
Setelah kepergian naina yang membawa Al,ketiga pasutri itu sudah selesai dengan kegiatan makan malamnya namun masih diam mematung.
"kalian sudah selesai makan nya?"tanya aditya.
"Hmmm"jawab ketiga wanita cantik itu.
"kalo begitu ayo kembali ke kamar"ajak aditya.
"tidak mau lebih baik kita ngobrol dulu kenapa kamu ini maunya di kamar dan kamar terus sih"gerutu Vina.
"kan aku mau nagih janji kamu"jawab aditya enteng.
"memang apa yang Vina janjikan?"bisik aldo.
Aditya menunjukan jari nya membentuk angka 3.
Rendy dan aldo membulatkan matanya dan seketika mereka juga ingat dengan janji istri meraka.
"sudah malam sayang ayo lagipula tidur malam tidak baik untuk ibu hamil"ucap Rendy.
"tuh denger kan kata dokter gak boleh ayo kembali ke kamar"ajak aldo.
Mau tidak mau mereka mengikuti perintah suaminya,kini di meja makan hanya tinggal Vina dan aditya.
"kenapa?"tanya Vina ketika aditya terus menatap nya.
"kamu cantik sayang"ucap aditya.
"Dasar gombal"pekik vina mencubit perut Aditya.
"ayo jalan jalan di pantai sebentar"ajak aditya.
"ha?"Vina terkejut karena aditya tidak mengajak nya ke kamar seperti yang lain melainkan menyusuri pantai.
"kenapa?kamu mau langsung ke kamar?"goda aditya.
"eee bukan mas,ayo kita ke pantai"Vina langsung merangkul tangan suaminya.
Aditya membelai rambut Vina sesekali mencium nya.
Suasana pantai uang yang dingin dan suara gemuruh ombak menambah kesan romantis bagi setiap pasangan yang sedang menikmati malam ini.
"mas??"Panggil Vina menatap Aditya.
"kenapa sayang?"tanya aditya.
"kita sudah menikah kurang lebih 2 tahun apa cintamu padaku berkurang?"tanya Vina.
"pertanyaan apa itu Sayang, dengarkan aku semakin lama pernikahan kita semakin membuat rasa cintaku padamu bertambah besar"jelas aditya.
"apa kamu pernah berencana untuk selingkuh?"tanya Vina lagi spontan membuat Aditya terkejut.
"ya Allah sayang bahakan melirik wanita lain saja tidak apalagi selingkuh"ucap aditya.
"tapi mas maaf aku pernah selingkuh darimu"ucap vina menunduk.
Aditya mengangkat wajah Vina agar menatapnya.
"Siapa pria itu? Siapa?"tanya aditya pelan namun terkesan tegas.
"Bos ku sendiri"jawab Vina menahan tawanya Melihat aditya yang menahan amarah.
"Sayang kamu hampir membuat aku menjadi seorang pembunuh"rengek aditya menjatuhkan kepalanya di bahu Vina.
"hahahaha sayang sampai kapan pun aku tidak akan melakukan hal gila seperti itu"ucap Vina terkekeh.
"jika kamu berbuat begitu aku akan bunuh diri dan menghantui kamu siang dan malam"ucap Aditya.
"kok cuma siang dan malam, pagi nya mana?"goda Vina mencolek dagu aditya.
"sayang berani ya mempermainkan ku,lihat saja malam ini aku akan meminta 10 ronde"bisik Aditya seketika tubuh Vina membatu.
"Terimakasih sayang aku menunggu hadiah itu"ucap Vina mengedipkan sebelah matanya.
"oh baiklah kebetulan sekali Al sedang bersama mamah"Aditya menyeringai dan langsung menggendong Vina.
"aku sangat sangat mencintaimu sayang"ucap aditya mematuk bibir Vina.
"apa kamu tidak bosan mengatakan itu terus?"tanya Vina membelai wajah tampan Aditya.
"tidak akan karena aku akan membuatmu tidak bisa mendengar kata kata cinta dari pria lain selain aku nyonya aditya brawijaya"jawab aditya.
"AKU SANGAT MENCINTAIMU TUAN ADITYA BRAWIJAYA"ucap Vina menekankan setiap kata nya.
"aku juga tidak akan membiarkan kamu mendengar kata kata cinta dari wanita lain selain aku"ucap Vina membuat senyum manis tersinggung di wajah aditya.
Masih dengan posisi menggendong Aditya memutar tubuhnya dan tubuh Vina menunjukan ekspresi bahagia satu sama lain.
Aditya mengajak Vina kembali ke kamarnya dan ketika melewati kamar naina,naina keluar membawa Al.
"mah titip Al sebentar ya mamah sama papahnya mau bikin adik dulu"ucap aditya tanpa rasa Malu sedikit.
