
Aditya menitipkan Al pada aldo dan rendy sementara dirinya pergi ke kamar untuk melihat kondisi istrinya.
"Aku titip Al ya,mau ke kamar dulu lihat Vina"ujar aditya membuat keduanya mengerutkan keningnya.
"Hanya sebentar saja oke"lanjutnya kemudian pergi meninggalkan taman menuju kamar.
Ketika sedang menaiki anak tangga matanya menangkap sosok wanita yang menjadi istrinya itu sedang membawa nampan berisi beberapa mangkok puding.
"Loh sayang kok kamu gak istirahat?"tanya aditya menghampiri vina dan mensejajarkan langkahnya.
"aku gak apa apa mas cuma kontraksi kecil aja dan kamu jangan berpikir semua ini karena aku melanggar pesan dokter karena semua itu tidak benar"saut vina tersenyum manis.
"Tapi sayang.....,"
"Tolong panggil Al sama yang lain ya mas,aku akan ke kamar mamah"tutur vina.
"oke sayang"jawab aditya mengalah percuma jika harus berdebat dengan vina tidak akan ada habisnya.
Vina pergi ke kamar ibu mertuanya dan kedua sahabatnya.
Tok...tok... tok...
"ehh vin sini masuk"ucap dila.
"lagi ngapain? Bagas mana?"tanya vina tak melihat putra sahabatnya itu.
"sama aldo ke taman"jawab dila.
"ya udah ayo turun aku udah bikin puding, tolong kamu panggil imel ya aku mau ke kamar mamah"titah Vina diangguki dila.
Setalah dari kamar dila,Vina beranjak menuju kamar mertuanya.
Tok...tok...tok....
"mah?"panggil vina dari luar.
Ceklek
"eh vina ada apa nak?"tanya rudi yang keluar dengan kacamata nya.
"ganggu ya pah?maaf ya,ini aku udah bikin puding dibawah,mau aku bawain atau papah sama mamah ke bawah?"tanya Vina balik.
"Nanti mamah sama papah ke bawah ya sayang, terimaksih"ucap Rudi lembut.
"Sama sama pah"balas vina.
Vina turun bersamaan dengan imel dan dila yang baru keluar dari kamar Imel.
"Loh Revan mana?"tanya Vina.
"Sama papahnya main di taman"jawab imel.
"Hari ini ketiganya menggantikan posisi sebagai seorang ibu dong"ujar dila.
"hahha benar,three hot Dady"saut vina terkekeh.
Sesampainya di ruang tamu semua sudah berkumpul menyaksikan film fantasi terbaru.
"udah main di tamannya?"tanya vina mengelus kepala Al.
"udcah"jawab Al mengangguk.
Vina tersenyum kemudian memberikan puding kepada semua yang ada disana lengkap dengan fla yang ia buat.
"mmm enak ya puding buatan mamah"ucap naina pada cucunya itu.
"Baby revan sama Baby bagas mau nih,aaa"Vina menyuapi kedua batita itu bergantian dengan Al.
"makacih tante"ucap imel.
"Oh iya mas besok ibu akan kesini jadi aku akan menjemputnya di bandara"ucap Vina.
"Dina besok akan kesini?Wahh akan semakin ramai nih rumah kita"ucap naina.
"Kamu dirumah aja,ibu biar aku yang jemput"ucap aditya pada vina yang sedang menyuapi Al.
"Ya udah iya mas"jawab vina menurut.
Setalah selesai menikmati puding manis buatan Vina,mereka semua memilih untuk bersantai di saung rotan yang ada di taman.
"Adem ayem kaya hati"canda rudi menikmati angin sepoi-sepoi menerpa kulitnya.
"Ngerujak kayanya enak nih"ucap Imel.
"ahh iya boleh tuh ayo petik"saut dila sumringah.
"metik pake apa?manjat?"tanya Vina.
"kan ada galah sayang"saut aditya tersenyum manis.
"Oh iya"
"Sebentar ya aku ambil galahnya dulu"ucap imel namun dicegah oleh rendy.
"Sayang biar aku yang ambil galahnya, kamu sini aja"ujar rendy mencegah istrinya.
Vina membuat bumbu rujaknya sedangkan dila memotong mangganya.
"mau...papa...mau"rengek Al meminta mangga yang ada di tangan sang ayah.
"ehh Al gak enak, asem ihhh asem Al nanti mamah ambilin yang Mateng di dapur ya"ucap vina menggeleng.
