timpal Vina.
"aku tidak menyangka takdir akan seperti ini kalian hamil secara bersamaan"sambung aldo.
"kau benar do sungguh persahabatan ku dengan Dila dan Imel benar benar memiliki ikatan batin bahkan sampai hamil saja kita bersamaan"ucap vina.
sesampainya di mansion Vina segara berlari masuk untuk bertemu dengan anaknya.
"assalamualaikum"salam Vina
"waalaikumsalam"
terlihat ada naina, Dila,Imel dan rendy
"Vina kemarilah sayang"Naina membuka tangannya.
dengan senang hati vina berhamburan ke pelukan ibu mertuanya itu.
"Mamah Al akan punya adik mah"ucap Vina masih dalam posisi berpelukan.
"iya sayang Rendy sudah bercerita,selamat nak jaga kondisi mu ya"naina melepas pelukan nya dan mengusap lembut pipi Vina.
"Assalamualaikum"salam Aldo dan Aditya kemudian ikut duduk disamping kanan dan kiri Rendy.
"iya mah,oh iya Al mana mah?"tanya vina
"mama.....mama...."
"Al sayang kemarilah"Vina membuka tangannya ketika melihat Al sedang merangkak.
"Anak mamah nakal gak nih? ngerepotin opa sama Oma gak nih"Vina bertanya seraya mencium wajah Al.
"engga Mamah, Al kan anak baik"Dila mewakili perkataan Al.
"Vin selamat ya atas kehamilan kedua kamu"ucap dila memeluk vina.
"aku gak nyangka kita bisa hamil bersamaan gini"timpal imel
"baby Al akan punya adik yeayyy"Imel berucap seraya mengangkat tangan Al.
Oek ....oek ....oek...
Aditya tiba tiba merasa mual dengan segera dia berlari ke kamar mandi.
"mah titip Al sebentar"Vina memberikan Al pada naina
"mas kenapa?"tanya vina
"gak tau sayang perut aku mual....oek...."jawab Aditya masih diiringi muntah.
"yaudah kamu duduk biar aku bikinin teh hangat ya"ucap Vina membantu aditya duduk.
"sayang aku gak mau teh aku mau jus mangga"rengek aditya.
"iya sayang bentar ya"Vina menuruti kemauan suaminya.
Vina membuat jus mangga yang langsung di teguk habis oleh aditya.
"masih mual gak? mau aku pijitin?"tanya Vina.
"iya sayang mungkin aku masuk angin"jawab aditya
Vina memijat Aditya meletakan tangannya di sisi kanan dan kiri bahu aditya.
"udah enakan mas?"tanya Vina tangannya masih aktif
"udah sayang...aku ke kamar ya mau istirahat"ucap Aditya
"yaudah ayo aku antar,aku siapin air hangat buat mandi"ajak vina merangkul tangan dan bahu aditya.
Vina merebahkan aditya dikasur kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk menyiapkan air hangat.
"mas udah aku siapin, aku ke dapur dulu ya buatin kamu bubur"ucap Vina dan Aditya mengangguk.
Vina pergi ke ruang tamu dan melihat semua orang sedang berbincang.
"gimana Vin?"tanya rendy.
"mungkin masuk angin sekarang lagi istirahat di kamar"jawab vina.
"perlu aku periksa?"tanya Rendy.
"boleh, pergilah ke kamar aku akan memasak"ucap vina.
"nak apa kamu tidak lelah baru saja pulang kantor langsung ingin memasak?"tanya rudi
"engga kok pah lagian mas adit minta aku buatin bubur"jawab vina tersenyum.
"yaudah ini mamah tidurin Al dikamar mamah aja ya"ucap naina Vina menganggukan kepalanya.
"Vin biar aku bantu"ucap imel mengambil alih menumis bumbu yang sudah dibuat vina.
Dila memotong sayur sop yang akan mereka masak,Vina membersihkan ayam karena hari ini mereka akan membuat ayam goreng serundeng lengkap dengan sambal dan sayur sop.
Sedangkan dikamar Aditya, Rendy sedang memeriksa keadaan aditya.
