
Sekarang mereka semua sedang menikmati makan siang bersama artinya sudah 2 jam kamar yang mereka cat itu.
"Sayang apa cat nya sudah kering?"tanya Vina yang sedang mengunyah makanannya.
"haha tentu saja belum sayang setidaknya membutuhkan waktu 24 jam"jawab aditya terkekeh.
"ahh masih lama rupanya"ucap vina cemberut.
"Besok kalian pergi jadi kami yang akan mengatur semuanya"ucap imel senang.
"ahh iya besok kalian akan pergi ayo habiskan waktu untuk berkencan dan menonton bioskop"ajak dila.
"tidak!!"tolak Vina tegas.
"Kenapa??"tanya dila cemberut.
"kalian ini sudah menjadi seorang ibu bukan anak muda lagi setidaknya pikirkan anak kalian"jawab vina.
"oh iya ya sudah baikan kita tidak usah berkencan"saut dila.
"siapa Yang bilang tidak usah berkencan kita akan tetap berkencan kok"ucap vina.
"tadi kamu bilang tidak sekarang iya kenapa tingkah mu seperti anak SMA saja plin plan"pekik Imel.
"sudahlah tunggu saja kita akan berkencan versi nyonya aditya brawijaya"ucap Vina sombong.
"Apa yang akan kamu lakukan sayang?"tanya aditya.
"lihat saja nanti mas"jawab vina kemudian melanjutkan mengunyah makan siangnya.
Setelah makan siang vina menyuruh bi Ijah dan Lilis untuk pergi ke pasar membeli sesuatu persiapan kencan mereka.
"Lilis tolong beli semua ini dan letakkan semuanya di kulkas saat kau kembali"ucap Vina memberikan secarik kertas pada lilis.
"iya non baik"jawab lilis ingin pergi namun dicegah oleh Vina.
"eh tunggu,kau ajaklah bi Ijah bersamamu kau orang baru di kota ini aku takut nanti kau kesasar"ucap vina.
Ternyata nona Vina memang benar benar baik ya pantas saja semua pekerja dirumah ini sangat menghormatinya.
Ucap lilis dalam hati. (Baru sadar dia guys π)
"Lilis kenapa kamu melamun?"tanya Vina melambaikan tangannya di depan wajah lilis.
"ehh tidak non baikah saya akan mengajak bi Ijah, terimaksih banyak non"ucap lilis menunduk hormat kemudian pergi menuju teras depan dimana ada bi Ijah.
Setelah kepergian lilis,Vina naik menuju kamarnya untuk beristirahat Karena belakangan ini dia sering merasa lelah.
"Huh entah kenapa aku merasa kehamilan ku kali ini jauh lebih melelahkan dibanding saat mengandung Al"ucap vina seraya melangkah pelan menuju kamarnya.
Ceklek
Vina membuka pintu kamar dan terlihat aditya yang sedang menyiapkan pakaian nya untuk besok sedangkan Al sedang menyaksikan kartun kesukaannya.
"mas kenapa gak panggil aku?"tanya vina mendekati suaminya.
"duduklah"aditya menyuruh Vina duduk di sisi ranjang.
"aku bisa melakukannya sendiri sayang,aku tidak mau membuatmu lelah"ucap aditya lagi dan berjongkok dihadapan vina.
"tidak mau membuatku lelah? lalu apa yang kamu lakukan setiap malam hmm??"tanya vina menggoda aditya.
"kan kalo itu lelah tapi enak sayang"elak aditya.
"iya iya saking enaknya sampai pagi pun dilakoni ya kan?"tanya vina menyindir.
"jangankan sampai pagi,dari malam ketemu malam lagi aku siap"ucap aditya mengangkat kedua tangannya menunjukan otot nya dibalik kaus yang dia gunakan.
"ya cobalah jika kamu mau keesokan harinya menemui istrimu di pemakaman"ucap vina bercanda.
"Sayang jangan bicara begitu"Aditya menganggap serius ucapan vina.
"aku hanya bercanda sayang"Vina membelai lembut wajah suaminya kemudian mencium kening aditya.
"Jangan bercanda tentang hal itu aku tidak menyukainya"ucap aditya cemberut.
Cup
"baikah sayang"Vina mengecup bibir aditya membuat senyum indah terukir diwajah aditya.
