
Vina menatap lekat wajah suaminya yang sedang tertidur, terlihat sekali rautnya begitu kelelahan dan Vina tahu apa yang membuatnya seperti itu.
"Kamu suami terbaik mas, terimaksih sudah membantu ibu. Aku mencintaimu selamanya sayang"ucap Vina sambil membelai wajah Aditya yang tidur di sebalah alisha.
Sementara Al asik bermain dengan adiknya di balkon kamar menggunakan jagaan di sisi kanan dan kiri varo menikmati sinar matahari sore yang tampak cantik dan indah.
"Abang Al asik banget mainnya"ucap vina menghampiri keduanya dan duduk di sebelah Al.
"Dede mau susu mah"ucap Al sambil menunjuk adik laki laki nya.
"hmm kata siapa dede mau susu?emang dede ngomong?"tanya vina menoel pipi Al.
"He'euh mamah tadi dede makan tangannya berarti kan dede haus soalnya kata papah kalo dede makan tangannya itu artinya dia haus"jawab Al memonyongkan bibirnya.
"Kapan papah ngomong??hayoo?"tanya Vina masih belum puas menggoda anaknya.
Eaaaa....eaaa....eaaa.....
Dan benar saja tiba tiba varo menangis membuat perhatian vina teralihkan dan segara menggendong varo sebelum suara tangisannya membangunkan alisha.
"Tuh kan nangis,mamah cii gak kasih dede susu"ucap Al protes berjongkok di depan vina yang sedang menyusui Al.
"mmm iya iya mamah minta maaf ya ganteng"ucap vina sambil merapihkan rambut Al ke belakang.
"Cium dulu"ucap Al meminta Vina untuk menciumnya.
"ihh kecil kecil pinter banget modusnya"cibir vina terkekeh dengan tingkah menggemaskan anaknya.
Vina mencium seluruh wajah Al tanpa ada yang terlewat namun ketika ingin mencium bibir Al Vina merasakan ciumannya bukan mendatar di bibir Al melainkan di pipi aditya yang secara tiba-tiba memangku Al dan mencuri ciuman dari vina.
"loh mas kok??"ucap vina terkejut bagiamana tidak bahkan suara langkah aditya sama sekali tidak terdengar oleh vina tau tau sudah ada di depannya saja.
"Hehehe thanks sayang untuk ciuman sorenya, untung di pipi ya bukan di bibir,coba kalo iya Wahh batal puasaku sayang"saut aditya cengengesan.
"Udah ah Al mau mandi dulu, dadah mamah dadah papah"ucap Al kemudian berjalan keluar kamar vina menuju kamarnya sendiri.
"Mas aku mandiin Al dulu ya,titip varo"ucap Vina memberikan gendongan varo pada aditya.
"Loh sayang Al sudah biasa mandi sendiri kok"ucap aditya mendongak menatap Vina yang sudah berdiri di depannya.
"Kasihan mas selama ini perhatian aku ke dia kurang,hari ini biar aku mandiin dia"saut Vina kemudian keluar dari kamar nya.
Vina menyusul Al ke kamarnya, dilihat pintu kamarnya sedikit terbuka,vina masuk dan ternyata ada bi Ijah yang Sedang membantu Al membuka pakaiannya.
"Sini bi biar aku aja, bibi kerjain kerjaan yang lain aja"ucap vina.
"Eh non, tapi...."ucap bi Ijah ragu namun di potong oleh vina.
"Gak apa apa bi, sudah bibi kerjakan yang lain saja"Ucap Vina mengerti sambil memejamkan matanya pelan.
"baik non, bibi permisi"ucap bi Ijah kemudian berlalu meninggalkan Vina dan Al.
"Al dengerin mamah ya,Al sudah besar jadi harus belajar melakukan hal kecil sendiri contohnya membuka pakaian ya"tutur Vina lembut seraya membantu Al membuka bajunya.
"Iya mamah"jawab Al menurut membuat senyum lembut terukir di wajah vina.
Setalah membantu Al mandi, vina mengajak Al turun dimana ada bagas dan Revan juga di sana.
"Loh mah ini Imel sama Dila nya mana?"tanya vina melihat kedua bocah itu asik bermain Lego dengan berbagai jenis.
"Sssstt...mamahnya sedang pergi membeli bahan makanan sayang jangan berisik kalo mereka tahu bisa kejer mereka"jawab naina berbisik.
Vina mengangguk kemudian menuntun Al mendekati 2 saudaranya yang begitu fokus dengan mainannya.
"Aas sama Aan asik banget nih,Al ajak dong"ucap Vina memanggil kedua ponakan nya dengan panggilan sayang yaitu bagas Aas dan revan aan.
"Ante cini main"ajak bagas melentikkan jarinya yang kecil-kecil itu.
"Ya udah kalian main aja ya,mamah mau ke kamar nenek dulu"ucap vina memegang kepala revan dan bagas.
