
Aditya dan Vina sudah berada diruang perawatan Vina dan mereka sudah mandi tentunya
"selamat sore sahabat kesayangan ku"ucap seseorang tiba tiba di ambang pintu
"Dila?Imel?kemarilah aku sangat merindukan kalian!!"ucap Vina memeluk erat kedua sahabatnya sedangkan Aditya dan Aldo hanya bisa memperhatikan mereka dan memilih duduk disofa
"kami juga sangat merindukan mu Vina,maaf aku tidak menjenguk mu,kau tahu boss datarku itu memberikan pekerjaan yang begitu banyak sampai aku pusing dibuatnya"curhat Dila pelan menjelekkan Aldo.
tapi siapa sangka Aldo mendengar nya kemudian bertanya dengan dingin kepada Dila
"siapa yang kau maksud boss datar?"tanya Aldo tiba tiba dibelakang Dila
"eeeee...eh pak maaf bukan itu maksud saya,saya hanya..."ucap Dila menggantung karena tidak tahu harus bealasan apa
Aldo mengerutkan dahinya mendengar ucapan Dila yang menggantung
"hanya?"tanya Aldo lagi
namun sebelum Dila menjawabnya Rendy datang dan memotong semua pembicaraan mereka
"selamat sore semuanya,aku mau periksa Vina dulu tolong permisi"ucap Rendy
Dila mengelus dadanya sambil bergumam
"huh selamat"gumam Dila didengar aldo tapi Aldo hanya tersenyum misterius
"Vina kondisimu sudah sangat baik, sepertinya suamimu yang dingin ini menjagamu dengan baik ya?"tanya Rendy menggoda Aditya
"hehe iya dok suami saya menjaga dengan sangat baik bahkan tidak ada perawatan yang lebih baik dari apa yang dia lakukan"ucap Vina membanggakan suaminya.
"jadi kapan Vina bisa pulang?"tanya Imel tiba tiba membuat Rendy sedikit terkejut
"astagfirullah bikin kaget aja, Vina besok bisa pulang"ucap Rendy kepada Imel
"hehehe maaf dokter"ucap Imel sambil tersenyum manis membuat jantung Rendy 2X lebih cepat dari biasanya
"ya Allah senyumannya,mengapa jantung ku tak karuan gini melihat itu?"ucap Rendy dalam hati.
"eh iya gpp yaudah aku pergi periksa pasien lain dulu ya semuanya, Vina istirahatlah oke"ucap Rendy kepada semua orang kemudian kepada Vina.
jam menunjukkan pukul 23:00 Imel baru saja pulang dari pertemuan bisnis bersama ayahnya setelah menjenguk Vina tadi sore.
memang Imel sekarang membantu ayahnya mengurus perusahaan jadi dia sering melakukan pertemuan dengan banyak orang. ayahnya sudah pulang lebih dulu karena dia mengobrol dengan teman bisnis ayahnya dulu.
jalan menuju rumahnya memang begitu sepi ditambah lagi hujan yang mengguyur deras.imel menyusuri jalan yang sedikit gelap karena kurangnya pencahayaan dan disitu pula mobil yang ia kendarai tiba tiba mogok
"ahhhh kenapa harus disini sih?mana gelap iseng banget ngga ada orang lagi"ucap Imel pada diri sendiri kemudian mengambil ponselnya untuk menelpon orang rumah tapi ternyata ponselnya mati karena baterainya habis.
"ya ampun kenapa disaat seperti ini semuanya harus mati sih,,,aduh gimana ini"ucap Imel bingung.
ditengah kebingungan dan kegelisahan Imel ada yang mengetuk jendela mobilnya terlihat beberapa orang pria
tok...tok..tok..
"hei nona keluar kau!jika tidak akan aku pecahkan kaca ini"ucap seorang pria membuat Imel gemetar ketakutan.
"ya Allah bagaimana ini, tolong hamba ya Allah"dia Imel pada sang ilahi
"keluar atau aku pecahkan!!"perintah pria 2 menyuruh Imel untuk keluar.
Tak ada pilihan lain imelpun keluar
"a...apa..apa mau kalian?"tanya Imel terbata bata karena ketakutan
"wah bos ternyata dia cantik juga, bagimana jika kita nikmati sebentar"ujar pria 3 berbadan tinggi itu membuat Imel semakin takut
"ya baiklah,Seret dia sekarang!!"ucap pria 1
"tidak!tidak aku mohon jangan bawa aku ambilah yang kalian mau tapi tolong lepaskan aku!!!"ucap Imel sambil menangis
"ayolah nona layani kami sebentar saja"ucap pria 1 mendapatkan tamparan dipipinya.
plakkkkk...
tamparan Imel mendarat di pria br*n*s*k itu
"berani beraninya kau menampar ku ha?kau lihat bagaimana aku akan menampar balik dirimu"ucap pria 1 tak terima dan
plakkkkk..
tamparan mendarat di pipi mulus Imel membuat sudut bibirnya berdarah,saat Imel ditampar ia terjatuh dibawah kaki seseorang yang ternyata adalah Rendy
"apa kalian selamah ini?hanya bisa menggangu wanita yang Tidak berdaya?"ucap Rendy emosi
"siapa kau beraninya ikut campur urusanku"ucap pria 1
"aku suaminya!"ucap Rendy membuat Imel terkejut
bugh.....bugh....bugh...
