My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 46



"Varel..... kau tidak bisa bekerja dengan benar!"ucap Alex emosi


"....tapi tidak masalah aku akan melaporkanmu pada polisi agar kau dipenjara"lanjut Alex kemudian pergi menuju kantor polisi


Ketika Alex ingin pergi ke kantor polisi,varel menjegat mobil Alex


"kenapa kau justru menabrak wanita itu?"tanya Alex


"aku juga tidak tahu bagaimana vina bisa datang, sekarang aku harus bagaimana Lex?aku merasa begitu bersalah"tanya varel khawatir


"kau harus mengakui perbuatan mu pada polisi rel"ucap Alex membuat varel emosi


"kau gila ha? bagimana mungkin aku menyerahkan diri?"bentak varel


"kau mencintai Vina bukan? jika dilihat dari bagaimana kondisinya saat tertabrak aku yakin dia tidak akan selamat dan kau harus bertanggung jawab demi wanita yang kau cintai"ucap Alex licik


varel tidak bisa berfikir dengan jernih dan akhirnya memilih untuk pulang.


flashback off


"kau gila Alex"teriak Vina


Alex memegang tangan Vina dengan sangat kuat Sampai Vina meringis kesakitan


"aww Alex sakit lepaskan!!"ringis Vina tak lama Dila dan Imel datang


"Vina!!!??"panggil Imel dan Dila saat melihat Vina sedang meringis kesakitan


"Alex lepaskan dia!!"teriak Dila


"Alex lepaskan atau aku teriak"ancam Imel


"jangankan teriak!! jika kalian berani maju 1 langkah saja akan aku habisi dia"ucap Alex menodongkan pisau di leher Vina


"Alexx jangan!!!!apa kau gila ha?"bentak Dila


Imel tak kehabisan akal diapun memencet nomor Aditya


"Halo Mel?"ucap Aditya disebrang telepon


"Alex lepaskan Vina dia sedang mengandung!!!"ucap Imel agar terdengar oleh Aditya


"Imel,Dila tolong aku....tolong panggil mas Adit!pria ini sudah tidak waras"teriak Vina sambil menangis


sedangkan ditempat Aditya dirinya begitu tersentak kaget ketika mendengar teriakan Vina


"VINA!!!??"teriak Aditya membuat Aldo dan rendy kaget karena saat ini mereka sedang bersama


"Adit ada apa?"tanya Aldo


"kita harus cepat menjemput Vina"jawab Aditya


"tapi kenapa dit?"tanya Rendy namun tidak digubris oleh Aditya


Aldo dan Rendy hanya mengikuti Aditya dan masuk kedalam mobil


"Adit pelan pelan"ucap Aldo ketika Aditya melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi


"Kau bilang aku suruh pelan sedangkan disana istriku sedang dalam bahaya"ucap Aditya meninggikan suaranya


Aldo dan Rendy hanya diam penuh tanya dan akhirnya meraka sampai di mall tempat Vina dan teman temannya berbelanja


"Dimana Vina"ucap Aditya memegang kepalanya


"Dit lihat itu ada apa"ucap rendy melihat kerumunan


Aditya langsung berlari menuju kerumunan itu,disana ada Dila dan Imel


"Dimana Vina?"tanya Aditya pada Imel dan Dila


"itu"jawab Imel menunjuk Vina yang sedang ditodong pisau oleh Alex


"Hai pria gila lepaskan istriku!!"bentak Aditya


"hahaha tuan Aditya Brawijaya,kau pikir aku akan melepaskan nya?tidak akan tuan selama aku menginginkan sesuatu maka aku harus mendapatkan nya"ucap Alex tertawa mengejek


"mas tolong aku....hiks... hikss"ucap Vina kepada Aditya sambil menangis


"sayang kau tenanglah aku akan menolong mu"ucap Aditya berusaha menenangkan Vina


"jika kau berani melukai Vina sedikit saja akan aku potong tanganmu itu"teriak Aldo


"Lepaskan Vina"ucap semua orang berusaha maju tapi tertahan oleh Alex


"jika kalian berani maju,akan aku Potong lehernya!"ucap Alex mengancam dan sudah melukai leher Vina hingga mengeluarkan darah


"ahhhh.....mas.... sakit.... hiksss...hiksss"rintih Vina saat merasakan lehernya yang perih


"ALEXXXX"teriak aditya dengan emosi yang memuncak


"jangan ada yang berani mengikuti atau melaporkan kan ku, atau istri dan anakmu ini akan mati bersama denganku"ucap Alex pada semua orang termasuk para pengunjung mall


Amundur perlahan menuju mobilnya dan membawa Vina pergi tak tahu kemana


Aditya mengikuti perintah Alex demi keselamatan istri dan anaknya


"do hubungi semua orang terbaik kita"ucap Aditya sambil mengepalkan tangannya


"iya dit"jawab Aldo


"Rend Vina rend hiks...hiks.."ucap Imel dipelukan rendy sambil menangis


"harusnya aku tidak mengajaknya untuk pergi jika tidak pasti dia akan baik baik saja"lanjut Imel


"Imel tenanglah tak ada gunanya kau menyalahkan dirimu"ucap Rendy sambil mengelus punggung Imel


Aditya dan yang lainnya berada di rumah Brawijaya


"Adit lalu bagaimana?apa yang akan kau lakukan?"tanya Rudi setelah Aditya menceritakan semuanya.


