My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 152



Pagi pagi sekali vina sudah bersiap untuk mengantar naina dan rudi ke bandara.


"Mah aku titip salam buat risa dan rafly ya"ucap dila yang sedang menggendong baby bagas.


"iya sayang, cucu Oma baik baik ya sayang oma refreshing dulu...hahaha"naina bicara pada anak dila.


"siap Oma"jawab dila mewakili baby bagas.


"kalian juga jaga anak kalian baik baik ya tenanglah hanya 1 bulan saja kami disana"ucap naina melihat raut wajah Imel yang murung.


"Tante cepat kembali ya rumah akan sangat sepi jika tidak ada tante dan om"ucap Imel.


"iya Imel"jawab rudi.


"Pah kami titip salam buat risa dan rafly oh iya jangan lupa hubungi kami ketika sudah sampai"ucap aldo.


"Hubungi kami setidaknya 3X sehari"ucap rendy.


"Dasar,mentang mentang dokter apapun dibuat seperti minum obat"pekik naina terkekeh diikuti semuanya.


"yaudah kita berangkat dulu ya"ucap vina menggeret koper milik mertuanya.


"bi kami pergi dulu ya, sampai jumpa"ucap naina pada bi Suti dan bi ijah.


"Hati hati ya nyonya"ucap keduanya diangguki naina.


Vina, Aditya dan Al mengantar naina ke bandara, selama perjalanan naina tak hentinya menciumi cucu pertamanya itu.


"Al gak boleh nakal ya.. jangan bikin mamah repot kasihan kan lagi ada Dede bayi diperut mamah"ucap naina pada Al dipangkuan nya.


"Cucu opa yang ganteng dan embul ini gak boleh repotin mamah ya kalo mau repotin papah aja biar papah gak ganggu mamah kamu setiap malam"ucap rudi melirik aditya.


Vina dan aditya sama sama menahan tawanya mengerti maksud dari rudi.


Sesampainya di bandara, Aditya dan vina mengantar sampai pintu keberangkatan.


"Mah jaga kesehatan ya disana sedang hujan salju pakai pakaian yang tebal agar tidak kena flu"ucap vina pada naina.


"iya menantuku sayang"jawab naina.


"aku titip salam untuk risa,Tio, rafly dan Clara ya sebenarnya aku ingin sekali ikut untuk melihat ponakan ponakan ku tapi pekerjaan disini tidak bisa ditinggal"ucap Aditya.


"iya nanti kita akan lakukan panggilan video agar bisa melihat ponakan mu itu"ucap rudi.


Teng nong neng....(Anggaplah suara keberangkatan Bandara ya πŸ˜‚πŸ˜‚)


"perhatian perhatian pesawat keberangkatan menuju Amerika akan segara landing diharapkan pada seluruh penumpang keberangkatan agar segara menuju pintu A"


Ma....ma...


Al memanggil naina dan meminta gendong padanya.


"sayang Oma pergi dulu ya,Al harus jadi anak yang pinter Oma sayang banget sama Al"ucap naian membelai dan mencium pipi Al begitu juga dengan Rudi.


"Al harus bisa jagain mamah sama Ade ya pinter"ucap rudi.


"mamah kami akan sangat merindukan kalian"ucap vina memeluk naina bergantian dengan Aditya.


"hubungi kami ketika sampai"ucap aditya dengan posisi memeluk ibunya.


"jaga cucuku yang masih dikandungan ya nak, istirahatlah yang cukup jangan terlalu lelah oke"ucap rudi membelai rambut Vina.


"iya pah, sampai jumpa"ucap Vina.


Naina dan rudi melambaikan tangannya kepada vina dan aditya hingga akhirnya mereka sama sama tidak terlihat.


Setalah mengantar naina dan rudi ke bandara mereka memutuskan untuk sarapan diluar karena jam juga sudah menunjukan pukul 06:30 pagi.


"Sayang aku mau sarapan bubur"rengek vina.


"tapi dimana pangkalan bubur? aku gak tahu"ucap aditya.


"ya carilah sayang ihhh kamu tuh"pekik vina.


Aditya menghela nafasnya dan memutar setirnya mencari makanan yang diinginkan istri tercinta nya itu.


Karena bangun pagi pagi sekali Al kembali tertidur di dalam pelukan vina, Vina begitu gemas Melihat anaknya.


"Ya Allah bibit unggul ini sayang"ucap vina mencubit pipi Al.


"tentu saja sayang kamu tidak lihat setampan apa ayahnya ini"aditya membusungkan dadanya.


Plakkk.....


Vina memukul bahu aditya hingga aditya kembali ke posisi semula.


"gak usah sombong sebelum ketemu aku juga mana pernah kenal sama perempuan"ucap vina.


"lah hubungannya apa?"tanya aditya.


"Bersikap seperti mu tadi itu kan hanya untuk pria normal sedangkan kamu kan gay"ucap Vina menahan tawanya.


"Astagfirullahalazim Sayang aku punya istri punya anak mana ada gay masih normal loh aku"ucap aditya tidak terima.