"jadi kau merasa mual?"tanya rendy
"sangat perutku terasa di kocok"jawab aditya
"kau seperti orang yang hamil saja, yang hamil itu istrimu tapi kenapa kau yang mual"sambung aldo
"tapi aku pernah dengar memang ada yang seperti itu"ucap rendy menjawab perkataan aldo
"benarkah?jadi aku akan merasakan apa yang Vina dulu rasakan?"tanya aditya
"mungkin"Rendy mengangkat bahunya.
Vina dan yang lain selesai membuat makan malam kemudian mereka menata nya di meja makan.
"Vin biar aku yang panggil semua ya"ucap dila.
"gausah biar aku aja sekalian mau antar bubur ini untuk mas Adit"jawab vina dan dila mengangguk.
Vina berjalan menuju kamarnya,sebelum itu dia sudah memberitahu kedua mertuanya untuk segera ke meja makan.
Tok...tok ..tok....
Naina membuka pintu kamar dan melihat vina yang mengetuk
"mah makan malam sudah siap,apa Al sudah tidur?"tanya vina
"iya sayang udah,yaudah mamah sama papah nanti kesana"jawab naina
"yaudah mah aku ke kamar dulu mau anter ini bubur"Vina mengangkat nampan berisi bubur yang ia bawa.
Naina mengangguk kemudian Vina melanjutkan langkahnya menuju kamar.
"kalian pergilah makan malam sudah siap"Vina berbicara pada rendy dan Aldo yang duduk di sofa kamarnya.
"iya baikalah"ucap rendy kemudian pergi disusul oleh aldo.
Vina duduk disamping suaminya yang sedang duduk bersandar.
"mas makan dulu ya biar gak mual lagi"Vina berbicara seraya menyodorkan sendok berisi bubur buatannya.
"aku gak mau bubur"Aditya berbicara seperti seorang anak kecil yang menginginkan sesuatu.
"lah tadi katanya mau makan bubur,yaudah sekarang mau makan apa?"Vina membuang nafasnya tapi memaklumi kondisi suaminya.
"mau makan masakan kamu"jawab Aditya
"ini masakan aku mas"Vina berbicara dengan begitu lembut.
"iya tapi aku maunya makan masakan kamu yang pedas"aditya mulai kesal
kenapa mas Adit jadi marah marah gini....aduhhh
Vina bergumam di dalam hati dengan sikap suaminya yang tiba tiba berubah.
"yaudah ayo kita makan sama yang lain"ajak vina
Aditya mengekor dibelakang Vina berjalan menuju meja makan dimana semuanya sudah mulai menyendokan nasi ke piring mereka.
"loh dit tadi katanya mau makan dikamar"ucap Rudi
"tidak pah aku mau makan pedas"Jawab Aditya menggeleng
Vina menarik kursi untuk aditya kemudian menyendok nasi dan lauk pauk ke piring aditya.
"sayang???"Panggil aditya membuat Vina dan yang lain ikut menatap nya.
"kenapa mas?"tanya vina
"suapin"rengek aditya
"heh kenapa kau manja sekali"pekik aldo
"diam kau, aku manja pada istriku bukan istrimu"ketus aditya
"do biarkan dia ingat jika orang sedang mengidam kan, sepertinya apa yang aku katakan tadi benar adanya"bisik rendy di telinga aldo tentang ngidamnya aditya.
Aldo menganggukan kepala dan mulai memasukan makanan ke dalam mulutnya.
Vina dengan telaten menyuapi aditya seperti menyuapi anaknya Al.
"Sudah sayang aku sudah kenyang"Aditya menolak ketika vina mau menyuapi makanan
"yaudah kamu istirahat ya"ucap vina
Aditya berpamitan pada semua orang kemudian kembali ke kamarnya.
BERSAMBUNG.....
HAI PARA PEMBACA SETIA MY BOSS MY SWEET HUSBAND TERIMAKSIH ATAS DUKUNGAN KALIAN SELAMA INI ๐๐๐ BANTU KOMEN KRITIK DAN VOTE YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT BUAT UP ๐๐
TERIMAKASIH, HAPPY READING โค๏ธ๐บ