
"dasar pria aneh,egois,kulkas huh mengapa aku harus bertemu dengannya sih"gerutu Vina dalam hati.
"maksud nak Adit apa nak?tanya ibu dan diangguki kedua sahabatnya tanda memiliki pertanyaan yang sama.
akhirnya Vina menceritakan semuanya dan ibu serta kedua sahabatnya mengerti
"ya sudah terima saja apa yang sudah terjadi ini lagian benar kata nak Adit kalo bukan karena dia mungkin kau sudah hancur"ucap ibu menasehati
"iya Vin kita selalu dukung kamu!"ucap Dila dan Imel mengangguk.
akhirnya Vina pulang dan sampai dirumah terlihat Iqbal sedang berlari ke arah vina.
"kakak....aku kangen sama Kakak,Kakak kemana saja?"tanya Iqbal,Vina tersenyum.
"Kaka tidak kemana mana sayang yaudah masuk yuk?"ajak Vina.
mereka semua berkumpul di meja makan untuk makan siang,dila dan Imel pamit setelah makan siang dan Vina menuju kamarnya.
POV VINA
aku sedang berbaring di ranjang kecil ku sambil mengingat kemarin yang dalam 1 hari terjadi banyak sekali kejadian.
"huh hari ini aku harus istirahat besok aku harus bekerja sebagai sekretaris pria dingin itu!"ucapku
aku memejamkan mataku sambil meratapi nasib yang aku jalanin ini aku ikhlas semoga jalan yang sudah aku ambil tidak membawa kesulitan untukku.
akhirnya aku tertidur.
POV AUTHOR
disisi lain 2 orang pemuda tampan sedang bicara mengenai kerja sama yang mereka lakukan kemarin,Aditya bertanya kepada Aldo mengenai latar belakangnya perusahaan itu.
"jelaskan tentang perusahaan Permanagroup!"perintah Aditya duduk sambil memangku 1 kaki di paha.
"perusahaan Permanagroup ada perusahaan milik keluarga Permana ya meski belum terlalu besar tapi banyak yang berinvestasi dengannya mendapatkan keuntungan besar pemilik perusahaan ini memiliki anak perempuan bernama imleda beliana permana yang tak lain sahabat calon sekretaris kita Vina yang tadi kita temui dirumah sakit"jelas aldo dijawab anggukan oleh Aditya.
"lalu apa ada resiko kerugian jika kita menginvestasikan uang kita pada perusahaan itu?"tanya aditya.
"tidak karna memang ini merupakan perusahaan keluarga dan dikenal sebagi perusahaan yang amanah"ucap aldo.
"baiklah akan kita urus besok bersama sekretaris baru itu"titah Aditya dijawab anggukan Aldo.
keesokan harinya
Vina bangun pukul 04:30 seperti biasa dia mandi dan melaksanakan solat subuh setelah itu kedapur membantu ibunya memasak sarapan.
"nak hari ini kamu jadi Bekeja bersama nak adit?tanya Dina sambil mengupas bawang.
"tentu Bu aku harus semangat selain untuk membayar hutang ku padanya gajiku juga cukup untuk biaya kebutuhan kita bu"jelas Vina sambil mencuci sayur sawi yang akan dimasak.
"baiklah ibu hanya bisa mendoakan mu semoga kebahagiaan selalu bersama denganmu"doa Dina sambil mengelus rambut panjang Vina dan dijawab anggukan oleh Vina.
Vina meninggalkan dapur dan jalan menuju kamar adiknya untuk membangunkannya.
"Iqbal sayang bangun lah sudah siang"Kata Vina sambil menggoyangkan badan adiknya itu.
"hoammm kakak 5 menit lagi aku masih mengantuk"kata Iqbal sambil tetap memejamkan matanya.
"baiklah sayang hanya 5 menit"kata Vina
setelah 5 menit Iqbal bangun dan mandi
sedangkan Vina menuju kamarnya untuk mengganti pakaian dengan pakaian formal khas seorang sekretaris kemudian bergegas ke meja makan. Mereka makan secara khidmat tanpa ada yang mengeluarkan suara hanya ada dentingan sendok.
Setelah selesai sarapan vina mengantar Iqbal ke sekolah kemudian bergegas ke kantor yang sudah diberitahu Aldo semalam.
Vina menunggu bus dihalte tujuan kantor Brawijaya,dia duduk sambil menatap ke depan tiba tiba ada yang memanggil namanya.
"Vina!!"ucap seseorang dari jauh sontak Vina menengok dan terkejut siapa yang dia lihat kebetulan bus yang dia tunggu sudah datang Vina langsung bergegas masuk dan bus pun jalan.
