
"halo???masih ingat dengan saya???"sapaan itu keluar dari mulut seorang pria tua yang sedang duduk manis di sofa ruang tamu.
"Kau??!!!!!"Kejut aditya,Aldo dan rendy yang merasa pernah melihat pria dihadapan mereka ini.
"Ada apa?apa kau terkejut?"tanya nya lagi.
"mau apa kau ha?urusan kita sudah selesai dirumah sakit"ucap aditya penuh emosi.
"Apa?selesai? bagaimana bisa selesai?aku kehilangan anak dan istriku maka kau juga harus kehilangan anak dan istrimu"tegasnya berdiri tegak dihadapan ketiga pria itu.
"anakmu tiada karena kegilaannya sendiri sedangkan istrimu?wanita itu tiada karena tertekan kehilangan anaknya.Lalu dimana letak kesalahanku ha?"bentak aditya.
"Anakku tiada itu karena terobsesi dengan istrimu dan sebagai balasannya aku akan melenyapkan anakmu yang manis itu"pria itu tersenyum miring melihat raut wajah aditya yang berubah suram.
"kau gila Sanjaya,anak ku ataupun siapapun keluarga ini tidak ada yang memiliki hutang darah dengan keluargamu!!!seharusnya kami yang menuntut anakmu itu karena sudah membuat menantuku kehilangan bayinya"teriak rudi dari atas.
Pria tua itu adalah Sanjaya, ingat nama itu?ya dia adalah ayah dari varel Sanjaya dan Alex Sanjaya
2 pria gila yang sama sama terobsesi dengan kecantikan Vina.
"heuh kau pikir aku akan mendengarkan celotehan mu? tidak akan!!!"teriak Sanjaya meremehkan.
Karena mendengar suara teriakan dari bawah Vina dan yang lain memberanikan diri untuk turun khawatir pada suami mereka.
"sayang tidak kah lebih baik kamu diam disini?kamu lagi hamil mamah takut kamu kenapa napa"ucap naina.
"engga mah aku khawatir dengan mas adit,aku harus keluar"ucap vina kemudian segara keluar dari kamarnya diikuti semua orang ya karena memang saat ini para perempuan dan anak anak diamankan dalam kamar Vina dan aditya.
"kau lihat kehebatan ku kan?aku bisa menembus lapisan keamanan mansion brawijaya,aku berhasil manyantap rumah kalian,hahahhah"tawa Sanjaya menggema di seluruh ruangan.
"dimana anakku??!!!"tanya Aditya.
"anakmu? mungkin dia sudah bertemu dengan adiknya"jawab Sanjaya sengaja mempermainkan emosi aditya.
"JANGAN BERANI MENYENTUH ANAKKU SEDIKIT SAJA!!JIKA ADA GORESAN SEDIKIT SAJA AKAN AKU HANCURKAN SELURUH KELUARGAMU!!!!!!"ucap aditya maju satu langkah.
Tangannya sudah mengepal sempurna, wajahnya memerah menahan amarah dan matanya menunjukan sorot mata memangsa dengan gigi yang digertakkan.
"Tidak mungkin"suara seorang wanita dari arah tangga yang mendengar penuturan tentang anaknya.
"Sayang???"ucap aditya melihat vina sedang memegangi perutnya dengan sebelah tangan nya sedangkan tangan yang lain menggenggam tiang tangga dengan kuat.
"Vina ayo nak kita ke atas saja"ajak naina.
Vina tidak mendengarkan perkataan ibu mertuanya,dia turun mendekati Sanjaya dengan penuh keberanian.
"Dimana anakku??"tanyanya pelan.
"menyusul anakmu yang belum sempat lahir"jawab sanjaya enteng.
PLAKKKKK
Vina memberanikan diri untuk memapar pria tua dihadapan nya,bukan karena tidak bisa menghormati tapi baginya pria didepannya ini adalah seorang anak kecil yang tidak bisa membedakan baik dan buruk.
"berani sekali kau menamparku"teriak Sanjaya di depan vina.
"jangan berani berteriak dengan menantuku"teriak rudi.
"jika kalian berani maju 1 langkah saja maka wanita ini mati di depan kalian sekarang juga"sanjaya menodongkan pistol ke dahi vina.
"Vina????!!!!"panggil Imel dan dila.
"turunkan senjatamu pria tidak waras"teriak aldo.
"jangan bersikap gila kau"teriak rendy.
"lakukan apa yang ingin kau lakukan"ucap vina memegang pistolnya dan menempelkannya didahinya.
"Ternyata kau adalah wanita pemberani ya,pantas saja anakku begitu terobsesi denganmu selain cantik kau berbeda dengan wanita lain"ucap sanjaya menaikan alisnya.