Rendy meninju wajah dan perut pria 1 sampai pria itu jatuh tersungkur
bugh...bugh....bugh...
Rendy terkana pukulan di wajahnya karena dikeroyok 2 lawan 1
"Rendy"teriak Imel melihat Rendy yang diserbu para pria itu
ketiga pria itu kemudian mendekati Imel tapi tiba-tiba para warga datang untuk menangkap mereka
"nona anda baik baik saja,mereka adalah begal yang selama ini sedang dicari polisi"ucap seorang bapak
"iya pak saya baik baik saja"ucap Imel kemudian bangun mendekati Rendy
"Rendy, Rendy kamu gpp?"tanya Imel menangis dan meletakkan kepala Rendy dipahanya
"aku gpp ayo pulang"ajak Rendy bangun
"tidak!ikut aku"tolak Imel kemudian mengajak Rendy ke mobilnya.
kini mereka berdua sedang berada didalam mobil Imel
"sini biar aku obatin"ucap Imel kepada Rendy kemudian mengobati semua luka Rendy mulai dari bibirnya yang berdarah
"awww....awwww"rintih rendy
"aduh maaf maaf,sini sini biar aku tiupin"ucap Imel kemudian meniup ujung bibir Rendy yang terluka
Bibir Imel dan bibir Rendy begitu dekat dan Rendy tidak bisa menahan itu
cup
Rendy mencium bibir Imel serta m*l***atnya Imel awalnya terkejut tapi lama lama imelpun membalas ciuman Rendy.mereka lama berciuman dan segera melepaskannya saat dirasa kehabisan nafas
"hah..hah...hah"keduanya kehabisan oksigen
keduanya hanya diam dan hening
"maaf"ucap Imel dan Rendy bersamaan
"tidak Mel akulah yang seharusnya minta maaf karena melewati batasan ku"ucap Rendy menunduk
"tidak apa apa,oh iya terimakasih sudah menyelamatkan ku jika kau tidak datang entah bagaimana nasibku"ucap Imel kepada Rendy
"tidak apa apa kebetulan aku sedang lewat sini dan aku melihatmu sedang ingin dinodai jadi aku langsung menolongmu"ucap Rendy menjelaskan
"baiklah,sini aku lanjutin mengobatimu"ucap Imel kemudian menarik wajah Rendy dan mengobati nya
"sangat manis dan cantik"ucap Rendy dalam hati tersenyum tanpa Imel ketahui
"Rendy ganteng banget si,bikin jantung maraton aja"ucap Imel dalam hati
waktu menunjukan pukul 00:30
Rendy mengantarkan Imel pulang dan mengajaknya untuk masuk terlebih dahulu
"rend masuk dulu yu aku mau kenalin ke orangtua aku"ajak Imel diangguki Rendy
"baru juga kenal udah ngajak ketemu orangtua aja,udah gk sabar mau nikah ya neng,hahahah"canda Rendy
"ishh dasar"ucap Imel kesal
tok...tok.. tok...
Imel mengetuk pintu rumah
"Imel sayang kamu kemana aja mamah khawatir!ini siapa"tanya Risna ibunya Imel kemudian menunjuk Rendy
"mah kita masuk dulu yuk nanti Imel kasih tau"ajak Imel.
kini mereka sedang berada diruang tamu rumah besar Imel
"jadi kau sudah menolong putriku?"tanya Budi
"i..iya om, tapi sungguh saya tidak bermaksud untuk mengajak nya pulang malam sungguh om,saya minta maaf"ucap Rendy ketakutan dimarahin Budi
"hahaha kenapa kau ketakutan begitu?harusnya aku yang berterimakasih padamu Karena sudah menyelamatkan Imel"ucap Budi.
"sama sama om,ya udah kalo gitu saya pulang ya om,Tante, Imel besok saya akan ada operasi dirumah sakit jadi saya harus pulang sekarang"pamit Rendy
bersambung.....
jangan lupa jempolnya biar aku semangat buat up nya dan mohon maaf jika ada banyak typo bertebaran ๐๐