My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 133



Aditya kembali ke kamar bersama Al dan melihat vina sedang tidur dengan lelapnya.


"sstttt sayang jangan berisik ya tuh liat mamah bobo, kamu bobo sama papah aja ya"bisik Aditya.


Aditya menina bobokkan Al sampai akhirnya Al tertidur tanpa menyusu pada ibunya.


"syukurlah sekarang aku akan mandi dulu"gumam Aditya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah membersihkan diri aditya ikut berbaring di samping istrinya.


"Sayang pasti kamu lelah kan menghadapi aku hari ini"Aditya membelai rambut Vina dan mencium keningnya.


"maafin papah ya sayang"aditya beralih mengelus perut Vina dibalik tebalnya selimut.


Dipeluknya tubuh Vina sesekali mencium rambutnya, bau tubuh Vina membuat aditya tenang dan akhirnya ikut terlelap.


Keesokan harinya Vina membuka matanya dan merasakan sesuatu yang berat dan hangat di perutnya.


"Ya Allah mas kamu demam"ucap Vina terkejut ketika menempelkan tangan nya di dahi aditya.


Vina ingin turun untuk mengambil obat dan kompresan namun aditya semakin mempererat pelukannya.


"mas aku ke bawah dulu ya,kamu demam sayang"pinta Vina membelai wajah tampan Aditya.


"sebentar saja sayang aku tidak apa apa aku hanya ingin memeluk mu dan anak kita"ucap aditya.


aditya melepas pelukan dan berjalan menuju box bayi Al, aditya menggendong Al dan menidurkan nya diantara dirinya dan Vina.


"aku hanya ingin memeluk istri dan anak anakku"aditya Kembali memeluk Vina dan Al sesekali mengelus perut Vina.


Setalah puas memeluk tubuh istrinya,Vina turun ke dapur untuk mengambil kompresan dan obat.


"selamat pagi semuanya"sapa Vina pada semua orang yang sedang sarapan.


"loh Vina Adit sama Al mana?"tanya rudi.


"mas Adit sakit pah dia lagi tidur di kamar"jawab Vina.


"ya sudah biarkan dia istirahat mungkin dia kelelahan karena kemarin"ucap naina.


"iya mah"jawab Vina.


"do hari ini mas Adit tidak ke kantor dulu tidak masalah kan?"tanya Vina pada aldo.


"iya Vin kau tenang saja"jawab aldo.


"nanti kita tidak jadi ke apartemen Imel?"tanya dila.


"kita lihat nanti ya kalo mas adit sudah enakan kita kesana dan membantunya merapikan pakaiannya"jawab Vina.


Vina kembali ke kamar dengan membawa air hangat, obat penurun panas dan bubur. Dilihat aditya sedang bersandar sambil memangku laptop dan itu sudah pasti membuat Vina kesal.


"kamu sedang sakit mas tinggalkan pekerjaan itu dan istirahat"kesal Vina mengambil laptop aditya dan meletakkannya di sofa.


"sayang aku harus mengerjakan sedikit pekerjaan"ucap aditya protes.


"yaudah kamu kalo mau kerja tuh kompres sendiri aku gak mau ngurusin"ketus vina.


Vina melakukan hal itu karena dia kesal pada suaminya, sedang sakit tapi masih saja memikirkan pekerjaannya tidak memikirkan seberapa khawatirnya Vina.


"maaf sayang, yaudah sini sini aku gak akan kerja lagi dan istirahat"bujuk aditya memegang tangan Vina.


"gak mau nanti kamu bohong,kamu gak tahu aku itu Sayang sama kamu, aku gak mau kamu sakit aku cuma mau kamu sehat, sehari saja tidak berkerja apa itu akan membuat perusahaan bangkrut?engga kan mas?"ucap Vina menaikan suaranya.


"maaf sayang"ucap aditya menunduk.


Rasa bersalah bermunculan di dalam hati Vina karena sudah memarahi suaminya seharunya dia tidak boleh melakukan itu bagaimana pun aditya adalah suaminya dia harus menghormati bukan memarahinya.


"mas maafin aku ya karena marah marah sama kamu"ucap Vina duduk di samping aditya.


"engga sayang aku yang seharusnya minta maaf karena aku kamu khawatir dan soal kemarin aku sampai membuat mu lelah"aditya menangkup wajah cantik Vina.


"yaudah kamu tiduran ya aku mau kompres kamu"pinta Vina dan aditya menurut.


Vina mengompres aditya penuh perhatian, beruntung Al belum bangun mungkin karena semalam dia tidur malam.


"kamu makan dulu ya biar aku suapin"ucap Vina mengambil bubur yang dibuatnya.


Aditya mengangguk kemudian membuka mulutnya memakan bubur cinta buatan istrinya.


