
Aditya dan yang lain segara pergi ke bandara mereka sudah tidak sabar untuk menemui keluarga mereka tapi mereka juga tidak tahu jika naina dan yang lainnya ada dirumah.
"Vina I come back honey"teriak Aditya seperti anak alay 🤣
"tolong jangan alay ingat kita ini pengusaha akan tercemari reputasi kita jika orang lain sampai lihat"ucap aldo.
"Masa bodo yang penting aku bahagia karena akan bertemu bidadari ku"ucap Aditya ketus.
"Nih orang benar benar jadi bucin ya aduhhh"Aldo menepuk jidatnya sambil geleng-geleng.
***
Naina dan yang lain baru kembali ke rumah pada jam makan malam,Vina sudah menyiapkan beberapa jenis makanan kesukaan keluarganya.
"Sayang kamu lagi apa?"tanya naina menghampiri menantunya.
"eh mamah sudah pulang,ini mah aku udah siapin makan malam mending mamah bersih bersih abis itu kita makan bareng ya"jawab vina.
"Baiklah nak mamah ke kamar dulu ya"pamit naina diangguki Vina.
"Non ini Al nya tidur tapi belum mandi"ucap bi suti yang sedang menggendong Al.
"Yaudah bibi bersih bersih gih Al biar sama aku aja"tutur Vina kemudian mengambil Al dari gendongan bi suti.
Berjalan menuju kamarnya sambil menggendong putra kecilnya.
"Cape banget ya sayang mainnya"Ucap vina sambil membelai rambut Al.
Vina menidurkan Al mungkin karena terlalu lelah bahkan Al tidak terbangun meski Vina menggantikan baju untuknya.
Setalah selesai mengganti pakaian anaknya, Vina turun untuk makan malam bersama yang lain.
"Maaf ya mah lama"ucap Vina yang baru datang.
"Iya sayang gak apa apa"jawab naina.
"Al masih tidur kak?"tanya risa.
"iya katanya dia lelah sekali"jawab vina.
"Bagaimana tidak lelah seharian ini Rafly mengajaknya berlari kesana kemari kak"ucap clara.
"Kau tahu Al memukul wajah rafly menggunakan bola dan itu benar-benar lucu....hahahah"ucap imel diakhiri tawa yang renyah.
"Benar kak haduhh aku harap Al tidak seperti papahnya yang kejam dan dingin"ucap rafly geleng-geleng kepala.
"Hei suamiku itu tidak kejam dan dingin ya dia itu lembut dan hangat"protes vina.
"Itu sesudah mengenalmu kak sebelumnya untuk tertawa saja baginya seperti menyerahkan nyawa"ucap rafly.
"ya sudah sekarang ayo makan"Ajak rudi.
Setelah makan semuanya memutuskan untuk langsung ke kamar karena tamasya hari ini benar benar membuat lelah Sekaligus bahagia.
"Sayang mamah dan papah langsung ke kamar aja ya"ucap naina.
"iya mah mending mamah istirahat seharian ini mamah sudah mengajak Al main pasti sangat melelahkan"ucap vina.
Naina pergi bersama rudi untuk kembali ke kamarnya disusul oleh risa dan tio.
"Kami juga ke kamar ya, selamat malam semuanya"ucap tio kemudian pergi membawa istrinya.
"Oh iya mel,Revan tidur?"tanya vina.
"Iya Vin yaudah ya aku ke kamar juga takut Revan bangun"ucap imel.
Dan akhirnya semuanya kembali ke kamar,karena merasa bosan Vina juga memutuskan untuk kembali ke kamar dan menghubungi suaminya.
"aku ke kamar aja deh sekalian telepon mas adit"gumam Vina kemudian pergi ke kamarnya.
Vina berbaring di samping anaknya kemudian mengambil ponselnya dan menekan nomor aditya.
"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan"
"Tumben gak aktif"gumam Vina.
Vina meletakan ponselnya kemudian berbaring dan memeluk anaknya hingga akhirnya dia tertidur.
_
Pesawat aditya mendarat sekitar pukul 22:00 di bandara internasional Soekarno-Hatta.