"nda mau.... Al mau itu"ucap bocah berumur 3 tahun itu tetap ingin memakan mangga yang ada ditangan aditya.
"asem sayang"ucap vina lembut tapi Al tetap kekeh dengan permintaan nya.
"Lagian Adit resep banget gangguin anaknya sih"desis aldo mencubit paha aditya.
"Awww sakit do"ringis aditya menggosok pahanya.
Vina memberikan potongan mangga kecil pada Al yang langsung dimakan, lekukan wajah Al menekuk merasakan betapa asamnya mangga itu tapi raut wajah Al justru membuat semua orang tertawa lucu.
"kan mamah udah bilang ganteng"desis vina masih diselingi tawa membuat Al cemberut dan berlari menjauhi saung rotan itu.
Visual Alvin (Al)
***
Keesokan harinya, pagi pagi aditya sudah siap untuk menjemput dina dibandara pesawat akan mendarat pukul 07:45 sedangkan sekarang sudah jam 06:30.
"mas aku mau ikut"ucap vina dengan manja.
"Gak boleh"jawab aditya sambil memakai jam tangan bermerek DW itu.
"ishhh kamu mah,ya udah awas kamu cium cium apalagi peluk peluk aku"cibir vina kemudian keluar ke balkon kamar.
Aditya hanya tertawa sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah vina yang menurutnya lucu.
Aditya menghampiri vina yang sedang menekuk wajahnya,melihat dengan seksama setiap inci wajah istrinya membuat vina sedikit malu karena terus di lihatin aditya.
"Apa lihat lihat?"tanya Vina melototkan matanya.
"kenapa?emang salah kalo suamki ngeliatin istrinya?"aditya bertanya balik.
"au ah"ketus vina mengembalikan pandangannya pada atap rumah rumah tetangga.
"Kamu makin cantik tau kalo lagi marah gini, games aku jadinya"puji aditya mencubit pipi vina yang membesar.
"Baru tau kam.....,"Vina menggantung kata katanya karena tatapan aditya yang bisa membuat siapa saja Dimabuk kepayang.
"baru tau apa hmm?suka sama tatapan aku ya?"
tanpa sadar Vina mengangguk membuat seringai aditya terlihat jelas.
"Cium dong kalo suka"ujar aditya mengembalikan kesadaran vina.
"cium cium,cium tuh plafon"ketus Vina menunjuk talang air yang ada diatas kemudian keluar dari kamar.
Aku juga gak tahan kalo di tatap giniπ€€ππ
"Kenapa?"tanya dila tiba tiba berada di depan vina sambil melipat tangan didada.
"apa?"tanya vina balik.
"Tumben pagi pagi udah cemberut aja, biasanya berseri seri kaya tadika mesra"jelas dila.
"makanya jangan kebanyakan nonton si kembar jadi gini kan, segala tadika mesra dibawa bawa"cibir vina.
"issh yaudah sih orang seru, terus tadi kenapa sampai banting pintu gitu?"tanya dila jelas.
"Gak boleh ikut jemput ibu ke bandara"jawab vina kesal menghentakkan kakinya.
"Oh ya udah gak usah di kasih jatah kan beres"saut dila kemudian turun meninggalkan vina.
Ceklek
pintu kamar vina terbuka memperlihatkan aditya yang tampan dengan setelan kemeja kebesaran, rambutnya ia poles membentuk ombak lautan yang menyamping.
"Kok masih disini? nungguin aku ya???"tanya aditya mengedipkan sebelah matanya.
Vina hanya melengos melihat kode mata suaminya yang minta di colok itu kemudian meninggalkan aditya pergi ke dapur.
"Selamat pagi mah"sapa vina.
"Pagi nak,kamu tidak ikut menjemput ibumu?"Tanya naina membalik ikan yang ia goreng.
"gak boleh katanya nanti aku capek"jawab vina merengut sebal.
"Dasar aditya itu, sayang dia melakukan itu karena Adit sayang sama kamu dia gak mau terjadi apa apa sama kamu.Jadi kamu ngerti kan?"ujar Naina.
"iya mah aku tahu kok"balas vina tersenyum.
Visual vina dengan senyum indahnya πβ€οΈ
UDAH LAMA YA AKU GAK KASIH VISUAL??MAKANYA NIH AKU KASIH BIAR NGEHALU NYA MAKIN LANCAR ππ
BERSAMBUNG.......