"huh hampir saja"ucap Vina didalam bus sambil mengelus dadanya.
tiba tiba bus mengerem mendadak karena ada yang ingin menyebrang jalan menyebabkan Vina terjatuh serta terbentur tiang yang ada dihadapannya dan membuat sedikit memar didahinya. Vina berdiri dibantu oleh penumpang lain kemudian Vina memegang dahinya yang terasa sakit.
Akhirnya Vina sampai dikantor Brawijaya group dia berjalan dia dibuat kagum akan kemewahan dan kemegahan gedung berlantai 20 ini, kemudian dia menuju resepsionis untuk bertanya.
"saya mau bertemu pak Aditya"ucap Vina
"apa sudah buat janji sebelumnya?"tanya resepsionis itu dan Vina jawab anggukan kepala.
kemudian sebelum resepsionis itu memberitahukan dimana ruangan aditya aldo sudah datang dan menghampiri Vina.
"selamat pagi Vina"sapa Aldo datar padaku.
"iya selama pagi Al.....pak Aldo"jawab sapa vina
"mari saya antar anda menuju ruangan pak Aditya beliau sudah menunggu"ucap Aldo menuju lift khusus petinggi perusahaan.
Vina mengikuti langkah Aditya dan masuk kedalam lift hanya ada keheningan disana sampai lift pun sampai di lantai 15.
"silahkan masuk, pak Adit sudah menunggu didalam"ucap Aldo,Vina hanya mengangguk sopan kemudian mengetuk pintu
tok...tok..tok..
"masuk"ucap seorang didalam sana
setelah mendapat jawaban Vina segera masuk dan menutup kembali pintunya.
vina berjalan mendekati meja dimana Aditya sedang duduk.
"selamat pagi pak"sapa Vina sedikit gugup
"hmm"jawab Aditya hanya berdehem "cepat periksa berkas berkas ini kemudian simpulkan dan beritahu saya!"tegas Aditya sambil menyodorkan tumpukan berkas.
Vina membulatkan matanya terkejut dan berkata dalam hati "ya Allah baru hari pertama sudah sebanyak ini, kuatkan lah hamba ya Allah"lamunan Vina kemudian buyar karena Aditya menggebrak meja dihapannya
Braaaaaakkkkkkk
Vina terkejut dan menelan salivanya dengan susah.
"apa saya menyuruh kamu untuk melamun?cepat kerjakan apa yang saya perintahkan!!"perintah aditya.vina mengambil berkas dan bergegas pergi
"kalo begitu saya permisi pak"ucap Vina seraya menundukkan kepala sopan.
POV VINA
aku keluar dari ruangan bos kejam itu dan menuju meja kerja ku ada rasa asing dalam diriku pasalnya ini hari pertama bekerja dan ditambah pekerjaan yang menumpuk ini sungguh membuat ku ingin marah tapi jika mengingat keluarga ku aku hanya bisa pasrah.
"fuuhhhh..."
aku membuang nafasku kasar dan segera melakukan pekerjaan yang telah diberikan oleh bos dinginku
waktu berjalan begitu cepat tak terasa sekarang waktunya jam makan siang aku bergegas ke ruang pak aditya dan menyerahkan berkas serta menjelaskan kesimpulannya dia hanya menjawab dengan anggukan.
aku merasa lega tidak dimarahin oleh dirinya😊
POV AUTHOR
setelah mendengar penjelasan dari Vina dan ternyata benar, Aditya menatap Vina kemudian mengerutkan keningnya.
"ada apa dengan dahimu itu?apa kau berusaha bunuh diri karena tidak mau membayar hutang?"tanya Aditya datar.
Vina langsung menatap Aditya tapi tak berapa lama kembali menunduk "bukan begitu pak"jawab Vina.
" lalu?"tanya aditya lagi.
"anda tidak perlu tahu karena ini tidak ada hubungannya dengan pekerjaan saya,dalam kontrak tidak tertulis bos boleh ikut campur hal pribadi bawahannya"jelas Vina terus menunduk.
Aditya yang mendengar itu hanya mengangguk pelan kemudian Vina izin keluar ruangan, sedangkan didalam Aditya terus merasa heran.
"aneh sekali baru kali ini ada gadis yang aku tanya dia malah mengskakmat ku biasanya para gadis akan mencari perhatian ku tapi gadis ini,benar benar berbeda"gumam aditya.
bersambung
terimakasih masih setia membaca novel buatanku Jagan lupa tinggalkan jejak
love you readers