
Dengan kacamata yang melekat di batang hidungnya, aditya tampak seperti seorang remaja 20 tahunan bahkan tak sedikit wanita disana mencoba untuk menggodanya.
"Nak Adit???"panggil seseorang yang baru keluar dari pintu kepulangan.
"Ibu!!!!"Seru aditya memberi kecupan di punggung tangan ibu mertuanya.
"Bagaimana kabarmu nak?"tanya dina.
"Alhamdulillah aku baik bu, ibu sendirian gimana?"tanya aditya.
"Alhamdulillah"balas dina.
"kak adit apa kau lupa padaku?"suara itu membuat aditya dan dina menoleh ke belakang mendapati Iqbal yang sedang cemberut.
"hehhe tentu saja tidak, sini bal"jawab aditya menjentikkan jarinya meminta iqbal untuk mendekat.
"Bagaimana sekolahnya?"tanya Aditya.
"Bagus kak dan Alhamdulillah aku dapat beasiswa disana untuk sekolah menengah pertama"jawab Iqbal.
"Benarkah??? syukurlah kamu memang anak yang pintar iqbal,Vina pasti bangga padamu"ucap aditya mengelus puncak kepala iqbal.
"Vina tidak ikut dit?"Tanya dina.
"Tidak bu, beberapa hari ini perutnya sering sakit jadi aku menyuruhnya untuk istirahat"saut aditya diangguki dina.
"Kalo begitu ayo kita langsung pulang saja,semua orang sudah menunggu"ajak aditya menggantikan menggeret koper milik ibu mertua dan adik iparnya.
Di rumah vina sudah menunggu kepulangan ibu dan adiknya yang sangat dirindukannya itu.
"Kami tahu kamu merindukan ibumu tapi setidaknya duduklah nak"ujar rudi yang melihat vina terus mondar-mandir di dekat pintu utama.
"Hehehe maklum pah udah lama gak ketemu jadi gini deh"balas vina tertawa garing.
"Oh iya vin Iqbal sudah lulus dari sekolah dasar,apa dia akan melanjutkan pendidikan disini?"tanya imel.
"Katanya dia dapat beasiswa disana, mungkin akan melanjutkan di sana lagi.Entahlah"jawab vina.
"Iqbal itu sama pintarnya denganmu ya Vin"ucap dila.
"Iyalah kan vina gak pernah make up kalo di kelas"sindir imel pada dila yang selalu make up dimana saja bahkan ketika jam pelajaran.
"Dan aku tuh gak pernah ya molor di saat guru jelasin"balas dila pada imel yang tukang tidur di kelas.
"Udah lah untung gak ada suami kalian disini coba kalo ada pasti jadi bahan pertanyaan"ujar vina menengahi perdebatan unfaedah imel dan dila.
Suara mobil menginstruksi vina untuk keluar menyambut seseorang yang baru datang.Ibu dan adiknya yang teramat di rindukannya.
"Assalamualaikum"salam dina bersama aditya dan iqbal masuk kedalam rumah.
"Waalaikumsalam"
"Ibu???!!!"seru vina langsung berhamburan ke pelukan sang ibu.
"Bagaimana kabarmu nak?"tanya dina.
"Aku baik bu,ibu gimana?"tanya vina terisak.
"jangan menangis sayang,ibu baik"jawab dina.
"kak??"panggil iqbal matanya berkaca-kaca merindukan sosok yang selalu memintanya untuk belajar agar bisa membanggakan orang tua dan dirinya.
"Iqbal?!!!"Vina beralih memeluk adiknya.
"Gimana kabar kakak?kabar Al?oh iya gimana kabar Dede disini?"tanya iqbal mengelus perut Vina.
"Kami semua baik sayang"balas vina memberi kecupan di dahi Iqbal.
"Mama....mama"panggil Al langsung memeluk vina.
"Al??!! masih ingat gak sama Kakak???"tanya iqbal pada bocah 3 tahun itu.
Al menggeleng menyembunyikan wajahnya di perut Vina.
"Kalo sama nenek ingat gak?"tanya dina membuat Al menengok dan beralih memeluk dina yang biasa melakukan Videocall dengannya.
"Nene...ain cama Al yuk"Al langsung mengajak neneknya bermain.
"ehh nenek kan baru datang harus istirahat dulu, nanti ya mainnya"ujar naina mencubit pipi Al.
"bagaimana kabarmu Dina?"tanya naina memeluk dina di samping.
"Saya baik bu"jawab dina.
"Ibu??!!!"panggil dila dan Imel bersamaan.
"kalian, kemarilah ibu mau lihat anak kalian"ujar dina.
"Wahh anak kalian tampan ya sama seperti papahnya"ujar dina mencubit hidung keduanya yang lancip itu.
"Bibit unggul bu persatuan antara papah dan mamahnya"canda Imel mengundang gelak tawa semuanya.
"Sayang aku harus ke kantor karena Aldo mengabari ada meeting mendadak"ucap aditya pada istrinya.
"Hmmm"balas vina hanya berdehem rasanya dia masih sangat dongkol pada suaminya itu.