Aditya memilih beberapa pakaian sedangkan Vina yang menyusunya di dalam koper.
"hehehe siap sayangku"ucap aditya nyengir kuda sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Setalah selesai mengepak barang, Aditya dan Vina ikut berbaring bersama Al.
"Sayang nonton apa?"tanya vina pada anaknya.
Mon...Mon....
Al bicara sambil menunjuk televisi dimana kartun Doraemon diputar.
"oh Doraemon?Al suka Doraemonnya?"tanya vina.
Al tidak menjawab dia melompat-lompat kegirangan menyaksikan doraemon membuat Aditya dan Vina menggeleng melihat anaknya yang begitu aktif.
"oh iya sayang apa yang mau kamu siapkan untuk nanti malam?"tanya aditya.
"semuanya menjadi urusanku pokonya malam ini kita akan berpacaran setelah menikah"jawab vina.
"ya sudah baiklah aku tidur ya mau istirahat"ucap aditya kemudian menggeser badannya mendekati Vina dan meletakkannya kepalanya di pangkuan vina.
"istirahatlah sayang"ucap vina sambil mengelus rambut suaminya.
"Sayang apa yang kamu mau,nanti aku akan membawakanya?"tanya aditya.
"maksudnya oleh oleh?"tanya vina.
"iya sayang"jawab aditya.
"Aku tidak minta oleh oleh emas permata dan juga uang tapi yang kuharap engkau pulang.... dengan membawa kesetiaan"bukannya menjawab Vina justru menyanyikan lagu dari Rita S.
"Sayang kok malah nyanyi dangdut sih"pekik aditya sambil terkekeh.
"iya sambil nyanyi sambil menjawab pertanyaan kamu mas"ucap Vina.
"jadi mau apa aku kan gak paham?"tanya aditya.
"tidak ada sayang aku hanya ingin kamu pulang dengan selamat dan membawa statusku sebagai satu satunya istrimu"jelas Vina.
"kau meragukannya?"tanya aditya mendongak.
"tidak sayang aku hanya takut akan seperti sinetron ikan terbang itu dimana suaminya berselingkuh dan memilih pelakor"jawab vina.
"Alhasil aku akan bernyanyi lagi...ku menangis membayangkan betapa kejamnya dirimu atas diriku....."Sambung Vina kembali bernyanyi namun kali ini dia menyanyikan lagu untuk para istri yang menderita.
"Hahaha makannya jangan kebanyakan nonton sinetron jadi gini kan"aditya mengacak-acak rambut vina sambil terkekeh.
"Imel dan dila yang sudah meracuniku"ucap vina mengerucutkan bibirnya.
"baiklah baiklah sekarang berhenti bernyanyi oke aku mau tidur"pinta aditya.
"suaraku seperti kaleng bekas ya mas?"tanya vina.
"tidak sayang suaramu indah apalagi ketika sedang berdesah nikmat"canda Aditya.
"mas kenapa sih pikiranmu selalu saja menjurus kesana"Vina memukul dada suaminya pelan.
"abisnya nyambung jadi aku menjurus kesana"jawab aditya asal kemudian menenggelamkan wajahnya di perut besar Vina.
Vina memijat pelan kepala suaminya,aditya begitu menikmati pijatan dari istrinya akhirnya tertidur pulas.
"eh udah ngorok aja"ucap vina ketika mendengar deru nafas aditya yang teratur.
"Al lihat papah kamu ini cepat sekali tidurnya"Vina bicara pada Al sedangkan yang diajak bicara tidak bergeming sama sekali dan fokus pada kartun nya.
Vina meletakan kepala aditya dibantal kemudian beralih kepada Al yang sejak tadi sambil nonton sambil terus menguap.
"sini sayang kamu itu ngantuk mata udah lima Watt juga"Vina membaringkan Al dan menyusuinya.
Dan benar saja Al tertidur dan kini anak dan bapa itu sama sama tertidur pulas.
"Anak sama bapak kompak banget tidurnya"gumam vina menatap Al dan aditya bergantian.
JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE YA ππ€
OH IYA AKU SELALU PENASARAN SAMA KOMENTAR KALIAN ATAS NOVELKU INI, boleh dong komen sepatah duapatah kata untukku ππβοΈ
BERSAMBUNG.....
terimaksih, happy reading πβ€οΈπΊ