"Dit laper nih,makan dulu yuk"ajak rendy sambil menggeret koper nya.
"dirumah aja lah lagian dirumah makannya juga lebih enak"ucap aditya.
"Tapi dit gak tahan nih udah laper"saut aldo.
"yaudah iya ayo kita cari resto dekat sini"ajak Aditya mengalah.
Aditya menggunakan mobil jemputan dari kantor dibanding menggunakan sopir rumahnya karena dia tidak mau siapapun tau akan kepulangannya terutama Vina.
"Dit kenapa gak panggil pak Alif aja"ucap Aldo.
"gak apa apa"jawab Aditya sambil membuka 2 kancing kemejanya.
Mobil BMW X5 itu pergi meninggalkan bandara menuju Mansion tapi sebelum itu mereka mencari resto terdekat untuk sekedar mengganjal perut Mereka.
"Pak ke rumah makan itu dulu ya"ucap rendy yang melihat warung pecel lele.
"baik tuan"jawab sang sopir.
Aditya,aldo dan rendy turun kemudian langsung duduk di kursi plastik berwarna merah merek singa bintang itu.
"Iya mas?"tanya seorang pelayan rumah makan itu dengan genitnya.
"pecel ayam 3 ayamnya dada"ucap aditya cuek karena jijik melihat pelayan itu dengan baju yang sedikit terbuka memperlihatkan dadanya.
"Minumnya mas?"Tanyanya lagi.
"Jus jeruk"jawab aditya.
"Samain aja semuanya"ucap rendy.
Pelayan itu pergi meninggalkan Aditya dan 2 pria tampan yang bersama nya.
"Dit kau lihat pelayan tadi? sepertinya dia sedang mencari perhatian mu"bisik Aldo.
"aku tidak perduli"ucap Aditya datar.
"Yakin kau tidak tergoda?"tanya rendy memancing.
"Untuk apa? dirumah juga aku punya bahkan jauh lebih indah"jawab Aditya menatap tajam rendy.
pesanan mereka datang, pelayan yang sama yang mengantar dengan senagaja pelayan itu menumpahkan jus milik aditya ke bajunya.
Pyurrrr.....
"ahhh maaf maaf pak biar saya bersihkan"ucap pelayan itu ingin membantu Aditya namun ditolak olehnya.
"tidak perlu"ucap Aditya tegas.
"Cepat selesaikan makan kalian aku menuggu dimobil"ucap Aditya pada aldo dan rendy kemudian meninggalkan warung makan sederhana itu.
"Aku rasa lebih baik kita langsung pulang saja"bisik aldo karena merasa was-was dengan pelayan dihadapannya ini.
"Pelayan"Aldo memanggil pelayan yang lain.
"Iya tuan?"pelayan itu tampak seumuran dengan naina.
"Berapa semua ini?"tanya Aldo menunjuk makanan yang bahkan belum disentuh nya.
"Tapi tuan anda belum menyentuh nya sama sekali"ucap pelayan itu.
"tidak masalah,ini"Aldo menyodorkan 2 lembar uang pecahan seratus ribu.
"ambil saja kembaliannya"ucap rendy ketika melihat mata pelayan itu membulat seakan 'tuan ini kebanyakan'.
Aldo dan Rendy menyusul Aditya masuk ke mobilnya, kemudian mereka segera pergi menuju Mansion.
Mereka sampai dimansion pukul 23:00,penjaga membukakan pintu untuk mereka dan tak lupa memberikan ucapan selamat malam.
"Selamat malam tuan"sapa pak ali.
"Malam pak"jawab ketiganya.
mereka masuk dengan disambut ramah oleh para pelayan,Aditya melihat ke sekeliling tampak sepi sekali.
"Vina dimana bi?"tanya Aditya yang langsung menanyai istrinya.
"ada dikamar tuan"jawab bi Ijah.
"Yah si Adit udah gak sabar apa pengen anuan"ucap Rendy yang melihat Aditya langsung menaiki tangga menuju kamarnya.
"Untung kita sabar ya kan do?"Rendy menengok ke sampingan tapi tidak mendapati aldo.
"emuhhh samanya bucin"pekik Rendy kemudian melakukan hal yang sama dengan Aditya dan Aldo.