"Anakmu tiada itu karena aku jadi tidak ada hubungannya dengan anakku,lepaskan anakku biarkan dia hidup"ucap vina dengan air mata yang menggenang.
"lalu bagaimana caraku membalas dendam anak dan istriku?"tanya sanjaya.
"lenyapkan aku saja dan lepaskan anakku"ucap vina memejamkan matanya dengan air mata yang mulai melewati kantung matanya.
"Sayang apa yang kamu katakan??!!"kejut aditya mendengar perkataan istrinya.
"Vina jangan bicara sembarangan,semua akan baik baik saja"ucap dila.
"kak jangan bersikap terburu-buru kami yakin Al akan baik-baik saja kak"ucap risa.
"Dimana anakku"tanya Vina.
Sanjaya memberikan kode pada Joe untuk memanggil lilis dan Al.
"Baik bos"ucap Joe mengerti kode bosnya.
Tak lama datanglah seorang wanita dengan menggendong seorang anak laki-laki tampan dan sangat dirindukan keluarga brawijaya itu.
"Lilis??!!??"kejut semua orang.
"iya nyonya ini saya"jawab Lilis tidak ada rasa bersalah sedikitpun.
"kau benar-benar tidak tahu malu sialan"umpat Imel.
"aku sudah curiga padamu dan betapa bodohnya aku selalu menganggap sepele gerak gerik mu itu"pekik dila.
"aku tidak perduli omongan sampah kalian"ucap lilis dengan angkuhnya.
"aku akan melaporkanmu ke polisi"ucap risa.
"mama...mama...au mama..."teriak Al memanggil nama Vina.
"anak mamah"Vina ingin mendekati anaknya tapi terhenti dengan ancaman Sanjaya.
"ingat janjimu,jika kau berani maju sedikit saja akan aku perintahkan anak buahku menyuntik anakmu dengan racun mematikan"ancam sanjaya.
"Biarkan aku menggendong anakku"ucap Vina memohon.
Al masuk ke dalam gendongan Vina, dipeluk dan dicium anak kesayangannya itu,anak yang membuatnya khawatir dari sore tadi.
"Al gak apa apa kan?"tanya Vina lembut.
"mama....Wang...mama"
"iya sayang ini mamah"ucap vina semakin mempererat dekapannya.
"Lilis,aku tidak menyangka selama ini kau adalah penjahat berkedok asisten rumah tangga,dan malam itu jangan jangan....."Vina terhenti ketika mengingat pembicaraan lilis dengan seseorang semalam.
"iya nona aku bicara puncak rencana penculikan Al"ucap lilis.
"kau benar-benar tidak tahu malu lilis,selama ini keluarga ini selalu berbuat baik padamu tapi kau? kau justru membuat keluarga ini dalam bahaya"ucap Vina tidak menyangka.
"ambil anaknya"perintah Sanjaya.
Joe mengangguk kemudian mengambil Al dalam dekapan Vina, Vina tidak mau melepaskan anaknya hingga terjadilah perebutan antara Vina dan Joe sampai akhirnya Vina terjerembab ke lantai.
"awwwwhhhhh....."ringis Vina memegangi perutnya yang sakit.
"Vina?!!!!"panggil semua orang.
"pria brengsek berani sekali kau!!!!!akan ku lenyapkan sekarang juga"ucap Aditya kemudian maju dan memukul joe.
"Aditya berhenti atau istrimu yang akan menanggung semuanya"ucap sanjaya.
Aditya tetap tidak mendengarkan ancaman Sanjaya,dia tetap memukuli Joe dan Joe membalasnya terjadilah perkelahian Antara Aditya dan Joe.
"Adit hentikan nak"teriak Naina dan yang lain.
Ditengah perkelahian itu, terdengar suara pistol dari arah pintu membuat Sanjaya beserta 2 tangan kanannya terkejut sekaligus takut.
"jangan bergerak!!!"perintah seorang berbaju cokelat menodong pistol dibelakang kepala Sanjaya,lilis dan Joe.
"turunkan senjata kalian"perintah si komandan polisi.
Sanjaya menurut dan menunduk takut begitu juga Lilis dan Joe.
"Anda kami tahan atas tuduhan penculikan anak dan penganiyaan terhadap keluarga Brawijaya"ucapnya lagi.
Sekitar 8 oknum polisi yang membantu keluarga Brawijaya, tapi siapa yang melaporkannya?hahha apa kalian lupa Rafly dan tio tidak ada di sana???kena tipu kelean🤣🤣
Flashback on
Melihat Aditya,Aldo dan rendy yang turun mereka memutuskan untuk meninggalkan mansion dan melapor polisi.
Mereka berdua sudah sering menghadapi perihal seperti ini,15 orang heuh kecil kaya upil itumah batin keduanya.
"kita akan lewat outdoor atas dan melompat ke rumah tetangga karena sudah pasti rumah kita di sadap penjahat kelas teri itu"ucap rafly.
