My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 139



"apa???Dimas? ingin balas dendam?"tanya aditya.


"apa kau mengenalnya?"tanya dila.


"Siapa nama lengkapnya??"tanya aditya.


"Dimas Algibrani"jawab dila.


"Sudah kuduga"gumam aditya.


Aditya meraih ponselnya dan mengubungi anak buahnya.


"Halo bos??"


"Cari pria itu dan seret dia ke markas.Dia sudah berani menyakiti istriku"


"siap bos secepatnya saya akan menemukan nya"


Aditya mematikan sambungan teleponnya dan tak beberapa lama pintu ruang perawatan terbuka.


"Rendy gimana keadaan Vina?"tanya aditya.


"dokter Rani yang akan menjelaskannya"rendy menujuk dokter Rani disebelahnya.


"Beruntung Nona Vina cepat dibawa kerumah sakit jadi kondisinya dan kandungannya baik baik saja dia hanya butuh istirahat beberapa hari.Sekarang dia sudah sadar kalian bisa menemuinya"jelas dokter rani mempersilahkan semuanya masuk.


Mereka masuk kedalam kamar perawatan Vina dilihat Vina sedang berbaring.


"sayang???"panggil aditya.


"mas Adit"ucap Vina lirih kemudian membuka tangannya minta dipeluk oleh suaminya.


Aditya memeluk tubuh wanita yang dicintainya, Vina menangis dalam dekapan Aditya.


"mas aku minta maaf hampir mencelakakan anak kita lagi hiks...hiks..."ucap Vina dengan isakan.


"sudah sayang jangan menangis semua baik baik saja kamu dan anak kita tidak apa apa hanya butuh istirahat saja"jelas Aditya membelai rambut Vina.


"aku tidak tahu maksud dimas ingin balas dendam apa,dia bilang kamu adalah pria jahat dan dia akan menyakiti ku untuk balas dendam"ucap Vina melepas pelukan nya.


"kamu tidak perlu memikirkannya semua akan baik-baik saja"aditya membelai wajah Vina.


"iya mas kamu tidak perlu takut sekarang aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitiku atau keluargaku,aku akan melawan siapa saja yang berusaha menganggu ketenangan dan kedamaian keluarga kita"ucap Vina penuh semangat 45.


Cup


"Aku bangga padamu sayang"ucap aditya setalah mengecup singkat bibir Vina.


"hei bisakah kalian menghargai kami"pekik dila.


"tau kita ada disini, kita ini benda hidup bukan benda mati jadi anggaplah kami ada"sambung Imel.


Tiba-tiba pintu terbuka memperlihatkan seorang pria tampan menggunakan jas berwana biru laut mendekati dila.


Cup


"selamat sore sayang"ucap aldo setalah mengecup singkat bibir dila.


"sore juga sayang"ucap dila mencium pipi aldo.


"lalu ini apa?apa kamu menghargai kehadiran kita disini"pekik Vina.


"hehehe maaf maaf"dila cengengesan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


_


_


Vina diperbolehkan pulang namun tetap harus istirahat, tidak boleh mengangkat yang berat berat apalagi sampai banyak pikiran.


"mas aku mau keluar kamar sudah 2 hari aku hanya berada dikamar ini"rengek vina.


"sayang apa kamu tidak ingat pesan dokter Rani?dia bilang kamu harus istirahat dan tidak boleh angkat yang berat berat"tolak Aditya.


"aku hanya ingin keluar mas bukan kerja bakti ayolah"bujuk Vina.


"huh..... Baiklah ayo"aditya menghela nafas dan mengajak Vina ke ruang tamu.


Al asik bermain bersama rudi sedangkan yang lain sedang mengobrol.


"Anak mamah asik banget ya mainnya"ucap Vina menghampiri Al.


"loh Vina kenapa turun kamu harus istirahat kan"ucap Imel.


"iya disuruh istirahat tapi mas adit benar benar membuatku seperti patung seharian tidak berbuat apa apa"Jawan Vina.


"yaudah sini nak duduklah"naina menepuk sofa disebelahnya.


Saat sedang berbicara tiba tiba ponsel milik aditya berdering.


"dia sudah bersama kami bos,jika anda punya waktu Anda bisa kesini"


"baiklah"ucap aditya kemudian mengakhiri percakapan dengan anak buahnya.


"do aku mau bicara padamu,ikut aku ke ruang kerja"ucap aditya.


"baiklah"jawab Aldo kemudian menyusul aditya.


Aditya dan aldo bicara mengenai Dimas mantan kekasih Vina yang sudah mencelakai Vina tempo hari.


"dia sudah ada di markas, aku mau kau menemaniku kesana"pinta aditya.


"tapi dit apa yang akan kau lakukan Ketika bertemu dengannya?"tanya aldo.


"entahlah mungkin saja aku langsung melenyapkannya, pertama kakaknya yang berulah dan sekarang adiknya entah kenapa keluarga mereka sangat merepotkan"jawab Aditya geram.


