My Boss My Sweet Husband

My Boss My Sweet Husband
BAB 42



Akhirnya Aditya menggendong Vina menuju kamar mereka,naina dan Rudi hanya bisa tersenyum dan memaklumi Vina


"persis seperti mu dulu"ujar Rudi tertawa


"ish papah"jawab naina mencubit parut Rudi


"awww iya iya sayang"rintih rudi


dikamar Aditya menidurkan Vina diranjang king sizenya


"kamu istirahat ya"ucap Aditya kemudian mencium kening Vina


"mas?"panggil Vina ketika Aditya sudah berbaring disampingnya


"ada apa kau menginginkan sesuatu?"tanya Aditya menghadap Vina


Vina menggangguk sambil menatap Aditya dengan tatapan yang sulit diartikan


"kamu ingin apa?"tanya Aditya lagi


"ini"jawab Vina sambil menunjuk bibir Aditya


sebelum Aditya menjawab perkataan Vina,Vina sudah menyerangnya dengan ciuman mulai dari bibir dan setiap lekuk wajah Aditya


"sayang aku ingin"ucap Vina disela sela aksinya


Aditya mengangkat wajah Vina agar menatapnya


"tapi ini masih siang yank gimana nanti kalo ada yang datang?nanti malam aja ya"tawar Aditya


"ngga mau!!aku maunya sekarang mas sebentar aja, ya ya ya?"bujuk vina


Aditya akhirnya menerima semua perlakuan Istrinya yang begitu agresif tidak seperti biasanya. Tapi itu hanya sebentar Aditya mengambil alih kegiatan Meraka


"mas....ahhh...."desah Vina ketika Aditya melakukannya.


Aditya melakukannya dengan perlahan takut melukai kandungan Vina yang masih terlalu muda


mereka melakukan nya selama kurang lebih 30 menit takut ada yang datang


"terimakasih mas"ucap Vina kemudian memeluk Aditya


"sekarang istirahat ya sayang"jawab Aditya kemudian mencium puncak kepala Vina


Vina tertidur tanpa menggunakan sehelai benang pun hanya selimut yang menutupi tubuhnya


Aditya berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri setelah melakukan kegiatan panas


setalah mandi Aditya kembali berbaring disamping istrinya sambil mengelus pipi lembut Vina


"kamu cantik banget sayang"ucap Aditya kemudian tangannya turun mengelus perut rata Vina


"anak papah baik baik ya sayang jangan bikin mamah menderita okey"ucap Aditya didepan perut Vina kemudian mengecupnya


Vina membuka matanya ketika merasa ada yang mencium perutnya


Hoam.....


Vina bangun dan duduk kemudian menatap Adita


"mas aku mau mandi"ucap Vina


"yaudah ayo aku Antar"ajak Aditya


Aditya menggendong Vina menuju bath up dan menyalakan keran air sampai air merendam tubuh Vina


Vina sudah selesai mandi dan segera memakai pakaian santainya


"mas jalan jalan ke taman yuk"ajak Vina kepada Aditya yang sedang sibuk dengan laptopnya


"aku sibuk sayang,weekend aja ya?lagian ini udah Sore yank"ucap Aditya tanpa mengalihkan pandangannya


Vina hanya bisa membuang nafasnya dia memilih menonton drama Korea kesukaannya yang berjudul A world of married couple


"dasar brengsek udah punya istri masih aja selingkuh!!!"ucap Vina membuat Aditya terkejut


"sayang kamu kenapa?kapan aku selingkuh?"tanya Aditya tanpa menyadari bahwa Istrinya sedang menonton drama Korea


"ihh bukan kamu orang itu filmnya ngeselin banget masa udah punya istri masih selingkuh"jawab Vina


"ohh kirain kamu ngatain Aku"ujar Aditya


"kamu mas kalo sampe kaya gitu aku tinggal,aku pergi jauh bawa anak kamu dan gk bakal aku izinin kamu ketemu sama dia"ucap Vina menatap tajam Aditya


"engga dong yank aku kan cintanya sama kamu doang"ucap Aditya sambil cengengesan


saat sedang menonton drama Korea kesukaannya tiba tiba naina datang membawa berbagai jenis buah yang sudah dipotong


"sayang mamah boleh masuk?"tanya naina karena pintu kamar Meraka sedikit terbuka


"iya mah masuklah"jawab Aditya


naina masuk dan menghampiri Vina


"sayang kamu harus banyak makan buah, ini mamah bawain kamu abisin ya"ucap naina


"iya mah maaf ngerepotin mamah"ucap Vina


"engga sayang sama sekali gk repot kok, yaudah mamah mau ke supermarket sama papah kamu mau nitip sesuatu?"tanya Naina pada Vina


"Vina mau es krim yang lagi viral mah, Ummmm....apa ya?"ucap Vina sambil berfikir


"....ah iya mah vinnetta,aku mau ya mah"rengek Vina pada naina


"kamu es krim mulu si yank"ucap Aditya kepada istrinya


"biarin wleee"jawab Vina sambil menjulurkan lidahnya


"hahahah iya iya sayang nanti mamah beliin tapi kan es krim itu katanya suka disembunyikan"kekeh naina


