My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 40



Aditya langsung bangkit dari duduknya begitupun semua orang, Aditya berlari dan berhenti ketika melihat Vina yang tak sadarkan diri


"Vina"panggil semua orang


"sayang bangun"ucap Aditya menepuk pipi Vina


Aldo segera menghubungi Rendy


"halo rend cepet ke mansion!Vina pingsan"ucap Aldo sedikit panik


"oke"ucap Rendy dari sebrang telepon.


Aditya membawa Vina menuju kamar mereka


"sayang bangunlah"ucap Aditya lirih


"sabarlah dit, Rendy sedang dalam perjalanan"ucap Aldo menepuk bahu aditya


setalah 30 menit Rendy datang


"assalamualaikum semua"salam Rendy untuk semua orang


"lama sekali kau!kemana dulu?"tanya Aditya membentak


Rendy dan keluarganya tidak aneh dengan hal itu dengan segera Rendy menjawab pertanyaan aditya


"aku dokter sibuk dit, butuh waktu untuk bisa sampai kesini"canda Rendy mendapat tatapan membunuh dari Aditya


Rendy langsung memeriksa keadaan Vina,tiba tiba senyum diwajah Rendy mengembang membuat semua orang heran


"apa kau mulai tidak waras?kenapa kau senyum senyum seperti itu setelah memeriksa istriku?"tanya Aditya heran


"iya rend,kok kamu senyum senyum gitu"ucap Rudi


"semuanya baik baik saja kan?"tanya Aldo


"kalian tenang saja semua baik,tapi...."ucapan Rendy menggantung


"tapi apa ha?"ucapa Aditya mulai emosi dan mencengkeram kerah baju Rendy


"Adit tenanglah dulu"ucap naina menenangkan tapi tidak digubris oleh Aditya


"dit besok kau harus membawa istrimu kerumah sakit"ucap Rendy pelan membuat Aditya semakin mengencang kan cengkeraman nya


"apa yang terjadi?"tanya Aldo Bingung


"baiklah dengar,aku rasa sekarang Vina tengah mengandung namun sebelum itu akan lebih baik kau bawa dia ke rumah sakit"ucap Rendy menjelaskan


semua orang terkejut sekaligus bahagia dengan apa yang diucapkan Rendy


"benarkah Rendy?"tanya Aditya kepada Rendy


"iya benar tapi kau harus memeriksanya ke dokter kandungan,aku akan buatkan janji dengannya"ucap Rendy mendapat pelukan erat dari Aditya


setelah memeriksa Vina Rendy pamit untuk pulang kerumahnya dan semua orang segera keluar dari kamar Vina hanya tinggal aditya


Aditya duduk disamping Vina dan terus menatap wajah cantik istrinya itu


"sayang bangunlah"ucap Aditya lembut sambil membelai wajah cantik istrinya


Vina menggeliat bangun dan membuka matanya


"mas?"panggil Vina saat melihat Aditya sedang menatapnya


"aduh mas kepalaku sakit sekali"ucap Vina saat ingin duduk


Aditya membantu Vina duduk dan menyandarkan nya pada sandaran kasur


"istirahatlah,jangan terlalu lelah"ucap Aditya Sambil tersenyum


"tapi mas apa yang terjadi padaku?apa aku sakit parah karena kecelakaan itu?apa kau akan meninggalkan aku jika aku sakit parah dan mencari wanita lain?"tanya Vina panjang lebar sambil menagis


Aditya langsung menarik Vina kedalam pelukannya dan membelai lembut rambut Vina


"kau tidak apa apa sayang dan jika memang kau punya penyakit seperti yang kau bilang aku tidak akan meninggalkan mu dan mencari wanita lain karena wanitaku hanya kamu sayang"ucap Aditya menatap dalam Vina


"terimakasih mas"ucap Vina


Vina melepas pelukan Aditya dan duduk dihadapannya, perlahan-lahan Vina mendekatkan wajahnya ke wajah Aditya


CUP


ciuman yang terasa begitu manis bagi Aditya membuatnya tersenyum lebar


"kau suami yang terbaik sayang"ucap Vina dengan suara menggoda


"apa kau ingin aku memakanmu malam ini?"tanya Aditya menyeringai


Vina mendekati wajahnya ke telinga Aditya


"aku ingin"bisik vina dengan suara menggoda


Aditya langsung menengok dan mencium bibir Vina Dengan rakusnya dan akhirnya terjadi lah kegiatan seperti pasangan suami istri pada umumnya


Aditya melakukannya dengan pelan karena jika yang dikatakan Rendy benar dia akan menyakiti calon anaknya.


setelah melakukan kegiatan panas mereka selama hampir 1 jam Aditya berbaring disamping istrinya


"terimakasih sayang"ucap aditya sambil mencium kening istrinya


Vina langsung memeluk Aditya dan akhirnya mereka terlelap dengan posisi berpelukan.