"ya kan aku bilangnya dulu bukan sekarang,kalo sekarang sih melebihi batas pria normal kalo main gak kenal waktu gak mau tau Istrinya capek apa engga"Ucap Vina ketus.


"Hahaha nah tuh tau sayang"ucap Aditya terkekeh.


"udah gak usah ketawa jelek"ucap Vina tanpa menatap aditya.


"Gede rasa alias gr"vina memiringkan bibirnya.


"mau dong dicium biar berasa"ucap aditya manja.


"ditabok pake sandal aku mau? lebih berasa loh sayang"ucap vina sudah mengangkat sandal seloww miliknya.


"ihh gak mau lah orang maunya pake bibir bukan pake sendal"tolak aditya.


"kalo begitu diam atau aku pukul pake sandal ku ini"ancam Vina seketika membuat aditya diam.


"lihat saja sayang aku pasti akan mendapatkan ciuman darimu bukan hanya dibibir tapi diseluruh wajahku" Ucap aditya dalam hati tersenyum miring.


Melihat tukang bubur dipinggir jalan Vina segera meminta aditya untuk berhenti namun Aditya bukannya berhenti malah semakin menaikan kecepatan mobilnya.


"mas tukang buburnya disana,ayo berhenti"ucap vina.


"tidak akan"jawab Aditya.


"kenapa?"tanya Vina tidak mengerti.


"Cari tahu sendiri"jawab aditya tetap melajukan mobilnya.


Vina membuang nafasnya mengerti apa yang diinginkan suaminya. Perlahan dia mendekatkan bibirnya pada pipi aditya,


Cup


Kecupan vina mendarat sempurna di pipi aditya.Aditya tersenyum dan mengurangi kecepatan mobilnya tapi tidak berhenti.


Cup


Ciuman Vina pindah ke dahi,hidung dan dagu dan aditya semakin menurunkan kecepatan mobilnya tapi tetap tidak berhenti karena dia belum mendapatkan apa yang dia ingin.


Vina menggertak giginya dan cup.


Kecupan terpaksa namun niat dari vina mendarat sempurna di bibir tipis aditya.


Aditya tersenyum dan kali ini dia baru benar benar mengentikan mobilnya.


"sudah puas?"tanya Vina penuh penekanan.


"Sudah...hehehehe"jawab Aditya cengengesan.


"kalo begitu cepat putar balik aku mau makan bubur"ketus Vina.


Karena sudah mendapat apa yang dia inginkan jadi dia mengikuti semua kemauan wanita cantik nya ini.


Vina membangunkan Al karena ingin mengajak nya makan.


"bang buburnya yang 2 porsi lengkap yang satunya setengah kasih kecap sama bumbu Kuningnya aja"ucap vina memesan bubur untuknya,aditya dan Al.


setelah kenyang menyantap bubur Vina dan aditya memutuskan untuk pulang sedangkan Al tetap disana mau bantu tukang bubur jualan katanya...eh engga deng bercanda hahahhaha πŸ˜‚πŸ˜‚βœŒοΈ


Tak lupa Vina membungkus nya untuk semua orang dirumah ( memang baik si Vina itu selalu ingat orang lain😍).


Sesampainya di mansion mereka bergegas masuk dan melihat Imel dan dila sedang menjamur anak mereka dibawah sinar matahari pagi.


"Assalamualaikum"salam Vina dan Aditya yang sedang menggendong Al.


"Waalaikumsalam"


"kalian darimana?"tanya dila melihat tentengan yang dibawa vina.


"oh ini beli bubur,nih makan"Vina memberikan bubur yang dia beli tadi pada dila sedangkan baby bagas dia yang menggendong nya.


"Pas banget nih kita belum sarapan"ucap imel berbinar.


"Sudah menjadi seorang ibu tetap saja kekanakan"pekik dila.


"biarin yeu iri bilang bos"ucap imel membuat dila ingin muntah.


Mereka masuk ke dalam dan memakan bubur ayam yang dibawa vina tadi.


"mas gak ke kantor?"tanya vina.


"ini mau siap siap"jawab aditya berjalan menuju kamarnya.


"Tapi Al?"tanya Vina melihat aditya tetap menggendong Al.


"mau aku mandiin sekalian soalnya bi Suti kan lagi pegang Revan"jawab Aditya.


"Dit hati hati puyuhnya ketukar sama Al"ucap aldo menahan tawanya.


"Al jangan pegang punya papah ya karena itu hanya milik mamahmu"ucap Rendy ikut menggoda Aditya.


"Mulut kalian itu mau ku pukul pakai sendal"pekik aditya.


"Hahahahahah"tawa semuanya pecah termasuk para pelayan di dapur.


"huh astaga pak Aditya tampan sekali ketika sedang marah"


Kira kira suara hati siapa tuh mengagumi ketampanan Aditya πŸ€”


BERSAMBUNG......


JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE YA πŸ˜˜πŸ€—πŸ€—