"kalo gak ada yaudah mau gpp gausah, Vina gamau ngerepotin mamah"ucap Vina sambil tersenyum


"yaudah mamah pergi dulu ya"pamit naina kemudian Vina mencium pipi naina


"hati hati ya mah"ucap vina


"mas?"panggil Vina sambil duduk dipangkuan Aditya


"apa sayang?"jawab Aditya tanpa mengalihkan pandangannya


Vina memegang wajah Aditya agar menatapnya


"Jangan bekerja terlalu keras,banyak orang yang bisa menggantikan pekerjaan mu"ucap Vina


"ini hanya sedikit,lagipula ini tidak membuatku lelah sama sekali"jawab aditya sambil mencubit lembut pipi Vina


"sakit mas"rengek Vina memegang pipinya


"kamu cantik banget sih yank,gimana Aku bisa berpaling dari kamu kalo kamu aja sangat sempurna"puji Aditya membuat pipi Vina merah merona


"hahaha"tawa aditya ketika melihat pipi Vina yang memerah karena malu


"mas ihh"ucap Vina sambil mengerucutkan bibirnya


Aditya tidak bisa menahan lagi ketika Vina mengerucutkan bibirnya diapun mencium serta ******* bibir Vina dengan sangat rakus


vina mengalungkan tangannya dileher Aditya sedangkan Aditya memegang pinggang Vina dan menekan tengkuk Vina untuk memperdalam ciumannya


Sreeekkkkkk


suara sesuatu membuat Vina dan Aditya menghentikan aktivitasnya dan melihat kearah pintu. Terlihat Aldo, Dila, Imel dan Rendy sedang melongo melihat adegan yang sedang dilakukan Aditya dan Vina


"dit kalo mau kaya gitu tutup kek pintunya,bikin pengen aja"protes Rendy


"Gila kamu Vin"ucap Imel


"apa apaan kamu, aku ini masih waras ya"ucap Vina kesal


"gk nyangka aku bisa lihat secara live"tambah Dila


"mau liat yang lebih? boleh"ucap Vina kembali mencium Aditya


semua orang membulatkan matanya termasuk Aditya


Vina melepas ciumannya dan bangkit dari Pangukan Aditya


"his kalian ganggu aja"ketus Vina tidak seperti biasanya


"yailah kan bisa lanjut lagi nanti Vin"ucap Dila


"iya iya yaudah duduk aja dulu aku mau kebawah ambil minum"ucap Vina


"gausah sayang biar bibi aja yang ambil,nanti kamu cape"cegah Aditya


"Gpp mas,udah kalian duduk aja dulu"ucap Vina kemudian pergi keluar kamar


sedangkan di kamar mereka sedang bertanya tanya dengan Aditya


"pantesan kamu betah di rumah oh ini alasannya"ucap Aldo kepada Aditya


"makanya nikah biar tau rasanya punya istri"ketus Aditya


"tapi dit kok si Vina beda banget ya?"tanya imel


"yaiyalah sayang namanya juga hamil"jawab Rendy membuat Imel terkejut akan panggilan sayang dari Rendy


"cieee yang udah jadian"ucap Dila


"ishh apaan si kamu Dil"elak Imel karena malu


"oh jadi kalian udah pacaran,selamat ya"ucap Aldo


"kamu kapan?"tanya Aditya tiba tiba


"apaan sih,belom ada yang cocok buat aku"jawab aldo


"yeuhh yang udah cocok malah dianggurin"ledek Imel sambil menyenggol bahu Dila


Vina datang dengan berbagai minuman dan cemilan


"jadi lancar kan Mel?"tanya Vina


"lancar Vin buktinya udah jadian mereka"jawab Dila


"kalian tuh emang temen kampret ya"ketus Imel mengingat apa yang mereka lakukan


flashback on


Vina,Dila dan Imel sedang berbelanja di mall


"kamu mau beli apa Vin?"tanya Dila


"baju mungkin,udah lama aku gk beli baju"jawab Vina


"kalo kamu Mel?"tanya Vina


"aku mau beli baju biar Rendy tergila gila sama aku"jawab Imel keceplosan


"ha??"kaget vina dan Dila


"kamu suka sama Rendy?"tanya Vina


"sejak kapan?"Dila ikut bertanya


"entahlah,aku selalu merasa nyaman dekat dengannya setalah kejadian dia itu"jelas imel


"lantas kamu udah ada rencana buat mengutarakan nya?"tanya Vina dijawab gelengan Imel


"serahkan saja padaku"Dila percaya diri


Dila dan Vina membuat rencana untuk memberi Imel minuman alkohol agar Imel mabuk dan mengutarakan perasaannya, Dila dan Vina melakukan ini karena Meraka tau Imel ataupun Rendy tidak akan mengutarakan satu sama lain.


"Mel minum nih"ucap Dila menyodorkan segelas minuman yang ternyata minuman beralkohol


Imel meneguk habis minuman yang diberikan Dila dan benar saja Imel mabuk dan tak sadarkan diri.


bersambung....


HAPPY READING โค๏ธ๐ŸŒž๐ŸŒบ๐ŸŒž