matahari menyinari kamar pasutri yang masih terlelap perlahan-lahan Vina membuka matanya dan melihat wajah tampan suaminya


"kau memang sangat tampan sayang,aku beruntung memiliki mu"ucap Vina sambil membelai wajah Aditya dan mengecup singkat bibir manis Aditya


Vina bangkit dari tempat tidur menuju kamar mandi, setelah melakukan ritual mandinya Vina mempersiapkan pakaian kantor untuk Aditya


"mas bangun sudah siang loh,nanti kamu telat"ucap Vina sambil menggoyangkan tubuh Aditya


"mas.."ucap Vina lagi namun tidak ada jawaban


Vina tidak kehabisan akal dia menyiratkan rambut basahnya ke wajah Aditya


"aduh basah yank kamu ini"ucap Aditya yang ternyata sudah bangun tapi ingin mengerjai istrinya


"rasain siapa suruh ngerjain aku"ucap Vina kemudian berbalik ingin menggunakan pakaian karena saat ini Vina hanya menggunakan lilitan handuk namun Aditya keburu menarik tangannya dan Vina terjatuh diatas dada bidang Aditya


"mas aku mau pake baju dulu, lagian ini udah siang tau nanti kamu telat"ujar Vina sambil mencoba melepaskan pelukannya Aditya dipinggangnya


"biarin aja aku telat toh aku ini bosnya"sombong Aditya


"huh dasar sombong"ucap Vina kesal


"apa pagi ini kau menginginkan nya lagi?"tanya Aditya dengan mengedipkan sebelah matanya


"ti..tidak"ucap Vina gugup


Aditya membuka lilitan handuk Vina membuat Vina terlonjak kaget tapi tidak menolak


mendapat lampu hijau dari Vina Aditya membalik tubuh mungil istrinya itu dan mulai mencium setiap lekukan tubuh Vina namun tiba-tiba


tok....tok....tok...


"siapa?"teriak Aditya


"maaf tuan semua orang sudah menunggu dibawah untuk sarapan"ucap pelayan diluar pintu


"katakan pada mereka kami akan segera turun"jawab aditya kemudian turun dari ranjang menuju kamar mandi dengan wajah frustasi


"hahahaha"tawa Vina pecah ketika melihat wajah suaminya yang frustasi


Vina membantu suaminya memakai pakaian kantornya dan dia sedikit kasihan melihat wajah suaminya yang harus menahan hasratnya


"muka jangan ditekuk gitu dong"ledek Vina


"biarin"ketus Aditya


"nanti malam aja ya sayang aku janji deh"ucap vina membuat Aditya terkejut Sekaligus senang


"benarkah?"tanya Aditya antusias dijawab anggukan kepala oleh Vina


"udah ayo turun semua orang sudah menunggu"ajak Vina kemudian mereka segara menuju meja makan.


mereka berjalan beriringan dengan Vina merangkul mesra tangan Aditya


"selamat pagi semuanya"sapa Vina pada semua orang


"pagi"jawab semua


Aditya segera duduk begitupun dengan vina


"mah ini banyak banget sayur"ucap Vina bingung melihat banyak jenis masakan sayur


"iya sayang kamu makan ya biar sehat,ini mamah sendiri loh yang masak"ucap naina


"pasti mah apalagi kalo masakan mamah"ucap Vina sambil tersenyum senang kemudian mencium pipi naina


"terimakasih mah"sambung vina


semua orang begitu senang melihat kedekatan antara Vina dan naina tak terkecuali aditya


mereka begitu menikmati sarapan mereka terutama Vina, pagi ini dia tidak merasa mual lagi tapi saat bi Suti membawa jus jeruk Vina langsung menyuruhnya menjauhi jus itu


"bi tolong jauhin jus nya ya,aku mual Bu"ucap Vina menutup mulutnya


bi Suti langsung membawa jus itu menjauh dari Vina dan Vina sudah tidak bisa menahan rasa mualnya dan segera menuju kamar mandi


huek....huekkk....huekk


Vina memuntahkan semua makanan yang baru saja ia makan membuatnya terlihat begitu pucat


Vina kembali ke meja makan dengan menangis


"mah... sebenarnya apa yang terjadi sama aku"ucap Vina sambil menangis kemudian memeluk naina


"Vina kau tidak apa apa nak"jawab Rudi


"iya sayang kamu gpp kan semalam aku udah bilang"ucap Aditya


"aduh non maaf ya gara gara bibi non jadi kaya gini"ucap bi Suti tidak enak


Vina melepas pelukannya dan menatap bi suti


"gpp bi ini emang mungkin akunya aja yang mualan"ucap Vina


bersambung.....


jangan lupa like,komen dan vote juga hihihi


happy reading all😊