"Hati hati ya dit"Pesan rudi.
Setalah kepergian aditya,Vina mengajak ibu dan adiknya ke kamar yang sudah di siapkan oleh vina.
Ceklek
ketiganya masuk, Iqbal duduk di pinggir ranjang sedangkan vina membantu dina menata pakaian di dalam lemari.
"Nak kamu ingat bukan besok hari apa??"tanya dina sambil menata pakaiannya.
"Aku akan selalu ingat bu, besok kita kesana sama sama ya"jawab vina tersenyum.
"Kak,apa kakak bahagia hidup bersama kak adit?"tanya iqbal tiba tiba.
"Heyyy anak kecil kenapa bertanya soal orang dewasa?"tanya vina balik menyentil bibir Iqbal.
"Aku kan hanya bertanya kak, tadi di bandara aku dan ibu melihat kak aditya bicara pada seorang wanita tapi entah apa tujuannya kak adit menunjukan cincin yang ada di jarinya"jelas iqbal membuat vina tersenyum dan membelai pipi iqbal.
"Apa itu benar Bu?"tanya vina pada ibunya yang sedang menatap lembut padanya.
"Aditya pria yang baik nak,baik sebagai suami, ayah dan anak kamu beruntung mendapatkan pria sepertinya"saut dina.
"Terkadang aku berpikir hal yang sama bu, bukankah aku sangat beruntung bisa mendapatkan suami dan keluarga yang Sangat menyayangiku.Apa aku cukup pantas untuk ini??"ujar vina duduk di samping dina.
"Semua sudah ditakdirkan untuk mu oleh Allah yang bisa kita lakukan hanya menerimanya dan terus berdoa padanya"jelas dina.
Vina mengangguk menyandarkan kepalanya di bahu dina.
"Jam berapa besok kita kesana bu?"tanya vina.
"Pagi pagi nak karena perjalanan cukup jauh"jawab dina.
"Baiklah bu"saut vina.
Dikantor aditya sedang rapat dengan klien yang datang dari London namun siapa sangka ternyata klien itu adalah wanita yang berusaha menggodanya di bandara tadi.
"Jadi bagaimana tuan aditya?apa kerjasama ini bisa dilanjut?"tanya wanita blasteran bernama olive dengan tatapan menggoda nya.
"Maaf tidak bisa"jawab aditya tegas membuat Aldo melotot karena dilihat dari persentase kemajuan klien ini sudah sangat terlihat tapi entah kenapa aditya tiba tiba menolak.
"Kenapa??"tanya olive terkejut.
"Karena perusahaan ini memiliki kriteria klien yang harus diterima, yaitu memiliki sopan santun dan tidak seenaknya pada orang lain"jawab aditya berdiri kemudian meninggalkan ruang rapat begitu saja.
Aldo mengangguk memberi hormat kemudian pergi menyusul aditya, mensejajarkan langkah CEO nya ini.
"pak tapi kenapa anda menolak?"tanya aldo.
"Ikut keruanganku"saut aditya kemudian masuk ke dalam ruangan aditya.
"Perempuan tadi berusaha menggodaku secara terang-terangan"ucap aditya membuat aldo menekuk alisnya.
"maksudmu?"tanya aldo.
FLASHBACK ON
Aditya sedang sibuk dengan ponsel miliknya yang menerima banyak email dari kantor, tiba tiba seorang wanita datang dan memberikan segelas kopi padanya.
"Kopi?"tanyanya menyodorkan segelas kopi.
"No,thanks"jawab aditya tanpa melihat kearahnya.
Bukannya pergi wanita itu malah semakin duduk mendekati aditya, aditya mengalihkan pandangannya dari ponsel ke wanita di sampingnya itu.
Rambut keemasan dengan mata coklat dan bibir merah merona namun sama sekali bukan selera aditya.
"Bukankah kita bisa menjadi lebih dekat tuan?"tanya nya menggoda membusungkan dadanya.
"Maaf tidak bisa"ketus aditya.
"ini nomorku kau bisa simpan dan hubungi aku kapanpun kau mau"ucap wanita itu memberikan sebuah kartu nama.
Aditya tersenyum kemudian mengambil kartu nama itu dan membuangnya ke tempat sampah.
"I am a husband and a father"ucap aditya tegas sambil menunjukan cincin pernikahan di jari manisnya.
Wanita itu hanya tersenyum kikuk kemudian beranjak dari duduknya meninggalkan kopi yang ia bawa tadi.
FLASHBACK OFF
"gila,wanita berkelas seperti dia berusaha mendekati pria secara terang-terangan?"tanya Aldo terkejut.
"Aku tahu tidak seharusnya membawa masalah pribadi dalam kantor tapi sungguh aku muak melihatnya"ujar aditya.
"aku juga akan melakukan hal yang sama dit apabila terjadi padaku"ucap Aldo membenarkan kelakuan kakaknya.
suami idaman setiap wanita ๐๐
DOUBLE UP?YES OR NO???
BERSAMBUNG.......