"baiklah ayo kita kesana sekarang"ajak aldo dan aditya mengangguk.


"sayang aku dan aldo mau pergi keluar sebentar, jangan menungguku pulang oke"ucap aditya kemudian mencium kening Vina.


"tapi mas mau kemana?"tanya Vina.


"hanya urusan pekerjaan sayang, istirahatlah Jangan terlalu lelah"ucap aditya kemudian pergi keluar menuju mobil.


"aku akan kembali secepatnya"ucap aldo dan dila mengangguk.


Rendy menyusul aditya dan aldo untuk bertanya.


"tunggu kalian mau kemana? kenapa mendadak begini?"tanya rendy.


"keluarganya kembali berulah"jawab aldo.


"aku ikut"Rendy langsung masuk tanpa menunggu jawaban keduanya.


Mereka melajukan mobilnya menuju sebuah gudang kosong terdapat beberapa pria berbadan kekar, suara mobil Aditya berhenti membuat semua orang itu menunduk hormat.


"Selamat datang tuan Aditya"Seorang pria berbadan tinggi besar menghampiri Aditya ya bisa bilang dia adalah pimpinan anak buah Aditya.


"dimana dia?"tanya aditya.


"mari"pimpinan itu mempersilahkan aditya masuk.


Seorang pemuda berbaju putih dengan luka diseluruh tubuhnya,darah masih mengalir di pelipis dan sudut bibirnya.


"ckckck bagaimana apa kau masih berani melawanku?"tanya aditya membuat pemuda itu mendongak dan menatap aditya penuh kebencian.


"kurang ajar kau aditya lepaskan aku!!! pertama kau menyakiti kakak ku dan sekarang apa?apa yang akan kau lakukan? melenyapkan ku sama seperti kakak ku?!!!"tanya pemuda itu dengan teriakan memenuhi ruangan.


"Tutup mulutmu itu jangan berani berteriak atau ku tutup mulutmu itu sampai kau tidak akan bisa bicara lagi"ancam aditya.


"lepaskan aku!!!! Lepaskan"Dimas meronta minta di lepaskan.


"buka ikatannya aku ingin melawan orang yang sebanding denganku"perintah aditya.


Anak buah Aditya melepas ikatan pada Dimas, Dimas siap melayangkan tinjunya namun dengan gerakan 86 dia menangkisnya dan memukul dimas berkali-kali.


"kau berani sekali menyakiti istriku....bugh.... apa kau sudah bosan hidup ha.... bugh.... bangun lawan aku"ucap Aditya diselingi memukul dimas.


"ya aku menyakiti istrimu itu agar kau merasakan bagaimana rasanya kehilangan orang yang kita sayangi"jawab dimas teriak menahan sakit.


"kau bilang apa? aku juga kehilangan kakak ku karena ulah kakakmu dan pacarnya yang menjijikan itu mereka melenyapkan kakakku dan kau pikir aku akan melepaskan mereka begitu saja? tidak akan!!!!aku membiarkan dia hidup saja itu sebuah keberuntungan"ucap aditya penuh penekanan.


"Adit Adit jangan dit"cegah aldo ketika aditya ingin menusuk Dimas menggunakan pisau.


"iya dit jangan bertindak dalam emosi ingat Vina, ingat anakmu Al dan calon anakmu yang belum lahir"sambung rendy.


"kalian urus pria ini terserah kalian apakan tapi yang jelas jangan sampai dia bisa melihat matahari kembali"perintah aditya pada anak buahnya.


"baik bos"jawab pimpinan itu dengan cepat.


"kenapa tuan aditya kenapa anda tidak mau melenyapkan saya?anda takut dipenjara?lalu kenapa kau tidak takut ketika kau melenyapkan kakakku ha??"Dimas masih kuat untuk membentak dan berdiri.


"karena kakakmu sudah melenyapkan kakakku!! kau ingat kata darah harus dibalas darah dan nyawa harus dibalas nyawa"jawab aditya.


"kau tahu bertapa menderitanya orang tuaku akibat ulahmu Meraka Sampai tidak bisa tertolong karena sakit memikirkan kakak ku Tamara"ucap Dimas.


"dan kau pikir orang tua ku tidak memikirkan kakakku Alvin? ibuku hampir tiada karena bunuh diri dan itu semua karna ulah Tamara yang tidak tahu malu itu"ucap aditya kemudian pergi dari markas itu.


"urus dia jangan sampai dia bisa melihat matahari kembali"perintah aditya.


JADI DIMAS ITU ADIK TAMARA, INGAT KAN TAMARA? EPISODE MASA LALU ADITYA YA KALO LUPAπŸ˜‚πŸ˜‚


BERSAMBUNG.....


YUK BANTU KOMEN DAN VOTE YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT BUAT UP πŸ™πŸ˜‚πŸ˜Š