"Oh iya vin tadi mamah bikin bubur buat ibu kamu, jangan lupa di bawain ya"ucap naina seraya membolak-balik majalah yang ia baca.
Vina pergi ke dapur mengambil bubur buatan naina dan segelas air putih kemudian segara membawanya ke kamar dina.
Tok..tok...tok....
"ibu ini vina"ucap vina setalah mengetuk beberapa kali di pintu yang terbuat dari kusen mahal itu.
Ceklek.
"Kakak, masuklah kak"ucap iqbal membuka pintu kamarnya lebar membiarkan Vina masuk dengan membawa nampan berisi makanan dan minum untuk dina.
"Ibu, bagaimana keadaan ibu?maf ya aku baru kesini tadi alisha rewel banget"ucap Vina meletakan nampan di atas nakas yang berada tepat di samping ranjang.
"Alhamdulillah Vin sekarang ibu gak apa apa,kamu bawa apa itu?"tanya dina melirik nampan di sebelah nya.
"Oh iya bu,ibu pasti belum makan.Aku suapin ya"ujar vina mengambil mangkok yang ia letakkan di atas telapak tangan dengan jari jari yang melekat di bodi mangkok mencegahnya jatuh.
"Kak,dimana Al?"tanya iqbal.
"Di luar sama revan dan bagas, sana kamu kalo mau main"jawab vina tanpa melihat kepada iqbal.
"Ya udah kak,aku keluar dulu ya"ucap iqbal kemudian pamit untuk bermain dengan Al di ruang tamu.
Setalah kepergian Iqbal,Vina dan dina tidak mengeluarkan suara sama sekali hanya keheningan yang menerpa keduanya.
"Kamu kenapa diem aja Vin?"tanya dina setelah menelan sesuap bubur dari anaknya.
"Emm engga bu gak apa apa cuma lagi mikirin suami aku"jawab vina.
"Ibu ini sama seperti sahabat kamu,ada apa nak? semua baik baik saja kan?"tanya dina.
"Iya bu semua baik hanya saja entah kenapa aku merasa bukan istri yang baik untuknya"jawab Vina spontan.
"Bagaimana bisa kamu berpikir begitu? Kamu istri yang baik nak dan juga Aditya suami yang baik,kalian saling melengkapi satu sama lain"ujar dina seraya memposisikan tubuhnya duduk bersandar pada papan headboard.
"dengar Vin, pernikahan kamu dan aditya bukan seumur jagung lagi. Kalian menikah sudah 5 tahun lamanya kalian saling mengenal dan melengkapi bahkan tak sedikit orang yang ingin membuat hubungan pernikahan kalian hancur karena iri akan ketampanan dan kewibawaan aditya dan juga kecantikan dan keanggunan kamu. Jangan biarkan ada celah untuk seorang pengganggu masuk ke dalam rumah tangga kalian"sambung dina mengerti keluhan putrinya.
"Terimakasih bu setidaknya sedikit kelegaan mendengar penuturan ibu. Aku kembali ke kamar dulu ya takut alisha bangun"ucap vina membawa nampan dan mangkok kosongnya kembali ke dapur.
***
Setalah berbuka puasa aditya kembali ke kamarnya, hari ini ia tidak pergi shalat tarawih dengan yang lain dengan alasan tiba tiba tubuhnya terasa lemas dan kepalanya pusing.
"Kamu tunggu sini ya aku ambil obat dulu"ucap Vina menyelimuti aditya yang sudah berbaring.
Vina membalik badan berniat mengambil obat namun tangannya di pegang aditya mencegahnya pergi.
"Gak usah sayang aku gak apa apa cukup kamu ada di samping aku"cegah aditya menarik tangan Vina pelan membuat vina kembali duduk di samping aditya yang memeluk tangannya.
"Badan kamu gak panas tapi pusing,kamu pasti kelelahan mas"ucap vina mengelus kepala aditya lembut.
"Aku gak apa apa mungkin ikatan batin antara ayah dan anak sayang,alisha sedang panas tapi mungkin tidak pusing karna aku yang merasakan pusing nya"ucap aditya mengeratkan pelukannya di pergelangan tangan Vina membuat vina ikut berbaring di samping nya.
"Tapi kamu harus minum obat mas, sebentar aja ya aku ambilin obat"Bujuk Vina dengan nada selembut mungkin.
Aditya menggeleng kemudian menatap istrinya,Vina tersenyum melihat raut wajah aditya yang cemberut. Sungguh menggemaskan.
Cup
"Tidurlah mas"ucap vina setalah mencium kening aditya.
"Kok di jidat, maunya di bibir"protes aditya menunjuk bibirnya.
"Engga ah"saut vina menggoda suaminya.
"Ya udah aku aja yang cium"ucap aditya dengan cepat membawa Vina semakin erat dalam pelukannya.
AGAK RIBET NGUNGKAPIN PERASAAN VINA SAAT INI DENGAN KATA KATA🤧😫😫
BERSAMBUNG......