"Sayang sudah cukup aku mau muntah"ucap aditya padahal baru 3 suapan.


Aditya berlari ke kamar mandi dan muntah muntah, Vina membantunya dengan menekan tengkuk aditya.


"mas kita ke dokter aja ya?"tanya Vina menyarankan.


"gausah sayang aku cuma mual aja kok dulu juga kamu merasakan ini kan? sekarang biarkan aku juga merasakannya"ucap aditya lemah dan bersandar di pintu kamar mandi.


"kamu mau makan sesuatu?"tanya vina dan aditya mengangguk.


"Apa?"tanya Vina was was takut suaminya akan meminta makan di kota asalnya.


"kamu"jawab aditya spontan.


"ha maksudnya?"tanya Vina terkejut berpura-pura tidak mengerti.


"jangan pura pura tidak tahu sayang dulu kamu juga sering kok minta ini padaku"goda aditya.


"apa sih mas"pekik Vina menyembunyikan wajahnya yang memerah.


"Hahaha kamu lucu banget sih kalo lagi malu gitu"aditya mencubit pipi vina dengan gemas.


Aditya merubah posisinya menjadi duduk dan mendekatkan wajahnya ke wajah Vina, keduanya memejamkan matanya bersiap untuk menyatukan bibir mereka tapi.....


haaaa.....huaaa....


Al bangun dan menangis mencari Vina membuat keduanya tidak jadi melakukan aktivitas mereka.


"eh anak mamah bangun ayo sayang kita mandi ya"Vina menggendong Al dan membawanya ke balkon kamar untuk menjemur nya.


"Al kenapa bangun di waktu yang tidak tepat sayang"aditya mengacak-acak rambutnya dan memilih untuk tidur karena tubuhnya terasa begitu lelah.


Setalah selesai memandikan anaknya,Vina membawa Al ke bawah menemui temen Al sehari hari siapa lagi kalo bukan opa,oma dan tantenya.


"Selamat pagi semua eh ralat udah siang ya hehehe Al kesiangan"Vina berbicara menirukan suara anak kecil.


"hahaha sini sayang....wah cucu opa udah tampan seperti kakeknya"rudi menciumi Al sampai membuat Al tertawa geli.


Suara telepon dila berdering dilihat ID penelpon adalah Imelda.


"halo Mel??"


"Dil kamu sama Vina jadi kesini?aku gak bisa beresin sendiri bajuku banyak banget"


"nanti aku kabarin lagi, Aditya sedang sakit jadi dia harus merawat suaminya"


"yaudah nanti kabarin ya"


"oke"


Vina dan yang lainnya bermain bersama Al, kemudian tiba tiba teringat dengan suaminya.


"mah, pah aku ke kamar dulu ya mau liat mas adit dulu"pamit Vina.


"iya sayang"jawab naina dan Rudi.


Vina kembali ke kamarnya dan ternyata aditya sedang tertidur.


"ckckck mas kamu bisa tidur sebelum menyelesaikan urusan kita"Vina berkeca pinggang melihat Aditya yang tidur pulas.


"tidak sayang aku tidak tidur aku menunggu mu"ucap aditya dengan mata yang terpejam.


"mas gak tidur?"tanya vina berjongkok hingga wajahnya tepat berada di depan wajah aditya.


Aditya membuka matanya dan langsung menyerang Vina dengan ribuan ciuman.


Vina yang mendapat serangan mendadak dan tidak siap hampir kehabisan nafas diapun memukul dada aditya.


"mas kamu main cium aja aku belum siap"protes Vina.


"yaudah sekarang udah siap kan?"tanya aditya.


Vina diam tak menjawab membuat Aditya mengerutkan keningnya.


"kenapa sayang?"tanya aditya.


Vina tidak menjawab dia langsung mencium bibir suaminya tanpa ada persiapan ya lebih tepatnya membalas ciuman Aditya tadi.


hah...hah...hah...


"sayang kenapa main cium aja kan belum siap"protes aditya.


"hehehe bales perlakuan kamu tadi"jawab Vina cengengesan.


"ishh dasar kamu tuh"Aditya menarik Vina dan kini posisi nya Vina menindih tubuh aditya.


YUK VOTE AKU KALO KALIAN VOTE HARI INI AKU AKAN UP 5 EPISODE DEH ✌️✌️ IYA BENER GAK BOHONG KOKπŸ˜‚πŸ˜‚


BERSAMBUNG......


YEAYY AKU GANTUNG LAGI MESRA MESRAAN NYA πŸ˜‚πŸ˜πŸ˜


JANGAN LUPA KOMEN DAN RATE 5 🌟 HEHEHE πŸ˜‚πŸ€—πŸ€—