Vina mencubit pinggang aditya merasa malu dihadapan naina.
"Hahaha oke oke Al biar tidur sama Oma aja ya"ucap naina terkekeh mendengar perkataan anaknya.
"Kau siap mendapatkan hadiah dariku?"bisik aditya.
Vina berbalik dan menatap aditya.
"Sangat sangat siap"ucap Vina langsung melompat dalam gendongan aditya dengan posisi memeluk.
Aditya merengkuh pinggang Vina menggiring nya menuju kasur dan selama itu Vina terus menciumi leher aditya.
"sayang jika begini aku akan meminta tambahan"ucap aditya tidak tahan dengan cumbuan Vina.
Vina tidak menjawab dia membalik posisinya sehingga kini dia berada di atas tubuh suaminya.
"malam ini aku yang memimpin nya"ucap Vina langsung melancarkan aksinya.
Setalah melakukan kegiatan panas mereka segara mandi membersihkan diri dari keringat yang membasahi tubuh mereka.
"Ya ampun sayang selama 2 tahun menikah belum pernah aku melihat kamu seliar ini"goda aditya melirik Vina yang sedang duduk di sofa.
"mas...."teriak Vina malu mendengar kata-kata aditya.
"hahaha oke oke sekarang ayo tidur besok kita akan membeli oleh oleh dan lusa kita kembali ke Indonesia"ucap aditya dan Vina mengangguk.
Mereka terlelap dengan posisi berpelukan.
Keesokan harinya mereka semua bersiap membeli oleh-oleh khas Maldives di pusat oleh-oleh bernama Chaandanee Magu.
"mas kita beli untuk para bibi dirumah dan juga ana,Jimmy, dan Rizal"ucap Vina memilih beberapa benda yang memang menjadi cendera mata Maldives.
"belilah beli sebanyak yang kamu mau aku senang jika melihatmu bahagia"ucap aditya membuat Vina tertegun dan tersenyum padanya.
"aku juga mau membeli baju untuk kita juga mas ayo kesana"Vina menarik tangan aditya yang sedang menggendong Al.
Tak kalah heboh dari Vina,Imel dan dila membeli sekitar 10 barang HANYA MILIK MEREKA membuat suami mereka geleng-geleng kepala bukan karena takut kehabisan uang melainkan kini tangan kanan dan kiri mereka sudah penuh dengan tentengan belanjaan istri mereka yang entah apa itu.
"Sayang apa kamu mau membeli seisi toko ini,lihat lah tanganku sudah penuh"Rendy Mengangkat tangannya memperlihatkan banyak tentengan.
"iya iya sebentar lagi oke"ucap Imel mengalah.
Setalah puas berbelanja mereka kembali ke hotel untuk mengemas barang mereka.
"mamah barang barang mamah biar aku yang bantu kemasin ya"ucap Vina membantu naina.
"terima kasih sayang"ucap naina dijawab senyuman manis Vina.
Setelah selesai mengepak barang,mereka memutuskan untuk istirahat sebelum pesawat landing besok.
"Al ayo main sama papah"ajak aditya membawa Al ke kamar.
"mah semuanya udah sekarang aku ke kamar dulu ya"pamit Vina.
"mau buat Dede lagi ya"goda naina.
"mamah"pekik Vina malu mendengar perkataan ibu mertuanya.
"hahah yasudah nak sana kembali ke kamarmu"ucap Rudi.
Vina kembali ke kamarnya dan melihat Aditya sedang asik bermain dengan Al.
"mamah sini mamah"Aditya melambaikan tangan Al menyuruh Vina mendekat kepada mereka.
"apa sayang... seneng ya main sama papah"Vina mencubit pipi Al.
"cium mamah sayang"pinta Vina menujuk pipi nya.
Sisi kiri Aditya membantu Al mencium pipi Vina sedangkan sisi lainnya Aditya yang menciumnya.
"wah papah curang...mamah harus bales papah nih"ucap Vina langsung menghujani aditya dengan ciuman.
muanchh muanchh muanchh
Suara Vina mencium Aditya membuat Al tertawa lepas Sampai guling guling di kasur.
"ekeahahekekaha" (anggaplah tawa Al begitu ya)
"wah seneng ya liat papah sama mamah nya bahagia....I love you baby Al"ucap Vina.
"love you too momy"ucap Aditya mewakili Al sekaligus dirinya.
VISUAL AL NIH π€π€
lucu ya matanya sipit mirip aditya, bibirnya tipis mirip Vinaπbenar benar bibit unggul ππ
BERSAMBUNG.......
UP LAGI NIH π€π€ BANTU LIKE KOMEN DAN VOTE YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT BUAT UP π
VOTE VOTE VOTE
AYO AKU TUNGGU,HEHEHE MAKASIH YANG UDAH VOTE πππ