"ayo"ajak tio kemudian menaiki tangga menuju outdoor atas tempat penampungan air.
Mereka melompat dari satu rumah ke rumah lain namun karena tengah malam tidak ada yang membuka pintunya sama sekali.Beruntung Mereka melihat satpam yang sedang berjaga.
"Pak???"panggil rafly.
"hei siapa kamu?? maling ya"tebak asal sang satpam.
"ehh bukan pak, tolong kita dulu nanti kita jelaskan"ucap Rafly mengibaskan tangannya ke kanan dan kiri.
"baiklah tunggu"ucap si satpam kemudian mengambil tangga dan memberikannya pada mereka agar bisa turun.
"jelaskan atau aku panggil warga"ucap satpam itu.
"kami adalah keluarga brawijaya saat ini rumah kami telah disadap oleh oknum penjahat,kami berdua berhasil melarikan diri berencana untuk melapor pada polisi.Jadi anda bisa membantu kami kan"ucap tio penuh harapan.
"Apa kalian punya bukti jika kalian keluarga tuan Rudi brawijaya?"tanyanya.
Rafly memberikan kartu tanda penduduk miliknya sebagai jaminan jika dia berbohong.
"saat ini kami tidak memiliki bukti apapun tapi Anda bisa menahan kartun identitas kami disini"ucap rafly.
"baiklah"jawabnya.
Setelah mendapat izin, mereka langsung bergegas lari menuju kantor polisi dan melapor hingga mereka bisa datang diwaktu yang tepat.
Flashback off
Sanjaya ditangkap beserta 15 orang suruhannya tidak termasuk lilis dan joe.
"Sayang kamu gak apa apa?"tanya aditya membantu istrinya duduk.
"aku gak apa-apa mas"jawab vina.
Vina beralih melihat anaknya yang sedang digendong oleh salah satu oknum polisi itu,dia membuka tangannya dengan cepat Al masuk ke dalam gendongannya.
"anak mamah"ucap Vina tak henti menciumi wajah Al dan menangis.
"Vina sudah nak sekarang semuanya baik baik saja"ucap naina mengelus rambut Vina.
"terimakasih ya Allah karena sudah menyelamatkan keluargaku"ucap aditya.
"Rafly, Tio terimaksih banyak karena sudah datang membawa pertolongan untuk kami"ucap aditya tulus.
"kak apa apaan kau ini,ini juga keluarga kami jadi menolong itu sudah Pasti kewajiban kami"ucap Rafly.
"benar tuan aditya ini juga keluarga kami"sambung tio.
"Rendy lebih baik kita keluar aku takut orang orang Sanjaya melukai para pekerja Mansion"ucap aldo.
"iya baiklah ayo"ajak rendy.
"mama...aus....mama...."Al meminta susu pada ibunya karena sejak tadi dia belum menyusu.
"anak mamah aus? yuk ke kamar ya mamah susuin"ajak Vina kemudian bangun untuk mengajak anaknya.
"mas pegang Al sebentar"ucap vina tiba tiba menggigit bibir bawahnya dan mencengkeram ujung sofa.
"Vina kamu gak apa apa?"tanya Imel dan dila.
"sayang kita kerumah sakit ya,aku takut Kenapa napa sama kamu"ucap aditya khawatir.
"mama...Hua...Hua.... Hua..."Al menangis dengan keras,mungkin bisa merasakan bahwa saat ini ibunya sedang kesakitan.
"Al jangan nangis ya,mamah gak apa apa kok"ucap Dila kemudian mengambil alih gendongan Al.
"cup... cup... sayang opa diam ya jangan nangis nanti mamahnya nangis juga"ucap rudi.
"mas aku gak apa apa, cukup minum obat yang dokter kasih pasti sakitnya ilang"ucap vina menarik nafasnya dalam-dalam.
"kak apa kau yakin?"tanya Clara.
"iya aku gak apa apa yang penting sekarang aku harus memberi Al susu kasian dia pasti penjahat itu tidak memberi susu dengan benar pada anakku"ucap vina mencoba kuat berdiri dengan tegak.
"Baiklah dit bawa istrimu ke kamar Al biar mamah yang bawa ke kamar kamu"titah naina.
"iya mah"jawab Aditya kemudian menggendong vina menuju kamar diikuti yang lainnya.
KONFLIKNYA SEBENTAR DOANG KAN???IYA DONG KARENA AKU JUGA UDAH RINDU SAMA KEBUCINAN VINA DAN ADITYA🤣🤣😂❤️
kalian rindu gak?kalo engga nanti ku buat konflik yang lebih rumit lagi nih🤣🤣
Terimakasih buat yang udah dm dan WhatsApp aku ya😘😘
BERSAMBUNG........