"kau telepon dia do, aku yakin disana ada orang orang terbaik nya"ucap Aditya kepada Aldo


"aku sudah menelponnya dit besok dia akan kemari bersama orang orang kepercayaan nya"jawab aldo


Disisi lain Sebuah rumah besar yang tak berpenghuni tepatnya di kamar yang cukup mewah


"Alex kenapa kau melakukan ini padaku?"teriak seorang wanita yang tak lain adalah Vina


"itu karana aku mencintaimu Vina"jawab Alex


"Cinta?ini bukan cinta Alex ini obsesi...obsesi.."teriak Vina


"jangan berteriak!!"bentak Alex


"kenapa?kau takut ada orang lain yang mendengarnya?"ucap Vina menantang


"hahaha,kau berteriak lah sesuka mu tidak akan ada yang mendengar nya"ucap Alex tertawa licik


"Dasar ********!!!"umpat Vina


"Kau tidurlah aku akan keluar"ucap Alex tidak digubris oleh Vina


Vina menangis sambil mengelus perut yang masih begitu rata


"maafin mamah ya sayang,mamah yakin papah kamu akan menemukan kita"ucap Vina dengan tangisnya


Vina duduk disudut kamar sambil mendongak ke langit-langit kamar


"mas....!aku kangen sama kamu, biasanya sekarang kau sedang bermanja denganku"ucap vina pelan


Dirumah Brawijaya Aditya begitu merindukan Vina yang biasa memanjakannya sebelum tidur


"sayang semoga kau dan anak kita baik baik saja,maafkan aku sayang....."ucap Aditya tanpa sadar menitihkan air mata


Keesokan harinya


"Al dimana dia?"tanya Aditya pada aldo saat mereka sedang berada diruang aditya


"dia sudah dalam perjalanan mungkin 1 jam lagi dia akan Sampai Disini"jawab Aldo


"makanlah"ucap Alex menyodorkan makanan ke vina


Vina tidak berkata atau mengambil makanan dari Alex


"makan!!!!"bentak Alex namun tetap tidak digubris Vina


Alex kesal dia memegang dagu Vina dengan kuat membuat Vina meringis


"Alex sakit!!Lepaskan!!"bentak Vina dengan ringis


"kau berani membentak dan melawanku ha? Dengarkan Aku,kau masih selamat itu karena aku mencintaimu jika saja aku tidak mencintaimu pasti sudah aku potong lehermu itu!!!"teriak Alex di depan wajah Vina


"Itu dia"ucap Aldo melihat seseorang datang dengan pakaian yang rapi


"Selama pagi" sapa orang itu


"kenapa kau begitu Lama dan dimana orang orang itu?"tanya aditya ketus


"Ternyata kau tidak pernah berubah kak,kau selalu saja marah dan tidak sabar. Tenanglah mereka semua dihotel tidak mungkin kan aku membawa mereka juga kemari?memang aku mau rombongan"jawab orang itu sedikit bercanda


"aku sedang tidak ingin bercanda Rafly"jawab Aditya menatap tajam Rafly wirawan sepupu Adit dan aldo.


"oh oke oke kak"jawab Rafly takut jika Aditya marah


Alex pergi meninggalkan rumah penyekapan Vina untuk mencari tahu apa yang sedang direncanakan Aditya


"kau awasi Vina jangan sampai di kabur"perintah Alex pada bodyguard nya


"Baik bos"jawab bodyguard


Rafly dan anak buahnya menyusun sebuah rencana untuk menyerang alex, Meraka melakukannya dengan sangat matang karena tahu Alex bukanlah orang sembarangan.


"aku yakin dia akan mencari tahu tentang kau kak,karena sejak kemarin kau tidak melakukan tindakan apapun itu pasti membuatnya curiga"jelas Rafly


"Aku rasa juga begitu dan aku yakin dia sendiri yang akan mencari tahu soal itu"jawab Aditya


Bersambung..........


*Aku minta maaf ya kalo masih banyak kesalahan dalam novel ini sungguh aku tidak mengerti kalo soal politik kaya gini πŸ™πŸ™


mohon dimaklumi, terimaksih 😊


HAPPY READING ALL 🌺😍❀️*