Ceklek
Aditya membuka pintu kamarnya dengan perlahan,kamar terlihat begitu gelap hanya lampu kamarnya yang menyala, ditengah samar bayangan lampu kamar terlihat wajah wanita yang dirindukannya sejak 3 hari ini.
Dilemparnya sembarangan jas hitam itu kemudian menghampiri istrinya.
"Sayang???"Aditya meraba wajah vina bergantian dengan wajah Al.
"anak papah pules banget tidurnya"ucap aditya mencubit pelan pipi anaknya.
Aditya pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum mencium anak dan istrinya dia harus bersih karena takut membawa virus.
Setalah 30 menit aditya keluar dengan handuk yang melilit di pinggang, rambut basah membentuk mutiara kecil menambah kesan maskulin aditya.
Aditya mengambil piyama tidurnya kemudian memakainya dan berbaring di samping Vina.
"Sayang aku merindukan aroma ini"Aditya menyesap dalam dalam aroma tubuh vina yang menjadi candu untuknya.
Vina yang merasa kegelian, menggeliat kesana kemari membuat Aditya terkekeh melihat tingkah lucu istrinya yang masih memejamkan matanya.
"Sayang aku pulang"bisik aditya mesra.
Aditya membalik tubuh Vina kemudian mengelus perut Vina yang sudah membesar.
"Anak papah yang ini nakal gak?? jangan nakal ya diperut mamah kasian mamahnya"ucap aditya seakan bicara pada bayi dalam kandungan Vina.
Aditya beralih menatap istrinya,alisnya mengkerut, banyak keringat yang membasahi wajah vina.
"Sayang kamu kenapa?"tanya aditya melihat Vina seperti seorang yang sedang menahan sakit.
"Vina sayang bangun"Aditya menggerakkan tubuh vina.
"Mas....mas... Adit... sakit...mas..."masih dalam mata yang terpejam Vina memanggil nama suaminya sambil mengigit bibir bawahnya menahan sakit.
"sayang buka mata kamu aku disini sayang"ucap aditya khawatir.
Vina membuka matanya dan betapa terkejutnya dia melihat wajah pria yang dirindukannya.
"mas Adit??"panggil Vina kemudian merubah posisi tubuhnya menjadi duduk.
"mas ini beneran kamu atau aku hanya mimpi?"tanya vina Kemudian menangkup wajah aditya.
"Ini aku sayang suami kamu"ucap aditya memegang tangan Vina yang ada di wajahnya.
Vina memeluk dan menciumi seluruh wajah aditya tanpa ada yang terlewat.
"mas aku merindukanmu"ucap vina kembali menatap suaminya.
"Aku juga sangat merindukanmu sayang"ucap aditya.
"Sayang boleh aku tanya sesuatu?"Tanya aditya serius.
"ada apa mas?"tanya vina.
"tadi ketika kamu tidur aku melihat kamu seperti sedang menahan sakit,apa semuanya baik baik saja?apa baby kita tidak apa apa?"tanya Aditya mengelus perut Vina.
"Iya mas tidak apa apa ini hanya kontraksi kecil saja"jawab Vina lembut.
"Tapi aku khawatir besok kita ke dokter ya"ucap aditya.
"iya sayang terserah padamu saja"saut vina.
Aditya tersenyum,Vina membalas senyuman manis suaminya.Perlahan Vina mendekatkan wajahnya ke wajah Aditya kemudian.
Cup
bibir mereka saling bersentuhan, kerinduan yang mendalam dari diri mereka masing masing di utarakan melalui ciuman namun lain halnya juga Vina merindukan tubuh suaminya begitupun sebaliknya.
aditya mel*m*t bibir istrinya dengan rakus, tangannya mengelus perut Vina kemudian semakin naik dan mer*m*s dada vina membuat Vina ingin sekali mengeluarkan suara emasnya namun tertahan karena ******* bibir aditya.
CIEEE YANG UDAH SERIUS BACA HARUS DIGANTUNG 🤣🤣🤣🤣
MAU DI SKIP APA LANJUT NIH???😝😝
BERSAMBUNG.......